Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Thursday, May 31, 2018

London Menutup 500 Gereja; Membuka 423 Masjid Baru


KAIROSPOS.COM, London - Islamisasi merayap di London hampir selesai, dengan ratusan pengadilan syariah resmi beroperasi di ibu kota Inggris ini, dan masjid-masjid dibuka di mana gereja-gereja Kristen yang terkenal telah berdiri selama ratusan tahun mengalami kemunduruan.

"London lebih Islami daripada banyak negara Muslim yang disatukan," menurut Maulana Syed Raza Rizvi, salah satu pengkhotbah Islam yang sekarang memimpin "Londonistan", sebagaimana dilaporkan wartawan Melanie Phillips Peraih Nobel untuk Sastra, Wole Soyinka, kurang bermurah hati. Dia menyebut Inggris sebagai "cesspit for Islamists".

Sejak tahun 2001, 500 gereja London dari semua denominasi telah diubah menjadi rumah pribadi. Sementara 423 masjid barunya, dibangun di atas reruntuhan Kristen Inggris yang menyedihkan. Banyak gereja Kristen ikonik di London telah diubah menjadi masjid.

Laporan Gatestone Institute: Gereja Hyatt United dibeli oleh masyarakat Mesir untuk dikonversi ke sebuah masjid. Gereja Santo Petrus telah diubah menjadi Masjid Madina. Masjid Brick Lane dibangun di bekas gereja Methodis. Tidak hanya bangunan yang dikonversi, tapi juga orang. Jumlah orang yang masuk Islam telah berlipat ganda.
Daily Mail menerbitkan foto-foto gereja dan sebuah masjid beberapa meter dari satu sama lain di jantung kota London. Di Gereja San Giorgio, yang dirancang untuk menampung 1.230 jemaat, hanya 12 orang berkumpul untuk merayakan Misa. Di Gereja Santa Maria, hanya ada 20 orang.

Sementara didekatnya ada Masjid Brune Street Estate problem sebaliknya. Daya tampung kecil tapi jama'ah membludak. Pada hari Jumat, umat Islam sampai meluber ke jalan-jalan untuk sholat.
Pada tahun 2020, perkiraan adalah bahwa jumlah umat Islam yang menghadiri shalat akan mencapai setidaknya 683.000, sementara jumlah orang Kristen yang menghadiri misa mingguan akan turun menjadi 679.000 orang.
"Pemandangan budaya baru kota-kota Inggris telah tiba; homogenisasi, lanskap agama Kristen negara mundur," kata Ceri Peachof Oxford University.

Sementara hampir setengah dari Muslim Inggris berusia di bawah 25 tahun, seperempat orang Kristen berusia di atas 65 tahun. "Dalam 20 tahun lagi, akan ada lebih banyak Muslim yang aktif daripada ada orang-orang gereja," kata Keith Porteous Wood, direktur Sekuler Nasional Masyarakat.
Selama periode yang sama, masjid-masjid Inggris telah berkembang biak. Antara tahun 2012 dan 2014, proporsi orang Inggris yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Anglikan menurun dari 21% menjadi 17%, turun 1,7 juta orang, sementara menurut survei yang dilakukan oleh Institut Penelitian Sosial NatCen yang terhormat, jumlah umat Islam telah meningkat. hampir satu juta. Para pengunjung gereja menurun pada tingkat yang dalam satu generasi, jumlah mereka akan tiga kali lebih rendah daripada Muslim yang pergi secara teratur ke masjid pada hari Jumat.

Secara demografis, Inggris telah memperoleh wajah Islam yang semakin meningkat, di tempat-tempat seperti Birmingham, Bradford, Derby, Dewsbury, Leeds, Leicester, Liverpool, Luton, Manchester, Sheffield, Waltham Forest dan Tower Hamlets. Pada tahun 2015, analisis nama yang paling umum di Inggris menunjukkan bahwa itu adalah Mohammed, termasuk variasi ejaan seperti Muhammad dan Mohammad.

Kota yang paling penting memiliki populasi Muslim yang sangat besar: Manchester (15,8%), Birmingham (21,8%) dan Bradford (24,7%).

Editor : Thony Ermando

Wednesday, May 30, 2018

Presiden Jokowi Melayat Ke Rumah Duka Almarhum Dawam Rahardjo


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan belasungkawa bagi keluarga cendekiawan muslim Prof. M. Dawam Rahardjo yang meninggal dunia pada Rabu, 30 Mei 2018. Selepas menghadiri penyerahan sertifikat hak atas tanah di Bekasi, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, bertolak menuju rumah duka di Komplek Billymoon, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala Negara mengenang Prof. Dawam sebagai seorang cendekiawan muslim yang gagasannya menjadi inspirasi bagi para cendekiawan lain di negeri ini. "Kita telah sangat kehilangan seorang cendekiawan muslim yang lewat tulisannya memberikan gagasan-gagasan yang baik bagi negara ini dan menjadi rujukan bagi cendekiawan-cendekiawan di negara kita," ucapnya.

Selain itu, ia juga menyebut mendiang sebagai seorang yang kukuh menyikapi dan melawan diskriminasi.
"Beliau juga dikenal dengan sikapnya yang sangat konsisten terhadap diskriminasi dan saya kira kita kehilangan beliau," tuturnya.

Dawam Rahardjo meninggal dunia pada usia 76 tahun di RS Islam Cempaka Putih. Rencananya, jenazah akan dikebumikan hari ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.


Editor : Thony Ermando.


Narasumber :
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin

Jakarta,  (31/05/2018)

Israel melarang pelancong asal Indonesia berkunjung ke Yerusalem


KAIROSPOS.COM, Israel melarang pelancong asal Indonesia berkunjung ke negara Israel termasuk Yerusalem. Kebijakan ini sebagai balasan atas keputusan pemerintah Indonesia melarang warga Israel pelesiran ke negara berpenduduk mayoritas muslim terbesar sejagat tersebut.

Larangan bagi turis dari Indonesia ini dikeluarkan oleh Departemen Kontrol Perbatasan di Otoritas Penduduk dan Imigrasi Israel. Larangan itu tertuang dalam surat keputusan bertanggal 29 Mei 2018 dan ditandatangani oleh Kepala Departemen Kontrol Perbatasan Michel Yosfon.

Dalam salinan surat diterima Albalad.co hari ini, Yosfon bilang keputusan itu keluar atas arahan dari Kementerian Luar Negeri Israel. Dia menambahkan kebijakan ini diambil sebagai jawaban atas keputusan serupa oleh Indonesia.

Menurut Yosfon, satu rombongan wisatawan asal Indonesia dijadwalkan tiba pada 9 Juni mendatang tetap akan diizinkan menyeberang ke Israel.

"Permohonan kunjungan setelah tanggal itu akan ditolak," kata Yoafon. "Larangan ini berlaku bagi pemegang paspor Indonesia datang sendirian atau berkelompok."

Yosfon mengatakan larangan berkunjung bagi warga Indonesia ini berlaku sampai batas waktu belum ditentukan.

Larangan tersebut menghambat para peziarah Nasrani, muslim, dan Yahudi ingin ke Israel.

Kebanyakan warga Indonesia, terutama penganut Nasrani, melawat ke Israel untuk berziarah di Gereja Makam Yesus (Yerusalem), tempat kelahiran Yesus (Bethlehem), Nazareth, dan tempat pembaptisan Yesus di Sungai Yordania. Jumlah peziarah Kristen ini saban tahun mencapai puluhan ribu.

Sedangkan peziarah muslim biasanya berkunjung ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan pelancong Yahudi ke Tembok Ratapan, juga di Yerusalem.

Pelancong asal Indonesia biasanya masuk ke Israel melalui perbatasan dengan Yordania di Jembatan Allenby. Jarang yang terbang langsung ke Bandar Udara Ben Gurion di Ibu Kota Tel Aviv.

Kairospos melakukan konfirmasi pada pihak Deplu, Dr. Partogi Samosir yang pada saat ini bertugas di Afrika membenarkan kebijakan tersebut tapi kebijakan itu mulai diberlakukan pada 11 Juni 2018 kata Partogi Samosir.

Editor : Thony Ermando

Sumber : Albalad.co

Jemaat GBI NDC Central Park Melakukan Family Gathering di Wisma PGI Puncak


KAIROSPOS.COM, Bogor -  Pada Hari senin Tanggal 28 Mei 2018 Core Gabungan 9(sembilan) Core dari jemaat GBI NDC di Central Park lantai 8 - tower APL melakukan kegiatan Family Gathering dan ada pun kegiatan tersebut adalah agenda tahunan yang di selenggarakan pada setiap tahunnya. Dan Menurut Core Fasilitor Pdp WELLY MASSIE bahwa kegiatan kali Ini di ikuti oleh 7(tujuh) Core dari 9(sembilan) Core yang ada di bawah pembinaannya.  

Adapun tujuan dari kegiatan Family Gathering ini adalah untuk memperelat tali kasih sesama anggota Core yang di Fasilitasinya, dan  sesama anggota Core saling Peduli dan memperhatikan antara satu dengan yang lain nya sebagai wujud Kesatuan Tubuh Kristus serta Mempersiapkan Jemaat yang militan dan  memiliki kerendahan Hati dalam melayani TUHAN oleh karena itu di harapkan Anggota CORE Juga Memiliki dedikasi yang tinggi sebagai Anak Tuhan baik dalam Dunia Pelayanan Maupun dalam berbagai Profesi kerja.




Adapun Kegiatan Tersebut di hadiri kurang lebih 130 an Jemaat dari 7 Core yang terdiri CORE Jelambar,CORE RESIDEN 28,Core duri kepa,core Tomang,Core alamanda,Core Central Park,Core Lavender.

Dalam Pesan Kotbahnya Pdp Welly Massie mengatakan bahwa Sebagai Anak Tuhan kita harus Memiliki Dedikasi yang Benar dalam melayani Tuhan serta menyadari bahwa Melayani bukan Memerintah dan harus Memiliki Hati Hamba yaitu Kerendahan Hati serta Jiwa yang Rela Berkorban.
Oleh sebab itu  diharapkan kebersamaan ini  bukan hanya dalam Family Gathering saja akan tetapi berdampak pada pertumbuhan jemaat baik secara kualitas maupun kuantitas serta menjalankan amanat Agung Tuhan Yesus untuk menjadi saksi bagi kemuliaan TUHAN.

Acara Family Gathering  tersebut dilaksanakan sampai pada hari selasa tanggal 29 Mei 2019.


Penulis : Kefas Hervin Devananda.

Tuesday, May 22, 2018

Presiden: Terorisme Harus Dihadapi dengan Cara Luar Biasa



KAIROSPOS.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa terorisme adalah kejahatan luar biasa yang dihadapi oleh mayoritas negara-negara di dunia. Untuk memeranginya, kejahatan tersebut juga harus dihadapi dengan cara-cara yang luar biasa. Pernyataan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat terbatas mengenai pencegahan dan penanggulangan terorisme di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

"Kita semua tahu bahwa hampir semua negara di dunia menghadapi ancaman kejahatan terorisme ini. Ancaman terorisme bukan hanya terjadi di negara-negara yang sedang dilanda konflik, tapi juga di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa juga sedang menghadapi ancaman yang sama," ujarnya mengawali arahan.
Selama ini perhatian kita disebut lebih banyak tertuju pada pendekatan hard power dalam menangani hal itu. Yakni dengan melakukan penegakan hukum yang tegas, keras, dan tanpa kompromi sekaligus memburu jaringan teroris hingga ke akarnya. Namun, hal tersebut dirasa belum cukup.

"Pendekatan  hard power  jelas sangat diperlukan, tetapi itu belum cukup. Sudah saatnya kita juga menyeimbangkan dengan pendekatan  soft power," ujarnya.

Selain memperkuat program deradikalisasi bagi para narapidana teroris sebagai pendekatan  soft power  yang telah dilakukan pemerintah, Presiden menginstruksikan jajaran terkait agar langkah-langkah serupa juga diupayakan untuk membentengi masyarakat dari ideologi terorisme yang penuh dengan kekerasan. "Saya minta pendekatan  soft power  yang kita lakukan bukan hanya dengan memperkuat program deradikalisasi kepada mantan napi teroris, tetapi juga membersihkan lembaga-lembaga mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, dan ruang-ruang publik dari ajaran-ajaran ideologi terorisme," ucapnya.


Lebih lanjut Presiden mengatakan, langkah preventif ini menjadi penting ketika kita melihat pada serangan teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo minggu lalu mulai melibatkan keluarga, perempuan, dan anak-anak di bawah umur. Hal tersebut, menurut Presiden, cukup memberikan peringatan bagi kita bersama.
"Ini menjadi peringatan kepada kita, menjadi  wakeup call , betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi ideologi terorisme," tuturnya.

Maka itu, Kepala Negara berpesan agar pendekatan  hard power  yang selama ini telah berjalan lebih dipadukan dan diperkuat dengan pendekatan  soft power  dengan turut menyasar pada langkah pencegahan berkembangnya ideologi terorisme di lapisan masyarakat yang lebih luas.

"Sekali lagi saya ingatkan ideologi terorisme telah masuk kepada keluarga kita, sekolah-sekolah kita, untuk itu saya minta pendekatan  hard power  dengan  soft power  dipadukan, diseimbangkan, dan saling menguatkan sehingga aksi pencegahan dan penanggulangan terorisme ini bisa berjalan jauh lebih efektif," pungkasnya.

Secara terpisah, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dalam keterangannya kepada jurnalis mengatakan, terorisme bukan hanya musuh TNI dan polisi saja tetapi musuh bersama karena korbannya rakyat sehingga harus ada sinkronisasi komponen bangsa. "Kita lihat teroris hidup di kalangan masyarakat, sumbernya masyarakat, kalau kita lihat kondisi seperti itu tentu yang dihadapi kita bersama terorisme musuh bersama," ujar Wiranto.

Sementara itu Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebutkan bahwa dari kepolisian sendiri dia berharap revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dapat segera dilaksanakan. "Dengan Undang-Undang baru bisa komprehensif dengan melibatkan banyak pihak tapi tetap menghargai nilai-nilai demokrasi dan HAM. Jadi penanganan pencegahan yang melibatkan banyak pihak," tutur Tito.

Menurut Tito, aksi terorisme adalah puncak gunung es. Sementara akar gunung es meliputi permasalahan komprehensif ekonomi, ideologi, keadilan, dan ketidakpuasan.
"Ini yang perlu ditangani, ada prosesnya untuk menuju aksi terorsime. Di Surabaya prosesnya cukup panjang. Dengan rapat tadi Presiden beri arahan baik  hard power  penegakan hukum, melibatkan stakeholder terkait BIN, TNI, BNPT, dan langkah-langkah komprehensif pencegahan dan pascaperistiwa terutama untuk ubah  mindset ideologi terorisme," lanjutnya.

Tito mengatakan Polri juga mengajukan agar dibangun rutan dengan penjagaan maksimum. Ada masa penangkapan, penyidikan, penuntutan, persidangan di mana tersangka atau terdakwa ditempatkan di tempat khusus yang tidak sama dengan rutan Salemba dan Cipinang.

Penulis : Mora Andreas 
Editor : Thony Ermando.

Sumber :
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin

Jakarta, 22 Mei 2018



Kereta Bandara Ketiga di Indonesia Diresmikan Presiden


KAIROSPOS.COM, Padang - Presiden Joko Widodo meresmikan Kereta Api (KA) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, Senin, 21 Mei 2018. Kereta ini merupakan kereta bandara ketiga di Indonesia setelah KA Bandara Kualanamu dan KA Bandara Soekarno-Hatta.
"Kereta bandara seperti ini baru ada di Medan, kemudian di Jakarta, kemudian yang sekarang ada di Sumatra Barat di Padang," kata Presiden dalam sambutannya.

KA bandara ini diberi nama KA Minangkabau Ekspres dan sudah beroperasi perdana pada 1 Mei 2018. Dengan adanya kereta bandara ini, Presiden berharap, penggunaan mobil pribadi bisa dikurangi sehingga bisa mengurangi kemacetan, seperti halnya di Jakarta.

"Kenapa kereta dibangun di Jakarta Kota ke Bandara? Karena kita ingin mengurangi mobil pribadi. Kita ingin orang naik transportasi massal, busway, kereta, sebentar lagi ada MRT dan LRT. Tanpa itu pasti di seluruh dunia pasti akan macet. Di Sumatra Barat khususnya di Kota Padang, kita ingin hal yang sama," paparnya.
Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa harga tiket kereta bandara di Padang ini juga sangat terjangkau. Perbedaannya dengan kereta bandara di Jakarta, kata Presiden, adalah kereta bandara di Padang dibiayai dari APBN, bukan swasta.

"Tiketnya sangat murah sekali. Kalau di Jakarta dikerjakan swasta kalau di sini dikerjakan APBN. Tadi saya ngecek langsung tiketnya. Di sini tiket tercantum Rp10 ribu. Artinya apa? Ya sangat murah sekali. Kalau Bapak, Ibu naik mobil ke airport, mungkin 1 jam. Hitung saja bensin berapa," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Bandara Internasional Minangkabau ini sedang dalam proses perluasan. Dari sebelumnya 2,7 juta penumpang per tahun menjadi 5,7 juta penumpang di akhir 2019.

"Saya tanyakan Direktur Utama Angkasa Pura, kapan selesai Pak Dirut? Jawabannya insyaallah Pak 2019. Insyaallah 2019 akan selesai sehingga airport Bandara Internasional Minangkabau ini menjadi airport besar dengan kapasitas 5,7 juta penumpang," kata Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara peresmian KA bandara ini diantaranya adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, Gubernur Sumatera Barat Iwan Prayitno dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro.

Setelah meresmikan KA bandara ini, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kota Padang dengan menggunakan kereta bandara. Sepanjang perjalanan di dalam kereta, Presiden dan Ibu Iriana pun bertatap muka dengan perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat ini.
Setibanya di Stasiun Padang, Presiden sempat berdialog dengan beberapa perwakilan Ketua OSIS SMA dan SMK se-Provinsi Sumatra Barat. Salah satunya bernama Riskan, yang bercita-cita menjadi presiden.
"Pengin jadi presiden itu gimana?" tanya Presiden.
"Belajar keras, raih prestasi, terus jurusannya Hubungan Internasional di PTN. Insyaallah kalau atas izin Allah jadi wali kota Solok terus jadi presiden," jawab Riskan.

Penulis : Mora Andreas.
Editor : Thony Ermando.

Sumber :

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
Padang, 21 Mei 2018

Ronny F. Sompie Akan Persatukan Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK)




KAIROSPOS.COM, Jakarta - Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Dr. Ronny F. Sompie, SH., MH., dalam kata sambutannya saat ibadah syukur memperingati hari terbentuknya Kerukunan Keluarga Kawanua ke-45 tahun mengatakan akan menyatukan Kerukunan Keluarga Kawanua dalam rumah besar, KKK itu merupakan satu rumah besar hanya banyak kamar kamar kata Ronny Sompie. Ronny mengucapkan terimakasinya pada sesepuh yang telah membangun rumah besar bagi masyarakat Kawanua, oleh karena itu setelah acara ini, dan acara lainnya akan mengadakan konsolidasi Nasional dan mendengar masukan dari para sesepuh yang telah menbangun sejak awal agar rumah besar ini tidak terbelah kata Ronny menutup sambutannya.

Pengurus DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dibawah pimpinan Ketum Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH bersama seluruh jajaran pengurus DPP, Senin (21/5) mengadakan rangkaian kegiatan memperingati hari terbentuknya Kerukunan Keluarga Kawanua ke-45 tahun.
Acara pada 21 Mei itu terfokus pada ibadah pengucapan syukur pengurus DPP. Pada ibadah yang dipimpin Pdt. Dr. Liesye Sumampouw, Ketua Umum Am GPI (Gereja Protestan Indonesia) yang berlangsung di Gedung GPKB Menteng hadirin mendapatkan siraman firman tentang ketuangan roh kudus yang diartikan berupa bentuk konsolidasi bagi umat kristen pada saat itu serta imbauan persatuan (konsolidasi) bagi keberadaan KKK.

Sesudah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan khusus antara Pengurus DPP bersama Gubernur Sulut, Bpk Olly Dondokambey dan juga dihadiri oleh Bupati Minahasa Utara, Vonny Panambunan dan Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu. Dalam pertemuan tersebut dilaporkan tentang keberadaan KKK sejak berdiri sampai sekarang (45 tahun) dan juga pembahasan tentang dukungan serta program kerjasama antara DPP KKK dan Pemprov Sulut yang akan menjadi agenda program kerja dari DPP KKK.

Usai pertemuan, Gubernur Sulut bersama Bupati Minut dan Bupati Minsel juga menyatakan akan hadir dan turut serta dalam acara akbar perayaan HUT ke-45 dan Perayaan Paskah KKK yang akan dirayakan bersama masyarakat Kawanua pada tanggal 26 Mei 2018 bertempat di Kempi 2, Perkemahan Cibubur.

Dirgahayu Kerukunan Keluarga Kawanua ke-45 dan mari bersama sama kita majukan KKK sebagai rumah bersama Tou Kawanua di perantauan.



Penulis : Mora Andreas.
Editor : Thony Ermando.



Pengurus DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) dibawah pimpinan Ketum Dr. Ronny F. Sompie, SH, MH, menyampaikan puji pujian dalam ibadah syukur HUT KKK yang ke 45 tahun di Gedung GPKB Menteng Senin (21/05/2018).

Thursday, May 17, 2018

IBU TEGA MEMBAWA ANAK MELAKUKAN BOM BUNUH DIRI


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Bom bunuh diri Minggu pagi (13/05/2018) di beberapa Gereja di Kota Surabaya  menggetarkan bukan hanya di Indonesia tetapi hingga ke mancanegara, setelah Polisi melakukan identifikasi ternya pelakunya satu keluarga, ayah, ibu, dan anaknya. Pertanyaan timbul di masyarakat fenomena apakah ini seorang ibu tega mengajak anaknya sendiri, hewan sekalipun akan melindungi anaknya. Penulis mewawancarai Dr. Angel Damayanti, pakar teroris, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Kristen Indonesia berikut wawancaranya :

Apa faktor yang mendorong seorang Ibu tega melakukan bom bunuh diri membawa anaknya, putus asa kah? 


Kelihatannya sih bukan putus asa ya Mas Thony, ada beberapa alasan kenapa teroris sekarang membawa anaknya:

 1. Para teroris memilih melibatkan anaknya dengan keyakinan bahwa mereka akan masuk surga bersama2 daripada membiarkan anak2nya tetap hidup di dunia ini tanpa orangtuanya.

Untuk anak yang masih belum bisa memilih sikap (di bawah 12 tahun) kemungkinan besar hanya mengikuti ajakan orangtuanya.

Tapi untuk anak yg sudah agak besar tapi masih di bawah 18 tahun ada bbrp kemungkinan:
1. Anak-anak yang dibesarkan oleh ayah ibu atau keluarga teroris dan pendukung teroris, kemungkinan besar akan didoktrin untuk memiliki keyakinan dan ideologi yang sama seperti orangtuanya.
3. Anak2 napiter yg marah ketika melihat, mendengar atau tahu bahwa orangtuanya ditangkap atau dibunuh oleh polisi akan mudah diarahkan untuk melakukan aksi terorisme krn mereka dibesarkan dengan kebencian dan keinginan balas dendam.

4. Rekrutmen dan penyebaran ideologi untuk teroris anak (kategori usia di bawah 18 tahun) menjadi lebih mudah dengan adanya media online.

5. Pesantren-pesantren radikal yang mendidik anak2 usia 7-18 juga sangat membantu dalam melahirkan teroris anak.

Sekedar catatan saja, Penggunaan anak sebagai pasukan kerap digunakan oleh ISIS dan kelompok ekstrimis lainnya. Di Suriah, anak-anak berusia 7-15 tahun dilatih oleh pasukan ISIS bagaimana berperang, merakit bom dan diajar layaknya orang dewasa yang sedang berperang. Anak-anak itu ada yg berasal dari keluarga anggota/pendukung ISIS ada juga anak-anak yang kehilangan orangtuanya karena dibunuh oleh tentara ISIS.

Apakah program Deradikalisasi yang telah dijalankan BNPT kurang berhasil, tidak optimal

Masalahnya ada pada penamaan "deradikalisasi" itu sendiri. Sejumlah anggota kelompok atau pendukung teroris antipati dgn istilah itu dan akibatnya menolak diikutsertakan dalam program tsb. Mungkin bisa diganti istilahnya dengan kata reedukasi atau rehabilitasi. Selain itu, pendekatan yang digunakan juga perlu dibedakan tergantung level keradikalannya. Harus dipisahkan dulu, mana yang sudah berpikir sangat radikal dan mana yang hanya simpatisan. Untuk merubah pola pikir orang2 sudah sangat radikal, tidak bisa menggunakan polisi atau ustad2 yang moderat, karena tidak akan ketemu pola pikirnya sehingga langsung ditolak. Tapi harus oleh para ahli agama yang mengerti benar ayat2 dan bacaan yang mendukung kekerasan dan aksi terorisme serta mampu membantah narasi2 tsb dengan dalil teologis yang lebih sahih.

Mengenai jumlah orang yang dideportasi dan Turki dan Suriah memang sangat beragam. Catatan BNPT, Polri dan Kemenlu bisa berbeda. Hal ini krn memang para deportan itu bisa kembali dengan cara yang bermacam2, termasuk melalui perbatasan jalur tikus yang lemah pengawasan.

Dari hasil diskusi mengapa Jerman berhasil menekan kelompok radikal yang masuk kenegara itu dibandingkan negara lainnya khususnya Perancis, dan negara Eropa lainnya.

Jerman melakukannya secara komprehensif, terintegrasi lintas departemen bukan hanya tugas polisi, dan Pertahanan(Army) tetapi Departemen, Agama, Departemen Sosial, Depdagri mereka terlibat menekan dan memblokade menyebaran komunitas dan idiologi mereka, berbeda dengan Perancis para politisinya memanfaatkan perolehan suara untuk mendukung perolehan kursi di parlemen, ada kemiripan dengan Indonesia karena adanya politisi, oknum oknum yang mendompleng memanfaatkan gerakan ini untuk perolehan suara. 

Pembaca pasti sangat paham pasca bom di Markas Brimob kelapa dua Depok, di media sosial seperti ada gerakan pembenaran kelompok teroris ini, rekayasa, konspirasi, dan lain sebagainya tanpa data dan fakta akurat memberikan jawaban yang menyakitkan hati para keluarga korban. Sepertinya kondisi politik Indonesia sudah dipetakan oleh ISIS akan banyak yang berempati pada ekspansi politik Khilafah mereka di Asia Tenggara.

Hanya Pertahanan rakyat semesta, dan ketegasan pemerintah untuk menumpas mereka sampai ke-akarnya mampu memblokade gerakan mereka di Indonesia.



Penulis : Thony Ermando.

Friday, May 4, 2018

Pelantikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Perempuan Yang Pertama di Indonesia


KAIROSPOS.com Jakarta,  - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memasuki babak barn pasca dilantiknya Sri Puguh Budi Utami sebagai Direktur Jenderal Pemasyarakatan perempuan pertama di lndonesia. Ummi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Ditjen PAS dilantik oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik lndonesia, Yasonna H Laoly, Jumat (4/5) di Graha Pengayoman Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 

Pelantikan dihadiri' oleh Pimpinan Tinggi Madya, Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Mentceri, Penasehat Menteri, Pimpinan Tinggi Pratama dan kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM.

“Ini merupakan sejarah baru bagi Pemasyarakatan bahkan Kementrian Hukum dan HAM Utami berhasil membuktikan bahwa usaha yang keras diiringi dengan integritas yang tinggi akan memberikan hasil yang luar biasa. Itulah mengapa saya selalu mengatakan kepada seluruh jajaran di Kementrian Hukum dan HAM untuk selalu bekerja keras, kerja lebih keras dan kerja lebih keras lagi. Apa artinya intelektualitas tanpa integritas,” ujar Yasonna.

Utami merupakan lulusan terbaik Akademi Ilmu Pemasyarakatan tahun 1986 dan memulai karirnya sebagai petugas Pemasyarakatan di Lapas Wanita Medan pada tahun yang sama. Perempuan kelahiran Ponorogo 2 Juli 1962 ini juga sempat menjadi Kepala Biro Perencanaan di Sekretariat Jenderal Kementrian Hukum dan HAM pada tahun 2011 sampai dengan 2016.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah yang diberikan. Dukungan dan' Anda semua menjadi motivasi bagi saya untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar Utami sesaat setelah pelantikannya.

Karir perempuan yang telah hidup mandiri sejak duduk di bangku SMP ini dimulai ketika menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Registrasi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Kelas IIA Medan. Delapan tahun kemudian Utami dipercaya untuk menjadi Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehakiman Perkembangan karirnya semakin pesat ketika menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Administrasi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bangka Belitung, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Banten.

Dua tahun menjabat sebagai Sekretaris Ditjen PAS, Utami mengakui bahwa pembenahan harus terus dilakukan melihat kondisi Pemasyarakatan saat ini. Sinergi dan pelayanan prima oleh petugas Pemasyarakatan dianggap sebagai kunci tercapainya tujuan Pemasyarakatan
“Tantangan dunia Pemasyarakatan saat ini semakin berat. Diperlukan kerja keras dan kerja ikhlas. Saya tidak meragukan kemampuan teman-teman Mari kita bekerja sama untuk Pemasyarakatan yang lebih baik Kita pasti bisa,” ajak Utami.

Acara pelantikan tersebut juga dirangkaikan dengan serah terima memori jabatan dan tasyakuran di Graha Bakti Pcmasyarakatan Kantor Pusat Ditjen PAS. Ustadz Yusuf Mansur turut hadir memberikan tausiyah  kepada seluruh pegawai.

(Larty R)
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net