Gelar Nonton Bareng Kadet 1947, Danlanud Ajak Para Fighters Lanud Iswahjudi

KAIROSPOS.COM, Madiun - Ajak para Penerbang tempur (Fighters) jajarannya, Danlanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, SE gelar nonton bareng (Nobar) Film Kadet 1947 di Bioskop CGV Cinemas Lawu Plaza Madiun. Kamis (16/12/21)

Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata aksi heroik para Kadet Penerbang TNI AU Suharnoko Harbani, Mulyono, Bambang Saptoadji dan Sutardjo Sigit saat melakukan serangan udara ke markas tentara Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga pada 29 Juli 1947.
Melalui serangan udara yang merupakan operasi udara pertama TNI AU ini selain membangkitkan moril dan semangat pasukan kawan, juga membuka mata dunia bahwa Indonesia berdaulat dan memiliki kekuatan udara yang bisa diperhitungkan dan tidak ingin kemerdekaannya direbut kembali dengan cara apapun.

Para personel Lanud Iswahjudi yang turut serta dalam nonton bareng, sepakat bahwa film ini sangat inspiratif dan menambah wawasan mengenai perjuangan yang dilakukan para pejuang pendahulu dan ini merupakan tontonan wajib bagi para generasi muda.

Lebih lanjut Danlanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati, SE menjelaskan “Film ini merupakan kisah inspiratif perjuangan para pendahulu khususnya TNI Angkatan Udara dalam mempertahankan kemerdekaan, dan tentunya hal ini dapat menjadi salah satu motivasi bagi kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita”

Turut hadir dan menyapa para fighters Lanud Iswahjudi dalam Nobar Kadet 1947 ini Produser dari film Kadet 1947 Tesadesrada Ryza. (Rm.Kefas)

Related Posts:

Posko Bersama Relawan di sebuah Gereja sebagai Tempat Pengungsian Warga Desa Penanggal

KAIROSPOS.COM, Lumajang -  Hujan deras juga mengguyur kawasan permukiman penduduk di sekitar Gunung Semeru, Rabu (8/12) malam. Tepatnya di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Malam ketiga para Relawan Pewarna Indonesia Propinsi Jatim dan lainnya yang berada di lokasi Bencana Erupsi Semeru, hujan mulai mengguyur kawasan zona merah erupsi Semeru tersebut sejak pukul 20.00 WIB.

Sejumlah warga yang masih menempati rumah mereka, bersiaga kalau sewaktu-waktu ada pengumuman bahwa mereka harus segera mengungsi ke tempat pengungsian yang lebih aman. Sebab tak jauh dari kawasan tersebut, air sungai yang terdiri dari campuran hujan dan lahar material Semeru telah membanjiri badan jalan dan rumah warga.
Akibat curah hujan yang terus mengguyur, akhirnya beberapa warga beserta anggota keluarganya yang tadinya bertahan akhirnya mulai mengungsi. Di Desa Penanggal sendiri, banyak tempat yang dijadikan lokasi mengungsi warga, yaitu beberapa masjid, sekolah, dan sejumlah kantor-kantor. Tetapi ada yang unik, di desa ini, ada sebuah gereja yang juga merupakan satu-satunya gereja yang sekaligus Sekretariat Lawatan Mujizat yang ada di desa penanggal menjadi tempat yang juga dituju warga sekitar Penanggal. GPdI Adullampray, sebuah gereja yang digembalakan oleh Ps. Imbar Santoso, MA sejak tahun 2007 ini, memang menjadi tempat mengungsi bagi warga sekitar.

Karena dalam kondisi hujan deras seperti malam ini, menjadi tempat pengungsian warga, gereja ini juga menjadi tempat yang dipakai oleh para relawan untuk mandi. (MS)

Related Posts:

Presiden RI Jokowi : Polhukam dan Perekonomian Bagi Kemajuan Bali Menuju Indonesia Raya


Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) 


KAIROSPOS.COM, Bali - Gubernur Bali I Wayan Koster bertemu dan berdiskusi bersama dengan Penulis, di Rumah Dinas Jabatan Gubernur (Jaya Sabha), di Denpasar, Bali, awal Desember 2021. Demikian juga Kapolda Bali Irjen Pol. I Putu Jayan Danu Putra bertemu dan berdiskusi bersama dengan Penulis, di Ruang Kerja Kapolda, di kantor Polda, di Denpasar, Bali, awal Desember 2021. Penulis bersama dengan kedua pejabat Bali tersebut sebagai sahabat lama dan baik, pada dasarnya berkaitan erat dengan penguatan dan pemajuan kawasan Bali. Intinya adalah Provinsi Bali Maju Menuju Indonesia Raya Yang Sehat, Aman, Damai, Dan Maju". Penulis bertemu dan berkegiatan bersama juga dengan sejumlah kalangan dan jaringan. Ada dari beberapa profesi dan jajaran terkait dalam konteks pelaksanaan tugas, tanggungjawab, dan kegiatan. 

Ada sejumlah kawasan (provinsi) di Indonesia yang sudah pernah bahkan sering menjadi tuan rumah sebagai daerah tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan yang bertataran nasional, regional, dan internasional. Perihal tersebut pada dasarnya dilatarbelakangi oleh sejumlah pertimbangan strategis dan teknis. Kawasan Bali adalah salah satu kawasan di Indonesia dan di dunia internasional, yang terdepan dan terutama yang sering menjadi tuan rumah atau daerah tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan berkelas dan bergengsi tingkat nasional, regional, dan internasional. Juga termasuk dalam masa pandemi C-19, Provinsi Bali beberapa kali menjadi tuan rumah penyelenggara beberapa kegiatan strategis dan penting.

Provinsi Bali (Pulau Dewata), Indonesia, sungguh-sungguh berhasil dan berprestasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan sejumlah kegiatan bertaraf lokal, nasional, regional, dan internasional. Juga dalam rangka penyelenggaraan keseluruhan rangkaian kegiatan internasional G 20 dan kegiatan kenegaraan Presiden RI Jokowi sebagai Presidensi G 20. Kemudian tuan rumah penyelenggaraan Apel Siaga Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri Se-Indonesia. Dan tuan rumah penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Se-Indonesia. 

Bahkan masih ada lagi beberapa kegiatan institusi dan komunitas lainnya selama brberapa hari di beberapa lokasi di Bali. Keseluruhan kegiatan tersebut berlangsung beberapa hari di awal Desember 2021. Ada agenda kerja dan kegiatan jajaran Kementerian PUPR RI di bawah kepemimpinan dan kehadiran Menteri Basoeki Hadimoeldjono. Ada jajaran Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI di bawah kepemimpinan dan kehadiran Menteri Siti Nurbaya Bakar. Ada jajaran Kementerian BUMN RI dan sejumlah BUMN di bawah kepemimpinan dan kehadiran Menteri Erick Thohir. 

Kemudian, ada jajaran TNI di bawah kepemimpinan dan kehadiran Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa. Ada jajaran Polri di bawah kepemimpinan dan kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Ada jajaran Kementerian Luar Negeri RI. Keberadaan dan kehadiran serta kegiatan pejabat tinggi negara tersebut, pada dasarnya berkaitan dengan persiapan penyelenggaraan KTT G 20 dan posisi Negara Indonesia dan Presiden RI Jokowi sebagai Pemimpin (Presidensi) G 20.



Masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia dan terutama daerah dan masyarakat Pulau Dewata, berhasil dengan gemilang menyampaikan sejumlah "pesan" moral dan kultural berbasis stabilitas keamanan kualitas hukum serta kualitas perekonomian Indonesia. Bobot pesan tersebut sangat berdampak kuat, positif, efektif, dan produktif. Bagi masyarakat dan komunitas domestik nasional dalam negeri serta bagi masyarakat, komunitas dunia internasional dan negara-negara lain. Juga bagi keseluruhan institusi-institusi regional dan internasional. Intinya adalah perihal Indonesia Raya yang sehat, aman, damai, kondusif, sukses, dan maju. 

Momentum keseluruhan rangkaian kegiatan Apel Siaga Kasawil Polri (seluruh Pejabat Utama Mabes Polri, seluruh Kapolda dan Kapolres Se-Indonesia) berhasil dengan bobot nilai tinggi - membangkitkan, mengukuhkan, dan menyebarkan pesan tegas dan jelas. Intisari pesan tersebut adalah bahwa Indonesia sedang dan semakin meningkatkan dan memudahkan percepatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum dan keadilan. Perspektif tersebut terutama dalam kerangka percepatan penanganan pandemik C-19 dan Vaksinasi serta percepatan pemulihan, pergerakan, dan pertumbuhan ekonomi dan berbagai subsistem perekonomian lainnya yang terkait. 

Kehadiran Presiden RI Jokowi untuk menyampaikan Pidato dan Kata Sambutan Arahan sekaligus Membuka kegiatan Apel Siaga Kasatwil Polri Se-Indonesia, semakin menunjukkan betapa pentingnya dan strategisnya posisi, peran, tugas, tanggungjawab, dan kewenangan Polri. Presiden RI Jokowi beserta jajaran kenegaraan, kemasyarakatan, dan pemerintahan memperhatikan dan mendukung sepenuhnya institusi Polri dan jajaran dalam membangun dan memajukan Indonesia berbasis Negara Pancasila, Negara Hukum Indonesia, Negara Demokratis Konstitusional, Negara Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah NKRI. 


Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pernyataan dan kebijakan dalam kegiatan Apel Siaga Kasatwil Polri Se-Indonesia dan juga dalam beberapa kesempatan, mengenai POLRI Yang PRESISI. Filosofi, doktrin, dan substansi tersebut, pada dasarnya dan pada giliranya mereformasi dan mentransformasi Polri dan keseluruhan jajaran untuk semakin dan selalu bersama rakyat memajukan Indonesia. Juga harus senantiasa membumikan dan mempraxiskan nilai-nilai dan sistem nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Tri Brata.


Apalagi institusi Polri belum lama ini atau baru-baru ini, menurut hasil penelitian dan survey lembaga independen, mendapat penilaian terbaik dan tertinggi serta memperoleh kepercayaan publik sebagai institusi terpercaya atau terbaik dan tertinggi yang dipercayai publik. Perihal tersebut sebagaimana juga disampaikan oleh Presiden RI Jokowo dalam Pidato dan Sambutan Arahan di acara Pembukaan Apel Siaga Kasatwil Polri Se-Indonesia. Ada sejumlah Ketua Lembaga Negara, Menteri, Pejabat Tinggi Negara, dan Panglima TNI datang menghadiri dan menjadi Pembicara (Narasumber).


Demikian juga mengenai momentum penyelenggaraan keseluruhan rangkaian kegiatan Rapimnas Kadin (Pimpinan dan Pengurus Kadin Pusat dan Kadin Daerah). Forum ekonomi dan suasana kebatinan tersebut, berhasil membangkitkan, mengukuhkan, dan menyebarkan pesan tegas dan jelas. Intinya adalah bahwa Indonesia sedang dan semakin melakukan percepatan pemulihan, pergerakan, dan pertumbuhan ekonomi. Seluruh sumber daya dan energi perekonomian beserta infrastruktur dan suprastruktur perekonomian Indonesia. 

Bahkan institusi beserta jajaran birokrasi, politik, hukum, keamanan, dan institusi terkait lainnya, diharapkan dan diarahkan untuk bekerja, bertugas, dan bertanggungjawab bersama Kadin. Perihal tersebut untuk memulihkan, menggerakkan, dan menumbuhkan perekonomian. Demikian juga untuk penyiapan, penataan, dan penguatan infrastruktur dan suprastruktur perekonomian Indonesia. Prasyarat dan persyaratan mutlak menuju dan membangun perekonomian adalah stabilitas politik dan stabilitas keamanan yang dinamis, demokratis, dan kondusif.

Kedatangan Presiden RI Jokowi untuk menyampaikan Pidato dan Kata Sambutan Arahan sekaligus Membuka kegiatan Rapimnas Kadin Se-Indonesia, pada dasarnya memastikan kualitas posisi, peran, tugas, dan tanggungjawab  komunitas pengusaha di Indonesia (Kadin). Presiden RI Jokowi beserta jajaran kenegaraan dan pemerintahan tentu mendukung dan mendorong pekerjaan dan pemajuan Kadin dan jajaran. Terutama dalam memulihkan, menggerakkan, dan menumbuhkan perekonomian. 

Juga dalam rangka membangun dan memajukan ekonomi kreatif, produktif, dan inovatif. Ada investasi, produksi, distribusi, penciptaan, peningkatan, dan perluasan lapangan kerja baru dan terbarukan. Kemudian ada pergerakan dan pertumbuhan perekonomian berbasis ekosistem (ekologi) dan kualitas lingkungan hidup. Juga perekonomian berwarna pemerataan  dan keadilan sosial dan struktural. Juga "Ekonomi Hijau". Sesungguhnya Ekonomi Hijau sangat Indonesia karena sesuai dengan sistem nilai Keindonesiaan Raya.

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid beserta jajaran pimpinan dan fungsionaris Kadin Pusat dan Kadin Daerah, memiliki komitmen dsn tekad beserta berkemauan kuat dan berkehendak baik untuk membangkitkan dan memulihkan Indonesia (terutama dalam hal perekonomian). Juga berikhtiar dan berniat membangun dan mengorganisasikan Kadin untuk menjadi garda terdepan dan lokomotif perekonomian Indonesia. Demikian juga tentunya jajaran Pemerintah Nasional dan Pemerintah Daerah, pada dasarnya mesti selalu bekerjasama dan bergotongroyong bersama dengan Kadin. 

Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin, datang menghadiri sekaligus menyampaikan Pidato dan Kata Sambutan Arahan sekaligus Menutup kegiatan Rapimnas Kadin Se-Indonesia. Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin, juga melakukan kunjungan kerja dengan sejumlah agenda kegiatan kenegaraan. Ada juga beberapa Ketua Lembaga Negara, Menteri, Pejabat Tinggi Negara, datang menghadiri, mengikuti, dan menjadi Pembicara (Narasumber) di dalam kegiata Rapimnas Kadin.

Menurut Penulis (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) yang juga pada saat bersamaan berada di Bali karena ada sejumlah tugas, pertemuan, dan kegiatan, Provinsi Bali berhasil dan berprestasi menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara. Pemerintah dan warga masyarakat Bali beserta seluruh komponen terkait secara berarti dan dengan gemilang kembali mengukuhkan dan menumbuhkan pandangan dan pendapat publik nasional dan internasional. Intinya adalah bahwa Indonesia semakin bangkit, bangun, tumbuh, dan tangguh dari Bali.

Penulis yang juga berkesempatan menyampaikan Kata Sambutan Pembukaan, di Bali, dalam sebuah kegiatan lain, yaitu Seminar dan Workshop Tingkat Nasional, bertajuk : "DIGITECH Festival Se-Indonesia", berpendapat bahwa perihal keberhasilan dan kemajuan tersebut adalah karena peran, kinerja, dan kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster dan jajaran ; Kapolda Bali Irjen Pol. I Putu Jayan Danu Putra dan jajaran ; Pangdam Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan jajaran ; Danrem Wirasatya (Bali) Brigjen TNI Husein Sagaf dan jajaran. Dan juga seluruh institusi terkait lainnya. Keberhasilan tersebut merefleksikan, menunjukkan, dan semakin mengkonfirmasi adanya kualitas hubungan dan kerjasama di antara keseluruhan institusi di Bali. Juga didukung dan ditopang oleh kultur masyarakat dan daerah Bali yang penuh dengan sistem nilai kebaikan dan kemajuan. 

Kultur kebersamaan, keutuhan, dan kegotongroyongan masyarakat dan daerah Bali, sangat mewarnai dan memaknai setiap dan seluruh agenda kerja dan kebijakan strategis serta acara dan kegiatan. Kualitas kinerja, kepemimpinan, dan keanggotaan institusi dan jajaran di Bali selama ini dan sebelum ini, sudah terbangun baik, efektif, dan produktif. Terutama ketika mempersiapkan dan menyelenggarakan keseluruhan rangkaian acara kegiatan dan faktor-faktor pendukung lainnya. Kegiatan persiapan KTT G 20 ; Apel Siaga Kasatwil Polri ; Rapimnas Kadin. 


Bali, Minggu, 5 Desember 2021.


"Salam Indonesia Sehat, Aman, Damai, Tumbuh, Tangguh, Dan Maju".

Related Posts:

UKM KUAT MASYARAKAT SEHAT : BERBAGI 1.000 NASI BUNGKUS BAGI TANGERANG


KAIROSPOS.COM, Tangerang - Kegiatan bakti sosial Peduli Kasih Banten yang diselenggarakan pada hari Sabtu 4 Desember 2021 di Karawaci - Tangerang, Pemuda DPA GBI provinsi Banten, bersama dengan panitia Peduli Kasih Banten BPD GBI provinsi Banten mengadakan gerakan UKM KUAT MASYARAKAT SEHAT. Kegiatan ini berupa pengadaan 1.000 paket nasi bungkus lengkap dan sehat, yang terdiri dari nasi, sayur dan lauk pauk, yang dibagikan secara GRATIS kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Tangerang. Pembagian nasi bungkus ini sebagai wujud kepedulian kasih sebagai sesama saudara dalam kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemic covid 19.
Adapun pengadaan 1.000 paket nasi bungkus ini dengan melibatkan UKM-UKM di Tangerang, secara khusus warung tegal (warteg), warung sunda (warsun), rumah makan padang, catering dan UKM kuliner. Tujuan melibatkan UKM tersebut untuk membantu usaha-usaha kecil masyarakat untuk bisa tetap bertumbuh dan kuat ditengah kelesuan ekonomi akibat pandemic covid 19. Dengan memesan dan membeli makanan sehat dari UKM tersebut, akan menambah omzet produksi dari rumah makan-rumah makan, sehingga ekonomi UKM menjadi kuat. 

Pendistribusian dan pembagian 1.000 nasi bungkus gratis ini dilakukan di lokasi acara baksos Peduli Kasih Banten di daerah Karawaci, oleh relawan pemuda/i DPA Banten serta dibantu oleh Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Tangerang. Relawan muda ini menggambarkan kesatuan para pemuda lintas agama yang ada di Tangerang. Pemuda sebagai pelopor dalam persatuan. Pembagian nasi bungkus juga dilakukan di sepanjang jalan kota Tangerang, dengan dibagikan ke tukang becak, pemulung, tukang sampah, sopir angkot, sopir ojek online, pengamen, dan masyarakat.
Selain pembagian 1.000 nasi bungkus secara gratis, dalam baksos juga dibagikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu, serta pengadaan pengobatan gratis, bazar UKM dan bazar murah. Dengan diadakannnya baksos Peduli Kasih Banten ini, selain masyarakat terberkati, juga memperkuat ekonomi rakyat. UKM sehat, masyarakat sehat.

Related Posts:

LKM – MASJID RAHMATAN LIL ALAMINAKAN MEMBANGUN KAPAL KAYU BERSAMA TUKANG KAPAL TRADISIONAL

KAIROSPOS.COM, Indramayu - Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo “ samudera, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, memunggungi selat dan teluk”. Ketua LKM – Masjid Rahmatan Lil Alamin Prof. Dr (HC) Abdul Salam Rasyidi Panji Gumilang , S,Sos, MP menambahkan “ Bahwa, “sudah saatnya kita Kembali menunjukkan kekuatan maritim, sebagai upaya menghidupkan Kembali batang terendam, sebagaimana nenek moyang kita telah melakukannya”.

Untuk itu LKM – Masjid Rahamatan Lil Alamin berusaha untuk ikut serta mengembangkan potensi sumber daya kelautan Bersama para Nelayan Indramayu yang amat tangguh, hal pertama yang dilakukan adalah 
membangun tempat pembuatan Kapal Kayu berukuran besar, yang pelaksanaan pembangunan Kapalnya dilakukan oleh Pembuat Kapal Kayu lokal di Eretan Indramayu, dibantu oleh Karyawan LKM Masjid Rahmatan Lil Alamin. Kapal pertama telahpun siap untuk di bangun dengan lunas sepanjang 30 meter, dimana ijin kapal sudah dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan restribusinyapun telah dibayar. Kapal Nelayan yang diberi nama LKM-K 01 ini mendapat alokasi operasional di laut Arafura, dan seterusnya akan di bangun Kapal Nelayan berkuruan sama, dimana untuk itu telah di persiapkan Kayu sebanyak 3600 M3, terdiri dari kayu jenis Ulin dan kayu keras lainnya.
Guna mendukung rencana kerja tersebut diatas, Syaykh AS Panji Gumilang bersama team worknya, tengah mempersiapkan Lembaga Pelatihan Kelautan, yang akan melatih Alumni Alzaytun yang berminat dan generasi muda nelayan setempat. Pekerjaan kelautan adalah profesi yang amat mulia dan memberikan konstribusi kepada Negara Bangsa, untuk itu harus dilakukan oleh tenaga tenaga yang berketerampilan dan bersertifikasi. Para peserta latih akan mendapatkan pelatihan di berbagai bidang pekerjaan kelautan dan sertifikasinya, dan diberikan bea siswa khusus dengan jaminan lapangan pekerjaan yang telah disiapkan oleh LKM – Masjid Rahmatan Lil Alamin.
 
Selain melatih generasi muda Nelayan, LKM – Masjid Rahmaatn Lil Alamin, juga berencana untuk mendirikan sebuah Paguyuban Nelayan, yang diberi nama “ Perhimpunan Nelayan Penyanggah Pangan Nasional, untuk menghimpun kaum nelayan yang selama ini berada di garis depan agar tidak selalu terpinggirkan. Perhimpunan yang sama untuk kalangan petani di Indramayu, telahpun di buat dan berjalan lancar, dimana para anggotanya menjadi penggarap tanah milik LKM – Masjid Rahmatan Lil Alamin, yang hasilnya sangat memuaskan, karena mampu meningkatkan taraf hidup petani anggotanya, bahkan ada yang sudah mampu menyekolahkan anak anaknya ke Perguruan Tinggi. Hal yang sama diharapkan berjalan untuk kaum nelayan bahkan dalam skala yang lebih besar.

Related Posts:

Peletakan Batu Pertama GKI Yasmin Bogor Merupakan Wujud Kemenangan Toleransi



KAIROSPOS.COM, Bogor - Peletakan batu pertama pembangunan GKI Yasmin Bogor hari ini (5/12/2021) patut kita rayakan sebagai wujud kemenangan toleransi sebagai karakter bangsa Indonesia. Hal ini sekaligus kebanggan bagi kita semua, bahwa kita akhirnya mampu menyelesaikan persoalan yang terbilang rumit.
Kita tahu, selama kurang lebih 16 tahun sejak 2006, persoalan GKI Yasmin Bogor menyita energi dan meicu ketegangan sosial. Persoalan ini juga senantiasa menjadi catatan Lembaga-lembaga pemantau kebebasan beragama dan berkeyakinan, baik dari dalam maupun luar negeri. Laporan dari Lembaga-lembaga itu selalu menunjuk persoalan GKI Yasmin Bogor sebagai penanda pelanggaran HAM, terutama terkait hak kebebasan beragama dan berkeyakinan. Kasus ini juga selalu tengarai sebagai bentuk menguatnya intoleransi. 
Penyelesaian GKI Yasmin menunjukkan pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan akibat dari konflik keagamaan. Kita patut bersyukur, masalah ini akhirnya bisa selesai dengan tuntas, meski melalui jalan panjang yang berliku. Hal ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi kita semua, merawat toleransi bukanlah hal yang mudah. Lebih sulit lagi melakukan reparasi sosial sebagai residu dari konflik keagamaan. Karena itu, jangan pernah memberikan ruang munculnya Gerakan intoleran yang akan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
KSP memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian masalah GKI Yasmin, baik yang terlibat langsung maupun tidaklangsung. Walikota Bogor, Bima Arya, perlu diapresiasi secara khusus karena dialah yang melakukan orkestrasi seluruh proses penyelesaian ini. Tokoh-tokoh lintas Agama di Bogor juga perlu diapresiasi karena berusaha keras untuk menjaga ruang social yang kondusif sehingga memudahkan proses penyelesaian.
Kita perlu belajar, jangan sampai peristiwa seperti GKI Yasmin ini terulang Kembali. Jangan ciderai toleransi dengan tindakan-tindakan tidak terpuji yang akan menyulitkan kita semua.[]

Sumber :

Deputi V KSP
Jaleswawi Pramodhawardani

Related Posts:

Presiden Jokowi Saksikan BWF World Tour Finals 2021


KAIROSPOS.COM, Bali - Di sela-sela kunjungan kerjanya di Provinsi Bali, Kamis, 2 Desember 2021, Presiden Joko Widodo menyaksikan pertandingan BWF World Tour Finals 2021 yang digelar di The Westin Resort, Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyaksikan pertandingan tunggal putri antara pemain India, Pusarla Venkata Sindhu, melawan pemain Jerman, Yvonne Li di lapangan 1.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyaksikan pertandingan di lapangan 2 pada nomor ganda campuran antara pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, melawan pasangan Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.
Usai menyaksikan pertandingan, Presiden Jokowi bertemu dengan para punggawa yang berhasil menjadi juara Piala Thomas pada Oktober 2021 lalu. Presiden mengapresiasi para atlet dan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) atas pencapaian tersebut, utamanya karena Indonesia berhasil mengakhiri puasa gelar Piala Thomas selama 19 tahun.

"Ini adalah sebuah prestasi yang telah ditunggu lama oleh seluruh rakyat Indonesia dan saya sekali lagi menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Piala Thomas maupun untuk prestasi-prestasi yang lainnya yang tadi disampaikan oleh Bapak Ketua Umum PBSI," ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden saat menyaksikan pertandingan badminton tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Sumber :

Badung, 2 Desember 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden


YouTube: Sekretariat Presiden

Related Posts:

KPI 2021 DI PROVINSI PAPUA, MENOLAK USAHA-USAHA ISLAMISASI DI WILAYAH MANAPUN KHSUSNYA PAPUA YANG BERKEDOK DAKWAH DI BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN YANG DIFASILITASI OLEH OKNUM NEGARA MELALUI TNI/POLRI DAN LEMBAGA PEMERINTAH LAIN


KAIROSPOS.COM, Papua - Dalam rangka Jubileum HUT Ke-50 PGLII pada tanggal 17-19 November 2021 digelar "Konferensi Pekabaran Injil 2021", dengan tema Api Injil Terus Menyala, dan "Deklarasi Damai" yang mengambil tempat di hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Papua. Telah menghasilkan dokumen Rekomendasi dan Aksi Bersama berisi 9 point serta dokumen Deklarasi Damai dari lintas agama dan denominasi gereja dan lembaga Kristen. 

Konferensi Pekabaran Injil (KPI) 2021, yang ditandatangani PGLII; PGI; PGGP; Sekretaris KomHAK KWI; PGPI; GIDI; GKII; PGGS; MAF; FKUB PROV PAPUA; LAI; JDN, telah menghasilkan "Rekomendasi dan Aksi Bersama" yang ditujukan kepada seluruh gereja dan lembaga Kristen di Indonesia. 

Rekomendasi Dan Aksi Bersama 

Dengan semangat kesatuan dan kebersamaan sebagai bagian yang utuh dari persekutuan tubuh Kristus, maka Konferensi Pekabaran Injil 2021 merekomendasikan: 

8. "Menolak upaya-upaya propaganda dan/atau pemindahan agama dengan 
cara-cara pemaksaan, tidak wajar, serta memanfaatkan kelemahan dan kekurangtahuan seseorang atau sekelompok orang. Penginjilan sejatinya bukanlah kristenisasi, karena itu upaya-upaya kristenisasi dengan cara tidak wajar, pemaksaan, serta pemanfaatan kelemahan dan kekurangtahuan bukanlah penginjilan. Tanggungjawab pekabaran Injil di tanah Papua adalah tanggung jawab bersama gereja dan harus diperkuat dalam rangka membangun perspektif baru tentang kehadiran Kristus di tengah-tengah kesulitan hidup yang sedang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah, khususnya Papua terutama pula di wilayah-wilayah yang kesulitan dalam membangun dunia pendidikan yang baik dan berkualitas, serta pelayanan kesehatan yang bermutu, karena berada dalam situasi konflik. Gereja tetap bersuara memperjuangkan keadilan dan perdamaian bagi Papua supaya dengan pendidkan dan kesehatan yang baik, api Injil itu akan terus menyala di tanah Papua, dan daerah lain. Sama dengan hal tersebut, menolak pula usaha-usaha Islamisasi berkedok dakwah di bidang pendidikan dan kesehatan, yang masif dan sistematis terjadi di berbagai wilayah, termasuk Papua, yang didukung bahkan difasilitasi oleh oknum negara melalui TNI dan Polri, serta lembaga-lembaga pemerintah lain"
Pada point 8 dari Rekomendasi dan Aksi Bersama ini, dituang keprihatinan atas adanya upaya propaganda pemindahan agama melalui kedok dakwah di bidang pendidikan dan kesehatan, yang masif dan sistematis di berbagai wilayah, termasuk Papua yang didukung  bahkan difasilitasi oleh oknum negara melalui TNI/Plro serta lembaga-lembaga pemerintahan lain. Para pemimpin Kristen tidak menolak bahwa agama Kristen dan Islam di Indonesia adalah agama dakwah. Umat Kristen melakukan penginjilan dan umat Islam melakukan dakwah karena penginjilan dan dakwah adalah perintah agama yang tertulis dalam Kitab Suci. Namun yang memprihatikan, adanya upaya dan usaha yang difasilitasi melalui oknum-oknum negara melalui TNI/Polri dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya. Salah satu contoh kongkrit yang terjadi di Papua, meski di wilayah lain di Indonesia sama saja  yakni membangun markas TNI/Polri atau sarana gedung kesehatan atau pendidikan yang disertai pembangunan rumah ibadah, hal seperti ini menjadi nyata dalam hal Islamisasi. Hal ini terjadi karena juga memanfaatkan ketidaktahuan atau ketidakmampuan masyarakat Papua yang dipandang sah-sah saja. Silahkan lakukan dakwah namun jangan menggunakan fasilitas lembaga pemerintah dan institusi TNI/Polri, karena dasar dari pemindahan agama adalah keyakinan akan jaminan keselamatan dan hidup kekal bukan karena ketidaktahuan dan dakwah yang menggunakan pintu masuk pendidikan dan kesehatan. Kondisi Islamisasi seperti sangat ditolak dan segera dihentikan. 

Salam Injili
Ketua Umum PGLII

Related Posts: