Merawat Kebhinnekaan di kota Bandung , PGLII Kota Bandung Gelar Dialog Kebangsaan


KAIROSPOS.COM, Kota Bandung - masih dalam memperingati bulan Jibelium PGLII dan pengucapan Syukur HUT Indonesia yang ke 76 PGLII Kota menggelar Dialog Kebangsaan tema " Membangun Kesadaraan Masyarakat sebagai Perekat dalam Bidang NKRI menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh" dengan narasumber Nurul Arifin.,M.Si anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan Pakar Hukum Atiila Graziana Syafey, SH. MH.

Acara yang diselenggarakan pada jumat (17/09/2021) secara On side dan online ini di hadiri selain Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Kaum Melenial yang ada ada kota Bandung.

Ketua PGLII Propinsi Jawa Barat Pdt Benyamin Lumondo.STh

Kegiatan tersebut di mulai dengan doa pembukaan oleh Pdt.Ricardo RJ Palijama Sek Wilayah PGLII Jawa Barat yang di lanjutkan menyanyikan Indonesia Raya dalam Sambutan Ketua PGLII Kota Bandung Pdt Mulianto Halim, M.Th mengatakan bahwa Dalam rangka HUT Kemerdekaan RI yang ke 76 dan menuju kebangkitan Pemuda dalam hari Sumpah Pemuda yang nanti akan kita Peringati pada 28 Okt 2021, Sekaligus memperkenalkan kehadiran kepengurusan PGLII Kota Bandung yang memang Baru saja dilantik yang ingin berkontribusi dalam semangat yang ingin mendukung Program Pemerintah Daerah kota Bandung. Dan memperingati 50 Tahun kehadiran PGLII di Indonesia.katanya

Lanjutnya lagi bahwa kegiatan ini diharapkan ada sebuah kesadaran bersama pentingnya merawat dan menjaga keharmonisan yang sudah ada dikota Bandung, dan harapan kami Dialog kebangsaan ini membuat sebuah komitmen bersama untuk tetap merawat dan menjaga rasa solidaritas dan kesetiakawan sosial sesama anak bangsa terlebih disaat Pandemi Covid 19 ini, akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yaitu Ibu Nurul Arifin Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar yang berkenan mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan dalam menjaga keharmonisan sesama anak bangsa dan Bapak Atilla Graziana Sjafey SH. MH.
Dalam kesempatan yang sama pula ketua PW PGLII Jawa Barat Pdt Benyamin Lumondo, STh menyampaikan bahwa dengan terselenggaranya kegiatan ini saya mengapresiasi semangat seluruh pengurus PGLII kota Bandung, ini menandakan Bahwa kepengurusan PGLII kota Bandung berperan aktive mendukung pemerintah daerah kota Bandung dalam menjaga kerukunan serta keharmonisan antar umat beragama yang ada di kota Bandung melalui dialog kebangsaan ini.

Dalam Paparannya Attila Graziana Sjafey., S.H., M. H. Mengatakab Ada hal yang menarik terkait dengan tema ini, saya sangat salut dan baru kali ini saya dapatkan tema kebangsaan yang sangat dalam maknanya.

Ada upaya membangun nilai dari arti kebangsaan.
Ada kesadaran untuk mengajak sesama anak bangsa.
Masyarakat sebagai Perekat Bangsa
Dalam Bingkai NKRI artinya berada dalam sebuah Negara besar yang membanggakan
Sehingga dapat membuat Indonesia yang Tangguh dan Indonesia tumbuh

Ini lah inti dari sebuah kebersamaan sebagai Bangsa, agar dapat memahami hidup berbangsa dan bernegara.

Tentu semuanya tetap berada dalam koridor dasar negara yang Ada lah Pancasila dan UUD 45.  Untuk mewujudkan keTuhanan Yang Maha Esa.  Mempersatukan dalam persatuan IndonesiaYang dapat hidup bersama dalam bermusyawarah dan berkeadilan.

Ada 3 hal yang terutama sebagai kesimpulan dari pemaparan Attila Graziana Sjafey. S. H., M. H...Yaitu

Kedaulatan rakyat adalah yang tertinggi tetapi tetap berada dalam suatu koridor Hukum positif menurut UUD berdasarkan Aturan Hukum perundang undangan. Tentang warga Negara dan Penduduk
Hak Asasi sebagai Bangsa memiliki hak makin dalam hidup berkebangsaan.
Undang-undang telah mengatur khususnya dalam UUD tentang semuanya warga negara berhak untuk beragama sesuai dengan keyakinannya.

Dan semuanya didasarkan pada UUD yang sudah diamandemenkan.

Sedang menurut Nurul Arifin Anggota DPRI dari Fraksi Partai Golkar Dalam mengatakan bahwa kita terdiri dari negara yang majemuk begitu banyak ragamnya suku,etnis,budaya,agama dan lain sebagainya yang harus di pertahankan dalam dipersatukan dalam bingkai NKRI berdasarkan Ideologi Pancasila

Lanjutnya lagi dalam situasi pandemi ini adalah masa yang tidak biasa, dan kita masih dalam masa penyembuhan dan berharap masa masa pendemi ini akan menjadi endemi sehingga kita bisa hidup berdampingan dengan Covid 19 tidak lagi menjadi sesuatu yang menakutkan,

Dan Pandemi ini juga sudah menyatukan kita semua dalam semangat Gotong Royong,membangun rasa empati sesama anak Bangsa karena di awal awal pendemi ini melanda, banyak orang yang kaget yang akhirnya ada kepanikan massal yang terjadi diantara kita yang akhirnya saling memperkuat secara emosional, sacara batin,kita memberikan bantuan kepada yang kurang beruntung, dan semangatnya kita ingin hidup secara bersama sama melewati masa pendemi dengan selamat, dan rasa welas asih kita sesama secara mendalam katanya lagi

Dan acara ini di tutup secara simbolis dengan memberikan sertifikat kepada peserta Dialog kebangsaan yang hadir secara tatap muka (Romo Kefas)

Related Posts:

Geopolitik dan Pengaruhnya Pada Radikalisme dan Terorisme di Indonesia

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Kejatuhan Kabul di tangan Taliban apakah membawa pengaruh terhadap Indonesia terutama kepada kelompok-kelompok radikalisme dan terorisme. Agar memperoleh gambaran ataupun insight tentang situasi dan dampak radikalisasi di Indonesia Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI), menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema geopolitik dan pengaruhnya pada radikalisme dan terorisme di Indonesia Rabu 15/9/21. Narsumber dalam FGD tersebut adalah Laksda Purn Soleman B Ponto S.T., M.H mantan KABAIS, Rhesa Sigarlaki S.H., M.S.i Ketua IV PP PGLI dan Yordan Panggabean S. Sos., M.Si Ketua Komisi Kajian Stratejik PGLII. Sebagai moderator dalam FGD ini adalah Shendy Pratika, Ketua PPHKI Chapter Yogyakarta yang sedang menempuh magister hukum di UGM.
Fredrik J Pinakunary, S.H., S.E, Ketua umum PPHKI, mengatakan sesuai dengan tema tersebut FGD ini juga bermaksud melakukan pemetaan terhadap pengaruh kemenangan Taliban kepada "semangat" kekuatan radikal di dalam politik dan masyarakat sipil Indonesia. Fredrik lebih lanjut menanyakan apakah kemenangan Taliban ini akan membawa pengaruh terhadap situasi keamanan di Indonesia? Dari kejadian di Afganistan baru-baru ini, Pemerintah kita perlu berhikmat dalam merespon apa yang disampaikan oleh pihak Taliban, mengingat bahwa sususan kabinet bentukan Taliban tidak inklusif, bahkan ada beberapa nama yang masuk dalam kategori black list yang masuk menjadi pejabat penting di pemerintahan Taliban.
Belum lagi masih adanya sekelompok orang yang masih memperjuangkan adanya negara yang berdasarkan agama tertentu, dan bisa jadi spirit kemenangan Taliban tersebut menambah semangat kelompok tersebut, dengan asumsi bahwa Taliban ini menang kembali setelah menunggu dua puluh tahun. Khususnya adanya pandangan Taliban yang konon lebih modern dan demokratis itu pada kenyataannya masih sama di mana ada pembelengguan kelompok-kelompok tertentu, seperti perempuan.

Dari perspektif intelijen, Soleman B Ponto memaparkan bahwa Taliban bukan menang, dalam perang melawan Amerika, akan tetap Amerika yg keluar dari Afgainistan. Itulah sebabnya dapat dikatakan bahwa Taliban seperti mendapat durian runtuh sebagai akibat dari perjanjian damai antara Taliban dan Amerika yang dilaksanakan di Doha. Berkurangnya pasukan Amerika di Afganistan dimanfaatkan oleh pasukan Taliban untuk menyerang pemeritah Afganistan.yang menyebabkan Presiden Asraf Gani melarikan diri keluar negeri. Hal inilah yang di publikasikan sebagai kemenangan Taliban. Mengenai pengaruhnya terhadap Indonesia, ada semacam glorifikasi atas berkuasanya Taliban, sehingga hal ini dapat memberikan euforia kepada kelompok radikal-terorisme, misalnya dengan adanya  penemuan ribuan transaksi mencurigakan dan tertangkapnya salah satu karyawan BUMN di bidang farmasi terkait dengan dugaan tindak pidana terorisme dan pendanaan terorisme.

Dari perspektif hukum internasional, Rhesa Sigarlaki menyataksan terdapat ambiguitas masa perang dan pasca-perang/damai. Hal ini sekaligus membawa kerancuan perihal hukum yang berlaku, yakni antara hukum semasa perang (jus in bello) dan hukum pasca-perang (jus post bellum). Rhesa juga menggaris bawahi gagalnya operasi nation building Amerika (S&R)”, Narasumber terakhir, Yordan Panggabean mengajak gereja untuk lebih menunjukkan kepedulian dan menggunakan narasi-narasi yang lebih baik sebagai respon terhadap kondisi negara dan bangsa dari ancaman radikalisme terhadap ideologi Pancasila.

Related Posts:

Rally of Hope – Think Tank 2022 Langkah Menuju Perdamaian di Asia: Fokus pada Rekonsiliasi dan Kerjasama di Semenanjung Korea

KAIROSPOS.COM, Korea Selatan  -Berbagai tantangan menghalangi pembangunan tatanan perdamaian global yang stabil dan relatif untuk abad ke-21. Peristiwa baru-baru ini terkait dengan penarikan AS dari Afghanistan menggarisbawahi fakta ini. Dari yang sangat penting bagi dinamika geopolitik zaman kita adalah krisis yang sedang berlangsung di Semenanjung Korea, yang berdampak pada Asia Timur dan seluruh dunia. Sementara upaya menuju perdamaian telah mencegah perang lain di Asia Timur Laut, potensi konflik tetap ada dan akan melibatkan AS, Tiongkok, Rusia, dan Jepang. Sudah waktunya untuk strategi baru untuk bergerak menuju rekonsiliasi dan kerja sama di Semenanjung Korea.
Think Tank 2022 adalah sebuah upaya global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mewujudkan reunifikasi Semenanjung Korea, berikhtiar untuk membuat terobosan untuk perdamaian pada akhir 2022. “Think Tank 2022 adalah sebuah think tank virtual yang secara aktif mengumpulkan kearifan dan keahlian orang-orang di seluruh dunia yang ingin melihat perdamaian di Semenanjung Korea,” kata Dr. Thomas G. Walsh, ketua Universal Peace Federation (UPF). “Kami akan menjelajahi setiap kesempatan untuk menembus penghalang terhadap perdamaian abadi di kawasan yang bermasalah ini, yang telah terpecah selama hampir 70 tahun.”
“Sebagai orang Korea, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para ahli top dunia yang meluncurkan Think Tank 2022 untuk perdamaian di Semenanjung Korea,” kata mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. “Jaringan ini akan membuat perbedaan bagi perdamaian di Semenanjung Korea melalui persatuan internasional.”
“Rally of Hope – Think Tank 2022 yang disponsori oleh Universal Peace Federation (upf.org) akan disiarkan langsung dari Korea Selatan pada hari Minggu, 12 September 2021, pukul 07:30 Waktu Standar Jakarta. Acara ini dapat diakses melalui perangkat pintar apa pun, streaming langsung di platform media sosial di http://www.rallyofhope.us 
Tema dari Rally of Hope – Think Tank 2022 adalah “Langkah Menuju Perdamaian di Asia: Fokus pada Rekonsiliasi dan Kerjasama di Semenanjung Korea.” Meskipun Perjanjian Gencatan Senjata mengakhiri permusuhan, Semenanjung Korea terus menjadi “pusat badai” bagi perdamaian dan keamanan di kawasan itu. Para pemimpin dunia akan berbicara tentang risiko dan peluang penyelesaian masalah di Semenanjung Korea dan langkah-langkah menuju perdamaian di Asia.” 

PR & Media UPF Indonesia, Charles Pindo Rumapea, SH., CMP, menjelaskan bahwa “Rally of Hope Think Tank 2022” ini akan menghadirkan Pembicara Utama: Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Hun Sen, Presiden Komisi Eropa José Manuel Barroso (2004-2014), Presiden Republik Filipina Gloria Macapagal Arroyo (2001-2010), Perdana Menteri Republik India H.D. Deve Gowda (1996-1997), dan Presiden Republik Serbia Nataša Mići (2002-2004). Pendiri UPF Hak Ja Han Moon akan memberikan pesan harapan khusus pada Pidato Pendiri. Beberapa Rally of Hope sebelumnya telah menyediakan platform bagi para ahli top untuk berbicara tentang masalah kompleks yang dihadapi planet kita, seperti: perubahan iklim, titik penting geopolitik, tantangan pandemi virus corona, menghormati veteran Perang Korea pada peringatan ke-70, peran keagamaan dalam pembangunan perdamaian, dan banyak lagi. Setiap orang dapat bergabung dengan melakukan registrasi melalui tautan: https://tinyurl.com/ROH7regIDN 

President UPF Indonesia, Alfred Forno, menjelaskan bahwa Pendiri UPF Dr. Hak Ja Han Moon adalah inspirasi di balik Think Tank 2022. Dia dan mendiang suaminya, Rev. Dr. Sun Myung Moon, keduanya lahir di tempat yang sekarang disebut Korea Utara. Melihat damai di tanah air mereka adalah tujuan seumur hidup. Baik Ibu Moon dan suaminya menderita di Korea Utara—dia disiksa karena menyebarkan kabar baik  dan sabagai gadis kecil Ibu Moon dulu dipaksa untuk mengungsi untuk keselamatannya ketika pecah Perang Korea. Terlepas dari beberapa dekade aktivitas mereka melawan komunisme di seluruh dunia, keluarga Moon kembali ke Korea Utara pada tahun 1991 dengan harapan untuk rekonsiliasi, dan mulai menanam benih reunifikasi setelah pertemuan yang sukses dengan Ketua Kim Il Sung.
“Sejak diluncurkan pada Rally of Hope ke-6, yang diadakan secara daring dengan jutaan peserta dari 193 negara, Think Tank 2022 telah mengadakan beberapa kegiatan untuk mengedepankan pemahaman tentang Korea dan mengeksplorasi tugas dan jalur untuk dialog, rekonsiliasi, dan kerja sama antar-Korea. Tema menyeluruhnya adalah bahwa tujuan jangka panjang dari reunifikasi harus berkembang di seputar inti dari cita-cita—interdependensi, kemakmuran bersama, dan nilai-nilai universal.” Terang Alfred Forno.
“Universal Peace Federation (UPF) adalah sebuah lembaga nirlaba pada ketentuan 501(c)(3) dan LSM dalam Status Konsultatif Umum dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuh asosiasi utamanya yang mempelopori Think Tank 2022 adalah Dewan KTT Internasional untuk Perdamaian (ISCP) dan Asosiasi Internasional Ibu Negara untuk Perdamaian (IAFLP), Asosiasi Internasional Anggota Parlemen untuk Perdamaian (IAPP), Asosiasi Lintas Agama untuk Perdamaian dan Pembangunan (IAPD), Asosiasi Media Internasional untuk Perdamaian (IMAP), Asosiasi Internasional untuk Perdamaian dan Pembangunan Ekonomi (IAED), Asosiasi Internasional Akademisi untuk Perdamaian (IAAP), dan Asosiasi Internasional Seni dan Budaya untuk Perdamaian (IAACP).”   

Media Contact:
PR & Media UPF Indonesia
Mr. Charles Pindo Rumapea, S.H., CMP
M: +62812-9881-0503
E: indonesia.prmedia@upf.org

Related Posts:

KEGIATAN BAKTI SOSIAL TERDAMPAK PANDEMIC COVID-19 BIMAS KRISTEN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI BANTEN BERSAMA PENYULUH AGAMA KRISTEN NON PNS SE PROVINSI BANTEN


KAIROSPOS.COM, Banten - Pada hari Selasa (14/09/2021) di tengah situasi Pandemic Covid-19 saat ini, ada begitu banyak masyarakat yang terdampak secara ekonomi. Dalam rangka meringankan beban masyarakat saat pandemi Covid-19, Bimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten bersama dengan Para Penyuluh Agama Kristen Non PNS di lingkungan Bimas Kristen Kementerian Agama Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Bakti Sosial bagi masyarakat tedampak Covid 19.

Dalam kegiatan Bakti Sosial ini, diserahkan bantuan berupa 120 (seratus dua puluh) paket sembako dan vitamin kepada umat Kristen dan atau masyarakat yang terdampak Pandemic Covid 19. Sasaran bantuan paket sembako dan vitamin ini adalah umat Kristen dan masyarakat di 4 (empat) wilayah kabupaten/kota di provinsi Banten yang terdampak Covid 19 yakni kota Tangerang, kota Tangerang Selatan, kabupaten Tangerang , kota Serang dan sekitar.
Ada pun Paket Sembako dan Vitamin ini merupakan hasil penggalanan dana dari Para Penyuluh Non PNS Kristen provinsi Banten dan Donatur yang dilakukan secara gotong royong.
Bakti Sosial ini digelar secara simbolis di Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten selanjutnya akan disebar oleh Pengurus inti Penyuluh Agama Kristen Non PNS di 4 (empat) Kabupaten/kota di provinsi Banten.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Bapak H.Miftahuddin Djabby, S.Si., M.S.i sekaligus turut mengapresiasi keigatan ini dan berharap bantuan ini dapat memberi manfaat dan berkat bagi masyarakat yang menerima di tengah Pandemic Covid 19 yang belum berakhir. Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten Pdt.Dr.Junit Sihombing, M.Th juga menyampaikan terima kasih kepada para penyuluh non PNS Kristen dan semua pihak yang
telah turut mendukung terlaksananya kegiatan Bakti Sosial sebagaiamana Firman Tuhan berkata “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu ! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (Galaia 6:2). 

Penulis : Daniel

Related Posts:

SOSIALISASI PERDA PROVINSI DKI Jakarta bersama August Hamonangan SH., MH., Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI

Jakarta - Jumlah volume sampah yang terus menerus bertambah tiap harinya seiring mobilitas dan pertambahan warga DKI Jakarta sehingga akhirnya akan menimbilkan krisis sampah, saat ini jumlah produksi sampah warga DKI Jakarta 7.700 ton perharinya untuk dibuang ke Bandar Gebang Bekasi sedangkan TPA Bandar Gebang sudah over loaded. Cara cerdasnya adalah dengan menekan jumlah pembuangan sampah dari rumah ke rumah dengan cara cara yang cerdas dan disiplin. Permasalahan ini disosialisasikan melalui "Sosialisasi PERDA PROVINSI DKI JAKARTA bersama August Hamonangan, SH., MH." di Rt.03 RW 07  Kelurahan Mampang Prapatan Jakarta Selatan

August Hamonangan mengatakan "Salah satu variabel untuk mengetahui apakah pihak eksekutif yang terkait dengan apa yang kita sosialisasikan yaitu pada pengelolaan sampah, ternyata apa yang kita lihat dilapangan warga sendiri belum paham alur pengelolaan sampah mulai dari tingkat awal perlu pemilahan sampah rumah tangga hingga dibawa ke pembungan sampah itu semua dijelasksn dalam Sosperda ini sehingga kita dapat banyak masukan dan manfaat dan akhirnya dari dinas lingkungan hidup Jakarta Selatan bisa lebih berkontribusi lebih memperhatikan lagi lokasi Rt.03/Rw.07 Kelurahan Mampang Prapatan yang sudah memiliki tempat pengelolaan sampah" ungkapnya

Sementara Lastri perwakilan Sekretaris Kelurahan Mampang Prapatan mengatakan "Sosialisasi Sosperda ini sangat bernanfaat untuk warga dimana penjelasannya sampai kebawah, di wilayah ini sudah ada tempat pengelolaan sampah tapi berhenti karena kurangnya suporting dari berbagai pihak, semoga dengan acara ini dapat beroperasi kembali" terangnya.
Dalam sosperda tersebut hadir beberapa pemateri antaranya Yusuf Mujiono yang memberikan materi hak dan kewajiban masyarakat dalam pengelolaan sampah, Heru, Johanes dan Danang yang menutuf dengan materi bahaya yang ditimbulkan sampah. Karena ancaman nyata sampah jika tidak dikelola dengan  baik, maka peran masyarakat menjadi penting paling tidak dimulai dari kesadaran diri untuk memilah sampah

Related Posts:

Ade Armando : Gubernur DKI Tak Perlu Takut Hadapi Interpelasi


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Kempesnya usulan interpelasi dari duo fraksi Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P)  dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena kurangnya dukungan dari 7 fraksi yang lain membuat sebagian masyarakat bertanya, hal itu mewujud dalam bentuk kiriman papan bunga untuk mendukung interpelasi mengenai penyelengaraan Formula E tahun 2022 yang dinilai menghabiskan dana milyaran tersebut. Sementara disisi lain kondisi pandemic berdampak perekonomian yang signifikan. 
Namun demikian bagi yang setuju terhadap pelaksanaan Formula E ini sebetulnya tak perlu ada interpelasi cukup minta keterangan saja kepada gubernur tentang persoalan tersebut. Selain itu dengan digelarnya formula E akan menaikan posisi tawar Indonesia terhadap dunia internasional. Pro dan kontra tersebut memang ada, untuk mencoba mengulik tentang penyelenggaraan balaban mobil ini Persatuan Waratawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) menggelar webinar Jumat 10/9/21 dengan tema Pro Kontra Penyelenggaraan Formula E di mata Masyarakat.   
Ade Armando penggiat media sosial yang selalu berpikir kritis dengan tayangan youtubenya mengajak pemirsanya memakai logika sehat dalam webinar tersebut tegas bahwa  adanya dipekarangan DPRD dikirm  banyak karangan  bunga  sebagai bentuk suara hati warga DKI menolak sirkuit Formula E, terangnya, 
Maka lanjut Ade harusnya Anies Baswedan sebagai gubernur  menjelaskan edukasi manfaat formula E bagi warga DKI secara terbuka, tidak perlu takut untuk menghadapi interpelasi, baginya interpelasi ini tidak akan mengarah menjatuhkan posisi Anies menjadi gubernur, toh tahun 2022 Anies sendiri sudah berakhir masa jabatannya.
Tetapi bagi sebagian masyarakat pengen tahu seperti apa pelaksanaan Formula E ini dan seberapa besar keuntungannya jika memang dilaksanakan. Selain mengkritisi Gubernur Anies, Ade juga mengkritik tajam kepada anggota dewan yang menolak mengadakan interpelasi tersebut. Seharusnya sebagai wakil rakyat memberikan edukasi dan penjelasan kepada masyarakat sejauhmana manfaat Formula E ini, apalagi di masa Pandemi .
Sedangkan August Hamonangan, SH, MH anggota DPRD Fraksi PSI yang juga turut menjadi narasumber dalam webinar Pewarna mengatakan tidak tepat dan keberatan adanya Formula E di DKI Jakarta, apalagi disaat wabah pandemikian, August berharap karena penyelenggaraan itu memakai uang  rakyat, akan lebih tepat kalau uang tersebut dipakai membantu rakyat yang saat ini.sedang terganggu ekonominya. Karena dengan anggaran tersebut mampu menggerakan UMKM dan dana Bansos itu lebih penting, tegasnya
Memang penyelenggaraan Formula E ini dari awal menjadi silang pendapat, termasuk waktu itu terjadi peenbangan pohon-pohon yang usianya cukup tua di kawasan Taman Monas Jakarta. 
Diskusi semakin menarik dipandu Thony Ermando Jurnalis senior dari media Reformatanews, Kairospos ini saat memberikan kesempatan tokoh muda asli Betawi Eki Pitung yang saat ini memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Umum Bamus Betawi. Eki mencoa menjelaskan tentang interpelasi sekalipun memang bukan ranahnya karena itu ranah anggota dewan, di mana interpelasi sudah tidak sesuai mekanisme dan berkesan sepihak, pertanyaannya kenapa yang mengajukan interpelasi itu hanya dua partai sedangkan tujuh peratai lainnya, belum lagi dalam pengajuan interpelasi tanpa mengajak Bamur Betawi di mana disana ada aturannya. 
Eki justru melihat bahwa pelaksanaan  Formula E oleh gubernur Anies ini dapat menguntungkan dengan penjualan tiket orang seluruh dunia akan datang untuk menonton dengan kedatangan para penonton ini akan membawa manfaat bagi negera kita, alangkah baiknya kalau semua pihak mendukung kebijakan pemerintah, sedangkan mengenai anggaran toh sudah dibicarakan sebelum terjadi pandemic. 
Namun demikian sebagai petugas Covid 19 juga, penyelenggaraan itu masih dengan catatan sepanjang pandemic sudah tidak terjadi lagi, jika pandemic masih terjadi dan melanda dirinya pertama yang akan menolak pelaksanaan Formua E ini. 
Sedangkan Charles Eduard Sianturi, SE  Ketua DPW Majelis Umat Kristen Indonesia pengurus DKI Jakarta. Sebagai represtasi umat menyesalkan sikap 7 partai lain menolak menggunakan hak interpelasi dan hanya dua partai PDI P dan PSI padahal sudah seharusnya partai sebagai wakil rakyat itu bersuara dengan penggunaan anggaran yang begitu besar dari uang rakyat, belum lagi saat ini sedang terjadi pandemic sehingga kehidupan masyarakat mengalami kesulitan. 
“Uang negara itu uang rakyat artinya rakyat berhak mengontrol melalui DPRDnya, sedangkan BPK sudah melakukan perannya melakukan audit karena ini bentuk tanggung jawab”, tandas Osner Johnson Sianipar seorang praktisi hukum yang merupakan narsumber ke lima dalam webinar tersebut. 
Sebagai praktisi hukum Osner mewanti-wanti karena ini penggunaan uang negara maka ketika terjadi penyelewengan penegak hukm atau KPK, Kepolisan bisa melakukan penyelidikan jika memang ditemukan penyalahgunaan, ungkapnya tegas. Senada dengan Charles Osnerpun melihat daripada anggaran dipakai penyelenggaraan Formula E akan lebih bermanfaat untuk memulihkan perekonmoian masyarakat dengan menggerakan Usaha usaha menegah kecil. 
Dalam rangkuman beberapa peserta dan juga narasumber bahwa inetrpelasi ini bukan ingin menjatuhkan Gubernur Anies tetapi semata mengingatkan saja sebagai bentuk kepedulian dan jika memang ini sudah sesuai dengan peruntukannya bisa jadi menjadi point khusus Anies kalaupun ingin maju menjadi presiden

Related Posts:

Lurah Duren Jaya Pantau Langsung Vaksin Massal di RW. 013

KAIROSPOS.COM ,  Kota Bekasi - Gebyar Vaksin  Massal Kembali di laksanakan di Kantor Sekretariat RW. 013 Kelurahan Duren Jaya Kecamatan Bekasi Timur.

Kegiatan tersebut di Pantau Langsung oleh Lurah Duren Jaya Fredi Tridiansah, ST.,M.Si yang di dampingi oleh Kasie Ekbang dan Kasie Epem kelurahan Duren Jaya, menurut Lurah Duren Jaya kepada Kairospos.com bahwa Pelaksanaan Vaksin ini bisa berjalan baik tertib dan lancar ini bisa terjadi karena peran para Tokoh Masyarakat dan Peran Tokoh Agama yang ada di Wilayah RW.013 yang tak pernah kenal lelah mensosialisasikan tentang pentingnya di Vaksin kata Lurah yang dekat dengan Masyarakatnya ini.
Dan Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta insan Pers yang ikut meliputi kegiatan Vaksin Massal ini, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan respon warga masyarakat juga luar biasa antusiasnya untuk di Vaksin katanya lagi.

Menurut kepala Puskesmas drg Ria Joesriati yang juga hadir dalam pelaksanaan Vaksin Massal tersebut menjelaskan bahwa animo masyarakat Duren Jaya pada umumnya sangat antusias untuk di vaksin karena saya percaya ini tak lepas dari peran pak Lurah dan jajarannya serta para Tokoh - tokoh Masyarakat yang ada di wilayah Kelurahan Duren Jaya, sehingga pencapaian Masyarakat yang sudah divaksin di kelurahan Duren Jaya sampai hari ini sudah mencapai 70%  Jelasnya lagi ketika di tanyakan oleh pelitanusantara.com

Ditempat sama Kairospos.com berhasil juga mewawancara Ketua Lingkungan RW. 013 Yusrizal yang menjelaskan keberhasilan Setiap Pelaksanaan Vaksin di Sekretariat RW. 013 ini Tidak Lepas dari Peran Ketua - Ketua RT, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang ada di lingkungan RW. 013 sehingga semangat dan antusias warga untuk di vaksin itu luar biasa respon kata Yusrizal, dan harapan saya bahwa Corona ini bisa cepat berlalu dari Wilayah RW. 013 khususnya
dan di wilayah kelurahan Duren jaya serta kota Bekasi. Kegiatan aktivitas warga pun bisa kembali dengan Normal tambahnya lagi (Aris Budianto)

Related Posts:

RAKERDA IV DPW MUKI DIY, YUSUF LANGKE : TETAP JALANKAN PROGRAM KERJA

KAIROSPOS.COM, Yokyakarta - Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kamis 9 September 2021 melaksanakan rapat kerja ke-4 bertempat di Sasando Resto & Coffee, jl. Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta.

Raker dipandu oleh Pdt. Sarlin Mataheru, kepala biro wanita dan anak.Dibuka dengan menyanyikan  lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Rakerda IV DPW MUKI diawali dengan pembacaan laporan pokok-pokok program yang sudah berjalan selama 1 tahun (2020/2021) oleh sekretaris wilayah Yopiter Ome. 

Selanjutnya arahan disampaikan oleh Albert Yusuf Langke ketua MUKI wilayah DIY. "Peserta rakerda membuat program-program kerja yang disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini" ungkap Yusuf Langke.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa DPW MUKI DIY tahun ini sudah mendapat dana hibah dari APBD DIY melalui kesbangpol propinsi untuk menjalankan roda organisasi ke depan. Untuk itu masing-masing ketua biro memberikan laporan kerja. Selain itu kedepan Harus dibuat laporan keuangan Tahunan DPW MUKI DIY secara detail sebagai  bentuk pertanggungjawaban atas dana hibah yang diterima. "Laporan keuangan harus dibuat dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat tindak pidana korupsi, cetus ketua DPW.

Acara dilanjutkan dengan perkenalan anggota baru yang menambah personil pengurus yaitu 2 orang wakil ketua dan 1 wakil sekertaris. Yakni Jacky L, Daniel D dan Ariyanto.

Dengan penambahan personil ini diharapkan MUKI DIY ke depan semakin berkiprah menolong umat dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta para Stakeholder yang ada di propinsi Yokyakarta, tukas Yusuf.

Sebagai informasi MUKI DPW DIY berperan aktip dalam mendukung  program vaksinasi massal, pembagian masker dan kerjasama dengan organisasi masyarakat yang ada di Yogyakarta. (HS/JP) 

Related Posts:

Giring Ganesha Nidji dan Herzaki Mahendra Generasi Muda Menjadi Pengubah dan Penentu Sejarah Indonesia

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Melalui obrolan melalui media daring  Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA)  bersama dua  Narasumber muda atau bisa dikatakan politisi muda antaran Giring Ganesha Plt Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Herzaky  Mahendra ketua litbang dan media Partai Demokrat.

Lalu seperti apa padangan mereka tentang Indonesia ke depan, Giring Ganesha yang juga seorang artis penyanyi yang tergabung di Band Nidji ini berpendapat meski mengalami pasang surut yang di alami bangsa Indonesia, peristiwa 1998 era di mana pergerakan Orde Baru menuju reformasi.

Lalu membuahkan hasil tersikapnya para koruptor meski tak dipungkiri ada yang lolos juga, namun dengan keberadaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi bukti bahwa Indonesia serius memeranginya, ini semua demi terwujudnya kesejahteraan negeri ini tambah  Giring mengawali bincang talk show yang dipandu Ashiong Munthe litbang PEWARNA malam itu, Rabu 1/9/21. 
Giring melanjutkan bahwa tantangannya kemudian muncul lagi  adanya politik identitas yang membelah masyarakat. Lagi, munculnya intoleransi dan issue issue sektarianisme tentu sebagai kader PSI memastikan akan selalu berada di garis depan demi mencegah hal tersebut terulang kembali 

PSI, tegas Giring sebagai partai anak muda  tetap berkomitmen menjaga keragaman, kesetaraan serta mengupayakan kesejahteraan yang terus diperjuangkan.

Imbuhnya muda bukan berarti masalah umur yang sekedar angka melainkan gagasan, semangat fresh serta jiwa muda.

Dalam menangkal paham radikal anti Pancasila, PSI bersama orang orang mudanya berkomitmen menempatkan kadernya sehingga menutup celah di parlemen agar tidak terisi dengan para perongrong NKRI.

“Jangan sampai ada ruang yang bisa digunakan bagi mereka yg berambisi menggoyang Pancasila dengan dalil apapun. LBH / Para Jubir PSI pasti akan ada di garis depan ketika intoloreransi muncul”, tegas Giring serius.

Bicara warisan masa masa lalu yang kini menjadi tantangan kaum muda adalah korupsi dengan hukuman yang ringan, tidak mempunyai efek jera bagi pelakunya, kami ingin hukuman seumur hidup dan pembalikan kekakayaan ini akan kami perjuangan hingga tingkat pembuat kebijakan .
 
Hal Senada juga diungkapan oleh Herzaky, tokoh muda dari partai Demokrat.
Menyikapi perbedaan Herzaki tokoh muda ini tegas bahwa tidak semua kita harus dengan baju yang sama, untuk menuju Indonesia Emas. Dibutuhkan kolaborasi antara generasi muda dan generasi pendahulu.

Berbeda pandangan dalam politik merupakan hal yang biasa apalagi Demokrat sedang bersih bersih supaya tidak ada ruang ruang gelap yang terisi oleh penumpang gelap.

Politik identitas memang jahat dan jelas tidak akan bertahan lama , justru para buzer medsos kini perlu diwaspadai. Meski era jejaring sosial, di mana harus melek teknologi, penyebar hoax, fitnah serta propaganda tersebelung perlu kita perangi juga, agar kita tetap hidup dalam keberagamam.
Korupsi, kasus yang sempat membuat Demokrat tersandung di masa lalu, kini dalam perspektif masa kini di mana banyak terisi kader muda yang belajar dari pengalaman, memastikan tidak akan menjumpai lagi kejahatan kejahatan yang terjadi di ruang gelap. 

“Kami membuka ruang dialog dengan transparan serta komitmen yang bertolak belakang dari pengaruh sesuatu yang merugikan bangsa. ini yang membuat pandangan kami berbeda, sehingga sempat muncul dualisme kepemimpinan dalam partai”, ucapnya Herzaki mencoba menjelaksan apa yang terjadi dengan partainya ketika itu. 

Politik boleh beda pendapat tetapi perlu bukti untuk menuntaskannya, perlu kontrol serta proses terukur dalam penyelesaiannya.

Dalam akhir diakusi para narasumber dan pemerhati sepakat, Giring dalam hal ini menegaskan bahwa ujian bangsa saat ini adalah pandemi covid-19 yang mengajarkan kepada kita semua tentang solidaritas dimana kita memperhatikan satu sama lain peduli kesehatan sesama,selain isu isu panas yang terjadi, Kita sudah terbukti sebagai Negara yang berbudaya Gotong Royong, .

Sementara Herzaki mengatakan urgensi untuk segera terbebas dari pandemi ini fokus membantu masyarakat baik kita yang berada dalam pemerintahan maupun sebagai masyarakat biasa di mana orang orang baik bisa berbuat sefektif mungkin, Pandemi tidak boleh menghilangkan hak dasar masyarakat yakni hak untuk hidup serta kehilangan ruang publik dalam bertahan untuk hidup.

Kiranya Masa depan Indonesia setelah 76 tahun Merdeka ,bukan sekedar mimpi, di generasi kita lah mimpi itu menjadi nyata. Menjadi pemuda yang mengubah serta penentu sejarah Indonesia yang sesungguhnya.

Related Posts:

BNN Fokan dan GMDM Kembali Membagikan Sembako Pada Msyarakat Utan Kayu Selatan

KAIROSPOS.COM, Jakarta -Belakangan ini kondisi masyarakat tak dipungkiri kehidupan perekonomiannya mulai goyah, akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan karena perusahaannya di tutup dan tak beroperasi lagi. Demikian juga dengan usaha-usaha kecilpun yang sebelumnya mulai bergeliat terpaksa juga gulung tikar akibat pemaparan virus corona yang menggila. 

Tak ayal kalau masyarakat mengalami banyak kesulitan,  perekonomian menurun memang  pemerintah sudah berupaya menggelontorkan bermacam bantuan termasuk pembagian sembako kepada masyarakat terdampak. Namun demikian bantuan-bantuan tersebut belum mampu mengeluarkan persoalan ekonomi bagi masyarakat tersebut. 
Kemudian pemerintah mengajak relewan-relawan sesama anak bangsa agar turut peduli membantu mereka yang terdampak secara ekonomi karena paparan covid19. Dan salah satu relawan atau lembaga tersebut yang terpanggil membantu sesama adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Fokan, GMDM dan Pokja Jurnalis. Terjun langsung ke tengah masyarakat dengan memberikan bantuan sembako. Bahkan sudah beberapakali pembagian sembako itu dilakukan baik di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Bogor bersama relawan-relawan anti narkoba. 
Termasuk hari ini BNN, Fokan, GMDM dan Pokja Jurnalis  kembali menggelar pembagian sembako yang dipusatkan di Kantor Kelurahan Utan Kayu Selatan Jalan Galursari Timur Jakarta Timur, di mana Ibu Tri Sekretaris Kelurahan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur menerima bantuan tersebut. 

Irjen Pol Arman Depari Deputi pemberantasan Narkoba yang hari ini sedang merayakan ulang tahunnya Rabu 1 September didampingi Drs. Sufyan Syarif Deputi Pencegahan Narkoba serta Ketua Umum Fokan Jeffry Tambayong S.H turun langsung membagikan sembako kepada 14 RW di Kelurahan Utan Kayu Selatan. 

Selain warga masyarakat di kelurahan Utan Kayu Selatan pembagian sembako sebanyak 1000 paket ini juga diberikan kelompok masyarakat lainnya seperti PSU, JLP, FKDM, sebuah Pondok Pesantren di Pamulang, Para tenaga kasar di pemakaman Pondok Rangon, Jakarta Timur  serta kelompok masyarakat lainnya, seperti pemulung dan juga warga sekitar kantor kelurahan yang tak mampu.

Irjen Arman Depari dengan wajah yang sumringah mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yakni para donatur yang telah memberikan bantuannya yang diwujudkan dalam bentuk sembako yang diberikan kepada masyarakat.

“Karena ini bentuknya bantuan sosial saya harap bapak ibu tidak melihat seberapa banyak bantuan yang kami berikan, namun semua itu kami berikan dengan tulus hati dengan harapan dapat sedikit membantu yang terdampak khususnya masyarakat Kelurahan Utan Kayu Selatan”, tandasnya saat memberikan sambutan. 

Lebih lanjut Arman memaparkan bahwa bantuan ini berkat kerjasama BNN serta para relawan penggiat anti narkoba seperti Fokan dan GMDM serta Pokja Jurnalis. Adapun kegiatan ini sudah dilakukan ke empat kalinya sepanjang dua bulan ini sebanyak 5000 paket yang terdiri dari bahan pokok makanan serta lauknya. 

“BNN sendiri sifatnya sebagai koordinator, maka ketika masih banyak relawan dan para donatur yang memberikan bantuan maka kegiatan ini akan terus berlanjut hingga covid19 usainya”, tegasnya. 

Tak lupa Arman mengajak kepada seluruh masyarakat agar saling membantu bagi mereka yang membutuhkan. Dan terpenting masyarakat tetap menjaga kesehatan mematuhi aturan dari pemerintah untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan mudah-mudahan pandemic ini tetap berlalu, sehingga tetap tumbuh sehat dan tangguh. 

Sementara Jeffry Tambayong ketua umum Fokan dan GMDM mengucapkan terimakasih atas dukungan BNN, TNI, POLRI dan semua relawan anti narkoba, di kesempatan itu Jeffry menambahkan bahwa sepanjang pandemic terjadi, pembagian sembako sudah dilakukan sebanyak 12 kali yang meliputi wilayah Jabodetabek. 

“Rencana pembangian sembako ini akan kita lakukan setiap minggu sampai pandemic ini berakhir, untuk itu doakan saja”, pinta Jeffry berharap.  

Bantuan ini bukan kelebihan tetapi diuoayakan dengan segala keterbatasan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, sehingga memunculkan semangat kegotorongan bakti sosial NKRI. Karena dengan bersatu dan gorong Royong makanya Indonesia bersinar artinya bersih dari narkoba juga, tandasnya.

Related Posts:

PEDULI KESELAMATAN PENGGUNA JALAN, BAKSOS RELAWAN DPD KAMIJO SINGKAWNG UNTUK PERBAIKAN JL.POROS SAGATANI

Sngkawang - Semenjak Era Kepemimpinan  Presiden Soeharto hingga sekarang kondisi jalan Poros PASI ( Pangmilang Sagatani ) tidak pernah diperbaiki maksimal oleh Pemerintah, ditambah lagi sekarang dibulan Agustus-September pada tahun 2021 ini dimana musim penghujan tinggi kondisi Jalan Poros tersebut sangatlah memprihatinkan, bahkan ada beberapa titik jalan dan jembatan  tersebut hampir putus (1/9/2021).

Seperti yang kita ketahui bersama sebanyak lebih dari 8000 Jiwa penduduk di kelurahan Pangmilang dan Kelurahan Sagatani sangatlah bergantung darinya belum lagi penduduk dari kabupaten Bengkayang ; Goa Boma, Rantau sebaju dan sekitarnya selalu menggunakan akses jalan dan jembatan satu-satunya ini,"Jika ketika hendak pergi mencari kebutuhan pokok mereka ke Kota Singkawang. 

Diinisiasi Oleh DPD  Relawan Jokowi," Lembaga Kader Militan Jokowi *KAMIJO* Kota Singkawang yang baru terbentuk bersama dengan berbagai elemen ; Karang Taruna Sagatani, Karang Taruna Pangmilang,, LPM Pangmilang dan Sagatani, Lembaga Adat Pangmilang dan Sagatani scara sadar tergerak untuk melakukan *BHAKTI SOSIAL SWADAYA MASYARAKAT* untuk memperbaiki jalan Poros Pangmilang Sagatani, Yang akan dilaksanakan pada Hari Sabtu-Minggu tanggal 4 dan 5 Septeber 2021,  karena begitu penting/urgensinya  jalan tersebut tidak dapat lagi menunggu Program Pemerintah Kota Singkawang apalagi didalam masa Pandemi Covid 19 saat ini.
"AR Budi Van Darol, Ketua Karang Taruna Pangmilang mengatakan, “ Sekarang kami warga masyarakat Pangmilang harus bergerak sendiri untuk memperbaiki jalan ini, karena kondisi jalan ini benar-benar sangat memprihatinkan, sebenarnya sudah sering terjadi  adanya korban pengguna sepeda motor yang jatuh di jalan yang rusak tersebut, kendaraan roda empat juga sering terperosok hingga harus mendapatkan pertolongan untuk melalui jalan tersebut.

"Hal senada juga disampaikan oleh Stanle Jung Ketua Karang Taruna Sagatani “ ditempat kami lebih parah kemarin malahan ada jembatan yang sudah putus, padahal jembatan itu adalah satu-satunya sarana penghubung antara Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang, kami sebagai pengguna jalan dan jembatan ini harus segera mengambil sikap, kalau tidak kami siapa lagi yang akan peduli.

"Lurah Pangmilang yang ditemui saat dilakukan koordinasi mengenai rencana Bhakti Sosial ini menyambut baik akan rencana positif dari berbagai elemen warga ini “ hal positif ini tentunya sangat kami dukung dan kami akan melibatkan warga juga untuk pelaksanaan kegiatan Bhakti Sosial yang akan dilakukan”
Begitu pula halnya Lurah Sagatani M Naziri, “ kami menyambut baik akan terselenggaranya Bhakti Sosial ini, saya akan berpartisipasi aktif Insya Allah saya akan membantu semaksimal mungkin” dan disaat itu pula beliau menyerahkan bantuan material Batu sebanyak 5 Truk.   
  
Sudomo ketua Kamijo DPD Kota Singkawang menyampaikan kepada awak media “ Kami tidak mempunyai  kemampuan apapun dalam melaksanakan kegiatan ini", dengan bermodalkan niat yang tulus Bismillah Dengan Nama Tuhan kegiatan ini pasti akan terealisasi , Alhamdulillah Puji Tuhan hari ini sudah masuk material yang di perlukan untuk kegiatan Bhakti Sosial tersebut, dan akan berlanjut terus, perhari ini kami telah mendapatkan konfirmasi awal sebanyak 12 Truk, nanti akan kami transparansikan semua pihak-pihak yang berkontribusi  dalam kegiatan ini pungkasnya.
*(Kontributor ; Dhani)*

Toge/Red

Related Posts:

PEWARNA Bekali anggota FORMAG Pelatihan Penulisan Dasar Jurnalistik

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Banyaknya kegiatan baik gerejawi maupun diskusi maupun seminar yang diadakan berbagai komunitas termasuk Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG)  itu sendiri membutuhkan publikasi, terhadap apa yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut.  Namun keterbatasan anggota dalam membuat laporan secara jurnalistik itulah sehingga kegiatan -kegiatan tersebut tidak terpublikasi. 

Dalam rangka membekali anggotanya untuk bisa menuliskan kegiatan tersebut dua hari berturut-turut tepatnya Senin 30-31 Agustus 2021 Formag bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA) mengadakan pelatihan dasar-dasar jurnalistik secara online (Zoom).

Acara pelatihan dibuka oleh Ketua Umum PEWARNA Yusuf Mujiono serta sambutan Pnt Benyamin Obadiyah Ketua FORMAG .Yusuf sangat menyambut baik atas kerja sama  adanya pelatihan jurnalistik bagi anggota FORMAG. Diharapkan dengan pelatihan ini semakin banyak yang memiliki minat untuk membuat berita, sehingga memperkaya berita di media-media yang jurnalisnya bergabung di Pewarna. 
Disisi lain Yusuf menekankan  dengan pelatihan ini, setidaknya mereka yang sudah mengikuti pelatihan agar ketika menuliskan di status media sosialnya lebih berhati-hati dan menggunakan kaidah-kaidah yang sudah didapatkan selama latihan. 

Senada dengan Yusuf Pnt Benyamin juga berharap bagi anggota FORMAG yang sudah dilatih akan mampu membuat berita kegiatan-kegiatan yang diadakan FORMAG maupun gerejanya masing-masing.

Pelatihan dasar jurnalistik pemateri disampaikan Prambudi (staf editor beritabethel.com), media BPH GBI (Sinode GBI).
Peserta berasal dari sekitaran DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan.

Selama dua kali pertemuan Prambudi lebih menfokuskan membuat laporan tentang liputan gereja dengan tetap menitikberatkan penulisan dengan 5W dan 1H dengan tehnik-tehnik dasarnya yang mudah di ingat dan dilaksanakan. Setelah mendapatkan teori peserta pada hari kedua menyodorkan hasil tulisannya 

Selain Prambudi hadir mendampingi pelatihan antaranya Ashiong Munthe Koordinator Litbang Pewarna, Sugiyanto, Hojot Marlungga dan Ronald Onibala Sekjen PEWARNA dan Thony Ermando sekretaris I PP Pewarna. (YSF).

Related Posts:

Laporan Ketum PGI Mengikuti Pertemuan Presiden dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Senin, 30x Agustus, di Istana Negara

KAIROSPOS.COM, Jakarta - “Kita menghadapi situasi yang tidak mudah kini”, demikian Presiden RI, Bapak Joko Widodo, mengawali pertemuan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, siang tadi,  Senin (30/08), di Istana Negara. “Hampir semua negara di dunia kini mengalami hal sama dalam menghadapi pandemi dan masalah ekonomi”, lanjut Presiden yang didampingi oleh Mensesneg, Pratikno, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Lebih lanjut Presiden menggambarkan pasang surut kurva epidemiologis pada kurun kuartal pertama dan kedua 2021 ini, dimana pertambahan kasus positif harian sempat mencapai 56.757 pada 15 Juli 2021. “Ini terjadi paska mudik 2021 dan adanya varian baru”, lanjut Presiden. Padahal di bulan Mei, sudah turun melandai hingga 2.622 per hari (14 Mei 2021) dari yang sebelumnya 12.864 per hari (1 Februari).

Terhadap kenaikan yang begitu signifikan di Juli tersebut, Presiden mengatakan, “Menurut para ahli epidemiolog, bisa tembus ke angka 80.000 kasus baru per hari, kalau tidak ada penanganan yang serius. Dan kita patut bersyukur karena angkanya terus menurun, hingga 7.427 per 29 Agustus. Dengan ini kita berharap perekonomian akan naik”

Presiden juga mensyukuri, sekalipun Indonesia menduduki posisi keempat negara dengan jumlah penduduk terbesar, tetapi Indonesia tidak termasuk di 10 peringkat negara di dunia berdasar total kasus positif covid-19. Presiden juga membandingkan menurunnya kasus harian di Indonesia saat ini di angka 7.427  dengan Amerika (81.000), India (43.000), Inggris (33.000), dan tiga negara Asia: Malaysia (20.579), Filipina (18.528) dan Thailand (16.526). 

Pada kesempatan pertemuan ini, Presiden juga menyampaikan perkembangan program vaksinasi. “Per hari ini, kita sudah mencapai 97,5 juta orang yang divaksin. Kita menduduki peringkat ketujuh di dunia sesudah RRT, India, Amerika, Brazil, Jepang dan Jerman.” 
Menurut Presiden, program vaksinasi ini dapat berjalan lancer dan baik, di samping oleh kerja keras TNI dan Polri bersama pemerintah, adalah berkat topangan dan bantuan lembaga agama. “Saya menyampaikan apresiasi kepada lembaga agama atas hal ini”, lanjut Presiden. Presiden juga mengakui adanya keluhan dari beberapa daerah karena kekurangan vaksin. Namun Presiden segera menambahkan bahwa di bulan September ini sedikitnya kita akan mendapatkan tambahan 70 juta vaksin.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah akibat pandemi ini, Presiden menggambarkan trend yang membaik di kuartal kedua 2021, meski sempat minus 5,32 pada kuartal pertama 2020. Inflasi juga relative terjaga, yakni 1,5, dibandingkan dengan Korsel (2,6), Singapore (2,4), Jerman (3,8) dan Amerika (5,4). 
“Terhadap perekonomian yang melemah akibat pandemi ini, pemerintah telah memberikan perlindungan sosial, melalui ragam program berupa keluarga harapan, bantuan tunai, BLT Dana Desa, Kartu Sembako, Bantuan Beras, Subsidi kuota internet, diskon listrik, kartu prakerja dan bantuan subsidi upah. Selain itu, pemerintah juga menopang Nasabah PNM Mekar, yang hingga kini telah menjangkau 10,8 juta para pengusaha lemah seperti tukang bakso, dll”.

Selanjutnya Presiden memaparkan tentang rencana Ibukota Negara. "Meski kita belum memiliki UUnya, persiapan harus kita mulai", demikian Presiden, yang seterusnya menyampaikan paparan melalui video tentang gambaran masa depan Ibukota Negara tersebut.

Menanggapi paparan Presiden, Ketua Umum NU, KH Aqil Siradj, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden atas pertemuan silaturahim hari ini. “Diperlukan silaturahim lintas agama, lintas organisasi dan lintas budaya untuk Bersatu menghadapi pandemi ini. Kalau pemerintah jalan sendiri akan sulit. Harus Bersama ormas-ormas yang ada”, demikian Aqil Siradj. Selanjutnya Ketum NU menyatakan rasa hormat dan keprihatinannya atas banyaknya korban jiwa akibat pandemic ini, utamanya para nakes. Beliau juga menginformasikan, sebanyak 670an kyai meninggal akibat covid-19.

Sementara Sekretaris Umum PP MUhammadyah, Abdul Mukti, juga menyampaikan apresiasinya atas pertemuan hari ini, terlebih dengan gambaran optimistis yang dipaparkan oleh Presiden. “Tapi kita tetap harus hati-hati. Kami di Muhammadyah sangat hati-hati. Jangan eforia.” Selanjutnya Mukti juga menyarankan perlunya pemerintah menyeimbangkan antara gas dan rem dengan menginjak setengah kopling, dalam penanganan pandemi ini, antara trend penyebaran covid dan geliat ekonomi.

Terkait dengan program vaksinasi, Mukti menyampaikan masih terdapatnya kendala teologis dan kendala teknis di lapangan, terutama menyangkut ketersediaan vaksin dan kurangnya tenaga vaksinator. “Untuk itu diperlukan segera training singkat, pun kepada mahasiswa Kesehatan”.

Ketua Umum PGI, Pdt Gomar Gultom menyampaikan apresiasi atas kebijakan dan Langkah-langkah yang ditempuh pemerintah dalam menanggulangi covid-19. Kepada Presiden, Gultom juga menyampaikan informasi tentang Langkah-langkah yang ditempuh oleh PGI bersama gereja-gereja di Indonesia, antara lain, penyebaran edukasi dan informasi seputar pandemic dan vaksinasi, pengembangan solidaritas dengan sesame khususnya mereka yang terpapar pandemi, baik korban covid maupun perekonomian yang terpuruk, serta upaya gereja dalam mensukseskan program vaksinasi.
Gomar juga menyinggung tentang kesenjangan antar wilayah menyangkut akses vaksinasi ini, khususnya di daerah terpencil dan daerah timur Indonesia. “Secara khusus saya memohon perhatian Bapak Presiden atas wilayah Papua. Banyak penduduk menolak vaksinasi karena vaksinatornya dari TNI dan Polri. Masalah Papua ini selalu berlapis, vaksin pun bisa diseret dan diinterpretasikan ke hal-hal lainnya. Terkait hal ini, saya mengusulkan agar vaksinator di Papua sebaiknya dilakukan oleh nakes non TNI dan Polri. Jika tenaga kurang, gereja-gereja siap memambatu mengirimkan relawan. TNI dan Polri dapat menopang dari belakang”
Gomar juga meminta perhatian bersama akan gonjang-ganjing politik yang tidak perlu yang diakibatkan oleh syahwat politik yang tinggi dari para elit politik yang sudah tak sabar dengan Pileg dan pilpres 2024. Gomar meminta agar semua konsentrasi bahu membahu mengatasi pandemic dan tidak menggunakan pandemi ini sebagai ajang untuk panggung kontestasi politik.

Ketua Presidium KWI, MgrIgnatius Suharyo, juga menyampaikan apresiasi atas penanganan pandemi oleh pemerintah. “Kami dari gereja Katolik selalu menekankan Kebaikan Bersama, yang mencakup dua hal: cinta tanah air dan peduli. Peduli ini adalah watak dasar masyarakat Indonesia, dan ini menjadi modal dasar untuk membangun Indonesia, termasuk menghadapi pandemic dengan protocol Kesehatan.”  Hal lain yang disampaikan oleh Kardinal Suharyo adalah perlunya vaksinasi keliling untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan akses vaksinasi karena ketiadaan KTP. “Seperti yang segera akan kami lakukan di Bantar Gebang, dengan vaksinasi keliling, diharapkan mampu menjangkau mereka yang tidak memiliki KTP”, demikian Kardnial Suharyo.

Terkait dengan rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan Timur, hamper semua yang hadir mendukung rencana tersebut. Jakarta dengan beragam problematiknya dipahami sama sebagai tidak mendukung untuk menjadi ibukota negara yang layak di masa depan, apalagi dengan ancaman terkait masalah lingkungan hidup. Hanya saja beberapa peserta memberikan beberapa catatan, antara lain, Abdul Mukti melihat perlunya memperhatikan faktor timing atau waktu yang tepat. Menurutnya masa pandemi ini masih belum tepat saatnya untuk itu. Sementara Pdt Gomar Gultom menyebutkan perlunya memberi perhatian khusus kepada penduduk lokal agar tidak menjadi sekedar penonton apalagi terpinggirkan dari proses pembangunan ibukota negara ini. “Sebaiknya kita belajar dari pembanagunan Jakarta yang meminggirkan orang-orang Betawi”, kata Gomar.  

Mengakhiri pertemuan ini, Presiden menyampaikan beberapa hal:
1. Pemerintah akan selalu mendengar dari berbagai sisi agar ada keseimbangan atau equilibrium dalam mengambil kebijakan menghadapi pandemi ini, misalnya antara pengusaha dan epidemiolog.
2. Mendekati Maulid Nabi, Natal dan Tahun Baru, Presiden meminta agar terus mengingatkan umat untuk mematuhi protocol Kesehatan.
3. Penentuan pandemic ke endemi membutuhkan transisi, dengan syarat positivity rate 5%. Saat ini kita masih 12% dan khusus Jakarta 8%. Sebelumnya Indonesia sempat 35%.
4. Tentang Ibukota Negara, pemerintah tidak ngoyo, tetapi perlu dimulai tahapannya. Brasil memerlukan waktu 20 tahun dan Putra Jaya 4,5 tahun. Tentu kita tidak perlu tergesa-gesa di masa pandemic ini, tetapi upaya ini juga akan menaikkan geliat ekonomi.
5. Semua yang kita capai sekarang adalah karena kita semua bekerja.

(Pdt Gomar Gultom)

Related Posts:

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA GENERASI MUDA LINTAS AGAMA

KAIROSPOS.COM, Banten - Generasi muda mengambil peranan yang sangat penting dalam merawat kerukunan dan menangkal radikalisme di Indonesia. Bangsa ini dianugerahi keragaman suku, budaya, dan agama, sehingga perbedaan tersebut bukan untuk dipersalahkan. Generasi Muda harus membangun dan merawat harmoni keragaman, karena keragaman dan toleransi merupakan ciri khas dan identitas bangsa. 
Untuk menguatkan moderasi beragama di kalangan Generasi Muda di provinsi Banten, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) provinsi Banten menggelar *Dialog Tokoh Pemuda Lintas Agama*, dengan tema  *PENGUATAN MODERASI BERAGAMA*, dengan menerapkan protokol Kesehatan 5M secara ketat, pada hari Kamis-Sabtu, 26-28 Agustus 2021 di Anyer, Banten. Kegiatan ini didukung dan bekerjasama dengan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) provinsi Banten. Dihadiri lengkap oleh perwakilan Tokoh Pemuda Kristen, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Pemuda Buddha, Pemuda Konghucu (masing-masing mengirimkan 10 orang pemimpin muda) dan pemuda Islam (mengirimkan 40 orang pemimpin muda dari berbagai organisasi pemuda Islam). 
Acara dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag provinsi Banten, Dr. Nanang Faturochman, M.Pd. Beliau mengkisahkan dalam 5 bulan pertamanya menjabat sebagai Kakanwil Kemenag provinsi Banten, berupaya menguatkan moderasi beragama dengan cara mengunjungi rumah ibadah-rumah ibadah dan bersilahturahmi dengan berbagai tokoh-tokoh agama di Banten. Mengutip dari pernyataan Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas atau dikenal dengan panggilan Gus Yaqut, Kakanwil menekankan bahwa Kementerian Agama RI adalah kementerian semua Agama di RI, bukan kementerian satu agama saja. Dr Nanang Faturochman juga menyoroti bahwa saat ini era teknologi digital hendaknya dimanfaatkan dengan positif dan maksimal oleh Generasi Muda, untuk merekatkan persatuan dan merawat kerukunan.  
Kegiatan dialog pemuda lintas agama juga menghadirkan beberapa narasumber dari berbagai instansi, menyampaikan materi penguatan moderasi beragama, penguatan karakter bangsa, dan penguatan kerukunan kalangan generasi muda. Staff Khusus Kemenag RI memaparkan Kementerian Agama dalam melaksanakan instruksi Presiden untuk menangkal radikalisme, dengan cara menguatkan moderasi beragama, beserta program kerjanya. Kesbangpol provinsi Banten melalui Drs. Sugiyono, M.M, M.Si (sekretaris Kesbangpol) menekankan pembentukan karakter bangsa melalui Revolusi Mental dan Integritas Berbasis Nilai-nilai Agama, salah satunya dengan membentuk Gugus Tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di setiap propinsi dan kota/kabupaten. FKUB provinsi Banten memaparkan peranan FKUB dalam memelihara kerukunan umat beragama di Banten. Kabid Media Hukum dan Humas FKPT Banten, Sehabudin M.Pd, memaparkan bahaya pamahaman radikalisme melalui media sosial, ujaran kebencian netizen medsos, serta bibit-bibit radikalisme di sekolah-sekolah dan kampus-kampus.  
Diakhir penutupan acara, Ketua PW GP Ansor provinsi Banten, Ahmad Nuri, S.H, M.Si menyampaikan kondisi perkembangan sosial kebangsaan, pengaruh situasi Afganistan terhadap kelompok radikalisme di Indonesia, sampai peran Generasi Muda untuk mengkampanyekan toleransi dan moderasi secara terus menerus dan masif, dengan menggunakan potensi yang dimiliki Generasi Muda. “Mengkampanyekan kebenaran, nilai-nilai toleransi dan moderasi kerukunan, harus terus menerus dilakukan dengan cara yang menarik bagi Milenial. Dengan memanfaatkan dunia digital, generasi instan lebih mudah terpengaruh hoax. Karena itu, hendaknya generasi kita harus memiliki kesadaran teknologi digital dan mengisi dengan konten kebenaran dan moderasi.” pungkas Ahmad Nuri. 
(DSU)

Related Posts:

HADIAH ULANG TAHUN KE 22 ALZAYTUN INDONESIA

KAIROSPOS.COM, Indramayu - Alzaytun Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-22, pada 27 Agustus 2021, terhitung sejak diresmikan sebagai lembaga pendidikan formal oleh Presiden Habibie pada 1999.

Alzaytun Indonesia lahir di bidani oleh Syaykh Alzaytun Prof.Dr. Abdul Salam Rasyidi Panji Gumilang, MP dan kawan-kawan serta didukung oleh Komunitas Alzaytun, saat ini memiliki kampus induk seluas 324 hektar, dengan luas pendukung 1324 hektar, di dalam dan di luar kampus di Jawa dan 2000 hektar di Kepulauan Barelang, dan hampir 1000 hektar di kabupaten Way Kanan, Lampung.

Alzaytun Indonesia menyelenggarakan pendidikan formal dan nonformal, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi, memanfaatkan lahan pendukungnya sebagai usaha agrobisnis, yang menghasilkan ratusan miliar rupiah per tahun, memiliki ribuan siswa dan alumni.

Penyelenggaraan pendidikan formal dikelola oleh yayasan Pesantren Indonesia Alzaytun, sedangkan kegiatan usahanya dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha "Desa Kota". Semuanya berada di bawah pengawasan dan kepemilikan LKM - Masjid Rahmatan lil-alamin.

Sebagai hadiah dalam rangka HUT ke-22, Syaykh Alzaytun meminta Perusahaan Penilai resmi, untuk menilai beberapa aset Alzaytun Indonesia yang hasilnya diumumkan oleh Dr. Danni Kadarisman, MARRS (Ketua Pelaksana KSBB) pada Jumat 27 Agustus 2021, aset Alzaytun yang terdiri dari Kampus utama seluas 324 hektar dan area pendukung 1324 hektar bernilai Rp. 20,345,649,000,000,- setara dengan $1.403.000.000 USD, tidak termasuk aset seluas 2000 hektar di Pulau Barelang dan 1000 hektar di Kabupaten Wai Kanan, Lampung.
Syaykh Alzaytun Indonesia menyatakan, prestasi ini tidak datang begitu saja, melainkan diperjuangkan selama puluhan tahun dengan gigih, dengan berbagai cobaan. Penilaian dan pengumuman hasil penilaian aset Alzaytun Indonesia merupakan bentuk transparansi, sehingga semua pemangku kepentingan memahaminya.

Alzaytun Indonesia, Ahad, 29 Agustus 2021

Penulis : 
Taufan Berliano Ramadhani,SE (Staf khusus Syaykh Alzaytun)

Related Posts:

Ferdinan Hutahaean : Sampai Sekarang Masyarakat Tidak Jelas Mengenai Penandatangan MOU Dalam Proyek Formula E

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Di selasela  Webinar yg di selenggarakan oleh PEWARNA PD DKI JAKARTA salah satu narasumber   Pengamat Politik dan Sosial Ferdinand Hutahaean mengkritisi akan penyelenggaraan Formula E ini menjadi polemik untuk DKI Jakarta.
“Menurut saya ada kepentingan politik dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sampai sekarang masyarakat tidak jelas mengenai penandatangan MOU dalam proyek Formula E” jelasnya Jumat (27/08/2021)
Mantan kader patai Demokrat ini menjelaskan bahwasanya Dalam cuitannya di media sosial, meminta perlu  diperjelasnya proyek Formula E ini. Terurama di tahun 2019-2020 pihak Pemprov DKI harus  membayar 20 juta pound dan sudah dibayar kepada pihak penyelenggara, 2020-2021 (juga) harus membayar 22 juta pound, sampai tahun 2024 nanti harus membayar pemprov 29 juta pound. 
“Seorang Gubernur menurut peraturan daerah tidak boleh membuat anggaran diluar masa jabatan. Adanya temuan dari BPK, bahwa bank garansi sudah ditarik uangnya 423 milyar rupiah. Sangat penting adanya hak interpelasi, “ujar ferdinand
Ferdinand juga mengatakan bahwa masalah MOU antara pemkot DKI dan penyelenggara tidak jelas, karena  untuk tahun 2020-2021 baru dibayarkan setengahnya (11 juta pound).
 “Harusnya Anies mencari Sponsor, bukan mempergunakan dana APBD sepenuhnya. Menjadi pertanyaan saya, tahun 2022 Anies mau memakai dana dari mana untuk penyelenggara Formula E.  Seperti ada ulur waktu. Ada kerugian keuangan negara. Banyak sekali potensi-potensi pelanggaran hukum. Saya juga menemukan ada beberapa pihak menjadi makelar dari semuanya ini. Saya pertanyakan uang untuk Formula E itu di transfer ke pihak penyelenggara atau pihak makelar,” pungkasnya.
Adapun narasumber lainya Jahmada Girsang sebagai praktisi Hukum melihat dari sisi hukum. Legal Standing dari Formula E ini belum ada kejelasan dan transparan.
 “Menurut pendapat saya dalam dasar hukum, Legal Standing ini masih gelap dan nihil. Karena carut marutnya kasusnya, masih dalam kasus patut diduga. Disini KPK akan bertindak. Namun kita harus tahu bentuk perjanjiannya seperti apa, Sudah ada komitmen fee, berarti perjanjian itu benar-benar ada, maka ada perjanjian . Maka terjadi wanprestasi. BPK sudah  mengeluarkan notifikasi mengenai hal tersebut sejauh ini. KUHP 1320 akan menjerat Anies. Dari sisi hukum saya katakan bagaimana legal standing awal dari perjanjian,”ujarnya memaparkan dari sudut padang hukum. 
Jahmada juga menjelaskan bahwa lembaga yang dapat bekerja seperti BPK, Kepolisian dan Masyarakat bisa mengkritisi dan melaporkan kejanggalan dari proyek penyelenggaraan Formula E. “Tidak ada yang mengkoordinasi penduduk DKI Jakarta mengenai masalah ini. Saya usulkan, selain kita menunggu hak interpelasi dari DPRD, masyarakat juga bisa melaporakan kepihak berwajib jika terjadi kejanggalan, “ sarannya kepada semua pihak.
Djasarmen Purba sebagai Ketua MUKI menjelaskan bahwa berangkat dari hak Interpelasi dari 33 orang anggota dewan DPRD DKI Jakarta. Hak Interpelasi adalah hak Anggota DPRD kepada pemimpin daerah. Kalau ada hak Interpelasi, harus dipergunakan. Djasarmen juga menjelaskan bahwa Monas adalah cagar budaya dan sekelilingnya tumbuh pohon-pohon. “Monas merupakan cagar budaya yang harus dilindungi. Tapi kenyataannya sekarang banyak di potong habis. Kami mengharapkan harus hak interpelasi kepada Gubernur DKI Jakarta dikeluarkan. Saya agak khawatir kalau hak interpelasi bisa gagal. Kehadiran untuk memutuskan hak interpelasi harus memenuhi  kuota 50 +1 anggota yang hadir saat  hak interpelasi tersebut dikeluarkan. Harapan kami, hadapi hak interpeklasi. Rakyat sekarang belum begitu banyak mengarahkan perhatiaannya kepada persoalan Formula E. Pihak luat negeri banyak yang membatalkan Formula E, bahkan dari tim yang ikut Formula E, karena sudah memprediksi adanya kerugian,”jelasnya. 
Setelah pemaparan dari para narasumber, acara dilanjutklan dengan tanya jawab. Diharapkan dengan acara Webinar ini, bisa membuka wawasan publik, khususnya warga DKI Jakarta untuk mengkritisi mengenai penyelenggaraan Ajang Formula E yang sudah mengeluarkan begitu banyak dana yang seharusnya dana tersbut bisa dipergunakan dalam penanggulangan Pandemi di DKI Jakarta (  ).

Related Posts:

PEWARNA bersama Dapur Barokah dan MUKI Merdeka Berbagi di 5 Wilayah DKI Jakarta serta Merayakan HUT ke-17 Tahun Jane Aurelia

KAIROSPOS.COM, Jakarta -:Dalam rangka merayakan HUT ke-76 Kemerdekan Republik Indonesia, tiga lembaga bergerak bersama membagikan sembako dan makanan di lima wilayah DKI Jakarta.  Merry Hadasah dari Dapur Barokah yang memang konsen dalam pergerakan sosial terutama membantu mereka yang membutuhkan menyambut baik akan ajakan PEWARNA (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia dan MUKI (Majelis Umat Kristen Indonesia) berbagi saat HUT Kemerdekaan RI. 

“Bansos ini sebetulnya direncanakan oleh Dapur Barokah, MUKI dan PEWARNA akhir Agustus, tetapi entah kenapa saya seperti ada bisikan Roh Kudus untuk berbagi ini sekaligus dalam rangka merayakan ulang tahun cucu saya yang ke-17 tahun,”  terang Merry Hadasah serius. Pemikiran itupun disampaikan kepada Jane Aurelia Trisnadi sang cucu dan ternyata disambut baik. Apalagi orangtua Jane, David dan Sarah Trisnadi mendukung gagasan tersebut, merayakan ulang tahun sekaligus berbagi sembako dan makanan di lima wilayah di Jakarta. 
Rencana itu akhirnya bisa terwujud. Perayaan ulang tahun ke-17 Jane sekaligus bansos di lima wilayah digelar pada hari Rabu, 25 Agustus 2021. Kegiatan ini dimulai dari titik awal bertempat di Gereja Isa Almasih kawasan Pasar Minggu serta kawasan terminal Pasar Minggu Jakarta. Pembagian sembako diberikan kepada jemaat GIA yang tidak mampu dan pembagian makanan di terminal Pasar Minggu. 

Jane yang hari itu merayakan ulang tahunnya nampak sangat terharu hingga meneteskan air mata sukacita. Hal itu nampak ketika Jane sekarang sedang mengambil Foundation di UP Education untuk persiapan masuk universitas di luar negeri ini memberikan kesan dan pesan. Ia berulang kali mengucapkan rasa terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan dan kebaikan-Nya masih diberi kesempatan hingga usia ke-17 tahun. 

Jane dengan terbata-bata mengatakan semua yang Jane lakukan bukan tentang siapa-siapa dan bukan untuk apa-apa, tapi semuanya untuk memuliakan Tuhan. “Saya bersyukur bisa merayakan ulang tahun dengan berbagi di lima wilayah DKI Jakarta, peristiwa perayaan ke-17 tahun di lima wilayah Kotamadya di Jakarta ini mungkin baru saya yang merayakan,” ungkapnya berbinar. 

Hal yang sama juga dirasakan Ibu Merry Hadasah sang Oma serta Papa dan Mamanya. Mereka sangat bangga ada anak usia 17 tahun tetapi mau merayakan bersama banyak orang dari sopir angkot, pemulung, ojek online, para manula, tukang sampah, penyapu jalan, satpol PP, juga dengan para pendeta GBI dan GPdI terlebih dengan para wartawan, seperti dikatakan Merry yang diiyakan mama dan papanya Jane. 

*Sepanjang Hari*
Bansos yang digelar bersama Dapur Barokah, MUKI, dan PEWARNA sekaligus untuk merayakan HUT ke-17 tahun Jane ini dikoordinasi oleh Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia. Acara dimulai pukul 10 pagi di kawasan Pasar Minggu, dikoordinir Tenny Deen Ketua Bidang Kerohanian, dibantu Humto Marbun Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Media, Donny Leonardo Ketua Bidang Antar Lembaga, dan Tonny Ermando Sekretaris. Sedangkan utusan MUKI hadir Pdt. Mawardin Zega Waketum MUKI yang juga Sekjen MUKI periode kedua.  

Setelah kurang lebih dua jam membagikan sembako dan makanan di kawasan terminal Pasar Minggu, rombongan bergerak menuju kawasan Jakarta Timur, tepatnya berlokasi di Jl. TB. Simatupang, Rambutan, Kec. Ciracas Jakarta Timur dengan sasaran penjual buah dan sopir angkot untuk sembako. Sedangkan nasi atau kue diberikan kepada sopir dan pedagang sekitar serta pengguna jalan dengan koordinator Endharmoko Ketua Bidang OKK yang dibantu Demos Ketua Bidang Advokasi serta Denny Zakhir.

Setelah itu, kembali rombongan bergerak ke Johar Baru, Senen, Jakarta Pusat. Sasaran pembagian sembako untuk warga sekitar rel dan makanan untuk warga sekitar dan pengguna jalan. Sebagai koordinator Hendriko Siahaan dibantu Donny dan Sugiyanto. Di lokasi inilah sambutan warga dari bapak-bapak, ibu-ibu serta anak-anak sangat antusias sehingga acara semakin meriah. 
Usai membagikan sembako dan makanan di Johar Baru kemudian rombongan kembali bergerak menuju daerah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Fidris Jimson dibantu Johan S serta anggota PEWARNA Jakarta Utara turut membagikan sembako dan makanan untuk para manula dan warga sekitar. 

Sekalipun terlihat lelah tetapi masih nampak semangat rombongan berbagi sembako itu terutama Jane yang merayakan HUT ke-17, hingga rombongan sampai di titik terakhir, yakni wilayah kelima, tepatnya di kawasan komplek Jarum, Slipi Jakarta Barat. Jaya Junting yang dibantu Erika dan Joe Mac Pal Ketua Bidang OKK menyambut rombongan. Di titik terakhir inilah sembako dan makanan diberikan kepada para pengemudi ojek online.

Dalam giat merdeka berbagi yang berkerja sama dengan Dapur Barokah, MUKI dan PEWARNA yang sekaligus merayakan HUT ke-17 tahun Jane. “Kolaborasi yang menarik dan ke depan kerja sama-kerja sama semacam ini bisa terus dijalin. Apalagi kalau giat tersebut bertujuan untuk membantu sesame,” terang Yusuf Mujionio Ketua Umum PEWARNA yang turut hadir dalam pembukaan dan penutupan giat berbagi tersebut  

Menarik dalam giat kolaborasi ini, di setiap wilayah Jane merayakan dengan memotong kue ulang tahun. Jadi ada lima kue ulang tahun yang disiapkan. Selain itu, di tiap wilayah Jane yang sudah diterima di University of Auckland, New Zealand jurusan Psikologi ini juga selalu didoakan. (*)

Related Posts:

BERAKHIR SUDAH PENANTIAN GPIB KHARIS MEMPEROLEH IMB

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Berakhir sudah penantian GPIB Kharis Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur mengurus IMB selama 27 tthun. Sulitnya memperoleh surat ijin mendirikan bangunan gereja (IMB) dialami dan dirasakan umat Kristiani. Demikian juga halnya dengan GPIB Kharis Pulo Gebang, Cakung Jakarta Timur sejak 27 tahun yang lalu berdiri memperoleh  IMB pada Tanggal 19 Agustus 2021 demikian penjelaaan Pdt. Manuel Essau Raintung sebagai Ketua Majelis Jemaat GPIB Kharis di Pulo Gebang Cakung Jakarta Timur yang baru 6 (enam) bulan ditempatkan di GPIB Kharis pada awak media.
Mahpuz MZ. SH., M. Si., Lurah Pulo Gebang dalam kata sambutannya mengatakan "Saya berterima kasih kepada semua pihak sehingga momentum hari  Kemerdekaan dibulan Agustus ini menghasilkan Surat Ijin Mendirikan Bangunan GPIB Kharis yang telah 27 tahun berdiri baru selesai ijinnya. Semua ini hasil kerja keras dari panitia pembangunan Gereja dan aparatur di Kelurahan Pulo Gebang bersinergi dengan baik. Sampai jam 22.00 pun saya dihubungi pihak panitia terkait dokumen dokumen yang dibutuhkan" ungkapnya.

Pdt. Manuel Raintung menjelaskan baru kali mengurus IMB program Relaksasi satu atap mulai dari bawah Kelurahan, Kecamatan, Walikota sampai ke tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Pdt. Manuel Essau Raintung sudah dikenal banyak orang terkait gerakannya di Oikumene 
mulai dari Sekretaris Umum PGI Wilayah Jawa Timur (1995 – 2000), Sekretaris Umum PGI Wilayah DKI Jakarta (2005 – 2010 dan 2010 – 2015), Ketua Umum PGI Wilayah DKI Jakarta (2015 – 2021).

Sekretaris Umum FKUB Provinsi, DKI Jakarta (2012 – 2017 dan 2017 – 2022).

Related Posts:

URIP IKU URUP Kolaborasi; YRM, JH, PAK Sleman dan PEWARNA DIY.

KAIROSPOS.COM, Salatiga - Hidup itu nyala! Filosofi Jawa yang mengandung pengertian yang dalam yaitu hidup harus bermanfaat bagi sekitarnya. 

Bertepatan dengan peringatan hari Kemerdekaan RI ke 76 th, Youth Revival Movement (YRM) bekerjasama dengan Penyuluh Kemenag Kab. Sleman, Joglo Harmoni dan Pewarna DIY mewujudkan filosofi Jawa ini membagikan paket (roti merah putih, masker, gelang tangan merah putih dan stiker Indonesia Sembuh Indonesia Bangkit) berjumlah 450 pcs ke wilayah Kab. Sleman, Kab. Bantul, Kab. Kulon Progo, Kab. Gunung Kidul dan Kota Jogja. 
Gerakan ini dimaksudkan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kepedulian kaum milenial terhadap kondisi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini. 

Stiker yang dibagikan juga menjadi doa profetik bagi bangsa yaitu Indonesia Sembuh Indonesia Bangkit. Dirgahayu Indonesiaku.. Merdeka.. Merdeka.. Merdeka.. ❤️🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Related Posts:

PGLII KOTA BANDUNG BERSAMA GKKI COCC gelar PGLII Peduli Berbagi Rice Box


KAIROSPOS.COM, Bandung - Berbagai Macam kegiatan yang dilakukan oleh para stakeholder maupun lembaga - lembaga, warga masyarakat dalam menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke 76.

PGLII kota Bandung yang dilantik pada 2 Agustus 2021 yang lalu yang, Bersama dengan GKKI COCC gelar Baksos membagikan Rice Box kepada Kaum Duafa, dan anak - anak Jalan di wilayah Kota Bandung

Baksos yang di dukung oleh Kaum Ibu - Ibu dari GKKI yang di pimpin langsung oleh Ibu Gembala Sidang GKKI COCC yang mengadakan rice box itu sendiri.
Menurut Ketua PGLII kota Bandung Ps Mulianto Halim, MTh kepada Awak Media Pelitanusantara.Group bahwa kegiatan ini adalah  Menyambut Hari Kemerdekaan RI yang ke 76, juga Menyambut Jebelium PGLII yang dimana salah satu Kegiatan nya adalah PGLII Peduli dengan Berbagi.

Kegiatan hari ini (17/08/2021) ini kami mengerahkan Para Generasi Muda yang tergabung di PGLII kota Bandung yang kami Beri nama Team " We Have, We Share "  dan Rice Box yang akan di salurkan sebanyak 250 Box dan hasil donasi dari Jemaat - Jemaat GKKI COCC Kota Bandung Ucapnya.
Pst Mulianto Halim menjelaskan juga Bahwa untuk menghindari kerumunan maka Team akan menyebar dan melakukan Mobilisasi dalam memberikan bantuan ini, dan sasaran nya adalah Pemulung, Anak - anak Jalanan, Ojek Oline dan juga para pekerja harian Lepas yang di temui di lapangan

"Mengapa PGLII Kota Bandung Mendorong Gerakan ini dengan memberikan kesempatan Untuk Anak - anak muda ambil bagian dalam pelayanan Sosial ini??? Agar anak - anak kita bisa lebih peka dan peduli untuk melakukan yang baik dalam hal memberi untuk membantu kepada sesama yang membutuhkan" katanya lagi kepada awak media pelitanusantara Group (Romo Kefas)

Related Posts:

POLITIK YESUS PERJUANGAN UNTUK PERDAMAIAN


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Diskusi tentang politik selalu saja bicara Politik Kotor atau Politik Suci. Hal itulah yang muncul dalam diskusi Webinar bertajuk; “Politik Yesus Perjuangan Untuk Perdamaian,” pada, Jumat, 13 Agustus 2021. Webinar ini berkaitan refleksi HUT ke-76 RI.
Tentu jika belajar sejarah di masa Yesus, pun perjuangan politik sudah ada, paling tidak di jaman itu ada empat kelompok punya kepentingan politik. Pertama, kelompok yang Herodian yang setia dengan Herodes. Kelompok Saduki, kelompok Aristokrasi, para cedikia yang ingin Yahudi asli tetapi mempraktekkan kelompok pragmatisme.
Lalu ada kelompok Farisi, yang memeliharq Taurat, kelompok agamawan Yahudi, dan kelompok terakhir Zelot, kelompok pebangkang, kelompok penentang kekuasaan. Kelompok empat ini sebenarnya selalu saja ada di jaman modern ini. Empat kelompok politik.
Dalam Webinar yang dihadiri banyak tokoh-tokoh diantaranya Prof Dr Payaman Simanjutak, Pdt Saut Sirait. Diskusi zoom yang menampilkan empat pembicara dan tiga penanggap. Pembicara pertama Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th yang merupakan Ketua Umum Aras Nasional Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII). 
Pembicara kedua, Pdt. Dr. Richard M Daulay, mantan Sekretaris Umum PGI ini juga dosen politik dan menulis buku tentang politik. Pembicara ketiga Matius Ho sebagai salah satu pendiri Institut Leimena, sekarang Direktur Eksekutif Institut Leimena. Pembicara keempat, Dr Stefanus Roy Rening, SH.MH, Dewan Pembina Yayasan I.J. Kasimo, seorang pengacara dan pernah memimpin partai.
Ho dan Rening menceritakan kisah pemikiran dan gagasan dua tokoh masa lalu Johannes Leimena dan IJ Kasimo. Tentu dalam perjalanan sejarah bangsa ini tokoh-tokoh politik Kristiani selalu juga memberi peran besar. Johannes Leimena, disebut sosok negarawan sejati dan seorang politis yang berhati nurani. Leimena pernah mengatakan, “politik bukan alat kekuasaan, tetapi etika untuk melayani.” 
Sementara sosok politisi kristiani masa lalu dari Katolik, Ignatius Joseph Kasimo, sebagai politisi I J menyakini, bahwa soal dasar negara ini merupakan soal hidup dan mati bangsa. Kasimo berkeyakinan, bahwa hanya dengan Pancasila sebagai dasar negara, maka di Indonesia akan terjamin kesetaraan antarwarganya serta kebebasan agama.
Sementara penanggap pertama, Mangasi Sihombing mantan Duta Besar, sekarang Wakil Ketua Partai Indonesia Damai (PID). Penanggap kedua,  Kamaruddin Simanjutak SH, pengacara senior sekaligus Pendiri dan Ketua Umum Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS). 
Dan penanggap terakhir Dr. Drs. Bambang Radsudiman Utoyo, M.Th, dosen STT Sunsugos dan mantan birokrat DKI Jakarta. Ternyata Utoyolah yang dulu memilih judul diskusi karena disertasi saat menggambil doktor di STT Ikat, bertajuk “Politik Yesus Perjuangan untuk Perdamaian.” 

Polarisasi dan Politik Salib
Ronny Mandang dalam pemaparannya menyebut, di umat Kristenten terjadi polarisasi, bahwa gereja berusaha untuk bagaimana mengubah dunia ini percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Tetapi pada waktu yang bersamaan dunia juga sebenarnya sedang berusaha untuk sekularisasi kan gereja, orang-orang percaya. Dan yang kedua, pernyataan Yesus sendiri tentang dirinya memang tidak secara eksplisit dikatakan bahwa dia adalah Tuhan, tetapi kita semua pernah membaca dan mengerti. 
“Saya meyakini ibu bapak sering juga menyampaikan hal-hal isi, Alkitab ini kepada banyak orang dimana Yesus pernah mengatakan berkali-kali Aku dan Bapa adalah satu satu kesatuan yang tidak terpisahkan itu juga mengatakan aku datang bukan dari dunia ini, dan juga pernah mengatakan, di dalam Injil Yohanes pasal 6 sampai pasal 8 sama seperti bapak mengutus aku demikian juga aku mengutus kamu ada kata sama-sama seperti bapa mengutus aku demikian aku mengutus kamu,” jelasnya. Bagi Mandang kalimat seperti ini beberapa kali muncul sama seperti bapa mengasihi aku demikian aku mengasihi kamu yang maknanya bahwa anak-anak Tuhan dipanggil untuk panggilan mulia.
Sementara itu, Pendeta Richard Daulay menyebut politik moral. “Yesus memperjuangkan politik moral, bukan politik praktis partai politik yang ingin merebut kekuasaan dan misi Yesus. Daulay juga mengisahkan PGI di tahun 80-an punya tanggung jawab politik dalam arti turut serta secara aktif di dalam mengupayakan kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat berdasarkan Pancasila dan UUD 45 dengan dan perjuangkan keseimbangan antara kekuasaan keadilan. Jadi agendanya juga bukan politik praktis dan praktik politik partisipan, tetapi politik moral.
Matius Ho bahwa politik bagi tataran individual jadi refleksinya dan bagaimana itu dikaitkan dengan contoh history siapa yang bisa seperti mencerminkan nilai-nilai yang saya pelajari ketika merenungkan salib. Ketika merenungkan Yesus dan salib dan contoh indeks topik yang diangkat dan tadi sudah di singgung adalah dokter Johanes Leimena. “Bagi saya yang menarik itu adalah kata-kata mengambil rupa seorang hamba sehingga kalau meningkatkan politik salib atau apa yang saya dapatkan dari memenangkan Yesus dan salib yang pertama itu adalah memang sikap atau semangat untuk melayani. Salah satu cirinya apa yang dilakukan Leimena<’ sebutnya.
Sementara Roy Rening menyebut, orang Kristen di Indonesia bukan saja menjadi garam tetapi harus sampai menjadi terang terutama di bidang politik. Karena itu, dia menyerukan teman-teman Kristen yang mau terlibat dalam dalam kehidupan di politik harus menjadi mitra dan persoalan kita ke arah kemandirian. “Pada Pemilu 2014 dan 2019 sudah tidak ada lagi partai partai Kristen dan saya memberikan respon kepada teman-teman yang masih memikirkan itu supaya jangan sampai jangan sejarah umat Kristen dalam kehidupan politik hilang ditelan bumi. Saya kira harus kita sampaikan bahwa kita memiliki kelemahan sekarang, karena kita tidak bisa lagi menjadi terang bangsa, kita hanya menjadi garam,” ujarnya.

Related Posts: