Unordered List

Friday, October 18, 2019

Muhammad Nasir Paparkan Capaian Kemenristek Dikti


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Prof. Muhammad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) diakhir masa jabatannya mengadakan jumpa pers dan makan malam bersama para awak media Jum'at (18/10/2019) bertempat di Auditerium Ristek Dikti Jakarta Selatan.

Acara dimulai dengan pemutaran vidio pemaparan capaian pemerintahan Jokowi-JK selama 5 tahun. Capaian semua kementerian dipaparkan mulai dari proyek infrastruktur, kemaritiman, hubungan internasional dan hasil produksi perguruan tinggi bekerjasama dengan Kementerian Ristek Dikti berhasil menciptakan dan memproduksi motor listrik.

Sebelum memaparkan hasil capaian Kemenristek Dikti ada 18 capaian M. Nasir bercerita "Saya itu yang ada dalam pikiran saya menjadi Rektor tidak terbayang akan menjadi Menteri, banyak yang meragukan kemampuan saya tetapi perlahan saya mampu menghadapi tantangan" ungkapnya. Selanjutnya M.Natsir mulai Menata Birokrasi dengan memangkas birokrasi yang tumpang tindih kemudian menata Jabatan Kepangkatan Akademis. M.Nasir bercerita sewaktu sidak menemuai pejabat yang menangani kepangkatan akademis "orangnya tidak kelihatan tapi suaranya ada ternyata orangnya tertutup berkas yang menumpuk, dari proses pengurusan 2(tahun) menjadi 45 hari dengan cara sistem online" ungkapnya.

Demikian juga dengan laporan keuangan "Kementerian Ristek Dikti dalam laporan keuangan mendapat predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK" kata M. Nasir  

Selanjutnya M. Nasir memaparkan ada 18 capaian seperti Daya Saing, Angka Partisipasi Kasar, Beasiswa Adik, Peningkatan kualitas SDMDIKTI, Peningkatan Kualitas SDM IPTEK, Perbaikan Riset dan Pengembangan, Penguatan Inovasi Industri, Penguatan Inovasi untuk Startup, Pengembangan Pusat Unggulan IPTEK, Pegembangan kawasan, sains dan teknologi, world class university, highlight kerjasama dalam negeri, higliht luar negeri, sistem informasi kerjasama, highlight komunikasi dan publikasi, pencapaian Kemenristek Dikti dalam Komunikasi publik.

Dari paparan tersebut terlihat trend peningkatan yang cukup significan seperti Pertama daya saing 2015-2016 dari 140 negara 37 Peringkat Skor: 4.5. Tahun 2019dari 141 negara 50 Peringkat Skor: 64.6. Kedua Angka partisipasi kasar (2015-2018). seperti diungkapkan M.Natsir “Penguatan Riset dan Pengembangan berkembang baik, dulu Indonesia menempati 4 di bawah Malaysia, tahun 2019 Indonesia 3.943 berada di Puncak untuk Asia Tenggara. Demikian juga terkait Paten juga menempati no.4 kalah dengan Malayasia, Thailand dan Singapura. Tahun 2019 dengan 2842 menjadi peringkat satu. Ini yang kita jaga terus,” bebernya.

Disamping itu terjadi juga penguatan inovasi Industri. Kemenristek sudah bekerja sama dengan Perguruan Tinggi dengan membuat sepeda motor listrik dan sekarang sudah pada tahap produksi.

“Saya tadinya menggagas import rektor yang ternyata sangat disorot tajam. Contoh NUS di Singapura ternyata rektor dan dosen dari Amerika sehingga mampu bersaing,” kata Nasir menjelaskan kenapa kebijakan itu dicanangkan beberapa waktu lalu.

Capaian terakhir, lanjut Nasir "Akan tidak ada lagi dikotomi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS)".

“Dulu memang terjadi dan ada dikotomi tersebut, sekarang tidak ada lagi. Nanti bisa saja perguruan tinggi  swasta akan lebih baik dari Perguruan Tinggi Negeri jika tidak mau berbenah diri dan kalah bersaing,” terangnya. 

Vidio terkait :





0 comments:

Post a Comment

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net