Advokat Hasudungan : Mr KJS Sudah Memiliki Legalitas Yang Sah di Indonesia

 

kairospos.com, Jakarta - Advokat Hasudungan Manurung  SH., MH. menyampaikan keterangan persnya terkait penangkapan KJS sebagai terlapor yang dalam hal ini adalah distributor Vitamin Eundean terkenal bermutu di  Korea Selatan  yang berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan pandemi covid-19. Terlapor melakukan pemasaran online melalui Tokopedia. Menurut Advokat Hasudungan cliennya sudah memiliki prosedur perizinan yang disyarakatkan pemerintah Indonesia. Mulai dari ijin import barang dari Bea Cukai, Dirjen POM Depkes RI dan Gugus Tugas Covid-19. Sub Dit 3 Ditnarkoba Mabes Polri. menangkap terlapor dengan pasal 197 UU Kesehatan tentang ijin edar. Penasehat Hukum terlapor mengatakan "Pasal 19 peraturan BPOM tahun 2020 dalam keadaan khusus seperti Pandemic Covid-19 dikecualikan izin edar hal ini senada dengan pernyataan Kapolri keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi demikian juga senada dengan Keterangan BNPB sehingga peredaradaran vitamin Korean Eundean oleh Mr KJS tidak melamggar peraturan BPOM" ungkapnya.

Advokat Hasudungan Manurung menambahkan "Mr KJS  kebangsaan Korea pengusaha penanam modal asing yg memperoleh legalitas yang sah dari pemerintah Indonesia maupun Korea Selatan memenuhi standar keamanan dan mutu yang terbaik di Korea. Sehingga aman utntuk memperkuat imun menghadapi Covid sesuai rekomendasi BNPB sesuai dengan prinsip keselamatan jiwa adalah hukum yang tertinggi (Salus populi suprema Lex Esto(Cicero)" tegasnya.

Penulis sudah menghubungi para pihak terkait seperti Gugus Tugas Covid-19 tetapi belum mendapat tanggapan terkait kasus ini


Related Posts:

PERAN JURNALIS PEMERSATU BANGSA DALAM BINGKAI PANCASILA

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Menjadi seorang jurnalis haruslah peka terhadap permasalahan bangsa. Meski mengedepankan cara berpikir yang kritis, modal utama seorang jurnalis, khususnya jurnalis nasrani, adalah memiliki idealisme untuk membangun bangsa dan memupuk rasa persatuan. Pesan ini yang disampaikan oleh pemikir sekaligus politisi di 7 era kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Sabam Sirait, sebagai pemantik diskusi saat gelaran Konferensi Daerah I Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia, Wilayah DKI Jakarta (KONFERDA I PEWARNA DKI Jakarta), yang diselenggarakan di kampus STT IKAT Rempoa Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat siang (11/09/2020). Ketika menyampaikan pandangannya di diskusi bertajuk “Peran Jurnalis Pemersatu dalam Bingkai Pancasila”, melalui sambungan telekonferensi Sabam menceritakan bagaimana Bung Karno membina hubungan yang sangat dekat dengan para jurnalis. Dalam kedekatannya itu, tak jarang Bung Karno selalu mengingatkan akan pentingnya insan pers untuk selalu meningkatkan kemampuan mereka melalui literasi, sekaligus menghasilkan karya-karya yang membangkitkan rasa persatuan bangsa. “Dari sisi kepenulisan, Bung Karno adalah seorang jurnalis. Beliau pandai menulis. 

Bung Karno juga membuat koran dan majalah sendiri. Dalam banyak kesempatan, Bung Karno juga menunjukkan kedekatannya dengan para jurnalis. Mengingatkan para wartawan untuk selalu membaca dan tidak membuat tulisan yang bisa memecah belah bangsa,” kata tokoh bangsa yang kini melayani masyarakat Indonesia sebagai anggota DPD-RI, ini. Yang ikut menjadi penekanan pesan dari pria kelahiran 13 Oktober 1936, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, ini, adalah bagaimana setiap karya yang dilahirkan seorang jurnalis dapat menjadi pendorong bagi implementasi nilai luhur yang diwarisi oleh para pendiri bangsa, yakni Pancasila. “Ada kata-kata persatuan, memberikan contoh demikian. Jurnalis atau pers memang memiliki peran yang sangat penting sebagai alat pemersatu bangsa. Peran itu bisa diwujudkan pers melalui upaya penyebaran dan implementasi dari nilai-nilai Pancasila. Sebab dengan pers, nilai-nilai keluhuran dan keagungan Pancasila bisa disebarluaskan kepada seluruh masyarakat,” ucap mantan wartawan senior yang lahir dengan nama lengkap Sabang Gunung Panangian Sirait, ini. 

 Menutup pesan yang disampaikannya, Sabam Sirait kembali mengungkap bagaimana bangsa Indonesia mesti bersyukur karena telah dikaruniai oleh Tuhan keanekaragaman suku, agama dan budaya. Kekayaan ini, menurutnya, mesti terus dipromosikan oleh para insan pers dalam sebuah kerangka berpikir yang bersifat menumbuhkan kecintaan terhadap sesama. “Pers juga bisa mengenalkan semua kebudayaan di Indonesia, sehingga satu sama lain mencintai ragam kebudayaan yang berbeda itu sebagai bagian yang utuh dari budaya itu sendiri,” pintanya. Dikusi pada KONFERDA I PEWARNA DKI Jakarta dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Pdt. Harsanto Adi; Ketua PGLII DKI Jakarta, Pdt. R. B. Rory; Ketua PGIW DKI Jakarta, Pdt. Manuel Raintung; Ketua PGPI DKI Jakarta, Pdt. Jason Balompapueng; Sekretaris Jenderal MUKI, Pdt. Mawardin Zega; Juru Bicara Vox Point Indonesia, Gories Lewoleba; Rektor STT IKAT, Pdt. Dr. Jimmy Lumintang; serta pemandu acara, penyiar senior RPK FM, Argopandoyo. KONFERDA I PEWARNA DKI Jakarta mengusung tema “Berkarya Dalam Warna Pergumulan Bangsa”, dengan menggunakan landasan tema dari Kitab Markus 1, ayat 3. Sedangkan subtema yang diusung adalah “Berubahlah dengan Merubah Pikiranmu” (Roma 12:2). Kegiatan KONFERDA I PEWARNA DKI Jakarta sendiri diselenggarakan dengan dukungan penuh dari civitas akademika STT IKAT, Jakarta. Selama konferensi dilaksanakan, pihak kampus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan mewajibkan setiap peserta mencuci tangan, menggunakan masker, serta menjaga jarak selama acara berlangsung.

Related Posts:

Mengasihi Dalam Kemanusiaan, Pondok Pesantren Al-Zaytun Kembali Salurkan 1 Ton Beras



Jakarta, kairospos.com - Kasih tidak mengenal syarat latarbelakang suku, ras, maupun agama. Kasih mampu dimanifestasikan menjadi banyak wujud, termasuk rasa kemanusiaan. 

Rasa kasih dan kemanusiaan itulah yang tampak dari persaudaraan yang terjalin antara keluarga besar Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia). Di tengah masa pandemi yang serba sulit, pondok pesantren pimpinan Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang Al-Zaytun, itu, kembali menjadi saluran berkat bagi para wartawan nasrani dan hamba Tuhan yang tergabung di PEWARNA Indonesia.

Pada Senin pagi (07/09/2020), pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun kembali menyalurkan paket bantuan berupa 1 ton beras dan sejumlah bahan pokok lainnya. Simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh Ustadz Ali Aminullah yang mewakili pihak pondok pesantren, di Kantor Redaksi Majalah Gaharu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu ustadz Aminullah berkata selaku anak bangsa sudah menjadi kewajiban dari Pondok Pesantren Al-Zaytun untuk berbagi kasih di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia.

“Saya ditugaskan oleh Syaykh Al-Zaytun untuk menyampaikan bingkisan sebagai tanda cinta kasih kami. Kemanusiaan, yang dikedepankan oleh Syaykh itu adalah kemanusiaan. Jadi Syaykh memahami hari ini semua serba sulit. Kebetulan, Alhamdulillah, kami di pesantren sana baru saja panen jadi kita berbagi dengan sesiapapun sahabat-sahabat sebangsa Indonesia,” ujarnya ramah.

Meski tengah menjalankan ibadah puasa, pria yang dipercaya sebagai pengurus yayasan Al-Zaytun juga pendidik di sekolah menengah dan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia itu tetap semangat menempuh perjalanan dari Indramayu ke Jakarta, guna mendukung penyaluran bantuan kepada PEWARNA Indonesia.

Dirinya juga berharap dengan ada kegiatan penyaluran bantuan ini kiranya dapat mempererat tali persaudaraan yang sudah ada antara  Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan pihak PEWARNA Indonesia.

“Maka kita tidak melihat perbedaan apapun. Kita ini sama-sama bangsa Indonesia yang ketika ada kesulitan maka kita harus berbagi, sesuai dengan kemampuan kita tentunya. Ya harapan kita adalah ini (bantuan) bisa menjadi manfaat, ya tentunya semakin mengikat tali persaudaraan dalam rangka mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Ustadz Aminullah, mantap.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, turut mengucapkan terima kasihnya kepada Syaykh Al-Zaytun dan seluruh jajarannya, atas kepedulian mereka kepada PEWARNA Indonesia sebagai salah satu pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, telah 3 kali pihak Al-Zaytun menyalurkan bantuan untuk PEWARNA selama masa pandemi berlangsung. Total hampir 3 ton beras dan bahan pangan lainnya yang telah disalurkan Al-Zaytun.

“Masa pandemi ini tentunya memiliki pengaruh yang besar terhadap keberadaan maupun kinerja wartawan nasrani yang tergabung di PEWARNA Indonesia. Dengan adanya bantuan ini tentu makna dan manfaatnya sangat besar bagi kami. Terima kasih kepada Syaykh Panji Gumilang yang telah begitu perhatian kepada kami, dan mau memberi diri untuk menjadi saluran berkat bagi PEWARNA Indonesia. Puji Tuhan. Doa kami semoga Syaykh berserta jajarannya selalu diberi karunia kesehatan dan di dalam perlindungan Tuhan. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya saat ditemui di kawasan Harmoni, Jakarta Utara.

Pondok Pesantren Al-Zaytun Ma’had Al-Zaytun didirikan oleh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, di Indramayu, Jawa Barat.  Dengan mengusung tagline “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian”, pondok pesantren yang baru saja merayakan ulang tahun peraknya itu menjadi salah satu barometer pengajaran nilai-nilai toleransi, perdamaian, sekaligus pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

Berdiri di atas lahan seluas 1.200 hektare, Pondok Pesantren Al-Zaytun juga ikut menjadi penggerak bagi lumbung pangan nasional. Secara mandiri, pihak pondok pesantren memproduksi kebutuhan pangan mulai dari beras unggulan, gula, garam, hingga daging ayam berkualitas tinggi.

Related Posts: