UPF MENGGELAR WORLD INTERFAITH HARMONY WEEK UNTUK TURUT MENJAGA KERUKUNAN ANTAR AGAMA DALAM SEMANGAT BHINEKA TUNGGAL IKA

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Universal Peace Federation (UPF) Internasional telah melahirkan beberapa asosiasi perdamaian yang menjadi pilar organisasi sebagai salah satu upaya dalam  membangun kerangka perdamaian, di antaranya adalah Interreligious Association of Peace and Development (IAPD), yang telah resmi dikukuhkan baik secara global, regional, maupun nasional.  

IAPD merupakan Asosiasi Internasional Antar Agama Untuk Pembangunan Perdamaian Karenanya, akan diadakan sebuah kegiatan Inaugurasi IAPD Indonesia yang pelaksanaannya dilakukan bersamaan dalam semangat memperingati dua belas tahun World Interfaith Harmony Week (Pekan Kerukunan Antar Umat Beragama Sedunia) yang diprakarsai oleh PBB atas usulan Yang Mulia Raja Abdullah II dari Yordania. 

UPF sebagai aliansi global dari perwakilan-perwakilan agama, akademisi, politik, masyarakat sipil dan organisasi non-pemerintahan berkomitmen untuk perdamaian dan persatuan dunia di mana ada kepastian bagi seluruh insan keluarga manusia hidup dan berkarya dalam keharmonisan, kesejahteraan bersama dan saling menghormati, dengan pemerintahan yang baik dan bersih.  Sebagaimana pelaksanaan World Interfaith Harmony Week (WIHW) di tahun-tahun sebelumnya, UPF menghadirkan para pembicara nasional dan internasional yang berasal dari para pemimpin  dan tokoh-tokoh antar agama untuk memberikan dukungan  terhadap upaya-upaya menjaga kerukunan dan pesan-pesan penting demi mencapai perdamaian yang dicita-citakan bersama.
Adapun kegiatan yang mengangkat tema “Building Bridges across Boundaries: Interfaith Harmony in the Spirit of Bhinneka Tunggal Ika” (Menjembatani lintas Batas: Kerukunan antar-Agama dalam Semangat Bhinneka Tunggal Ika) ini melibatkan tokoh atau perwakilan dari agama-agama yang peduli terhadap kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan juga dunia.  
World Interfaith Harmony Week (WIHW) Universal Peace Federation kali ini menghadirkan para pemimpin dan tokoh agama dan bangsa dari berbagai Agama  yang ada di Indonesia serta Pembicara dari UPF Internasional dan UPF Asia Pasifik. Adapun Pembicara yang akan hadir yaitu: Prof. Dr. Nasaruddin Umar selaku Ketua Umum dari IAPD Indonesia (Muslim), Pdt. Jimmy Sormin, M.Th (PGI mewakili Kristen), KRHT Astono C. Dana, MM., MBA, (mewakili Hindu), MPU Suhadi Sendjaja, (mewakili Budha), Ws. Li, Suprijadi, (mewakili Konfusius), Pemimpin dan Tokoh Agama dari Katolik dan Aliran Kepercayaan. Acara ini juga akan dihadiri oleh Dr. Ali M. Ngabalin sebagai Tokoh Bangsa, Mrs. Ursula Mc. Lackland selaku Secretary General UPF Asia Pasifik, Mr. Dr. Taj Hamad selaku pimpinan dari UPF Internasional.

Dalam acara ini, Prof. Dr. Nasaruddin Umar akan memberikan pesan penting dan inspirasi tentang tema yang akan dibahas khususnya melalui tujuan dan sasaran utama IAPD Indonesia dalam menjembatani, menjaga kerukunan lintas Agama dalam Semangat Bhineka Tunggal Ika secara kontekstual.

Adapun kegiatan ini akan diselenggarakan pada Hari Jumat, 5 Maret 2020, yang akan dimulai Pukul: 03:30 - 05:30 sore WIB melalui platform Zoom dan Youtube. Untuk tautan pendaftaran mengikuti acara ini dapat diakses melalui link http://shorturl.at/tHIL6
World Interfaith Harmony Week (WIHW) kali ini juga akan menghadirkan Pdt. Louis Pakaila yang akan memberikan pernyataan mengenai pentingnya kerukunan antar agama dalam membangun kerukunan untuk perdamaian. 

Penyelenggaraan World Interfaith Harmony Week (WIHW) UPF kali ini akan dimeriahkan oleh Maria Stefanie, Pencipta lagu dan Penyanyi asal Indonesia yang berdomisili di Australia yang secara khusus akan menyanyikan lagu ciptaannya yang bertemakan menyuarakan perdamaian, kesetaraan dalam keberagaman dengan judul: “The Voice of Peace”.

Peserta yang akan hadir akan berasal dari setiap masyarakat Indonesia dan Internasional yang akan menyaksikan secara virtual melalui link:  http://shorturl.at/tHIL6. Melalui acara ini UPF berharap masyarakat dan setiap stakeholders mendapatkan edukasi, inspirasi, motivasi untuk bersama-sama terus menjaga kerukunan antar Agama dalam konteks keberagaman dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

Related Posts:

DANDIM 0509/KAB. BEKASI MENDAMPINGI DANREM 051/WKT TINJAU LOKASI TMMD DI KEC. SETU

KAIROSPOS.COM, Bekasi – Berlokasi di Kp. Cisaat RT 01 RW 04 Desa Kertarahayu Kecamatan Setu pada hari Selasa tanggal 2 Maret 2021 pukul 08.00 wib, Kodim 0509/Kab. Bekasi menyelenggarakan TMMD ke-110.

Danrem 051/Wkt Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, meresmikan Program TMMD ke-110 di wilayah Kodim 0509/Kab. Bekasi, pada kesempatan wawancaranya kepada awak media mengatakan, “agar program TMMD ini dapat lebih memperkokoh kemanunggalan TNI dan Rakyat, dan hasil-hasil pembangunannya dapat bermanfaat bagi warga masyarakat sekitarnya.”
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI R. S Wisnu Graha (Danrem 051/WKT), Kolonel Inf Uyat, S.IP (Aster Kodam Jaya), Kolonel Arm Yogo Widiatmoko (Kasiter Rem 051/Wkt), Kombes Pol Hendra Gunawan, SIK,M,Si (Kapolres Metro Bekasi), Letkol Kav Tofan Tri Anggoro BS (Dandim 0509/Kab. Bekasi), Letkol Inf Yudo (Waka Pendam Jaya), Mayor Inf Yudho (Paban Ster Dam Jaya), Bpk H.Uju, M.Si (Sekda Kab.Bekasi), Kapten Inf Sudiro (Danramil 06/Setu), AKP Dedi Herdiana (Kapolsek Setu), Bpk Darma Indo Damanik SH. Mkn (Kepala PN Cikarang), Dra. Hj Ida Farida M,Si (Kepala DPMD Kab. Bekasi), Drs. Dedi Supriadi, MM (Kepala Bapeda Kab. Bekasi), Dr. Sri Enny Mainarti (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bekasi), Bpk BN. Cholik (Ketua DPRD Kab. Bekasi), Bpk H.Juhandi,M.Si (Kakesbang Pol Kab.Bekasi), Bpk. Djoko Dwijatmoko (Camat Setu), Bpk Rudi Catur (Kades Kertarahayu).
 
Adapun sasaran TMMD kali ini antara lain, kegiatan fisik dengan membangun posyandu, jalan kampung serta gorong-gorong, sedangkan kegiatan non fisik antara lain, pemberian materi Wawasan Kebangsaan, pemberian materi tentang covid19, anjangsana ke tempat pengajian.

Letnan Kolonel Kav Tofan Tri Anggoro, B.S, selaku Dandim 0509/Kab. Bekasi yang pernah menjabat sebagai Danyon Kav-7/ Sersus, saat wawancara bersama awak media mengatakan, “program TMMD ini merupakan program dari komando atas, selain TNI sebagai unsur pokok, kegiatan TMMD ini bersinergi dan berkolaborasi dengan Anggota Polsek Setu, Aparatur Desa Kertarahayu dan warga masyarakat sekitar serta relawan.” Ujarnya disela-sela mendampingi tamu undangan.

Related Posts:

Universal Peace Federation Selenggaraksn Rally of Hope ke-5

KAIROSPOS.COM, SEOUL, KOREA - Jutaan penonton dari 150 negara mengikuti siaran langsung online Rally of Hope ke-5 yang disponsori oleh Universal Peace Federation (UPF), Minggu, 28 Februari 2021.
Acara virtual tersebut menampilkan hiburan kelas dunia dan para pemimpin terkemuka dunia di antaranya Presiden Cape Verde Jorge Carlos Fonseca; Perdana Menteri Guyana Mark Phillips; Wakil Presiden AS Mike Pence (2017-2021); Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa David Beasley; Uskup Gereja City of Refuge Noel Jones; Presiden Afrika Selatan F.W. de Klerk (1989-1994); Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari (2007-2017); Pengembang Vaksin bersama dari Oxford Dr. Sarah Gilbert; dan Presiden Timor Timur Xanana Gusmão (2002-2007).
Pendiri UPF Dr. Hak Ja Han Moon menginspirasi dengan pesan harapan dalam Pidato Pendiri, sementara para pembicara berfokus pada masalah global utama — seperti COVID-19, hubungan ras, kemiskinan, dan ketidaksetaraan — di bawah tema “Membangun Kemitraan untuk Perdamaian berdasarkan Interdependen, Kemakmuran Bersama, dan Nilai Universal.”
Hampir dua juta orang di seluruh dunia mendaftar untuk Reli Harapan ke-5 ini, dengan pemirsa mencapai 320 juta orang di lebih dari 455 platform. Dr. Moon menekankan pentingnya perdamaian dan persatuan global untuk mengatasi tantangan dunia, menyerukan para warga untuk menumbuhkan "rasa hormat" atas berkat yang diberikan Tuhan dan memenuhi tanggung jawab kita dengan menciptakan keluarga ideal.
“Mari kita bergandengan tangan membuat tekad baru untuk mengedepankan providensi Tuhan hari ini,” kata Dr. Moon. “Jika Semenanjung Korea bisa bersatu kembali dan menjadi satu bangsa, dan jika seluruh Asia Pasifik bisa bersatu menjadi peradaban surgawi dan menghubungkan seluruh dunia, kita bisa menjadi kekuatan demi kebaikan yang akan meluas ke seluruh benua dan samudera di dunia. Saya mendorong masing-masing Saudara untuk bergabung dengan saya dalam berbaris maju dengan kemenangan. "
Uskup Noel Jones mengutip Ucapan Bahagia dalam doa pembukaan dan pesan perdamaiannya, katanya, "Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah," dan memupuk "kasih untuk perdamaian adalah fungsi dari mereka yang berjalan dengan Allah." Dia mencatat bahwa 28 Februari menandai ulang tahun Dr. Moon dan mendiang suaminya, Rev. Dr. Sun Myung Moon, serta peringatan 30 tahun kunjungan bersejarah mereka pada tahun 1991 dan berbicara dengan Kim Il Sung untuk “mendorong pemimpin Korea Utara agar membawa perdamaian” ke semenanjung Korea.
Mantan Wakil Presiden AS Mike Pence juga mengutip Kitab Suci dengan nasehat, "bekerja dengan itikad baik untuk mengubah musuh menjadi sahabat."
“Selama empat tahun sebagai wakil presiden, di dalam dan luar negeri, saya telah melihat secara langsung bahwa negara-negara yang sungguh hebat itu pasti merangkul kebebasan, prinsip-prinsip kebebasan beragama, kebebasan berbicara, demokrasi, dan bebas berusaha,” kata Tn. Pence. “Ini adalah visi yang ayah saya Ed Pence, seorang letnan muda Angkatan Darat dalam Perang Korea, berjuang untuk mempertahankan, dan itu adalah visi yang telah dibela dan dikejar generasi warga Amerika dan warga Korea pencinta kebebasan bagi semua orang Korea. Di atas warisan itu, sebagai wakil presiden adalah salah satu penghargaan tertinggi dalam hidup saya. "
Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP), badan kemanusiaan terbesar di dunia yang berupaya untuk mengakhiri kelaparan global, mengetahui dari pekerjaannya bahwa, "di mana ada perdamaian, lebih sedikit anak-anak yang tidur dalam keadaan lapar," kata Direktur Eksekutif WFP David Beasley. “Kami ada untuk melayani saudara dan saudari yang membutuhkan. Dengan kata lain, mengasihi sesama kita di mana pun mereka berada." WFP membantu sekitar 114 juta orang di lebih dari 80 negara tahun lalu, dan mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2020.

Perawatan kesehatan, seperti vaksin untuk COVID-19, juga ditujukan untuk "saling melindungi sesama" dan "menyelamatkan nyawa," kata salah satu pengembang Vaksin Oxford Dr. Sarah Gilbert, yang vaksinologinya diupayakan di Yayasan Nuffield bidang Kedokteran di Universitas Oxford di Inggris Raya telah menarik perhatian dunia. “Vaksin tersebut telah terbukti aman dan efektif, dan disetujui untuk digunakan di hampir 60 negara,” katanya. “Nilai yang menghasilkan vaksin dan dibuat tersedia ini sejalan dengan nilai-nilai dari Universal Peace Federation. Ini adalah vaksin bagi dunia ... untuk melindungi satu sama lain dan diri kita sendiri.”
Para pemimpin dunia lainnya menggaris-bawahi perlunya perdamaian global.

“Tiga puluh lima tahun yang lalu, situasi yang kami hadapi di Afrika Selatan tampak tidak ada harapan,” kata Yang Mulia F.W. de Klerk, mantan presiden Afrika Selatan dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 1993 bersama mendiang Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Afrika Selatan diisolasi, dipenuhi dengan kerusuhan, protes, pelanggaran hukum, dan di bawah kepungan kekuatan pro-komunis sebelum mengadakan pemilu inklusif pertama pada tahun 1994, yang mengarah pada pelantikan Presiden Mandela dan “penerapan konstitusi yang benar-benar inklusif dan demokratis, Kata Tn. de Klerk. Tantangan berlanjut, "tetapi di atas semuanya, kami telah belajar akan pentingnya tidak pernah kehilangan harapan."
“Seperti apa masa depan yang dibangun di atas perdamaian?” tanya Perdana Menteri Guyana Mark Phillips. Jawabannya terletak pada "para pemimpin dunia, pembuat keputusan, dan bahkan pemimpin agama yang bergabung untuk bersama-sama merencanakan dan mengembangkan cara-cara untuk menanggapi persyaratan pembangunan perdamaian... dan membangun kemitraan yang kuat."
“Tantangan yang diatasi oleh [Reli Harapan ke-5] melampaui batas-batas nasional dan mengatasi kekhawatiran yang sangat penting bagi kesejahteraan manusia,” kata Yang Mulia Mohammad Hamid Ansari, mantan wakil presiden India.
Presiden Cape Verde Jorge Carlos Fonseca berkata, "Lebih dari sekadar tidak adanya perang, perdamaian, sebagai nilai dan sebagai aset, adalah berkah yang dicapai melalui toleransi, solidaritas, dan menghargai perbedaan orang lain." Dia menambahkan bahwa kewirausahaan di kalangan pemuda menjadi “sangat penting,” dan katanya, “Saya percaya bahwa untuk membangun dunia yang lebih baik, untuk memperkuat demokrasi dan mendorong kewarganegaraan, tidak hanya ekonomi yang penting, nilai-nilai juga fundamental dan perubahan harus dimulai sekarang”

“Tidak akan ada perdamaian bagi orang-orang yang tidak rasa memiliki atas nasibnya sendiri dan yang tidak bekerja sama untuk mencapainya,” kata Yang Mulia Xanana Gusmão, mantan presiden Timor Timur. “Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa perdamaian yang adil berarti lebih dari sekadar tidak adanya konflik. Sama pentingnya juga membebaskan orang dari kelaparan, penyakit, dan kemiskinan, ”katanya, seraya menambahkan bahwa perdamaian dan pembangunan berjalan berbarengan.

Seri Rally of Hope, diluncurkan pada Agustus 2020, didedikasikan untuk "membangun dunia bersatu yang damai," kata Ketua UPF Dr. Thomas G. Walsh. UPF, yang didirikan pada tahun 2005 oleh Rev. Moon dan Dr. Moon, memiliki cabang dan program di seluruh dunia dan merupakan LSM dalam Status Konsultatif Umum dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa. The 5th Rally of Hope dapat dilihat di sini. https://tv.peacelink.live/live/details/?vid=kw5_AN1d9mI

Related Posts:

Surat Bersama API dan MUKI Kepada Kemendikbud Terkait Buku Agama Islam dan Budi Pekerti

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Terkait buku pendidikan agama  untuk agama Islam dan Budi Pekerti bagi siswa siswi kelas VIII dan XI yang diterbitkan Kementerian Pendidikan RI tahun 2014  Perwakilan umat Kristen antara lain : Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), dan PERSATUAN WARTAWAN NASRANI INDONESIA (PEWARNA) menyambangi kantor Kemendikbud di Jalan Jenderal Sudirman pada hari Selasa (2/03/21) untuk menyerahkan surat klarifikasi terkait kasus tersebut.

Adapun maksud dan tujuan dari surat permohonan klarifikasi ini  adalah terkait isi dari Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas VIII dan XI yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014.
Asosiasi Pendeta Indonesia dan Majelis Umat Kristen Indonesia mewakili suara umat Kristen yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia menyatakan beberapa sikap sebagai berikut :
1. Bahwa kami keberatan atas keterlibatan Negara dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah terlalu jauh melakukan kajian dan tafsir terhadap Tourat dan Injil yang adalah Kitab Suci yang dipercaya Umat Kristen sebagaimana yang tertuang dalam buku yang dimaksud tersebut.
2. Bahwa Injil yang dipercayai dan diakui oleh Umat Kristen adalah injil yang telah melewati proses Pengkanonisasi yang dilakukan oleh orang-orang kudus dengan penuh hikmat yang dilakukan ribuan tahun silam dengan proses yang sudah Final. Karena itu keberadaan Injil Barnaba/Barnabas dalam ajaran Kristen dipandang sebagai Injil yang Palsu atau ajaran bidat yang dikutuk dan ditolak oleh gereja. 
3. Bahwa menurut hemat kami tafsir atau kajian terhadap ajaran Agama Kristen yang tidak sesuai dengan fakta Ajaran Kristen yang dituangkan dalam buku Pelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Murid beragama Islam tersebut, tidak patut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
4. Bahwa menurut hemat kami keberadaan buku-buku tersebut mengundang kekeliruan paham terhadap Ajaran Kristen serta berpotensi mengoyakan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan toleransi antar umat beragama yang selama ini telah dibangun oleh semua elemen anak bangsa. 
5. Kesimpulan kami keberadaan buku tersebut harus dilarang untuk dipergunakan sebagai bagian dari materi pendidikan, serta dilakukan penarikan dari peredaraannya.
6. Di tengah-tengah kesibukan Bapak Menteri, kami kiranya diberi kesempatan beraudensi dan sekaligus menyampaikan pokok-pokok pikiran dari kami Asosiasi Pendeta Indonesia dan Majelis Umat Kristen Indonesia dan sekaligus mendapatkan penjelasan dan jawaban atas permintaan.
Ketika dihubungi secara terpisah Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia Djasarmen Purba menyampaikan pendapatnya terkait tersebut "Kemendikbud harus  menarik buku ini agar menjaga untuk kerukunan umat beragama. Bukan saja buku ini saja tetapi kemendikbud juga melihat dan meneliti buku buku lain agar tidak terjadi lagi seperti muatan buku ini, Bukan saja buku agama islam tetapi juga buku buku agama agama lainnya termasuk buku agama kristen agar tidak ada muatan tentang  menciderai agama lainnya. Sebagai umat kristen mari tetap mengawal dan turut mencermati adanya buku buku yang beredar apabila ditemukan muatan yang bisa merusak kerukunan dan nilai kebangsaan tdk terjadi" terangnya.

Surat tersebut ditandatangani di Jakarta, 1 Maret 2021 oleh Ketua Umum API : Pdt. Brigjen TNI (Pur) Drs. Harsanto Adi S. MM,.M.Th,  Wakil Sekertaris Jenderal API : Pdt. Estefanus Balaati, S.Th., Ketua Umum MUKI :  Djasarmen Purba, SH, Sekertaris Jenderal MUKI : Drs. Mawardin Zega, M.Th

Dan Juga dihadiri oleh Jajaran Pengurus DPP PEWARNA Indonesia Yusuf Mujiono (Ketum Pewarna), Thony Ermando (Sekretaris I), Hendarmoko (OKK), Amos (Advokasi).

Related Posts:

Y. Deddy A. Madong SH., MA Menteri Agama Harus Tahu tentang Buku agama Islam dan budi pekerti ini

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Menanggapi tentang buku pelajaran agama Islam dan Budi Pekerti utk kelas 8 dan 11 yang diterbitkan kementerian Pendidikan, menurut pendapat kami dr PP PGLII yaitu PGLII akan mengirim surat ke Menag RI yang pada pokoknya mendukung Menteri Agama RI untuk mengkaji isi buku yang menjadi ganjalan umat beragama di Indonesia. Deddy menegaskan bahwa PGLII sendiri tidak perlu membuat surat terbuka untuk hal tersebut.

Ada beberapa alasan yang perlu dipertimbangkan, berkenaan dengan buku tersebut antaranya pertama, permasalahan ini harus dilihat dalam tiga  wilayah, Agama Islam, Agama Kristen dan Kebangsaan.
Wilayah Agama Islam tidak dapat dilihat dalam kacamata wilayah agama Kristen. Vise versa. Oleh karenanya, kita mungkin tidak dapat berbicara secara langsung mengkoreksi buku tersebut, karena berada pada wilayah agama Islam. 

Walaupun konten dalam buku itu membicarakan pandangan tentang Injil yang ada pada umat Kristen saat ini, yang dianggap sudah berubah. Pandangan ini adalah dalam kaca mata penafsiran agama Islam. Tentu bagi kita tidak demikian.

Selanjutnya, walaupun buku itu diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, namun yang menyusun kurikulum dan kontennya adalah dari Agama Islam. Jadi bukan pemerintah yang mengadakan penafsiran dan berteologi.

Namun jika dalam wilayah kebangsaan, maka masalah ini harus dilihat dalam rangka kerukunan antar agama. 

Jika isi kurikulum Pendidikan Agama, dalam hal ini memuat perbandingan agama, maka harus dipertimbangkan hal-hal yang dapat menimbulkan permasalahan karena penilaian keabsahan atau kemurnian agama lain.

Walaupun dalam penyusunan kurikulum pendidikan agama adalah wewenang masing-masing agama, namun dalam kerangka berbangsa dan bernegara, yang seharusnya pelajaran2 agama juga harus menjunjung pemikiran kerukunan antar umat beragama, sehingga mengutamakan nilai-nilai universalitas agama.

Kedua, Menteri Agamalah yang seharusnya memberi perhatian kepada masalah ini. 
Sekali lagi, terhadap permasalahan ini kita sebagai kelompok beragama Kristen tidak dapat mengoreksi langsung isi buku Pendidikan Agama Islam, karena berada dalam wilayah mereka.

Namun Menteri Agama atau Kementerian Agama tentunya mempunyai tugas dan wewenang untuk hal tersebut. Dan kita sudah mendengar bahwa Pak Menteri akan mengkaji hal ini.

Oleh karena itu hal yang dapat PP PGLII lakukan adalah membuat surat kepada Menteri Agama yang berisi pendapat dan dukungan kepada Menteri Agama untuk mengoreksi isi buku pelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut.Demikian yang disampaikan oleh Y. Deddy A.Madong,SH,MA Ketua III Bidang Hubungan Antar Agama, Pemerintah dan kebangsaan PP PGLII

Related Posts:

Viktor Sirait : Infrastruktur Dan Tugas Panggilan Pelayanan Membangun Indonesia Maju


Catatan Kecil Menghormati Viktor Sirait

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Berduka Cita Mendalam atas wafatnya Ketua Umum DPP Bara JP : VIKTOR SIRAIT, pada hari Kamis, tanggal 18 Februari 2021, jam 03.30, di RS Cibinong. Sebuah "Kepergiaan" akibat serangan jantung dalam usia masih tergolong muda : 47 tahun. Berita duka ini sungguh-sungguh merupakan sebuah "Kepergian" yang mendadak dan mengejutkan kita semua tetutama yang mengenal almarhum.

Almahum Ir. Viktor Sirait adalah aktifis lurus dan tulus sejak kuliah dan lulus menamatkan studi dari kampus terbaik dan terkenal : Institut Teknologi Bandung (ITB). Seorang aktifis mahasiswa dan aktifis organisasi intra dan ekstra kampus pada zamannya. Bergumul dan bergelut serius, tekun, dan gigih dengan berbagai permasalahan dan tantangan zaman yang serba kompleks, dinamis, dan kompetitif. Proaktif terlibat melakukan pembelaan dan pendampingan rakyat pada masanya. 

Viktor Sirait adalah salah seorang pengusaha yang mandiri dan relatif berhasil. Kemandirian dan keberhasilan ini dilalui dengan penuh dinamika dan tantangan yang serba heroik. "DNA" kepribadian Viktor Sirait sebagai pengusaha, pada dasarnya selalu dan sungguh peduli dan bertanggungjawab untuk memajukan masyarakat dan membangun bangsa. Perihal ini dipraxiskan melalui tugas panggilan pelayanan profesi yang dijalaninya dan ditekuninya. Intinya adalah sebuah profesi yang bersentuhan dengan infrastruktur dan sejumlah pembangunan terkait lainnya.

Viktor Sirait memilih secara sadar dan dengan confirm atas pilihannya tersebut. Kemudian berdiri tegak dan lurus meyakini pilihannya dan terpanggil untuk segera membumikan sistem nilai perjuangan atas pilihannya tersebut. Viktor Sirait membumikan secara profesional dan dengan analitis bahwa pembangunan kohesivitas infrastruktur, penataan kapasitas sumber daya, penyiapan kualitas kader (SDM), peningkatan relasi-jaringan, percepatan dan pemudahan pelayanan, pada dasarnya mengandung dan memiliki sistem nilai. Ini adalah serangkaian jalan pengabdian dan saluran pelayanan yang mesti ditempuhnya secara serius dan efektif demi membangun dan menumbuhkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.

Viktor Sirait bersama kawan-kawannya mentransformasi nilai-nilai dan sistem nilai ini ke "wilayah, ke ranah, ke tingkat, ke kawasan" yang lebih luas, yaitu INDONESIA yang berideologi Pancasila dan Berbhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI. Hingga pada akhirnya, Viktor Sirait bersama kawan-kawannya mendirikan dan mengorganisasikan komunitas relawan Bara JP untuk bersama-sama puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan elemen dan komunitas lain mendukung dan memenangkan JOKOWI menjadi Presiden RI saat Pilpres tahun 2014 dan tahun 2019. 

Viktor Sirait adalah salah seorang yang terkemuka dan terdepan di barisan komunitasnya yang menggerakkan keseluruhan sumber daya, potensi, dan jaringan yang dimiliki. Penggerakkan ini diorientasikan dan diabdikan untuk memajukan masyarakat dan membangun bangsa Indonesia. Penggerakkan ini tentu dengan baik dan benar serta secara obyektif, kritis, positif, dinamis, kompetitif, efektif, inovatif, dan produktif. 

Kandungan pemikiran dan muatan pengabdian Viktor Sirait bagi masyarakat, bangsa, dan negara, pernah terlontar dalam sejumlah dialog dan diskusi kami. Pernah ada sekelumit kecil dialog kami bersama Viktor Sirait suatu saat di pertengahan tahun 2000-an (2005). Ketika itu, saya sebagai salah seorang anak buah dan anggota staf dari Ketua Umum PDI Perjuangan MEGAWATI SOEKARNOPUTRI, yaitu saya sebagai salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan, meminta kepada Viktor Sirait menjadi salah seorang fungsionaris Departemen yang saya bidangi di DPP PDI Perjuangan. 

Viktor Sirait yang memang sejak awal sebelumnya sudah menyatakan keinginan untuk bergabung menjadi fungsionaris Departemen di DPP PDI Perjuangan, pada gilirannya ditugaskan menjadi salah seorang fungsionaris Departemen. Malahan sempat proaktif terlibat selama beberapa waktu. Kemudian memohon maaf dan memohon ijin kepada saya untuk selanjutnya akan kurang aktif dalam kegiatan departemennya. Bersama Viktor Sirait, ada sejumlah fungsionaris departemen DPP PDI Perjuangan di bidang saya yang merupakan anggota dan kader PDI Perjuangan, dengan asal latarbelakang dari berbagai kalangan : profesional, akademisi, politisi (Anggota DPR-RI), kalangan aktifis ideologis dan berpengaruh terutama dari ormas strategis dan besar, khususnya mantan pimpinan dan aktifis ormas kemahasiswaan ekstra kampus yang tergabung dalam komunitas "Kelompok Cipayung". Ada GMNI, GMKI, HMI, PMII, PMKRI.

Saat itu Viktor Sirait amat sibuk dengan kegiatan profesinya di bidang ekonomi dan bisnis bahkan sampai sering keluar kota. Juga mungkin karena Viktor Sirait memiliki passion yang lebih cocok dengan profesi pengusaha dan memilih tumbuh berkembang dalam lingkungan profesi pengusaha. Meskipun pada akhirnya kurang aktif terlibat secara fisik di partai dan dalam sejumlah kegiatan "politik" lainnya, namun Viktor Sirait senantiasa tampil sebagai figur dan kader bangsa yang "ideologis", sama sekali tidak praktis pragmatis. Juga selalu tampil sebagai yang sosok dan SDM yang "Merah Putih", sama sekali tidak partikular primordial sektarian. Viktor Sirait berjalan dengan lingkungan pergerakan dan bergerak dalam suasana perjuangan rakyat. Spritualitas perjuangan ini diletakkan dalam perspektif untuk bergotongroyong memajukan masyarakat dan membangun bangsa Indonesia. 

Viktor Sirait sampai akhir hayatnya memiliki sifaf dan sikap kepribadian yang cerdas, sederhana, santun, bersahaja, tegas, berani, terbuka, arif dan bijak, peduli, berkomitmen, bersosial, responsif, dan sebagainya yang baik dan bajik. Saya pernah meminta sebuah buku kepada Viktor Sirait saat Pilpres tahun 2014. Buku tersebut merupakan buku baru yang sedang dibawanya, yang isinya bermuatan pengulasan dan pembahasan mengenai rekam jejak, prestasi, keberhasilan, dan keunggulan Jokowi (lulusan UGM), Yogyakarta.

Saya juga sesungguhnya sudah memiliki buku yang sama judul dan isinya tetapi saya sedang tidak membawanya saat itu. Padahal saya sudah merencanakan untuk segera menyampaikannya sebagai ole-ole akademik dan bahan bacaan bermanfaat kepada Dubes Indonesia untuk Belanda saat itu Retno Marsudi (lulusan Jurusan Hubungan Internasional FISIPOL UGM, dan kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri RI). Dubes Retno Marsudi rencana berangkat dari Jakarta ke Belanda dengan penerbangan pesawat malam hari, sehingga menunggu beberapa waktu di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten. Saya masih ada sejumlah kegiatan sore sampai malam saat itu, sehingga buku "Jokowi" tersebut diantar ke bandara oleh seorang aktifis profesional dan fungsionaris komunitas Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) Yogyakarta bernama Rinina (lulusan Jurusan Hubungan Internasional FISIPOL UGM). Dan kemudian buku tersebut diserahkan kepada Dubes Retno Marsudi yang sedang menantinya di bandara sembari menunggu keberangkatan pesawat ke Belanda. Buku tersebut sesungguhnya adalah tinggal satu-satunya buku terbatas yang dimiliki Viktor Sirait namun rela bersedia memberikannya kepada saya. Pemberian ini semakin menjadi bermakna karena berlangsung dalam waktu singkat dan dalam suasana darurat keberangkatan jauh. 

Victor Sirait, selain sebagai pengusaha, juga sedang menunaikan Tugas Pengabdian Kenegaraan sebagai Komisaris di BUMN Waskita Karya di bawah koordinasi tehnis fungsional Kementeriaan PUPR RI. Tengah menunaikan amanah dan kepercayaan menjadi Ketua Umum DPP Bara JP. Pernah menjadi salah seorang Pengurus Pusat GMKI. Dan masih banyak lagi kegiatan dan tugas panggilan pelayanan lainnya demi untuk Membangun Indonesia Maju.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Melindungi dan Memberkati keluarga yang ditinggalkan. Juga diberi penguatan, penghiburan, dan pengharapan oleh Tuhan
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selamat Jalan Ir. Viktor Sirait. Tuhan Yang Memberi dan Tuhan Yang Mengambil. Rest In Peace. Amin.


Penulis :
Firman Jaya Daeli.

Related Posts:

Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Nasional2572 Kongzili

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Tahun Baru Imlek 2572 Kongzili (anno Khonghucu) pada tahun ini jatuh bertepatan dengan tanggal 12 Februari 2021 Masehi. Tahun Baru Imlek secara spiritual merupakan momen untuk membenahi dan memperbaharui diri, kembali ke fitrah manusia yang bersih dan suci, karena watak sejati manusia merupakan derivatif dari nilai-nilai Kebajikan Tian, Tuhan YME.

Puji syukur ke Hadirat Tian, Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada hari Minggu, 14 Februari 2021, untuk ke 22 (dua puluh dua) kalinya, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) kembali akan menyelenggarakan Perayaan Hari Raya Tahun Baru Imlek Nasional, terhitung sejak Perayaan pertama, 17 Februari 2000, di era Presiden Republik Indonesia ke - 4, KH. Abdurrahman Wahid.

Perayaan Imlek di Indonesia tahun ini suasananya berbeda, prihatin karena pergerakan pandemi Covid 19 di negara kita masih terus menaik, tanpa bisa diperkirakan secara akurat kapan akan mulai menurun ditambah dengan kabar duka akibat bencana yang menimpa beberapa daerah di Indonesia. Karena pandemi Covid 19 pulalah maka perayaan Hari Raya Tahun Baru 2572 Kongzili secara nasional kali ini tidak dirayakan secara besar-besaran, melainkan secara virtual yang bertajuk:

“DOA UNTUK INDONESIA” 
“Bahaya Yang Datang Oleh Ujian Tian Dapat Dihindari, 
Tetapi Bahaya Yang Dibuat Sendiri Tidak Dapat Dihindari’”
Mengzi IIA : 4.6 

melalui:
Live Streaming, Youtube MATAKIN Pusat
Minggu, 14 Februari 2021
10.00 WIB s.d 13.00 WIB

Tema tersebut mengingatkan kita untuk selalu mawas diri, hidup selaras dengan alam dan senantiasa berbuat kebajikan. Tuhan tidak akan memberikan ujian kepada manusia di luar batas kemampuannya. Menjaga dan merawat kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi (3M: Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak) sambil berolahraga dan memakan asupan bergizi dalam agama Khonghucu adalah salah satu wujud bakti (Xiao).

Jikalau ada ujian dari Tuhan, baik berupa bencana alam banjir, gempa  penyakit dll, niscaya manusia bisa menangani, mengatasi. Namun kalau bencana itu terjadi atau berlarut karena kebodohan atau kecerobohan manusia itu sendiri, itu yang lebih sulit diatasi. Seperti dalam Zhong Yong XVI.3 : "Demikianlah Tuhan menjadikan segenap wujud, masing-masing dibantu sesuai sifatnya : kepada pohon yang bersemi dibantu tumbuh, sementara yang condong dibantu roboh."

Maka melalui perayaan ini MATAKIN mengajak kita semua untuk bersama-sama berdoa dengan harapan Tian, Tuhan YME memberikan kekuatan dan sekaligus membuka kesadaran agar manusia mau berbenah diri, mengoreksi diri dan hidup rukun harmonis untuk bersama-sama mengatasi setiap masalah sehingga semua bencana ini dapat segera teratasi dan Indonesia kembali pulih sejahtera, jaya raya.

Related Posts:

Putra Nababan: SKB 3 Menteri Teguhkan Komitmen Toleransi

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan menilai kehadiran SKB 3 Menteri tentang Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut Bagi Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan berguna untuk meneguhkan komitmen kebangsaan yang sudah dibangun pendiri bangsa ini. “Kalau kita lihat dari SKB 3 Menteri tidak lain untuk mengembalikan makna toleransi yang sempat bergeser ke arah intoleransi,” ujar Putra dalam Webinar Pewarna Indonesia dengan topik “SKB 3 Menteri: Memupuk Asa Toleransi di Sekolah, Jumat (12 Februari 2021).   

Untuk itu, Putra mendorong semua pihak agar kasus yang menimpa seorang siswa perempuan yang menolak penggunaan busana dari agama tertentu kepada siswa beragama lain tidak terulang lagi. “Dari sini bisa dilihat bahwa proses pendidikan di negeri ini belum optimal membentuk warga negara yang dapat mewujudkan suatu keadaban bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta belum mampu mengkreasi manusia Indonesia seutuhnya,” imbuhnya.

Putra juga meminta agar semua pemangku kepentingan di dunia pendidikan meneladani pendiri bangsa yang tidak pernah mengedepankan mayoritas atau dari sisi jumlah dalam menyatukan bangsa. “Ini adalah warisan kita, modalitas yang kita miliki saat ini. Hal-hal yang asing dari luar jangan dibawa-bawa. Intoleran, tidak gotong royong, individualis, itu hal-hal asing,” tegasnya.

Putra bangga bahwa komitmen toleransi ini justru diajarkan oleh Jeni Cahyani, siswi kelas X SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang menolak menggunakan jilbab karena bukan beragama Islam. “Saya bangga sekali punya generasi muda seperti dia dan itu dilindungi undang-undang. Dia mengajarkan kita semua untuk berani menyampaikan apa yang menjadi kesepakatan para founding fathers negara ini,” tutur Putra. 

Menurut Putra, membangun nilai-nilai kebangsaan dan sikap toleransi melalui pendidikan harus terus diperjuangkan. Apalagi belakangan ini, tambahnya, tindakan intoleransi dan bahkan menjurus kepada eksterimisme cukup marak terjadi di negeri ini. “Benih intoleransi muncul karena berbagai faktor, salah satunya tingkat pemahaman nilai kebangsaan yang sempit maupun penanaman nilai agama yang ekslusif di sekolah,” paparnya.

Putra pun mendorong agar lebih banyak lagi siswa yang menyampaikan pendapat apabila gurunya tidak sadar atau pura-pura tidak sadar atau belum pernah baca undang-undang, tentang betapa toleransi sangat penting diwujudnyatakan. “Nggak apa-apa, guru diajari murid juga boleh. Nggak harus selalu feodal bahwa guru mengajari murid. Di era sekarang, murid juga bisa memberi feedback kepada guru,” katanya. (Rik)

Related Posts:

Andi Darwin Ranreng : Negara Mesti Mengkaji Berbagai Aspek Wacana Peradilan Khusus Keluarga

 

Kairospos.com - Jakarta, Munculnya wacana di masyarakat untuk membentuk peradilan khusus, yang menangani permasalahan keluarga, ternyata mendapatkan tanggapan dari berbagai kalangan,terutama dari praktisi hukum, salah satu di antara nya adalah Presidium Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (KAI), Andi Darwin Ranreng, SH, MH, saat di hubungi awak media, melalui telpon selularnya, Sabtu, 6/2/2021, di Jakarta.

Ia mengatakan  dengan dibentuknya peradilan khusus keluarga ini merupakan suatu kemajemukan dan kebutuhan di dalam mereka dalam hal ini masyarakat Indonesia yang mencari keadilan di dalam suatu proses perkaranya.

" Peradilan Keluarga ini merupakan peradilan yang khusus dalam artian khusus tersebut merupakan peradilan privat yang mana selalu berorientasi kepada penyelesaian-penyelesaian di dalam suatu pelanggaran hak yang sangat khusus dalam hal ini ini permasalahan diantara hubungan suami istri dan hubungan hukum yang berkaitan dengan permasalahan keluarga"ucap Andi Darwin Ranreng, SH,MH.

Menurutnya, Indonesia merupakan suatu masyarakat yang yang majemuk dan berbagai macam etnis budaya serta agama khusus dalam hal ini muslim sekarang ini ditempuh dalam pengadilan agama sementara yang nonmuslim baik itu Kristen Budha atau Hindu itu diselesaikan di ranah Pengadilan Negeri setempat, sedangkan pada keputusan suatu perkara terkadang memang bisa menimbulkan kekeliruan dari pelaksanaan terhadap putusan itu sendiri, karena kondisi inilah di mungkinkan munculnya wacana terbentuknya Pengadilan khusus keluarga, tanpa memandang agama suku, ras atau golongan.

"Untuk itulah, Pemerintah, mungkin bisa melakukan serangkaian studi banding pada negara-negara berkembang salah satunya Amerika Kanada, Australia dengan studi banding mengenai penyelenggaraan Pengadilan khusus Keluarga, dan bisa diambil manfaat serta menghimpun daftar inventaris masalah sehingga di mungkinkan pengadilan tersebut terbentuk di Indonesia" tukasnya.

Ia pun menambahkan bahwa dalam pembentukan peradilan khusus keluarga ini harus dengan persiapan yang sangat matang, salah satu nya perlu disiapkan sumber daya manusia yakni aparat hukumnya: panitera,jaksa dan bahkan Hakim yang diharapkan lebih memiliki kompetensi, profesional dan memahami tentang Penanganan perkara keluarga dari berbagai aspek, tentunya rekrutmen aparat hukum terutama Hakim, serahkan saja pada Mahkamah Agung yang bersinergi dengan DPR RI dan Kementerian Hukum & HAM(Pemerintah), sinergisitas ini pula mesti terjalin erat sebagai wujud hadirnya Negara sesuai konstitusi dalam pembentukan setiap Lembaga Peradilan, tidak terkecuali dalam pembentukan Peradilan Keluarga.

"Ya, dengan adanya pengadilan keluarga, maka masyarakat lebih mendapatkan dan mempermudah terbukanya ruang dalam mencari keadilan untuk perkara berkaitan dengan urusan keluarga tanpa memandang agama suku dan ras, karena itu Negara Mesti Segera Mengkaji wacana Peradilan Keluarga ini dari berbagai aspek" pungkas Andi Darwin Ranreng, SH,MH

Related Posts:

Gunawan, SH Mencari Perlindungan NegaraTanah Lelang Negara Yang Sudah Hak Miliknya sesuai SHM dan Sudah Inkrah Putusan MA Bisa Kembali Digugat Dimentahkan Putusan PN

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Adagium yang mengatakan bahwa sekalipun langit runtuh, hukum harus ditegakkan sepertinya masih hanya sebatas slogan di negeri ini. Keadilan masih jauh dari harapan dan mencari perlindungan hukum dari negara sepertinya belum ada kepastian. Setidaknya, pengalaman ini dialami langsung oleh Gunawan, SH seorang advokat senior. Kalau aparat penegak hukum yang sehari-hari bergelut dengan hukum bisa mengalaminya apalagi masyarakat biasa.

Kronologis bermula tahun 2008 saat Gunawan, SH mengikuti pelelangan umum di Kantor Lelang Negara di Bekasi. Sebidang tanah seluas 23.145 M2 di Desa Karang Bahagia, Kecamatan Cikarang (sekarang Kecamatan Karang Bahagia), Kabupaten Bekasi dengan SHM No.6 dimenangkannya. Tanah yang sebelumnya milik H. Sarbinih bin Suhendi sesuai sertifikat  tersebut dijaminkan ke Bank Niaga oleh H.Sarbinih bin Suhendi atas permintaan rekan bisnisnya, seorang pengusaha asal Korea yang membuka pabrik di Cibinong. Oleh karena bisnisnya bangkrut, kemudian pengusaha Korea tersebut memberikan uang ke pemilik tanah untuk melunasi dan mengambil kembali SHM tersebut dari Bank, yang ternyata tidak dibayarkan oleh H.Sarbinih bin Suhendi, sehingga tanah SHM tersebut dilelang Bank. Gunawan, SH sebagai pemenang lelang akhirnya mengurus balik nama SHM ke atas namanya.
Namun pada tahun 2010, pemilik tanah yang lama tiba-tiba mengajukan gugatan ke PN Bekasi dengan menggugat berbagai pihak antara lain Gunawan, SH, Bank Niaga, perusahaan milik pengusaha Korea, Kantor Lelang Negara dan BPN. Akhirnya, perkara dengan register No.362/Pdt.G/2010/PN.Bks ini disidangkan yang dimenangkan pihak penggugat. Masuk banding ke PT di Bandung dengan register perkara No.134/Pdt/2012/PT.Bdg juga dengan hasil sama. Karena merasa dirugikan, Gunawan, SH pemenang lelang dan pemilik sah SHM kemudian mengajukan kasasi ke MA dengan perkara No.3076 K/Pdt/2013 dan memenangkan perkara. Tidak puas H.Sarbinih bin Suhendi sebagai penggugat mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dengan perkara No.282 PK/Pdt/2016 namun tetap dimenangkan oleh Gunawan, SH. Putusan ini sudah inkrah dan legalitas kepemilikan Gunawan, SH atas tanah SHM tersebut telah dipertegas oleh putusan kasasi dan PK Mahkamah Agung.

Belakangan, beberapa tahun kemudian, tanpa sepengetahuan Gunawan, SH, pemilik lama melakukan gugatan kembali ke PN Bekasi tercatat dengan No.133/Pdt.G/2017/PN.Bks dengan subjek, objek dan dalil-dalil yang sama dengan perkara No. 362/Pdt.G/2010/PN.Bks.  Yang membedakan perkara baru dengan perkara lama hanya pengurangan subjek tergugat, karena dalam perkara baru Bank Niaga dan Kantor Lelang Negara Bekasi tidak digugat. Seharusnya, perkara yang sama tidak bisa diajukan ke pengadilan. Masalahnya ada dugaan bahwa penggugat sengaja melakukan gugatan dengan alamat yang lama agar Gunawan, SH tidak hadir dalam persidangan.  
“Saya sama sekali tidak tahu ada gugatan kepada saya.  Jadi rupanya penggugat sengaja mencantumkan alamat rumah saya yang lama meski penggugat sudah tahu saya pindah. BPN juga hanya hadir sekali dan tidak memberikan jawaban, selain itu tidak ada pihak yang hadir dan putusannya menyatakan bahwa H. Sarbinih bin Suhendi sebagai pemilik tanah. Keanehannya pengadilan tidak berusaha mencari tergugat dan seolah tidak tahu bahwa masalah hak kepemilikan sudah diberi status hukum oleh MA sebagai milik saya, dan pengadilan pun memenangkan gugatan H.Sarbinih bin Suhendi, meski bukti-bukti yang diajukannya hanya berupa fotocopy tanpa asli, kecuali beberapa PBB” bebernya.  
Pada awal tahun 2020, H.Sarbinih bin Suhendi memasuki lagi tanah SHM tersebut dan merusak bibit padi yang sudah ditanam oleh penggarap dari pihak Gunawan, SH, serta menanam bibit padi sendiri sekaligus memperlihatkan fotocopy salinan putusan tersebut kepada penggarap tersebut. Berdasarkan fotocopy yang diperlihatkannya, Gunawan, SH, kemudian mendatangi PN Bekasi dan memperoleh informasi adanya putusan perkara No.133 dan inkrah di tingkat pertama.  

Atas dasar itu, Gunawan, SH memasang plang di atas tanah SHM tersebut, yang kemudian diikuti oleh H.Sarbinih bin Suhendi dengan memasang plang pula. Karena, tidak mau terjadi konflik di lahan maka Gunawan, SH lebih memilih mengalah dengan melaporkan H. Sarbinih bin Suhendi sebagai perbuatan tidak menyenangkan (tipiring) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) Undang-Undang No.51 Perpu Tahun 1960 kepada Polrestro Bekasi di Cikarang sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan No.LP/618/408-SPKT/K/VI/2020/Restro Bekasi dan sekaligus menggugat kembali di PN Cikarang.
Selain itu, penggarap dari pihak Gunawan, SH, yang bibit padinya dirusak juga melaporkan H. Sarbinih bin Suhendi ke Polrestro Bekasi di Cikarang dengan dugaan tindak pidana pengrusakan terhadap barang secara bersama-sama sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan/Pengaduan No.LP/679/453-SPKT/K/VII/2020/Restro Bekasi.  Meski laporan-laporan tersebut sudah berjalan beberapa bulan, perkembangannya tidak signifikan, dan tidak ada tindakan terhadap terlapor. Saya yang meminta perlindungan hukum tidak diindahkan,  saya melihat keadilan benar-benar tidak bisa dijamin negara,” tukasnya sembari membayangkan bahwa terjadi “mafia” peradilan sehingga tanah miliknya yang sudah diputuskan MA bisa diputus lain oleh PN Bekasi.
Karena tidak ada progres dari pihak kepolisian yang memproses pihak-pihak yang memaksa menguasai lahannya yang telah dilaporkannya, pada awal Juli 2020 Gunawan, SH pun berinisiatif mengajukan gugatan ke PN Cikarang tercatat dengan No.136/Pdt.G/2020/PN.Ckr untuk membatalkan Putusan PN Bekasi dalam perkara No.133 soal penyerobotan tanah. 
“Saya ini pemilik tanah yang sah, sesuai dengan yang tertera di SHM. Bahkan saya sudah mengirim surat ke BPN Bekasi untuk mempertanyakan hak atas kepemilikian tanah itu. Dan pihak BPN melalui surat telah menegaskan bahwa tanah seluas 23.145 M2 tersebut hak kepemilikannya masih terdaftar tunggal atas nama saya dan tidak akan memproses permohonan sertifikat yang diajukan oleh H.Sarbinih bin Suhendi” kata Wakil Sekjen PPHKI ini sembari menunjukkan surat dari BPN Kabupaten Bekasi.
Setelah menjalani persidangan, Gunawan, SH mengatakan PN Cikarang direncanakan akan memutuskan perkara No.136 pada tanggal 10 Februari mendatang. Secara hukum memang ada keanehan dalam perkara tanah ini, karena PN yang sama bisa menyidangkan perkara yang sama sampai dua kali. 
“Saya akan terus fight untuk memperjuangkan keadilan atas hak saya yang sah. Bahkan saya akan menyurati Komisi Yudisial, MA dan Kapolri untuk memperjuangkan hak saya. Saya membeli tanah dari lelang negara seharusnya negara juga memberi kepastian hukum atas lelang yang diadakan. Apa yang saya alami di Cikarang suatu preseden buruk dalam peradilan di negeri ini. Bila perlu saya akan ajukan kasus ini kepada Presiden Jokowi,” tutur pengacara yang dikenal sejawatnya humble ini.
   

Related Posts:

PGLII Bertemu Menteri Agama Usulkan Perber Menjadi Perpres

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik dan akan mengkaji usulan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) terkait Peraturan Bersama 2 Menteri No. 8 dan No. 9/2006 untuk menjadi Peraturan Presiden (Perpres) sebagai solusi pembangunan rumah ibadah dan kebebasan beragama di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Gus Menteri, begitu sapaan akrabnya ketika menerima Pengurus Pusat PGLII di rumah dinasnya di Komplek Widya Chandra, Jakarta. (28/1).

Masukan PGLII yang diserahkan Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang M.Th., tersebut telah melalui pendalaman di lingkup PGLII dan sudah melalui kajian yuridis dan akademis yang dilakukan oleh PGLII bersama perguruan tinggi, sehingga menurut PGLII  secara asas dan hierarki, Perpres adalah bentuk ketentuan perundangan yang paling tepat.

Sebelumnya Gus Menteri  mengakui mendapat berbagai masukan mengenai Perber 2 Menteri ini dari berbagai kalangan.

Menteri Agama RI menyampaikan kepada PGLII agar  para pemuka agama tidak sungkan memberikan masukan kepada Kementerian Agama. "Terima kasih atas masukan untuk Kemenag. Saya senang sekali dan saya berharap jangan sungkan untuk memberi masukan kepada saya dalam memimpin Kementerian Agama. Saya terbuka menyambut segala masukan,” katanya

Gus Menteri juga menegaskan bahwa Kementerian Agama akan mempermudah umat beragama menjalankan ibadahnya karena Kementerian Agama milik semua umat beragama di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Pdt. Ronny Mandang didampingi Pdt. DR. Nus Reimas, Pdt. Ronny Sigarlaki, Pdt. Tommy Lengkong, M.Th., dan Deddy Madong, SH, MA.

50 Tahun PGLII 
Kepada Gus Menteri, disampaikan bahwa PGLII merupakan Lembaga Gereja Aras Nasional yang berdiri sejak 17 Juli 1971 di Batu, Malang, Jawa Timur. Saat ini PGLII menjadi wadah berhimpun dari kurang lebih 10 juta umat Kristiani dari 93 sinode gereja dan 65 lembaga pelayanan di seluruh wilayah Indonesia.
PGLII merupakan salah satu dari 8 lembaga gerejawi aras nasional yaitu: KWI, PGI, PGLII, PGPI, PBI, Bala Keselamatan, Advent, dan Gereja Orthodox yang tergabung dalam Forum Umat Kristiani Indonesia,” jelas Deddy Madong, SH, MA.sebagai Ketua III PP PGLII bidang Lintas Agama dan Kebangsaan.

“PGLII merupakan salah satu deklarator berdirinya Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI)”, ditambahkan Nus Reimas, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII.
PGLII dalam bulan Juli tahun ini akan berusia 50 tahun. "Tahun ini kami akan merayakan Yubelium 50 tahun PGLII dengan sederhana. PGLII lahir pada 17 Juli 1971. Kami berharap pada perayaan 50 tahun PGLII nanti Bapak Menteri dapat memberikan sambutan," ujar Ronny Mandang.

Menteri Agama menyatakan siap hadir dalam Perayaan 50 Tahun PGLII pada Juli mendatang. 

Moderasi Beragama
Ronny Mandang menambahkan PGLII senantiasa membangun gereja dalam semangat Pancasila dan Kebhinnekaan. Bagi PGLII beragama itu layaknya bernegara.

"Moderasi Beragama bagi kami pada hakekatnya beragama itu adalah berindonesia. Rumah ibadah adalah benteng kerukunan, bukan ajang menebar kebencian." kata Ronny Mandang. 

Sebagai langkah pertama di awal tahun ini PGLII berencana bersama Kementerian Agama akan mengadakan Webinar dengan tema Kekristenan & Moderasi Beragama yang akan disiarkan televisi dan media sosial, dimana Menteri  Agama RI menjadi

Related Posts:

Nia Berkorban Nyawa Selamatkan Bayi

KAIROSPOS.COM,, Sulawesi Barat - Kepergian Seorang Perawat 𝙉𝙖𝙩𝙨𝙮𝙚𝙡𝙞𝙖 𝙋𝙖𝙪𝙡𝙪𝙨 𝘼𝙠𝙚  atau biasa dipanggil Nia yang berkorban menyelamatkan bayi dari runtuhan  RS. Mitra Mamuju akibat Gempa yang melanda Sulawesi Barat pada Jumat 15/1/2021.

Berikut sebuah goresan kecil pena untuk mengenang dedikasi mu (Alm. Natsyelia Paulus Ake) dari Yervis M Pakan

Sebuah goresan indah dari warga gereja
Luapan hati yang bermuara di samudra kasih
Didedikasikan bagi pejuang kehidupan

Inti ajaran KASIH.

Dua Puluh Lima (25)  tahun lalu engkau lahir ke dunia fana ini, jadi kakak tertua buat adik adikmu yang berjumlah empat orang.

Nama panggilanmu "Nia", yg diambil dari nama baptismu Natsyelia Paulus Ake.

Hidup adalah pilihan, itu prinsipmu untuk memilih jalan pelayanan di bidang kesehatan. 
Merawat yang sakit, memberi harapan dan kekuatan bagi yang lemah.

Mungkin itu adalah hasil tempaan tempat mu beribadah di Gereja  Toraja Moria Polopadang Tobadak Dua, Sulawesi Barat, atau kesadaran yang dibentuk oleh Poltekkes Kemenkes Mamuju tempatmu menimba ilmu.

Berbekal doa orang tua, dan adik adikmu engkau mengabdikan hidupmu di Rumah Sakit Mitra Mamuju sejak 2 (dua) tahun lalu.

Senyum khas dan sapaan lembut kepada sejawatmu akan jadi kenangan indah.

Tanggal 15 Januari 2021, tengah malam buta saat semua orang tertidur lelap, gempa bumi melanda kotamu dan tempat kerjamu.

Mungkin setiap orang yang kemudian terbangun saat itu tersadar bagaimana menyelamatkan diri.
Langkah dan lari tergesa terdengar dalam lorong Rumah Sakit.

Nia, engkau dan sejawatmu mungkin berpikir gempa kali ini  tidak biasa saja.
Nurani kemanusiaanmu berkata "Kehidupan harus dijaga".

Pasien yang terbaring kau papah keluar Rumah Sakit bersama rekan rekan kerjamu.

Disaat hampir semua bisa diselamatkan, engkau tersadar akan kehidupan lain dalam sebuah tabung inkubator.

Ya.....ada anak bayi mungil manis yang tertidur lelap, tidak sadar akan bahaya yang bisa menimpa setiap saat.

Engkau memilih berlari kembali kedalam Rumah Sakit, engkau tidak lagi rasional dan memikirkan keselamatanmu sendiri.

Sang bayi berhasil kau gapai, tapi gedung tempat kerjamu seakan tidak mampu lagi menahan beban berat akibat goncangan gempa.

Pukul 02.45 engkau dan bayi kecil yang tidak kau kenal terjebak dan terkubur setengah dalam reruntuhan.

Berjam jam lamanya, sampai matahari muncul di ufuk timur dan bantuan datang untuk mengevakuasi dari reruntuhan.

Entah apa yang kau lakukan saat seperti itu.
Mungkin engkau berdoa dan menangis kepada Sang Penciptamu, mungkin juga engkau pingsan tidak sadarkan diri.

Keyakinanmu mengajarkan bahwa "Kemana saja engkau melangkah disitu TUHAN mu berada, bahkan di dunia orang mati sekalipun"

Pilihan hidupmu tepat, sungguh sangat tepat. Kasihmu melebihi dari kekuatanmu.

Pukul 09.00 Wita, terdengar ketuk tangan kecilmu pada material runtuhan yang mengubur setengah badanmu bersama sang bayi mungil di sampingmu.

Sang penolong yang datang berseru gembira ketika mendengar tanda kehidupan dibalik runtuhan.

Ulet dan tekun mereka menggali, menyanggah dan menyingkirkan material sampai tubuhmu  bersama bayi mungil dapat di evakuasi ke Rumah Sakit Bayangkara Mamuju.

Para dokter dan perawatpun berusaha menyelamatkan hidup dari Sang Pejuang Kehidupan, berkat mereka engkau Nia masih bisa bicara kepada keluargamu yang sudah datang dari Tobadak.

Mungkin engkau masih sempat menitipkan adik adikmu kepada mereka, entah pesan apalagi yang kau sampaikan.

Yang jelas engkau sudah meninggalkan pesan yang sangat berarti buat kami semua, bahwa KASIHMU akan manusia dan kemanusiaan lebih diatas dari segalanya.

Bayi kecil  yang mungkin tidak kau kenal siapa orang tuanya, apa agamanya, dimana rumahnya dan lain lain telah kau selamatkan.

Engkau pasti tidak pernah berpikir bahwa orang akan mengenangmu, bahwa orang akan mengingatmu bahkan si bayi itu kelak akan tahu bahwa hidupnya telah engkau selamatkan.

Nilai tertinggi dalam keyakinanmu sudah membuatmu lulus dengan sangat sempurna menjalani hidupmu.

Engkau menghembuskan nafas terakhirmu, tapi Nia...engkau telah meniupkan kehidupan bagi negeri ini.

Tauladan pengabdian tanpa pamrih telah engkau perlihatkan bersama sejawatmu.

Puisi kesedihan dan Doa mungkin bisa kami lantunkan untukmu, tapi kusangat yakin engkau di keabadian Sang Bapa sedang tersenyum bahagia.

Hari ini engkau dibawa ke haribaan sang pertiwi.
Tanah Air menangis duka karena berbagai bencana, tapi Ibu Pertiwi pasti tersenyum bahagia merengkuhmu bersama pejuang pejuang kemanusiaan lainnya yang merebahkan diri istrahat sejenak.

Keluarga hari ini mungkin bersedih, tapi besok akan tersenyum bangga akan pilihanmu Nia.

"Setia Hingga Akhir Dalam Keyakinan"

Salam Hormatku yang paling tinggi pada dedikasimu untuk kemanusiaan.

Yervis M Pakan
Presidium Nasional PENA 98

Related Posts:

DAHLAN ISKAN TERPAPAR COVID-19, KURANG VITAMIN D

KAIROSPOS.COM, Surabaya - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan dinyatakan positif COVID-19 . Kini, pengusaha terkenal di bidang media itu menjalani perawatan di rumah sakit langganan keluarga. 

Mantan wartawan yang selalu memakai sepatu cats itu berceria panjang menganai kondisi terkininya.

Salah Saya

Selasa 12 January 2021
Oleh : Dahlan Iskan

DISWAY hari ini saya tulis di rumah sakit: saya terkena Covid-19.

Awalnya saya tidak mau masuk RS. Terlalu banyak yang bercerita di RS justru berbahaya. Toh tidak ada keluhan yang berat. Hanya batuk-batuk kecil. Tidak demam. Sambal istri saya masih terasa pedasnya. Masih menitikkan air liur.

Tapi dua anak saya memaksa. Kebetulan ada satu kamar baru kosong di RS langganan keluarga. Setidaknya mumpung ada kamar.

Batuk-batuk kecil itu terjadi sehari sebelumnya: Sabtu. Pagi itu saya masih olahraga satu jam di halaman depan Graha Pena. Lalu sarapan. Setelah itu perut saya kembung. Batuk-batuk kecil. Saya pikir akibat sambal tomat hijau yang terlalu banyak.

 
Lalu saya minum 4 kapsul Lian Hua. Siangnya 4 kapsul lagi. Sore lagi. Kembung perut berkurang. Saya pun pup lima kali. Tapi tidak diare.

Minggu pagi besoknya kondisi lebih baik lagi. Saya mau berangkat olahraga. Anak saya melarang. Lalu: saya, istri, dan Kang Sahidin test antigen: saya positif. Istri dan Kang Sahidin negatif.

Saat test antigen di rumah Minggu pagi.

Setelah tahu positif: masuk RS atau tidak? Atau swab PCR dulu?

Saya ikuti keinginan anak-anak: masuk RS. Tapi tidak boleh langsung ngamar. Ditangani dulu di UGD: Swab-PCR.

Sambil menunggu hasil –lima jam menunggu– dilakukan banyak hal: ukur tekanan darah (144/77), level oksigen (97), suhu badan (38, tinggi), detak jantung (71), pemeriksaan jantung (bagus), CT Scan paru-paru (bersih).

Di UGD itu saya langsung diinfus penurun panas. Setengah jam selesai.

Jam 23.00 hasil PCR keluar: positif. Strong positif.

Ternyata hasil PCR itu empat macam: negatif, weak positif, positif, dan strong positif. Berarti positif saya ini tidak main-main.

Saya langsung ngamar.

Perasaan saya biasa saja. Toh saya tahu jantung dan paru-paru saya baik.

Betul juga saya mengikuti keinginan anak-anak. Kalau isolasi di rumah, saya tidak akan tahu kondisi organ-organ tersebut. Jatuhnya hanya menduga-duga. Yang justru bisa bikin was-was.

Saya sudah membawa koper yang disiapkan istri: pakaian dan peralatan mandi. Juga obat-obatan wajib, terkait transplant hati dulu –termasuk obat penurun imunitas.

Saya langsung tidur. Nyenyak. Sambil diinfus vitamin. Jam 04.00 saya terbangun. Mau kencing. Saya lihat botol infusnya kosong. Saya hubungi perawat. Diganti infus baru dengan isi yang sama.

Saya tidur lagi.

Pagi-pagi suster masuk ruangan. Rutin. Test tekanan darah, oksigen, suhu, dan seterusnya. Hasilnya sama bagus dengan sebelumnya. Bahkan suhu badan saya sudah 36,6. Suster lalu mencopot infus yang sudah kosong.

Tidak ada infusan baru.

Lapar.

Tidak ada pisang. Tidak ada jus jambu merah. Tidak ada dua telur rebus-lunak. Tidak ada pecel. Tidak ada brokoli rebus. Tidak ada sayur. Tidak ada madu.

Eh, madu ada. Saya bawa dari rumah.

Saya rebus air. Untuk minum madu. Tidak kenyang tapi lumayan. Sambil menunggu jatah sarapan dari rumah sakit.

Siang harinya perawat melakukan tes lagi. Hasilnya masih tetap baik. Suhu 36,6; tekanan darah 137/69; detak jantung 71; oksigen 96.

Dokter penyakit dalam minta bicara lewat video: Dokter Purnomo Budi Setiawan. Saya kenal lama. Ia dokter yang menangani sakit lever saya, sejak sebelum transplant. Sekarang sudah doktor.

"Fungsi levernya baik sekali," ujar beliau. "Obat-obat terkait transplant terus saja diminum," tambahnya.

Meski video call, saya tidak bisa melihat wajah beliau. Rapat tertutup oleh APD kelas berat. Mungkin beliau juga lagi di rumah sakit. Saya kangen sebenarnya. Sudah lama tidak bertemu. Tapi ya sudah, ada Covid.

Tak lama kemudian ketua tim dokter masuk kamar. Tapi saya lagi video call dengan Singapura dan Tiongkok. Beliau keluar lagi ke kamar lain.

Setelah itu saya tidak mau terima telepon. Agar ketika beliau kembali saya sudah siap.

Saya pun diperiksa di bagian dada dan punggung. Dengan stetoskop. Saya disuruh tarik napas dan melepaskannya. Di 8 titik dada dan 8 titik punggung. Saya tahu itu untuk mendeteksi paru-paru. Yakni organ paling menarik perhatian di pasien Covid-19.

Namanya: dr Hanny Handoko. Laki-laki. Ahli paru dari Unair, Surabaya. Yang pernah memperdalam ilmunya di National University Hospital (NUH) dan Tan Tock Seng Novena. Semuanya di Singapura.

Saya nanti akan bertanya tentang stetoskop yang ia gunakan. Kok berbeda dengan stetoskop biasanya yang kita kenal.

Tapi beliau duluan bercerita. "Kita pernah bertemu di Malang," katanya. Lama sekali. Mungkin 20 tahun lalu.

Waktu itu dokter Hanny menjadi pejabat di bawah wali kota Malang, yang juga dalang itu. Sebelum akhirnya berlabuh di RSAL Surabaya. Dan sekarang di RS swasta ini.

Umurnya 59 tahun. Anaknya dua. Yang pertama S1 di Melbourne. Kini di fakultas kedokteran di Queensland. "Di sana untuk masuk FK harus S-1 dulu," ujar dr Hanny. S-1nya 3 tahun. Pendidikan dokternya 4 tahun. Total 7 tahun. Sebenarnya kurang lebih sama dengan waktu pendidikan dokter di Indonesia. Anak keduanya, putri, masih SMA di Surabaya.

Ternyata, menurut beliau, saya sangat kekurangan vitamin D.

Aneh. Benar-benar aneh. Setiap hari saya olahraga satu jam. Di lapangan terbuka. Kok kekurangan vitamin D.

Tapi saya tidak bisa protes. Hasil test: vitamin D saya hanya 23,4. Padahal setidaknya, harus di atas 40. Antara 40 sampai 100. Berarti vitamin D saya ini rendah sekali.

Itulah sebabnya saya diberi vitamin D (tablet) 5.000.

Mengapa tidak sekalian 10.000?

"Kalau ketinggian nanti kasihan ginjal. Untuk memberi obat, dokter harus mempertimbangkan banyak hal," ujar dokter Hanny.

Di samping itu di Indonesia tidak dijual vitamin D di atas 5.000. "Di Singapura ada. Bahkan ada yang sampai 20.000," katanya.

Di Indonesia kalau memberi vitamin D 10.000 harus lewat suntikan. Kalau di Singapura suntikan bisa sampai 20.000. Bahkan 100.000.

Dokter Hanny lantas seperti menyindir saya. "Banyak yang berolahraga di bawah matahari tapi pakai topi dan kaus lengan panjang," katanya.

Ha...ha...ha... Itu saya!

Alasan resmi saya: saya tidak boleh banyak terkena sinar matahari langsung. Itu terkait dengan obat transplant yang saya minum.

Alasan tidak resminya: takut menjadi lebih item!

Pokoknya: saya salah.

Di rumah sempat disiapkan kamar untuk, tapi nuruti anak akhirnya tidak jadi dipakai.

Dokter Hanny begitu serius membahas vitamin D ini. Saya menjadi seperti mahasiswanya: mendengarkan dengan baik. Agar bisa menulis dengan benar.

"Dulu, vitamin D itu kita kira hanya terkait dengan tulang. Ya kan?" katanya.

Tentu saya mengangguk. Pura-pura mengerti. Tapi saya memang pernah mendengar ilmu seperti itu.

"Belakangan vitamin D itu ternyata terkait dengan TBC, pernapasan dan bahkan kanker tertentu," katanya. Karena itu di masa Covid-19 ini vitamin D menjadi sangat penting.

Sejak kapan ilmu baru itu diketahui? 10 tahun terakhir?

“Ya, sekitar itu," katanya.

Dokter Hanny pun pernah streaming dengan India. Di masa Covid ini. Di sana banyak ditemukan kasus hubungan vitamin D dengan TBC dan gangguan pernapasan.

Begitu asyiknya membahas vitamin D saya hampir lupa bertanya soal stetoskop yang ia pakai. Kok di tengah selangnya seperti ada power bank ukuran lontong.

"Ini baru dipakai sejak ada Covid-19," jawabnya. Made in China.

Yang seperti power bank itu adalah booster suara. Agar suara paru-paru terdengar jelas.

Sejak Covid-19 dokter harus mengenakan APD. Telinganya pun tertutup. Padahal dengan stetoskop biasa, ujungnya harus masuk telinga. Tidak mungkin lagi seperti itu. Tidak bisa buka-tutup APD setiap visite. Juga berbahaya.

Maka kini dokter mengenakan headset. Seperti penyiar radio. Suara stetoskop didengar lewat headset itu. Dengan demikian suara paru-paru tetap terdengar jelas. "Tapi baterainya cepat habis," katanya.

Penyakit baru memang bisa melahirkan bisnis baru. Bagi yang bakat bisnis.(Dahlan Iskan)






Related Posts:

Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menyelenggarakan Pekan Doa Sedunia 2021

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) menyelenggarakan Pekan Doa Sedunia 2021 di Grha Karmel, Grand ITC Permata Hijau, Jl. Letjen Supeno, Permata Hijau, Jakarta Selatan, Senin, 18 Januari 2021. Adapun tahun ini yang bertindak sebagai tuan rumah adalah Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dengan mengambil tema dari Yoh: 15:1-7 yakni : “Tinggallah di dalam KasihKu, maka kamu akan Berbuah banyak.”

Meski Pekan Doa Sedunia 2021 diselenggarakan masa pandemi Covid-19 dan di tengah keprihatinan akan beberapa musibah dan bencana yang melanda Indonesia di awal tahun, acara berlangsung dengan hikmat dan khusyuk, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketet.
Suasana pelaksanaan doa dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan parade pasangan pembawa panji bendera dari 8 Aras Gereja Nasional antara lain: KWI, Balai Keselamatan, GMAHK, GOI, PBI, PGLII, PGPI dan PGI. Pekan Doa Sedunia diikuti sekitar 60 orang, perwakilan dari berbagai aras hadir di GKRI Karmel, Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Untuk menjangkau yang lebih luas, disediakan juga layanna Live Zoom, Youtube dan Facebook, sehingga anggota-anggota aras gereja bisa mengikuti dari seluruh Indonesia maupun luar negeri turut serta bergabung. Reli doapun dipanjatkan dengan tiga sesi doa dengan diaelingi saat teduh dan kidung pujian, kemudian yang diakhiri dengan menyalakan lilin bersama.

Kemudian secara berturut-turut tampil tokoh dam pimpinan aras memberikan sambutan. Dimulai dengan Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro yang langsung menyampaikan rasa suka citanya atas berlangsung Pekan Doa untuk FUKRI.

“Ut Omnes Unum Sint, agar supaya kita menjadi satu. Kita berdoa supaya kita bersatu di tengah pandemi covid. Dengan doa melepaskan kekuatiran kita kepada Tuhan. Dalam doa kita pasrahkan kepasa Tuhan, pencipta alam semesta. Allab Bapa senantiasa mengasihi anak-anaknya,” tuturnya sembari mengakhiri dengan memimpin doa bersama.

Senada dengan itu, Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury juga menyambut baik diselenggarakannya Pekan Doa Sedunia oleh FUKRI. Malam ini, FUKRI bukan hanya dapat berdiskusi tapi juga menyelenggarakan doa bersama, harus kita apresiasi.

“Saya meyakini memulai segala sesuatu doa karena tanpa doa kita tidak bisa menghadapi permasalahan hidup. Termasuk pandemi Covid-19. Saya kira FUKRI menyelanggarakan pekan doa sedunia ingin menggumuli permasalahan dunia. Dengan doa kita bisa menyelesaikan permasalahan dunia,” tutur mantan Rektor Universitas Pattimura ini.


Kemudian secara berturut-turut tampil dari PGI, BK, GMAHK, GOI, PBI, PGPI dan ditutup ileh tuan rumah PGLII. Ketua Umum PGLII Pdt. Dr. Ronny Mandang yang bertindak selaku tuan rumah menyampaikan bahwa Pekan Doa Dunia sudah menjadi tradisi tahunan yang dijalankan bersama oleh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) yang bergiliran menjadi tuan rumah. Untuk tahun 2021 ini, PGLII dipercaya menjadi tuan rumah.

“Meski di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan PSPB yang ketat, kami (PGLII) bisa menyelenggarakan acara ini dengan baik. Kami di FUKRI sudah sepakat membatasi acara untuk mematuhi prokes. Ya meski tadi ada sedikit kendala di live streamingnya, tetapi puji Tuhan bisa berjalan dengan baik,” tutur pendeta yang murah senyum ini.
Disampaikan Gembala GKRI Karmel Permata Hijau ini, Pekan Doa Sedunia adalah tradisi WCC yang diadopsi dan dijalankan di Indonesia oleh FUKRI.

“Lewat doa kita percaya hanya membawa doa kepada Tuhan, bahwa segala permasalahan yang melanda dunia (termasuk Covid-19) bisa dihindari karena Tuhan ikut campur. Lewat doa kita membawa ke pertobatan. Intinya biar Tuhan saja yang menyelematkan umatnya dari setiap rintangan dan masalah yang ada,” ujarnya.

Sesuai tema tahun ini, kata Mandang, bahwa umat Tuhan harus berbuah, hanya jika tinggal dalam kasih Tuhan maka akan menghasilkan buah yang banyak.

Menarik di tengah acara, ada pagelaran para pemuda-pemudi menggunakan baju tradisionil Nusantara mengitari bola dunia besar, bergandeng tangan dan menyalakan lilin.

“Atraksi kecil tadi, adalah simbol dari umat Tuhan yang senantiasa dituntut memancarkan terangnya di dunia. Memancarkan kasih Tuhan di lingkungan sekitar dan di tengah keluarga,” tutup Pendeta Ronny Mandang sembari mendoakan agar masyarakat Indonesia dan juga dunia bisa terbebas dari ancaman Covid-19.

Related Posts:

PDRIS, LAHIR UNTUK MENJAWAB PERSOALAN GURITA KORUPSI DI TUBUH PARTAI POLITIK & PEMERINTAHAN RI, YANG WAJIB DIAKHIRI SUPAYA PUBLIK TIDAK SEMAKIN KRISIS KEPERCAYAAN DAN MENARUH ANTIPATI KEPADA PARTAI POLITIK & PEMERINTAH RINews

KAIROSPOSPOS.COM, Jakarta - Partai Politik harus bisa menjadi Badan Hukum Politik Terpercaya “Trusted Political Legal Entity” baik Prapemilu maupun  Pasca-Pemilu dilaksanakan.

Prapemilu, Kader dan Partai Politik tidak boleh “Menerapkan Dan/Atau Memberikan Mahar Politik” untuk tujuan mendapatkan rekomendasi politik dan juga tidak boleh membagi-bagikan Uang “Money politic’s” untuk mendapat pengaruh atau suara dari konstituen, sebab apabila hal itu dilakukan, maka ketika kader politik terpilih/menang dalam Pemilu/Pilkada, maka kadera yang bersangkutan sudah bisa dipastikan, bahwa  dia pasti akan melakukan praktek korupsi, kolusi dan Nepotisme “KKN”.

Pasca Pemilu, kader dan Partai politik, tidak boleh : “Korupsi, Menggelapkan Retribusi/Pajak, Mempersulit Rakyat Baik Atas Perolehan Izin Dan/Atu Perpanjangan Perizinan Atas Berbagai Usaha Juga Tidak Melakukan Pemerasan Dan Perdagangan Pada Rakyat Dengan Berbagai Kebijakan-Kebijakan Yang Bersifat Diskresi  Dan/Atau Kebijakan Lainnya”, seperti yang sering terjadi pada kader dan partai politik lainnya.

Bahwa Partai politik  seharusnya  adalah saranan  yang wajib berperan untuk mempengaruhi kualitas daripada suatu demokrasi dalam satu negara, artinya baik buruknya suatu demokrasi dalam satu Negara adalah sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh Partai Politik, khususnya partai politik Berkuasa, seperti pendapat  “Clinton Rossiter”, seorang tokoh  ilmuwan politik yang pernah berpendapat bahwa “Tidak Ada Demokrasi Tanpa Politik Dan Tidak Ada Politik Tanpa Partai”.

Di Indonesia, telah berpuluh tahun rakyat berjuang menyuarakan untuk memberantas korupsi, mulai jaman pemerintahan Presiden Ir Soekarno, Presiden Soeharto, Presiden Habibi, Presiden Gusdur, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudoyono, hingga Presiden Jokowi, akan tetapi sangat disayangkan hampir tidak ada satu rezim pemerintahan pun yang berhasil dalam memberantas kejahatan tidak pidana korupsi, malahan atas semangat Reformasi, telah berdiri Komisi Pemberantasan Korupsi RI atau “KPK RI” pada  sekira 19 tahun yang lalu, akan tetapi tidak juga berhasil memberantas korupsi, yang ada justeru setiap kali selesai Pemilu, “Koruptor Selalu Lahir Bagai Jamur Dimusim Hujan”, seperti halnya Beberapa Kepala Daerah dan Menteri Kabinet Jokowi yang bolak balik ditangkapi oleh KPK RI, karena kegemaran mereka melakukan tindak pidana kejahatan  korupsi.

Bahwa Partai politik adalah  “Mesin / Lokomotif”  yang memberi nafas bagi eksistensi hidupnya demokrasi, maka dari itu eksistensi partai amat penting dalam menumbuhkan kembangkan demokrasi yang baik, benar  dan sehat, artinya “Membenahi Partai Politik” adalah sama kwalitasnya dengan “Memperbaiki Kualitas Demokrasi” disuatu Negara.

Bahwa pentingnya  eksistensi partai politik adalah karena dengan partai politik, segala kepentingan politik rakyat yang beragam, dapat diakomodir dan dimanifestasikan  melalui mekanisme perwakilan kader yang ada di partai politik, utamanya oleh kader yang duduk di kekuasaan baik kekuasaan Legislatif maupun kekuasaan Eksekutif, sehingga atas  pendapat yang berseberangan, agar  menghasilkan kongklusi & solusi berupa adanya  keputusan yang sah “legitimate”  dan dapat diterima oleh masyarakat  publik dan menjadi keputusan yang sah secara hukum.

Kehadiran Partai Politik, seharusnya dapat meminimalkan konflik, terutama konflik antar SARA dan antar kepentingan lainnya. Bahwa akan tetapi akhir-akhir ini khususnya di era pemerintahan SBY dan Jokowi, konflik antar SARA dan Konflik lainnya justeru semakin sering  tidak teratasi, sehingga memicu munculnya ide untuk membangun partai politik baru bersih, sehat dan hygenis yang bernama Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera “PDRIS” yaitu Partai politik yang bertemakan sehat & sejahtera baik jasmani maupun rohani.

Bahwa ”Menyikapi semakin maraknya kasus Intoleransi dan kebencian antar sesama yang terjadi akhir-akhir ini di Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya pasca jatuhnya Pemerintahan Orde Baru dan/atau lahirnya Orde Reformasi, Pendiri PDRIS  melihat begitu banyak penyimpangan yang terjadi diberbagai sektor pemerintahan, swasta dan organisasi kemasyarakatan “Ormas”, sehingga sistem pengelolaan Bangsa dan Negara RI menjadi sangat jauh dari Harapan & Cita-Cita Luhur Para Pendiri Bangsa dan Negara Republik Indonesia, yaitu : 

Negara yang seharusnya dikelola berdasarkan Pancasila dan Konstitusi UUD 1945, dengan konsep keberagaman Bhinenka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI, akan tetapi akhir-akhir ini tidak lagi demikian, khususnya maraknya kasus tentang intoleransi, kebencian atas keberagaman : Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan “SARA” yang begitu mudah menjadi penyulut permasalahan kebencian antar sesame WNI  akhir-akhir ini, belum lagi maraknya penutupan rumah Ibadah, sulitnya membangun Rumah Ibadah tertentu, yang terkesan dilegitimasi oleh Pemerintah Pusat dan Pememrintah Daerah, dengan cara Pemerintah sengaja mendiamkan tindakan – tindakan “Ormas tertentu”  melakukan Razia 7 sweeping yang seolah-olah bertindak melalmpui Aparatur resmi Negara RI.

Kehadiran PDRIS diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan segala permasalahan Bangsa dan Negara, agar  berbagai konflik khususnya anatar SARA bisa selesaikan, ragam kepentingan dapat diakomodir, dan nilai-nilai demokrasi substansial dapat diwujudkan agar lahir demokrasi sehat & sejati.

PDRIS  akan menjadi Parpol yang terpercaya baik Pra Pemilu maupun Pasca-pemilu, PDRIS akan menjadi satu-satunya Parpol  harapan publik Indonesia karena Kader PDRIS adalah memiliki :

1. Hati Yang Baik, Sehat Jasmani & Rohani ;
2. Pikiran Yang Benar & Postif ;
3. Militan Memperjuangkan Visi, Missi Dan Agenda Politik PDRIS;
4. Fokus Hanya Di PDRIS Dan Menandatangani Fakta Integritas Bahwa Kader Tidak Ada Di Parpol Lainnya;
5. Menyetor KTP, NPWP Dan CV/ Daftar Riwayat Hidup;
6. Berjanji Tidak Akan Memberi Mahar Politik, Tidak Akan Membagi-Bagi Uang Kepada Konstituen, Tidak Akan Korupsi, Tidak Akan Menggelapankan Pajak /Retribusi, Dan/Atau Tidak Akan Melakukan Perbuatan Tercela Lainnya Dimata Hukum Dan Konstitusi;
7. Berjanji Akan Merekrut Minimal 100 Orang Masuk PDRIS Yang Memiliki Syarat 1- 6 Tersebut Diatas.

Bahwa ke 7 syarat tersebut diatas sangat diperlukan guna mencegah  ongkos politik yang mahal  yang harus dibayar oleh kader PDRIS, sebab kader PDRIS sudah cukup hanya bermodalkan ke 7 syarat tersebut diatas, telah bisa mencalonkan diri untuk tujuan merebut & menduduki Jabatan Politik Pada Legislaif Dan Eksekutif.
Bahwa selama ini, tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik sangat rendah, malahan ada pandangan masyarakat bahwa ajang kampanye Parpol pada Pemilu dan Pilkada adalah kesempatan untuk menerima hadiah atau uang suap yang siap dibagi-bagikan oleh Kader parpol lainnya, padahal tanpa disadari oleh masyarakat, hal tersebutlah penyebab maraknya Korupsi dan kejahatan lainnya bila terpilih, dan penyebab kader yang kalah masuk RS jiwa karena sudah banyak mengeluarkan mahar politik dan bagi-bagi uang pada rakyat.

Bahwa PDRIS diharapkan mampu untuk mengakhiri berbagai kejahatan tindak pidana korupsi,  karena integritas dan  komitmen partai PDRIS  terhadap pemberantasan korupsi di tubuh Pemerintahan dan NKRI tercinta ini sangat tinggi, yang dimulai dari pembenahan tubuh PDRIS, sebab korupsi yang menjerat partai politik, sangat berkorelasi dengan system kepartaian.

Bahwa system PDRIS tidak akan memberi kesempatan pada kader untuk korupsi, sebab kader PDRIS adalah orang orang terlatih dan memiliki integritas sesuai ke 7 syarat tersebut diatas, belum lagi komitmen PDRIS tidak akan pernah memotong pendapatan kader PDRIS yang akan duduk di pemerintahan Eksekutif dan legislatif, sementara di Partai lain, hal itu lazim dipotong, dengan perkataan lain, di PDRIS tidak aka ada alasan korupsi bagi kader partai, sebab tidak ada biaya/ongkos yang  mahal dikeluarkan  untuk berpolitik.
Bahwa di partai politik lain, sering kali terjadi korupsi karena Partai adalah  “Markas Pemburu Rente/ Cash Back”. 

Kasus korupsi, di parpol lainnya khususnya Parpol berkuasa, tidak hanya dilandasi motif pribadi kader untuk berkorupsi ria, akan tetapi justeru dilandassi juga oleh lembaga partai politik yang mengharuskan “Kader Politik Wajib Korupsi” untuk membiayai kegiatan parpol, termasuk beban untuk membangun kantor parpol diberbagai daerah.

Bahwa Uang korupsi yang didapat, telah nyata  disumbangkan  oleh Kader partai lain,  guna menunjang kegiatan Parpol lainnya, tempat dia berpartai politik, hal ini yamg membuat  citra buruk partai politik lain di mata public khususnya dimata masyarakat/ konstituen, sehingga masyarakat juga ikut-ikutan mendukung kejahatan korupsi tersebut dengan cara turut serta menerima pembagian uang / hadiah pada saat kampanye Pemilu / Pilkada berlangsung, dengan alasan kapan lagi kita  bisa dapat uang/hadiah, toh nanti kita juga akan dilupakan oleh para kader calon koruptor ini, janji tinggal janji yang tak pernah terealisasikan ?! kata mereka.

PDRIS tidak boleh sembarangan membuat janji – janji politik pada rakyat/konstituen, harus ada kajian ilmiah, akan tetapi kader PDRIS harus berani membuat “Kontrak Politik Secara Tertulis Bila Berjanji”, yang wajib direalisasikan ketika kader PDRIS  yang bersangkutan nanti terpilih menjadi pejabat publik  pengambil keputusan/berkuasa.

Bahwa Partai PDRIS, harus menjadi solusi dalam  manajemen pengelolaan institusi secara keseluruhan, “Trusted Political Legal Entity” terutama dalam  sistem manajemen keuangan partai PDRIS. 

Bahwa  kita sering mendengar, kecilnya dana subsidi pemerintah pada  parpol menjadi alasan untuk kerap menjadi alasan kader parpol lain untuk gemar  berkorupsi ria, hal ini berbeda dengan PDRIS yang lahir bukan dari kekuatan Keuangan, melainkan didasarkan pada Iman pada  Tuhan Elohim dan nilai-nilai Humanis yang tinggi & luhur, sehingga tidak ada alasan untuk kekurangan dana guna  membiayai kebutuhan operasional Partai PDRIS, sebab keuangan PDRIS adalah bersumber dari kader PDRIS itu sendiri berdasarkan secara sukarela.

Bahwa sebenarnya, pada tahun 2018,  Presiden Jokowi telah mengesahkan PP Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik. PP ini telah melipatgandakan subsidi keuangan parpol sepuluh kali lipat lebih besar, dari Rp 108,- menjadi Rp 1.000,- per suara.

Selain itu, sumbangan dari perseorangan bukan anggota bisa hingga sebesar Rp 1 miliar dan sumbangan perusahaan bisa hingga sebesar Rp 7,5 miliar,  sesuai  UU RI  Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik.

Khusus di PDRIS, sumbangan donator tidak boleh mengikat, apalagi sampai mempengaruhi dan/atau mengintervensi kebijakan Partai Politik PDRIS. Hal tersebut bertujuan agar PDRIS tidak terjerat oleh cengkeraman para kavitalis,  sehingga tidak menimbulkan masalah  masalah baru dalam melaksanakan Visi, Misis dan Agenda politik PDRIS.

Kegiatan PDRIS tidak boleh di sposnsori oleh para kapitalis, tujuannya agar pengambilan keputusan parpol PDRIS lebih bersifat adil, independen  / merdeka, dengan  mengedepankan asas konsensus bersama, sehingga PDRIS terbebas dari kekuasaan dan pengarus Kavitalisme, agar PDRIS tidak dimamfaatkan menjadi kendaraan untuk mempengaruhi kebijakan Pemerintah RI, dan sebagai pengaruh guna  menjaga dan meningkatkan  aset mereka dan/atau melindungi kepentingan kavitalisme mereka.

PDRIS adalah Partai Politik yang terbuka untuk umum, dan berazaskan “Nasionalis Religius”. Nasionalis artinya PDRIS adalah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,  dan Religius artinya PDRIS berdasarkan nilai-Alkitab atau nilai- nilai Ketuhanan yang Maha Esa yang besifat Universalisme.

Bahwa Pancasila adalah Ideologi dan Dasar Negara yang merupakan landasan dari segala keputusan Bangsa dan Negara RI, seharusnya menjadi satu-satunya ideologi tetap sebagai pemersatu Bangsa dan Negara RI, serta mencerminkan kepribadian Bangsa dan NKRI.

Pancasila yang merupakan Dasar & Ideologi Bagi Bangsa & Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Pancasila seharusnya dipergunakan sebagai sumber-segala sumber hukum RI, untuk mengatur pemerintahan Berbangsa & Bernegara.

Pancasila yang merupakan ide & gagasan pemersatu Bangsa & Negara RI merupakan kesepakatan bersama dari para Pendiri Bangsa & Negara Republik Indonesia, yang telah mengutamakan semua kepentingan bersama Rakyat Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke dan/atau dari Mianas sampai kepulauan Rote.

Negara dan Pemerintahan tidak boleh lagi dikelola dengan cara – cara lama yaitu berdasarkan Kebencian, Diskriminasi  dan Mahar Politik serta Money Poltic, akan tetapi Negara dan Pemerintahan RI,  harus dikelola dengan cara yang baru, yaitu Negara dan Pemerintahan RI, harus dikelola secara Profesional, Proporsional dan Obyektif dan terbebas dari semangat Intoleransi, diskriminasi  dan kebencian, baik pengelolaan Pemerintahan Dalam Negeri maupun Luar Negeri / Internasional, serta Negara RI harus ikut serta melaksanakan ketertiban dunia, dengan Konsep Kasih, Persaudaraan dan Saling Menghormati Didalam Kesetaraan.

Bahwa pada hari,  Selasa tanggal 7 Juli 2020 yang lalu, ditengan Pandemi Covid-19, telah lahir Partai Baru “PDRIS” yang terbebas dari Kejahatan Intoleransi, Kebencian, Diskriminasi dan Kejahatan Korupsi serta Money Politic yaitu : Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera ”PDRIS” yang bernafaskan kebenaran Alkitab dan berazaskan ideologi Pancasila dan Undang undang Dasar 1945 dengan semangat Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI.”

Adapun   Visi dan Misi Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera ”PDRIS” adalah sebagai berikut :

VISI:

Terwujudnya Masyarakat Indonesia yang demokratis dan sejahtera dibidang Sosial, Ekonomi, Politik dan Hak-hak Sipil, Terlindungi, Cerdas, Adil dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta menjunjung tinggi supremasi hukum & Ham yang Bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) Tahun 1945

MISI:

1. Membangun masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi penegakan hukum, keadilan, kesetaraan, dan hak asasi manusia;

2. Membangun kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang bebas beribadah sesuai keyakinannya, toleran, rukun dan damai serta saling menghormati, tanpa tekanan dan tanpa perlakuan yang diskriminasi dalam bentuk apapun;

3. Membangun masyarakat Indonesia yang mandiri, jujur, cerdas, dan berintegritas serta demokratis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara:

4. Mendorong dan mendukung pembangunan penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara yang berada dalam poros kemaritiman baik nasional dan regional, demi terwujudnya kedaulatan wilayah teritorial lewat politik Anggaran dan program-program kerja yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

5. Membangun kualitas Sumber Daya Manusia, khususnya –generasi muda yang bertalenta dan memiliki karakter serta mampu beradaptasi dengan mengikuti dan terlibat didalam perkembangan teknologi;

6. Membangun Ekonomi Indonesia yang maju, sejahtera secara merata dan menyeluruh baik dibidang Agraris -yaitu berdaulat di bidang Ketahanan Pangan kemaritiman, kelautan, dan berdaulat dibidang sumber daya Energi, Energi terbarukan, Air dan Ekonomi kreatif yang berbasis teknologi;

7. Membangun masyarakat Indonesia yang solider, berjiwa gotong royong dan kesetiakawanan sosial dalam membela Negara;

8. Membangun masyarakat Indonesia dan generasi muda yang sehat, cerdas, berprestasi, mencintai lingkungan dan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain; dan

9. Membangun masyarakat dan generasi emas yang terbebas dari perilaku korupsi, pencucian uang, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan terorisme, serta tindakan lainnya yang bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku.

Adapun lambang dan arti dari Lambang Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera ”PDRIS” adalah terdiri dari : Merpati Dan Peta Indonesia, Padi Dan KapasBersalaman Tangan, Bintang Dengan Latar Belakang Bulatan Warna Biru, Merah Dan Putih :

Burung Merpati : Melambangkan Roh Kudus/ Roh Tuhan  melindungi dan menyinari dengan sinar kasihNya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang juga melambangkan : Perdamaian, Kasih dan kesetiaan serta Takut akan Kuasa Tuhan ;

Peta Indonesia dengan warna hijau : melambang Jurisdiksi PDRIS adalah atas seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia;

Padi dan kapas: melambangkan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia;

Bersalaman : Melambang kesepakan dan hubungan yang sangat Erat antar Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan yang sangat harmonis dan baik dalam memupuk persaudaraan serta kerjasama yang baik ;

Bintang : melambangkan Perisai rakyat dan kemakmuran ;
Jumlah sayap kiri dan kanan Burung merpati sebanyak 50 helai : melambangkan jumlah Pendiri sebanyak 50 orang ;

Bulu Ekor Burung Merpati 12 Helai : melambangkan jumlah Tim kecil yang mempersiapkan seluruh perangkat partai sampai dibuat dan ditandatangninya akta pendirian PDRIS;

Jumlah Pati 7 Butir : melambangkan tanggal pendirian Partai pada Hari Selasa, tanggal 7;

Jumlah kapas 7 buah ; melambangkan bulan 7 ( Juli ) sebagai Pendirian PDRIS ;

Bulu Leher Burung Merpati berjumlah 20 Helai melambangkan tahun 2020 sebagai tahun pendirian PDRIS;

Wara Biru: melambangkan Profesionalisme, Kecerdasan, Kepercayaan diri dan kekuatan ;

Merah : melambangkan keberanian dan Pengorbanan untuk mencapai Visi dan Misi PDRIS ;

Warna Putih : melambangkan Kesucian dan Kebenaran hakiki PDRIS dalam bersikap dan bertindak mengurus Partai, Negara dan Pemerintahan!

Adapun target PDRIS adalah ikut serta dalam Pemilu 2024 menjadi “Partai Politik Peserta Pemilu” atau “P-4” untuk memenangkan minimal 30 % suara, agar bisa membentuk fraksi di DPR RI senayan dan memenangkan minimal 30 % suara untuk meraih Kekuasaan / Pemerintahan Eksekutif dan legislatif, yang bertujuan untuk mereformasi hukum dan perundang-undangan agar selaras dengan Pancasila dan undang-undang dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka NKRI serta memperjuangkan terbentuknya Undang-undang RI tentang Kebebasan Umat Beribadah dan Beragama sebagai wujud dari Konstitusi pasal 28 & Pasal 29 UUD 1945, sehingga masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sejahtera Spritual dan jasmaniah.

PDRIS, Ikut serta membentuk Pemerintahan yang baik dan benar serta berguna untuk rakyat, mengelola Pemerintahan dan Negara secara bersih, akuntabel serta professional, proporsional serta obyektif, dengan system pengelolaan keuangan yang terbuka dan transfaran serta dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia !

PDRIS, ikut membangun manusia Indonesia yang berjiwa Pancasila, takut akan Tuhan, maju jasmani dan rohani, mandiri dan hidup sejahtera. Membuka hubungan Diplomatik dengan semua Bangsa Dan Negara Khususnya dengan Israel, dengan konsep kasih dan persaudaraan didalam kesetaraan serta membangun kerjasama yang saling menguntungkan.

Bahwa dengan Visi dan Misis Serta Agenda Politik PDRIS, akan   menjawab  persoalan gurita korupsi di tubuh Partai Politik & Pemerintahan RI, yang wajib diakhiri supaya publik tidak semakin krisis kepercayaan  dan menaruh antipati kepada Partai Politik & Pemerintah RI.

Demikian Shalom_horas.

Adv. Kamaruddin Simanjuntak,S.H.
Ketua Umum PDRIS.

Related Posts: