DEKORDA Banyuwangi PUSKOR HINDUNESIA sosialisasi di Pura Madu Sasana Banyuwangi



 
KAIROSPOS.COM, Banyuwangi - Bertepatan dengan Hari Suci Galungan, Rabu Kliwon, Dungulan, 8 Juni 2022 ysng juga bersamaan dengan tegak (pawatekan) Piodalan Pura Madu Sasana, Dusun Krajan, Desa Kalibarumanis, Kec. Kalibaru, Banyuwangi, para pengurus Dekorda Banyuwangi Puskor Hindunesia, hadir memberikan Sosialisasi wadah swadaya keumatan ini. Sosialisasi disampaikan oleh Wakil Ketua I Bid Perjuangan Keumatan, Eko Bandriono, SH.

Beliau menyampaikan secara umum terkait keberadaan organisasi ini. Beliau, atas seijin Ketua Dekorda, memberikan informasi yang benar tentang, visi, misi, fungsi dan arah gerak organisasi yang dirintis sejak 2003.

Sosialisasi ini diperlukan agar tak terjadi kesimpangsiuran terhadap keberadaan wadah swadaya gotong royong umat, yang sudah memiliki legalitas dari Kemenkumham dan juga tanda daftar Kemenag RI, dalam hal ini Ditjen Bimas Hindu.
Sebagai bagian dari berbagai lembaga keumatan, maka Puskor Hindunesia berfokus pada perjuangan keumatan, kepedulian sosial dan kemanusiaan serta pemberdayaan Sumber Daya Hindu (SDH).
Pada kesempatan itu, diserahkan pula punia dari relawan dharma dan dermawan dharma, total sebesar Rp. 2.000.000, sebagai bentuk kepedulian lembaga ini pada Pura Madu Sasana. 
Banyuwangi, 8 Juni 2022 

Sumber : Dekornas
●□●Kang Bandrio.

Related Posts:

Indonesia, Pancasila, Dan Jasa Peradaban Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, M.A.


Penulis : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia)

KAIROSPOS.COM - Yogyakarta - Berdukacita mendalam atas wafatnya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif, M.A. (Buya Syafii Maarif). Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Melindungi dan Memberkati Indonesia, Muhammadiyah, Akademika Perguruan Tinggi, dan Keluarga yang ditinggalkan. Juga diberi Penguatan, Penghiburan, dan Pengharapan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepada masyarakat dan bangsa Indonesia serta dunia internasional yang "ditinggalkan" oleh Buya Syafii Maarif. Rest In Peace. Amin.

"Kepergian" Buya Syafii Maarif, sungguh-sungguh amat menggetarkan khalayak lokal, regional, nasional, dan internasional. Sebuah kepergian yang sangat beraneka ragam meninggalkan kualitas kebaikan, kebajikan, keadaban, dan keteladanan. Buya Syafii Maarif "meninggalkan" kita, namun Sang Guru Bangsa dan Cendekiawan Besar meninggalkan berbagai Nilai-Nilai keadaban, keluhuran, dan kemuliaan kepada kita. Nilai-Nilai yang sama sekali tidak terbatas dan tidak terhingga keharumannya dan kemaknaannya.

Sebuah foto lama menunjukkan ketika suatu saat, Penulis mendampingi dan bersama Buya Syafii Maarif dan Prof. Dr. Saldi Isra. Kebersamaan tersebut adalah dalam sebuah pertemuan santai dan diskusi informal bertiga. Meskipun pertemuan santai dan diskusi informal namun intinya dan hakekatnya adalah membicarakan sejumlah perihal strategis keadilan, kemanusiaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Buya Syafii Maarif sebagaimana biasanya dan lazimnya, selalu menjadi "Guru dan Orangtua" yang dialogis, egaliter, menghormati, menyemangati, dan memotivasi proposal pemikiran dan pernyataan secara demokratis, dialogis, dan dialektis. 

Betapapun santai dan informal, ada sejumlah pokok pemikiran materi diskusi dan testimoni yang disampaikan Buya Syafii Maarif. Prof. Dr. Saldi Isra adalah Guru Besar Tetap Universitas Andalas , Padang, Sumbar, dan Guru Besar Tamu di beberapa Perguruan Tinggi dalam negeri dan luar negeri Indonesia. Kini mengabdi sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi RI. Profesi tersebut merupakan kawasan pengabdian di bidang akademik keilmuan dan tata kenegaraan. Profesi yang selalu diberikan catatan kritis, korektif, alternatif, solutif oleh Buya Syafii Maarif.

Pertemuan dan diskusi bermaterikan pada aspirasi, artikulasi, agregasi, dan formulasi untuk memikirkan, memedulikan, dan membangkitkan Keindonesiaan Raya. Sebuah Indonesia yang demokratis, konstitusional, egaliter, solider, toleran, moderat, adil, makmur, dan sejahtera. Wajah Indonesia tersebutlah, yang disuarakan dan diperjuangkan secara hati nurani dan akal budi oleh Buya Syafii Maarif. Pembangunan dan Pemajuan Indonesia diwujudkan melalui berbagai posisi dan peran Buya Syafii Maarif dengan penuh kebeningan hati nurani dan kecerdasan akal budi.

Buya Syafii Maarif adalah mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ; salah seorang Ulama Besar, Guru Bangsa, Pemimpin yang sederhana, dan Penuntun Pemandu yang bersahaja. Kawasan dan ekosistem kepemimpinan struktural dan posisi kepenuntunan dan kepemanduan tersebut sungguh-sungguh "menyejarah dan melegenda". Hakekat yang menyejarah dan melegenda sepanjang masa tersebut disebabkan karena Buya Syafii Maarif memiliki akar kultural kukuh dan basis sosial kuat yang menyertainya dan melengkapinya.

Kekukuhan akar dan kekuatan basis tersebut, pada dasarnya semakin menumbuh subur dan terbangun kuat. Perihal tersebut karena dipermaknai dengan adanya "perjumpaan dan persekutuan" beberapa faktor dan subsistem dalam kepemimpinan Buya Syafii Maarif secara utuh. Formulasi kepemimpinan tersebut bergerak dialogis, dinamis, dan dialektis karena Buya Syafii Maarif selalu berikhtiar untuk selalu setia dan taat. Komitmen kesetiaan dan ketaatan tersebut untuk memperjumpakan dan mempersekutukan sejumlah hal secara utuh. Ada keutuhan antara perenungan dan pemikiran refleksi dengan penuturan dan perlakuan aksi.

Pemimpin dan "pelindung" sekaliber dan sekuat Buya Syafii Maarif, pada dasarnya bersifat monumen yang berharkat dan bermartabat. Buya Syafii Maarif menjadi dan merupakan simbol dan monumental yang mengukuhkan tata pikir dan laku sikap pemimpin dan pelindung. Integritas, kredibilitas, dan kualitas Buya Syafii Maarif adalah pemimpin sejati dan pelindung abadi bagi yang tertindas, teraniaya, tersisih, dan terpinggirkan keadilan, kebenaran, dan keyakinan yang mereka pertahankan, perjuangkan, dan tegakkan. Keseluruhan bangunan kedirian dan kepribadian tersebut, pada gilirannya semakin menyejarah dan selalu melegenda. 

Kualitas kemenyejaraan dan kemelegendaan Buya Syafii Maarif terbangun tertib dan rapi, karena disebabkan oleh landasan dan dasar yang baik. Landasan yang disebabkan, digerakkan, dan dibangkitkan oleh dan dengan ketulusan, kejujuran, keteguhan, keberanian, ketegasan, kesederhanaan, dan kebersahajaan Buya Syafii Maarif. Dasar-dasar berkehidupan yang adab dan bajik tersebut senantiasa dibanguni dan dilakoni secara otentik, asli, murni, dan konkrit. 

Buya Syafii Maarif, juga seorang Pemikir, Pendidik, Pengajar, Penutur, dan Penulis yang terdepan dan terkemuka. Seorang Sejarawan, Budayawan, Sastrawan, Akademisi, Ilmuwan, Intelektual, dan Cendekiawan Indonesia dan Internasional. Figur dan sosok Buya Syafii Maarif tergolong "paripurna" dalam hal dan dalam konteks keteladanan. Atmosfir keteladanan yang diajarkan dan dipancarkan kepada khalayak ramai dan kalangan umum yang tidak terbatas dan tidak terhingga. 

Integritas, kredibilitas, dan kualitas Buya Syafii Maarif, pada dasarnya menempatkan posisinya dan perannya menjadi salah seorang "Episentrum" yang terdepan, yang terutama, dan yang terkemuka. Posisinya dan perannya adalah menumbuhkan, menaburkan, menyuburkan, membumikan, dan menjalankan Sila-Sila Pancasila dan keseluruhan ekosistem Ideologi Pancasila. Posisi dan peran Buya Syafii Maarif sebagai episentrum tersebut senantiasa hadir dan tumbuh dalam keseluruhan ruang dan kesempatan. Setiap saat, kapanpun, dan dimanapun. 

Perjalananan dan pergerakan kesejarahan integritas, kredibilitas, dan kualitas kenegarawanan, kecendekiawanan, dan keulamaan Buya Syafii Maarif adalah berkekuatan sosial dan kultural serta berkewibawaan moral. Tergolong berkategori tertinggi dan terdepan sebagai garda utama "Pemimpin Penuntun dan Pemandu" - yang teguh, teduh, dan tegas. Kemudian juga berkelas "Pemimpin Penyinar, Penerang, dan Pengarah" - yang berprinsip, berwarna, berkepribadian, dan berkarakter. Perihal tersebut sudah terverifikasi dan telah terkonfirmasi. Juga sudah teruji dan terbukti dalam keseluruhan nafas pelayanan dan darah pengabdian Buya Syafii Maarif.

Ketika sebagian umat manusia, kalangan masyarakat, jajaran elit dan penguasa, bahkan tokoh agama dan kepercayaan mengalami virus kelupaan dan sakit kealpaan atas etos Bhinneka Tunggal Ika, toleransi, dan moderasi. Ketika mengalami kekurangan dan kehilangan atas etika dan moral untuk mempraxiskan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran, maka terjadilah krisis peradaban. Krisis yang terjadi tersebut, pada gilirannya berpotensi mengganggu, merusak, meniadakan, dan menghancurkan kemanusiaan, kebudayaan, keadaban, dan keadilan. Maka sesungguhnya dan sejatinya kemudian, figur dan sosok adab etik moral dalam personalitas Buya Syafii Maarif menjadi penting dan mendesak. Buya Syafii Maarif menjadi relevan.

Ketika krisis peradaban tersebut menumbuh dan meningkat, maka seketika itu juga, kita mengingat, merindukan, dan mendambakan figur ketokohan dan sosok kepemimpinan Buya Syafii Maarif. Kepribadian dan keteladanan Buya Syafii Maarif menjadi relevan dalam konteks tersebut. Bahkan menjadi "tanggapan" otentik dan "jawaban" konkrit mengatasi permasalahan akut dan masif tersebut. Relevansinya adalah model dan tipikal kepemimpinan tersebut berpotensi mengembalikan dan berkekuatan meluruskan krisis peradabanyang terjadi. Untuk kemudian dikembalikan dan diluruskan menjadi atmosfir berkehidupan dan berkebudayaan yang adab etik moral. 

Makna relevansi terpenting dan terpengaruh dari kehadiran dan keberadaan figur dan sosok Buya Syafii Maarif, pada dasarnya berposisi dan berfungsi vital serta berpengaruh strategis secara berarti. Berposisi, berfungsi, dan berpengaruh menjadi "pengingat, pengembali, pelurus, dan penumbuh" nurani kebaikan dan kebajikan publik. Intisari keutamaan dari nurani kebaikan dan hakekat kebajikan Buya Syafii Maarif adalah Tugas Panggilan dan Tanggungjawab Moral Kemanusiaan dan Kemasyarakatan bersama. Juga merupakan Tugas Panggilan dan Tanggungjawab Moral Kebangsaan dan Kenegaraan bersama. 

Tugas Panggilan Suci dan Tanggungjawab Moral Sakral tersebut adalah sebuah dan serangkaian "Medan Pelayanan" terpanjang dan terlama sepanjang masa dari Buya Syafii Maarif. Tugas dan tanggungjawab tersebut adalah kawasan atmosfir yang senantiasa "disuarakan dan diperjuangkan" oleh Buya Syafii Maarif. Penyuaraan dan Perjuangan tersebut "dibumikan dan dipraxiskan" dengan tulus, ikhlas, tegas, teguh, arif, bijak, dan berani di tengah pergulatan kebatinan, pergumulan kenuranian, dan pertempuran kehatian terdalam. Itulah kesucian dan kesakralan yang tidak pernah lupa, luput, dan lepas sedikitpun, kapanpun, dan dimanapun dari elan vital pergerakan, penyuaraan, dan perjuangan Sang Guru Bangsa.

Pergerakan, penyuaraan, dan perjuangan Buya Syafii Maarif diabdikan untuk selalu kembali dan terus menerus kepada keseluruhan Nilai-Nilai dan ekosistem Sila-Sila Pancasila secara utuh menyatu. Juga diperuntukkan bagi Keindonesian dan dunia internasional. Keseluruhannya dan kesemuanya kehadiran dan kepribadian Buya Syafii Maarif diorientasikan untuk membangun etos dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kebudayaan, keadaban, dan kemanusiaan. Keutamaan filsafat pemikirannya dan pemihakannya berbasis pada moderasi dan toleransi. Juga pada humanisme, sosialisme, dan nasionalisme yang setara (egaliter), tulus, terbuka, dan universal.

Buya Syafii Maarif, sebelumnya adalah salah seorang Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI bersama dengan beberapa Negarawan sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP-RI. Institusi BPIP-RI dipimpin oleh Presiden Kelima RI Hj. Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP-RI. Kepemimpinan Buya Syafii Maarif yang amat sangat sederhana, bersahaja, dan familiar telah "menyata dan membumi" sejak dahulu kala. Penulis bersyukur dan berterima kasih pernah berkenalan, mengenal, dan berjumpa dengan baik dan dari dekat secara langsung dengan Buya Syafii Maarif. Juga pernah bertemu dan berdiskusi lama dan beberapa kali. 

Penulis sejak akhir tahun 1980-an, sejak dari Yogyakarta, sudah sering menghadap dan menemui Buya Syafii Maarif. Sejak ketika Penulis menjadi Ketua Senat Mahasiswa, ketika menjadi salah seorang Ketua Presidium Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY), ketika menjadi salah seorang Pimpinan Organisasi Kemahasiswaan Ekstra Kampus (Kelompok Cipayung) dan Organisasi Kemahasiswaan Profesi di tingkat lokal regional Yogyakarta dan di tingkat nasional Indonesia, ketika menjadi salah seorang Presidium Forum Mahasiwa Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Kemudian ketika Penulis menjadi salah seorang Anggota Komisi Politik dan Hukum DPR-RI, ketika menjadi salah seorang Anggota Badan Legislasi DPR-RI, ketika menjadi salah seorang Anggota Panitia Khusus DPR-RI, ketika menjadi salah seorang Pimpinan Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI, ketika menjadi salah seorang Ketua DPP PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Soekarnoputri, ketika menjadi Ketua Dewan Pembina dan Dewan Penasehat sejumlah komunitas, sampai dalam beberapa kesempatan berikut dan kapasitas lainnya setelah itu, dan lain-lain.

Kemudian juga ketika di Jakarta dan di beberapa kota lainnya di Indonesia dalam berbagai ruang dan kesempatan. Demikian juga, ketika Buya Syafii Maarif menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA-RI). Sebuah Lembaga Tinggi Negara pada masanya yang setara atau setingkat dengan Lembaga Tinggi Negara : DPR-RI, MA-RI, BPK-RI sebelum Amandemen Konstitusi UUD Tahun 1945. Perenungan dan pemikiran Buya Syafii Maarif sering dan selalu menyegarkan dan menyehatkan. Juga konstruksinya dan substansinya senantiasa bersifat, bermaterikan, dan berorientasikan memotivasi, membangun, menggerakkan, dan memajukan. 

Pada dasarnya dan intisarinya dari penghadapan Penulis kepada Buya Syafii Maarif adalah untuk berkonsultasi dan berdiskusi mengenai sejumlah perihal. Juga memohon pemikiran, pertimbangan, dan pendapat Buya Syafii Maarif. Khususnya bagi pembangunan dan pemajuan bersama sebagai masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. Kegiatan berkonsultasi dan kesempatan berdiskusi, pada dasarnya mesti selalu diletakkan dan dikembangkan untuk kepentingan dan kebutuhan bersama.

Belum lama sebelum Kepergian Buya Syafii Maarif, Penulis berada di Yogyakarta sejak hari Rabu, tanggal 25 Mei 2022 karena beberapa tugas dan kegiatan. Kemudian ke Surakarta (Solo) menghadiri undangan kegiatan sosial dan kultural (Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan Sahabat Penulis : Ketua Mahkamah Konstitusi/MK-RI Prof. Dr. H. Anwar Usman, S.H., M.H. dengan Hj. Idayati/Adik Presiden RI Jokowi), hari Kamis, tanggal 26 Mei 2022. Kembali dari Surakarta dan berada lagi di Yogyakarta, hari Kamis malam sampai Hari Jumat pagi, tanggal 26 Mei 2022 sampai dengan tanggal 27 Mei 2022. 

Penulis masih berada di Yogyakarta dan sedang menuju Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) untuk segera berangkat terbang dengan naik pesawat ketika mengetahui berita atau kabar Duka Kepergian Buya Syafii Maarif. Penulis tidak sempat melayat karena penerbangan pesawat segera berangkat ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Penulis harus segera berangkat terbang untuk menunaikan sejumlah tugas dan kegiatan serta diundang menjadi Pembicara di sebuah forum akademik keilmuan di Pontianak, Kalbar. 

Perihal tersebut adalah sebuah tanggungjawab moral, tugas luhur, dan kegiatan mulia demi untuk kemajuan keilmuan, kebudayaan, kemanusiaan bagi pembangunan peradaban. Sebuah kawasan dan atmosfir sebagaimana Buya Syafii Maarif senantiasa dan semakin terus menerus suarakan, perjuangkan, bangkitkan dan gelorakan ketika masih hidup bernafas. Kualitas kehidupan dengan etos dan semangat  Pelayanan dan Pengabdian.

Indonesia, Pancasila, dan Jasa Peradaban Buya Syafii Maarif adalah sebuah dan serangkaian tema utama dan tema sentral yang menyertai, mewarnai, dan memaknai kepemimpinan dan kepribadian Buya Syafii Maarif. Spritualitas tematis tersebut adalah "Kita Semua Masyarakat, Bangsa, dan Negara Indonesia dan bahkan Dunia Internasional". Selamat Jalan Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif : Ulama Besar, Guru Bangsa, Pemikir, Perenung, Penutur, Penulis yang cendekia intelek arif bijak, Pemimpin yang sederhana, teduh, sejuk, dan bersahaja.


Daerah Istimewa Yogyakarta, Hari Jumat, Tanggal 27 Mei 2022.

Related Posts:

Pdt. Rory Ketum PGLII DKI Jakarta Bantah Dana Hibah Terkait Dukungan Capres 2024


KAIROSPOS.COM, Jakarta -:Heboh di Media sosial setelah Pendeta kondang umat Kristen mendoakan Gubernur DKI Jakarta saat berulang tahun ke 53.  Dibetikan judul yang cukup menarik "Netizen Beraksi! Doakan Anies Baswedan, Pendeta Ini Langsung Dicap Kadrun, Eh Dana Hibah Diseret-seret Juga!"

Ditengah berlangsungnya rapat perdana PGLII DKI Jakarta Rabu 25 Mei 2022 di Gd Kenanga Jakarta Pusat Ketua Umum PGLII Propinsi DKI Jakarta Pdt. R.B. Rory, S.Pak, M.Th. yang baru terpilih mengadakan preskon terkait berita miring Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) disalahgunakan  untuk mendukung Bakal Capres 2024

Pendeta Rory yang juga gembala jemaat GSJA ini mencoba menjelaskan kronologis Bantuan Oprasional Tempat Ibadah dan Koster

Pertama, BOTI atau Bantuan Operasional Tempat Ibadah diberikan kepada semua agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), namun baru dinikmati oleh kebanyakan gereja di DKI Jakarta sekitar 2 Tahun terakhir dan yang mengajukan

Kedua, BOTI untuk gereja-gereja awalnya diperjuangkan oleh Ibu Lisa Pembimas Kristen Kemenag propinsi DKI JAKARTA, tahun 2017 hasil lobi ke Banggar komisi E DPRD Dki jakarta hingga akhirnya anggota dewan menyetujuinya.sebenarnya BOTI ini sdh dimulai 2018 namun oleh karena pemprov memintakan SK Kemenkumhan SEBAGAI SYARAT dan semua Aras tdk dapat memenuhi persyaratan ini termasuk PGLII DKI nantinya baru dapat dipenuhi mulai 2021 melalui SK Dirjen BIMAS KRISTEN yang memberikan penegasan bahwa Gereja sah dibawa Kementrian AGAMA
Ketiga, BOTI bagi agama Kristen diberikan kepada gereja-gereja di semua lembaga aras seperti PGI, PGLII, PGPI ,Baptis, Advent, dan Bala Keselamatan.

Keempat,  Penyaluran DANA BOTI utk Kristen dikoordinir oleh 3 lembaga aras secara bergantian.

BOTI 2020 dikoordinir oleh PGPI, sebesar 24,9 M (sebelumnya 47M tetapi dirasionalisasi menjadi 24,9M karena pandemi).

BOTI 2021 dikoordinir oleh PGLII, sebesar 41,62 M dan BOTI 2022 dikoordinir oleh PGI, 

BOTI Tahun 2020 sudah didistribusikan oleh PGPI bagi 1.379 gereja (anggota PGPI, PGI, PGLII, Advent, Baptis, Bala Keselamatan), dana yg tidak terserap sudah dikembalikan ke kas pemprov/BPKD, dan semua kegiatan sudah dilaporkan juga oleh PGLII ke Pemprov dan sudah diaudit oleh BPK dengan hasil clean.

Kelima, Perlu diketahui bahwa  "BOTI itu nilai PENGAKUAN PEMERINTAH TENTANG KEBERADAAN GEREJA MELALUI SKTL dari PEMBIMAS KRISTEN KEMENTERIAN AGAMA PROPINSI DKI JAKARTA"

*a.* Salah satu syarat penerima BOTI adalah memiliki SKTL (Surat Keterangan Tanda Lapor) yang dikeluarkan oleh Kanwil Pembimas Kristen, KEMENAG).

Syarat terberat pembuatan SKTL adalah surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh kelurahan di mana gereja tersebut berada.

Yang mana hal tersebut sangat sulit untuk diurus, jika tidak mau dikatakan hampir mustahil.

Seluruh ARAS sangat menyadari hal ini sehingga kembali SELURUH ARAS DAN PEMBIMAS KRISTEN melobi Pemda  DKI dan DPRD, hasilnya: gubernur memudahkan pembuatan SKTL tanpa surat keterangan domisili, langsung diurus ke Kanwil Pembimas Kristen.

*b.* Baik SKTL maupun dana bantuan dari pemerintah (BOTI) merupakan sebuah bentuk *PENGAKUAN  pemerintah* secara hukum dan undang-undang akan keberadaan gereja.

Hal ini belum pernah ada sebelumnya di DKI Jakarta.

Keenam, Dari sana wajarlah jika ucapan terima kasih diberikan kepada Pak Anies Baswedan sebagai 'chief in command' di DKI Jakarta.*dan ini BUKAN DANA PRIBADI GUBERNUR*

Ketujuh, Kami Aras PGLII Dki jakarta tidak pernah mengadakan kontrak POLITIK dengan siapapun karena MENERIMA DANA BOTI untuk KEPENTINGAN POLITIK thn 2024  kami sadar penuh bahwa urusan Gereja dan politik harus dibedakan*dan kami tdk pernah Megadaikan hak Gereja untuk kepentingan Politik
Tetapi gereja gereja yg dinaungi PGLII DKI selayaknya bersyukur kepada TUHAN dan berterima kepada Pemprov dan Gubernur dki JAKARTA melalui APBD  dgn melalui mekanisme Banggar dan DPRD komisi E dapat memberikan bantuan BOTI kepada semua Agama dan termasuk gereja di dki 

Sebagai tambahan info, dalam KepGub no.275 Tahun 2022 tentang Penerima Hibah Tahun 2022, lembaga semua Agama mendapatkan hibah (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), beberapa rumah ibadah semua agama menerima hibah, khusus Kristen (rumah-rumah ibadah diwakili semua aras) juga menerima hibah.

Demikianlah penjelasan dari  PGLII DKI Jakarta pada awak media.

Related Posts:

Pemimpin legendaris, mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan Ulos Sadum kepada Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa

KAIROSPOS.COM, Timor Leste - Pemimpin legendaris, mantan Presiden dan mantan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan Ulos Sadum kepada Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa yg sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Dili (19/5).

Kunjungan kenegaraan itu dilakukan dalam rangka menghadiri pelantikan Jose Ramos Horta sebagai Presiden Baru Timor-Leste (19/5) dan untuk menghadiri perayaan ke-20 Hari Restorasi Kemerdekaan Republik Demokratik Timor-Leste (20/5).  

Menurut Direktur Center for the European Union Studies Partogi Samosir, Indonesia dan Timor-Leste memang memiliki hubungan kemanusiaan yang sangat kuat di berbagai aspek kehidupan. 

Xanana Gusmao adalah Sesepuh Batak Diak Loos, sebuah komunitas masyarakat Batak di Timor-Leste, imbuh Partogi. Pada tahun 2016, Batak Diak Loos  menyematkan ulos (mangulosi) kepada Xanana Gusmao sekaligus meneguhkan beliau sebagai Sesepuh BDL. 

Xanana Gusmao mengagumi nilai-nilai Batak (habatahon) yang menjadi pusat nurani orang Batak dalam mempertemukan arus-arus kebudayaan yang berbeda dan saling bersinergi. Partogi Samosir menyaksikan Batak Diak Loos yang dipimpin oleh Robert Pangaribuan memang melestarikan nilai-nilai Batak (habatahon) dan mengembangkannya, sehingga  siap diaplikasikan dalam kehidupan modern. 

“Etos kerja yang tertanam dalam filosofi Dalihan Na Tolu berarti: tahu diri, mengerti posisi. Ada waktunya menjadi pimpinan (hulahula), ada saatnya menjadi mitra kerja (dongan sabutuha), ada saatnya menjadi pelayan (Boru). Uniknya ketiga unsur tersebut tidak berdiri sendiri, tapi kait mengkait. Hulahula (pimpinan) harus mengayomi, memperhatikan boru (karyawannya). Dongan sabutuha atau rekan kerja, sesama selevel harus saling menghargai dan bekerjasama. Boru (karyawan) harus menghargai pimpinan sebagai pemilik perusahaan. Setiap orang pasti menjalani ketiga peran tersebut secara simultan. Tidak ada orang yang selamanya menjadi dongan sabutuha. Ada saatnya dia menjadi hulahula dan boru,” imbuh Partogi Samosir.

Partogi Samosir yg pernah 3 semester menjadi dosen di Universidade Dili berkata, "Nilai perdagangan Indonesia dan Timor-Leste pada tahun 2021 adalah sebesar USD 250,84 juta. Jumlah itu adalah sebuah peningkatan 12,1% dari tahun 2020 (USD 223,8 juta). Hal ini terjadi  karena banyaknya kebutuhan pokok Timor-Leste yang harus diimpor dari Indonesia. 

Indonesia menjadi mitra dagang dan eksportir utama bagi Timor Leste. 23% barang-barang kebutuhan Timor-Leste berasal dari Indonesia (UN Comtrade, 2020).  Timor-Leste juga menempati urutan pertama (terbanyak) jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia, yaitu 819.488 orang pada tahun 2021. 

Potensi investasi/ekspansi bisnis di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dan Timor-Leste yaitu di PLBN Wini, PLBN Napan dan PLBN Oepoli terutama adalah sektor pengolahan air minum ramah lingkungan; pembangunan docking/galangan kapal; dan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir sampah. 

Partogi Samosir yg pernah bekerja di KBRI Dili menyatakan bahwa pembangunan kawasan perbatasan bertujuan untuk memperkuat ekonomi daerah di sekitar perbatasan kedua negara, sehingga seluruh masyarakat di wilayah perbatasan tersebut semakin sejahtera dan makmur.

Guna mempercepat perkembangan ekonomi di kawasan perbatasan, Indonesia, Timor-Leste dan Asian Development Bank (ADB)  mengadakan program kerja sama pembukaan rute transportasi bis antarnegara dan kerja sama pariwisata. 

Partogi Samosir yang pernah menjadi Vice President of the Junior Chamber Indonesia menilai, potensi bisnis yg sangat terbuka saat ini adalah   transportasi laut  antara Dili-Kupang, transportasi udara antara Oecussi, Kupang, Bali dan bahkan sampai ke Darwin, Australia, serta pendirian rumah sakit modern.

Related Posts:

Silaturahim Ormas Kristiani Ke Pospes Al-Zaytun Jalin Persaudaraan Sesama Anak Bangsa

KAIROSPOS.COM, Indramayu - Dalam rangka silaturahmi hari Raya Idhul Fitri 1 syawal 1443 Hijriah tahun 2022, berbagai organisasi Nasrani Protestan dan Katolik yang tergabung dalam PEREKAD Aliansi Perdamaian dan Keadilan plus PIM Kamis 12/5/22 berkunjung ke Pondok Pesantren  Al-Zaytun di Indramayu Jawa Barat 
Yusuf Mujiono Ketua Umum Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia menegaskan bahwa kehadiran PEREKAD ini bertujuan bersilaturahmi dengan  Syaykh Dr. (H.C.) Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun dalam suasana Hari Raya Idul Fitri beserta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al Zaitun. 
Sekedar tahu bahwa nama Indramayu di mana Pondok Pesantren terbesar di Asia ini yang memiliki lahan 1600 Hektar berasal dari legenda dimana karena kecantikan Istri Raden Arya Wiralodra yang bernama Nyi Endang Darma Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M, demikian catatan kecil tentang sejarah kabupaten ini kenapa kemudian diberi nama Indramayu.
Kunjungan silaturahmi Idul Fitri beberapa organisasi antaranya Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, Vox Poin Indonesia, Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Persatuan Masyarakat Kristen Indonesia Timur (PMKIT), dan Persatuan Indonesia Mandiri (PIM). Tiba di lokasi Al-Zaytun sekitar pukul 11:00 siang.
Sebagai sebuah pondok pesantren modern protocol kesehatanpun dilakukan ketat di mana semua tamu dari luar harus melalui antigen dan mobilpun yang masukpun harus disemprot dengan disifektan.
Kedatangan peserta disambut penuh kehangatan dan persaudaraan oleh Abdul Halim salah satu pengurus di Pompes yang selama ini memang intesn berkomunikasi dengan PEWARNA. “Ini tamu terbanyak yang pertama di terima pihak Pompes setelah pandemic”, ujar Abdul Halim menyambut romobongan dengan penuh keramahan. 
Karena memang selama pandemic berlangsung Pompes menerapkan peraturan yang tegas tak boleh ada tamu luar yang masuk mengingat untuk membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran pandemic tambah Abdul Halim menjelaskan bagaimana pihak Pompes Al Zaitun serius dalam mengatasi pandemic covid 19 tersebut. Bahkan semua santri, karyawan serta pengurus berseta pimpinan Pompes Al Zaitun sudah menerima vaksin 4 kali.   
“Sorotan negative tentang Pompes Al Zaitun yang dianggap memperjuangkan ideology tertentu itulah yang sebetulnya melatarbelakangi kami rombongan PEREKAD dan PEWARNA yang memang selama ini sudah bermitra bahkan memberikan penghargaan kepada pimpinan Pompes sebagai figure Penjaga Keberagaman terus berupaya menjembatani untuk berkomunikasi bahkan berkunjung ke Pompes untuk melihat langsung seperti apa sesungguhnya yang dikerjakan Pompes Al Zaitun”, tambah Yusuf serius. 
Hampir semua peserta yang berjumlah 23 saat perjamuan makan siang dengan sajian yang hamper semua produk Pompes Al Zaitun ini tiba-tiba hadir Syaykh Panji Gumilang dengan penampilan Peci panjangnya menyapa ramah dan seketika berbaur akrab dengan tim yang sedang menikmati jamuan makan siang bahkan dikatakan  hampir selesai makan. 
Unik dan menarik karena masih melihat sajian di meja makan Syaykh sekitika mengambil mangkuk nasi dan melayani tamu satu persatu sembari makna sampai kenyang jangan ada yang masih lapar, berkah Tuhan kita nikmati bersama sembari berkeliling dari satu persatu tamu yang sedang makan. 
Lukman Panji penesihat PEWARNA merasa kikuk, biasa melayani kok sekarang malah dilayani merasa malu ini tambahnya sembari mengatakan inilah perilaku pemimpin yang tanpa batas dan bergaul bersama-sama. 
Duduk Satu Meja
Pertemuan dalam suasana santai satu meja. Syaykh Al-Zaytun dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraanya atas kedatangan mereka. Syaykh memaparkan nilai-nilai dasar negara dan kemandirian Al-Zaytun dalam membangun dan mengelola pesantrennya serta menjawab beberapa pertanyaan seputar Al-Zaytun. 
“Duduk seperti ini saja sudah toleran” ungkap Syaykh kepada para tamu ramah. Setelah mendengar berbagai pertanyaan dari para ketua umum yang hadir baik Pdt Harsanto Adi Ketum API, Yohanes Handoyo Ketum Vox Poin serta Urip Dwi Premono Ketum PIM dan waketum PMKIT serta peserta yang duduk melingkar meja besar ini. 
Duduk bersama yang lebih diwarnai canda sebagai sadara dalam kemanusiaan istilahnya Taaruf Kemanusiaan yang harusnya terus dihidupi. Sehingga kotak kecurigaan dan pandangan seseorang atau le,baga hanya berdasarkan berita medsos itu bisa diklarifikasi
 “Saya merasakan seperti di Yerusalem, di sini disambut hangat, makan nasi kobuli, roti gandum, suguhan teh tarik dan banyak lainnya,” ungkap Handoyo. 
Vox Pont lanjut Handoyo Kami melatih kader bangsa, caleg-caleg yang terjun ke dunia politik agar lebih mencintai negara bangsa dan negaranya. Kami bersaudara, kita memang berbeda paham tapi kami ingin berkontribusi  membangun Indonesia yakni Indonesia satu. 
Dwi Urip Premono, Ketua Umum PIM dan Sekjend PMKIT mengungkapkan kesannya bhawa  Syaykh Al-Zaytun dengan semua karya-karya merupakan bentuk kemadirian yang sudah diejawantahkan untuk mencapai Indonesia  yang diimpikan gemah ripah loh jinawi kerto toto raharja murah tanpa tinuku urip tanpa tinandur. . 
Kebersamaan dan komunikasi adalah kunci untuk menghilangkan kecurigaan dan menurut apa yang dilihat dan dirasakan Pdt Harsato Adi Ketum API bahwa Saykh Panji jelas warnanya nasionalis kebangsaan. Hal itu bisa dilihat  dengan apa yang dikerjakan melalui karya nyata di Pompes bahkan saat ini sedang membangun sebuah kapal yang ditargetkan 50 kapal yantg dipusatkan di Eretan Wetan Indramayu. Karena Kapal multifungsi baik sebagai penjaga kedaulatan Negara dan pengggerak ekonomi terutama pemberdayaan nelayan sebagai ciri khas bangsa Indonesia sebagai seorang pelaut karena luas wialayah Indonsia memag sebagian besar laut yang belum banyak diberdayakan.
Sementara Hervin devanda Ketua PD Pewarna Jabar yang mendampingi Ketua Umumnya menyesalkan pihak Pemda Indramayu yang seakan membiarkan jalan tepatnya Gabus Gantar akses menuju Pompes terbesar serta jalur ekonomi tu ditelantarkan. “Harusnya pihak Pemda segera tanggap demi kemajuan pembangunan Indramayu, apalagi saya dengan dari pihak pengurus Al Zaitun sudah pernah mengajukan permohonan untuk menguruk jalan dengan biaya sendiri namun dari pihak Pemda tak memberikan jawab hingga saat ini”, tandas Hervin berharap pihak Bupati ataupun Pejabat yang terkait segera meresponinya .

Related Posts:

Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom Nikahkan Putri Semata Wayang

KAIROSPOS.COM, Jakarta – Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan isteri,  dr. Loli J. Simanjuntak, Sp.PD menikahkan putri tunggalnya, Agustina Marisi Nauli Gultom (Ichi) dengan tunangan Sabastian Dolf Mook Sianturi (Sabastian)  di Gereja HKBP Kebayoran Selatan, Cipete, Jakarta, Sabtu, 7 Mei 2022 yang dilayani Pdt. Lawniner Hutagaol.
Pernikahan kudus Ichi dan Sabastian asal Belanda berlangsung khusyuk yang dihadiri ratusan undangan memenuhi gedung gereja.
 
Pemberkatan dilayani Pdt. Lawinner Hutagaol,  dalam pesannya Kothbahnya, Pdt. Lawinner mengambil firman  Efesus 5:33, bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu  seperti  dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. 
“Cintai dan kasihilah orang yang kau nikahi, sampai mau memisahkanmu. Saling berbagi susah maupun senang,” pesannya kepada kedua mempelai beda kewarganegaraan ini. 
Tampak hadir dan berkesempatan memberikan sambutan Ephorus HKBP dan istri, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan Sri Simatupang. Juga Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Direktur LAI Pdt. Dr. Henrietta Lebang Hutabarat, Sekum dan Ketua PGI Pdt. Dr. Bambang Wijaya, Yudie Latif, HP Panggabean dan tokoh-tokoh penting lainnya. 

Sebelumnya, prosesi pengantin memasuki Gereja  diiringi penyanyi nasional Edo Kondologit bersama PS. ESTOMIHI HKBP Kebayoran Selatan. 
Usai pemberkatan, akan dilanjutkan dengan acara Adat Batak di Gedung Danapala, Senin, Jakarta Pusat.  Sabastian disematkan marga Sianturi, yang sekaligus menjadi wali dalam acara Adat Batak.

Related Posts:

Sabam Sirait Mengajarkan Berpolitik dengan Suara Hati

KAIROSPOS.COM, Jalarta - Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA)  menyelenggarakan Diskusi Publik: Sabam Sirait Politisi Negarawan di Mata Tokoh Lintas Agama, dengan menampilkan pemateri antara lain Dr. RE Nainggolan (Ketua Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional), Romo Benny Susetyo (KWI), Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu  Bawa Tenaya (Ketua Umum Pengurus PHDI), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Sekretaris Umum PGI)  Banthe Dammasubho Mahatera (Tokoh Budha) dan Ishag Zubaedi Raqib (Ketua LKN Infokom dan Publikasi PB NU) bertempat di Gedung LAI Jakarta, Kamis (28/04/2022).

Tampil pembuka, Ketua Panitia Pengusul Sabam Sirait Pahlawan Nasional, Dr. RE Nainggolan memaparkan bahwa sejak awal pihaknya lebih dulu mempelajari segala aturan perundangan-undangan terkait syarat pahlawan nasional. 
“Setelah mempelajari aturan, maka kami yakin segala kiprah dan pengabdian Sabam Sirait layak menjadi Pahlawan Nasional. Sesuai ketentuan Menteri Sosial maka sudah diselenggarakan Seminar Nasional di Medan dan seminar lokal lainnya di Sumut. Kemudian juga diselenggarakan di Jakarta,” jelas mantan Bupati Tapanuli Utara.
Selama 64 tahun, Sabam Sirait menegakkan sendi-sendi demokrasi Indonesia. Pencapaian lain, memperjuangkan UU Antimonopoli, mendukung Palestina.   Sabam Sirait  juga legacy, termasuk memperjuangkan Pemilu jujur dan adil, hingga kini tetap diterapkan.
Setelah melalui TP2GD Provinsi Sumut kemudian mempertimbangkan semua riwayatnya, kemudian mengusulkan ke Gubernur Sumut untuk diajukan Pahlawan Nasional.  Letjen Purn. Ery Ramayadi segera memberikan dukungan dan persetujuan melalui Surat Keputusan mendukung Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara
Dari serangkaian Seminar  Nasional, juga mendapat dukungan dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Mahfud MD. Hal telah diungkapkan, pada acara seminar nasional yang diselenggarakan GAMKI dan GMKI. 
Sementara Romo  Benny mengaku bahwa banyak berjumpa dan bersentuhan dengan sosok Sabam Sirait. Menurutnya, Sabam  seorang demokratis sejati  dan seorang pejuang yang berani melawan Orde Baru. 
“Bahkan di partai, Bang Sabam, juga berani berhadapan dengan kubu Soerjadi dan membela PDI Megawati. Saya lihat Pak Sabam Sirait selalu berjuang kebenaran dan keadilan,  masyarakat teraniaya,” paparnya.
Ditambahkan, bersama Gus Dur, juga berjuang untuk demokrasi Pancasila.  Selalu menekankan bahwa tidak ada tirani minoritas dan diktator mayoritas. Belajar politik mengedepankan suara hati, memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
“Bang Sabam berani melawan arus, meninggalkan statusquo, selalu memiliki konstruksi kekuasaan untuk keadilan dan kebenaran, ini dimensi ilahi. Beliau tokoh bangsa dan negarawan, melawan tirani dan otoriter. Kita berharap Bang Sabam Siriat dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional karena memperjuangkan demokrasi Pancasila secara murni dan konsekuen,” tegasnya.
Sementara Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen Purn. TNI (Purn) Wisnu  Bawa Tenaya  melihat  sosok Sabam Sirait banyak melihat dari literasi, dan buku-buku karena rentang waktu usia yang jauh. “Saya mencoba mereflesikan beliau, bahwa sampai usia sepuh masih mengabdikan diri ke NKRI,” ujarnya mengawali.

Bahwa kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, telah dibuktikan  Sabam Sirait. Dia juga  lintas persaudaraan. “Saya kira beliau ini seperti prajurit komando, dia selalu olah pikir dan sehat. Sangat bisa menentukan sikap. Melihat secara universal, tak kenal menyerah dan tampil berani. Selalu berjuang ke kebhinnekaan,” paparnya.
Menurutnya, sosoknya pantas jadi keteladanan generasi XYZ. Kalau Soekarno terkenal dengan  pertahanan semesta dan Hatta dengan koperasi, maka  Sabam Sirait di legilislatif, dia menunjukkan keteladanan  kalau di Hindu disebut caturwindu. Mengabdikan diri ke NKRI  sampai akhir hayatnya.
Mantan Danjen Kopasus ini mengingatkam tidak ada istan, semua harus dengan usaha dan tindakan. Perlu belajar dan latihan.  Anak muda harus mencontoh Sabam Sirait yang meniti karir dari bawah namun  tetap belajar sampai akhir hayatnya.
“Negara telah memberi penghargaan Bintang Mahaputera sebagai bukti pengabdiannya kepada negara. Karena itu layak, Sabam Sirait menjadi Pahlawan Nasional,”ungkapnya.
Menarik juga, apa yang disampaikan Bikhu Banthe Dammasubho Mahatera (Budha) agar memandang peran politisi dari  kacamata alam, bingkai kesunyataan. Artinya memandang dari semua sisi yang berbeda, sehingga bisa menarik kesimpulan bukan keputusan. Seperti Budha memandang dunia, bagaimana memandang politisi, negara dan pandangan secara agama.
“Politik itu, adalah cara. Politea, semua ada. Budha memandang  dua, memandang wilayah duniawi dan duniawi spritual.  Parameternya, apakah saya kira apakah dia memiliki idealis, dinamis atau pluralis. Orang tumbuh ideologi yang kuat. Dinamis bisa menempatkan diri. Sedangkan Pluralis itu perpaduan ideologis dan dinamis,” urainya.  
Kalau di Indonesia, pernah Presiden SBY memberikan Gus Dur Bapak Pluralis. Karena dia datang ke semua agama dia disambut, dia tidak kehilanganan ideologi. Tokoh-tokoh, yang masuk itu, apalah ideologis, dinamis dan pluralis. 
“Saya juga mengintip kiprah Pak Sabam ini dalam politik. Jadi dari parameter itu, ketiga sosok Sabam Sirait miliki,” ujar Bhiku yang lama mengabdi di Bangkok, Thailand.
Pengalaman menarik dikemukakan Ishag Zubaedi Raqib yang terus terang mengaku tidak hanya  banyak bersentuhan dengan Sabam Sirait tetapi juga mengagumi sosoknya.
Setelah 23 tahun menimba ilmu Pesantren, Mas Edi KR (akrab disapa) mengatakan jauh-jauh hari sudah mendengar nama Sabam Sirait. Namun baru tahun 1992, ketika menjadi wartawan, dirinya bisa melihat langsung interupsi  Sidang Umum MPR terkait Luber dan Jurdil. 
“Saya berkenalan dekat dengan Pak Sabam dan kebetulan temanan dengan Putra Nababan, sejak 1992 makin dekat. Setiap ada acara Pak Sabam, Bang Lexy dan Megawati, saya selalu pertama mendengar.  Sosoknya selalu tampil  humoris. Jadi kalau sayamdiminta menilai, saya tidak punya kapasitas, Sabam Sirait  jauh melebihi kapasitas saya, saya pengangum beliu. Kalau diikhtiarkan Pahlawan Nasional jauh lebih layak. Ikhtiar Pak Sabam atas pembangunan nasional untuk keadilan dan kebenaran sudah tidak diragukan lagi,” tukas  wartawan Kedaulatan Rakyat Yogyakarta ini.
Menurutnya, Sabam Sirait sudah tidak terbantahkan kiprah dan sumbangsihnya kepada bangsa dan negara, tidak perlu didiskusikan. Ia lebih mengusulkan agar  lebih menapaktilasi jejak kiprah Sabam Sirait. 
“Pak Sabam tidak perlu didiskusikan. Jejaknya jelas, dimana saja ada,  memiliki  ideologis, dinamis dan pluralis. Jarang ada  tokoh seperti  ini, dia hadir selalu datang membawa kebahagian. Orang-orang seperti ini pilihan Tuhan. Sekali lagi tidak banyak, salah satu guru kami, Gus Dur sosok lintas batas,” bebernya.
Ketua LKN infokom dan publikasi NU ini memberikan catatan penting peran seorang Sabam Sirait. Sabam Sirait saat mengemban Ketua Pansus lahirnya UU Anti Monopoli. Ketika, Sabam Sirait disepakati  memimpin Pansus Anti Monopoli perlu kapasitas untuk  melawan kepentingan kartel, terjadi perdebatan berjam-jam. 
Satu lagi yang tidak kita lupakan, Kiprah Sabam Sirait saat dipercaya menjadi Ketua Pansus RUU Otonomi Khusus Papua. Faktanya, UU Otsus Papua sekarang masih landasan dan langkah-langkah pemerintah dalam membangun Papua.
Pada bagian akhir Edi membacakan catatan kecil terkait Sabam Sirait yang diberi judul; Serial menghayati nilai-nilai Sabam Sirait. Pak Sabam sesuatu yang pasti dan tidak perlu didiskusikan. Dia meninggalkan jejak di banyak tempat. 
Kami menyebut wasilah atau perantara, Ia sesuatu yang suci. Dianugerahi Tuhan privilege untuk mencerminkan agamanya. Melampau juru penerang agama sendiri. Dia Manusia Lintas Agama sudah melampau batas, wujud standar tertinggi di kalangan agama dan sosial. Duta propotik Tuhan. 
“Saya kira kehadirannya jejak lengkapnya bisa dijadikan kurikulum, dipelajarin. Kurikulum Sabam Sirait. Dari sosoknya terlihat nilai-nilai kekristenan yang universal. Kalau Tuhan berkehendak, derajad kepahlawan itu mudah disematkan kepada Sabam Sirait,” tegasnya. 
Sekretaris Umum PGI, Jacky Manuputty yang tampil pemateri terakhir, menegaskan Sabam Sirait tokoh sangat fenomenal. Diakuinya percakapan tentang Pak Sabam tidak akan habis-habisnya. “Kami di PGI sudah membicarakan tokoh ini. Menarik, ia seolah sumur yang ditimba yang tidak habis-habis,” cetusnya.
Ada tiga poin yang bisa sampaikan terkait ketokohan Sabam Sirait. Pertama, Sabam Sirait memberi arah dalam pergulatan nasionalisme. Jelajah pemikirannya sangat luar biasa. Belajar dari TB Simatupang, Amir Syarufuddin, JJ Russo. Dia sosok ideologis, melintasi banyak batas selama 60 tahun berkiprah. Seorang politisi senior yang konsisten memperjuangkan demokrasi. 
Kedua, sosoknya berhubungan secara lintas batas. Kemampuan komunikasi yang luar biasa. Tidak terbatas sekat agama dan etnis. Menembusi sekat-sekat perbedaan. Ini jadi catatan mahal karena  sekarang ada politisasi agama dan politik identitas, kadang mendorong kekristenan membangun pertahanan sendiri. Tanpa disadari itu justru menutup ruang. Titik temu sebagai seorang nasionalis, Sabam Sirait meletakkan dasar itu. Persahabatan lintas batas kelompok.
Berikutnya, ketiga, Ia tokoh yang memberikan arah kosmopolitan. Dia tokoh menjadi level mancanegara. Sangat mendukung Palestina, menolak berkunjung ke Israel. Juga, terang-terangan membela perjuangan Irak invansi Amerika.  “Sabam Sirait berpolitik dengan bersahaja, mengusahakan untuk kemaslahatan semua orang. Kami (PGI) sangat layak memperjuangkannya, kita membutuhkan kepahlawanan wajib diperjuangkan,” pungkasnya. 

Related Posts:

Pdt Gomar Gultom Ketum PGI Apreasiasi Langkah Pewarna dlm program NTRJ


KAIROSPOS.COM, Jakarta - 
Cuaca hujan cukup lebat melanda ibukota Jakarta menambah kesejukan tersendiri saat Pimpinan Pusat Pewarna Indonesia berkunjung ke kantor PGI di jalan Salemba Raya No 10 Jakarta Pusat Kamis 21 Maret 2022.  Kunjungan Pewarna yang dikomandani langsung ketua umum pewarna Yusuf Mujiono disambut hangat  Ketum PGI  Pdt Gomar Gultom di lantai dua gedung PGI. Dalam pertemuan tersebut  Yusuf Mujiono selaku Ketum Pewarna menyampaikan tentang kegiatan Pewarna Indonesia baru-baru ini, yaitu  Diskusi lintas agama yg digelar di Masjid Istiqlak Jakarta serta Napak Tilas Rasul Jawa (NTRJ) yang sdh dilaksanakan dari tanggal 28 Maret hingga 3 April 2022

Meresponi tersebut pdt Gomar, NTRJ ini adalah langkah yang baik untuk memgangkat kembali tentang kiprah penginjil bumi putera atau penginjil nusantara. Dengan NTRJ  yang mengangkat sosok penginjil asli tersebut bisa mengangkat kembali percaya diri sebagai Kristen Indonesia ditengah maraknya kristen ala Amerika, Korea dan ke Yahudi Yahudian.
Kedepan Pewarna Indonesia diharapkan bisa memunculkan kembali penginjil dari berbagai daerah nusantara misalnya Batak, Papua NTT, dan daerah lainnya. 

Seperti di tanah Batak, yang menonjol Nomensen, terapu sebaliknya tokoh lokal seakan tersembunyi, juga di Papua, yang menonjol Otto dan Geissler. Padahal tokoh lokal juga diyakini banyak dalam penginjilan itu, seharusnya ikut diangkatlah, harapan pdt Gomar.

Selain Yusuf Mujiono  ketum Pewarna hadir di kantor PGI,  didampingi beberapa pengurus seoertu , Ronald Stevly Onybala selaku sekjen Pewarna,  Ana Kezia, Christy,  Rikardo Marbun,  Maruap Sianturi, Joe Loing .

Dalam pertemuan tersebut serasa pertemuan keluarga, karena memang antara Yusuf dan Pdt. Gomar sudah termasuk sahabat lama, yang menambah kesejukan dalam suasana bincang-bincang.

Di kesempatan bincang tersebut pdt  Gomar juga memberikan pandangan sebagai lanjutan apresiasinya tentang kegiatan NTRJ, yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak Nusantara. Menurut beliau (Gomar,red), Kristen di Indonesia ini sepertinya kurang percaya diri dengan bangsanya sendiri, kenapa tidak" kan ada bahasa kita selamat pagi, selamat siang, dan  selamat malam, tetapi, dalam setiap pembukaan ibadah, kenapa memakai kata shaloom,? Tanpa kita sadari, kita sudah terjajah secara imani. Terjajah oleh lembaga lembaga misi dari luar, ya, mungkin didukung karena mereka banyak uang. Kita harus akui, bahwa gereja-gereja dan yayasan-yayasan pekabaran Injil di Indonesia sekarang ini sudah menjadi bonekanya orang luar. Dan ini sesuatu yang bagus untuk diangkat oleh Media, tegas beliau.

Lanjut dengan nada semangat, Pak Gomar menegaskan lagi, kalaupun mereka mempunyai kekayaan (misionaris luar,red), kita juga punya banyak kekayaan, cuman, kita yang menggadaikan kekayaan kita kepada negara-negara asing. Yang lebih berbahaya lagi menurutnya adalah, kita sekarang sangat tergantung kepada teologi baru yang lebih berakar kepada kejahudian. Dikit-dikit Israel, seolah-olah Israel itu menjadi skalanya. Sudah banyak gereja dan media-media Kristen yang ikut dalam arus itu. "Kalau saya baca di media-media Kristen sekarang ini, banyak mengagungkan Israel. Karena iklan-iklannya lebih banyak travel biro ke Holyland. Ini juga tanpa disadari kawan kawan media sekarang ini, sedang menjadi alat dari sebuah aliran teologi baru yang disebut teologi tradisi. Menurut saya, ini sebuah warning juga buat kita semua", tandasnya.

Satu warning lagi dari Pdt Gomar, bahwa di Papua dan Minahasa sudah mulai berkibar bendera sciencentik , menurutnya sam, media juga harus ikut mendidik tentang hal itu, tutup Gomar. 

Diakhir kesempatan Yusuf Meminta pihak PGI agar menyampaikan ke gereja gereja yg berbasis dgn suku Jawa agar memperkuat literasi tentang para tokoh tokoh penginjil jawa dgn membuatkan semacam gambar gambar penginjil serta karyanya di tempat tenpat gereja lokal atau pietilasan para penginjil tersebut sehingga jemaat mudah mendapatkan informasi tentang sosok dan kiprah para penginjil tersebut. 
Dengan harapan menarik perhatian umat utk berkunjung dan memziarahi para penginjil asli anak negeri itu.l [Mar'S]

Related Posts:

RACHMAT MANULANG: DENGAN MOU, TERBANGUN SINERGITAS YANG BAIK ANTARA STT LETS DAN PEWARNA INDONESIA

KAIROSPOS.COM, Kota Bekasi - Dalam rangka meningkatkan kebersamaan kelembagaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan formal dan non formal, Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna Indonesia) dan STT LETS (Lighthouse Equipping Theological School), hari ini, Selasa (19/04/2022) melakukan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Penandatanganan Kerjasama di Kampus STT LETS, Grha Rhema Bekasi Barat. 
Penandatanganan MoU untuk jangka waktu lima tahun ini, masing-masing diwakili oleh Yusuf Mujiono (Ketua Umum Pewarna Indonesia) dan Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si selaku Ketua STT LETS.
Unsur Pengurus Pusat yang hadir mendampingi Ketua Umum, Sekretaris Jenderal Ronald Stevly Onibala dan Bendahara Umum Jacob Albert Muntu. Hadir juga, Maruap Sianturi sebagai perwakilan Pengurus Cabang Pewarna Kota Bekasi. Sementara dari pihak STT LETS, hadir Dr. Antonius Natan, M.Th., Waket I Bidang Akademik.

Dengan penandatanganan MoU tersebut diharapkan meningkatkan sinergi antara STT LETS dan Pewarna Indonesia khususnya dalam peningkatan Sumber Daya Manusia. Hal ini ditegaskan oleh Dr. Racmat Manullang disela-sela penandatanganan MoU.

“Harapan bisa terbangun sinergitas yang baik antara STT LETS dan Pewarna Indonesia. Bersama saling menguatkan, saling membantu, khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia”, tutur Ketua STT LETS ini.

“Juga dengan kerjasama ini, bisa memberi warna kepada Indonesia dengan narasi-narasi yang membawa pemahaman yang benar terutama untuk sisi kekristenan dalam perspektif kebangsaan”, tuturnya lagi.

Ditanya harapannya terhadap Pewarna Indonesia, dengan gambalang Ketua STT LETS ini meminta Pewarna Indonesia sebagai wadah profesi wartawan Nasrani semakin eksis dan berdampak bagi gereja dan bangsa khususnya dalam menangkal berita hoaks dan konflik.

“Saya harap pewarna semakin eksis dan juga memberi dampak kepada gereja dan bangsa. Jangan sampai institusi media ini diisi dengan hoaks dan konflik. Sekarang ini penuh konflik karena pandemik, perang Rusia dan Ukraina. Disini peran pewarna untuk mengisi dengan perspektif yang benar, dengan pandangan yang lebih holistik sebagai umat Tuhan”, terang Rachmat manullang.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut dari MoU, direncanakan STT LETS dan Pewarna Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional dalam waktu dekat ini. Seminar yang akan menghadirkan narasumber bertaraf nasional ini, mengangkat isu tentang pengembangan Pendidikan karakter dan budaya bangsa. 

Hal menarik lain, sebagai bagian dari Kerjasama, STT LETS siap memberikan beasiswa kepada anggota Pewarna Indonesia yang ingin kuliah atau melanjutkan pendidikan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si selaku Ketua STT LETS.

“Kita akan berusaha memberikan beasiswa walau tidak full, untuk bisa saling membantu dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kita”, ungkapnya. (RSO)

Related Posts:

PGLII Menyatakan Sikap Keberatan Terhadap Vonis Hakim MKC 10 Tahun

KAIROSPOS.COM, Jakarta PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja Dan Lembaga - Lembaga Injili Indonesia) menyatakan sikap keberatan terhadap putusan majelis hakim PN Ciamis, pada tanggal 06 April 2022 atas perkara terdakwa H.Muhamad Kosmen Alias Muhamad Kece Alias Muhamad Kace Alias Muhamad Kosmen Cornelius Alias Kosmen Bin Sunet.

PGLII Mengeluarkan pernyataan sikap no.:137.04.22/pbI/PP.PGLII/2022 dan mengadakan konfrensi pers di sekretariat PGLII di Jaksel 11, April 2022. Dihadiri Ketua Umum Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th., Sekretaris Umum Pdt. Tommy Lengkong, M.Th. dan pengurus Pusat lainnya.
Pernyataan sikap PGLII sebagai berikut :

Pertama, Bahwa terkait tuntutan Penutut Umum yang mengajukan tuntutan pidana (requisitor) khususnya perkara M Kace yang menarik perhatian masyarakat yang berskala nasional ternyata tidak benar benar memperhatikan kepentingan M Kace selaku Terdakwa (Tidak mencerminkan keadilan). 
Menjadi pertanyaan besar mengapa Penuntut umum mendakwa dan menuntut terdakwa 
berdasarkan Pasal 14 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum 
Pidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP yang nota bene bertentangan dengan perkembangan masyarakat 
Indonesia saat ini di era keterbukaan informasi dan kebebasan menyampaikan pendapat dimuka 
umum sesuai konstitusi yang telah mengalami amandemen sesuai dengan agenda reformasi 
namun Penuntut umum mendakwa berdasarkan Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang 
Peraturan Hukum Pidana sedangkan apabila berdasarkan UU No. 1 PNPS 1965 tentang 
pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama dalam pasal 2 diwajibkan adanya surat 
perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu didalam suatu keputusan 
bersama Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.

Kedua, Bahwa demikian juga Majelis Hakim Perkara 186/Pid.sus/2021/PN Cms pada tanggal 06 April 2022 
telah memberikan vonis yang bertentangan dengan prinsip memvonis 10 tahun penjara sesuai 
tuntutan Penutut Umum. Padahal tuntutan Penutut Umum dalam perkara M Kace ternyata tidak 
benar benar mempertimbangkan hak-hak asasi bagi M Kace yang mempunyai hak asasi manusia 
yang dilindungi oleh Konsitusi, Undang-undang maupun Deklarasi Universal HAM dan karena itu
Majelis Hakim Perkara No 186/Pid.sus/2021/PN Cms pada tanggal 06 April 2022 memvonis 10 
tahun penjara nyata-nyata tidak berorientasi pada tujuan pemidanaan untuk rehabilitasi terpidana,  tidak bersifat humanistic dan penjatuhan pidana penjara oleh Majelis Hakim Perkara aquo tidak bersifat hati-hati dan tidak adil. Hal ini apabila kita bandingkan dengan orang yang 
sudah melakukan baiat kepada ISIS nyata-nyata merupakan perkara terorisme atas nama Terdakwa Munarman hanya mendapat 3(tiga) tahun, sedangkan M Kace yang sama sekali tidak berbahaya kepada organisasi transnasional apapun dia mendapat 3 kali lebih berat daripada 
Munarman itu jelas suatu ketidakadilan yang sangat vulgar yang sangat mencederai khususnya 
kaum Kristiani.

Ketiga, Bahwa berdasarkan informasi yang kami peroleh dari media online bahwa atas putusan Perkara 
186/Pid.sus/2021/PN Cms pada tanggal 06 April 2022 telah diajukan banding oleh Terdakwa M 
Kace pada tanggal 06 april 2022 dan arti hukumnya putusan Perkara 186/Pid.sus/2021/PN Cms 
pada tanggal 06 April 2022 belum berkekuatan hukum tetap.

Keempat, Bahwa kami mendesak Menteri Hukum dan HAM RI, Komisi VIII DPR RI, Pengadilan Tinggi dan 
Kejaksaan Agung menempuh pendekatan keadilan restoratif dalam perkara M Kace.

Kelima, Pada kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan apresiasi kami kepada Menteri Agama RI yang 
memimpin selaku Menteri dari semua agama di Indonesia sesuai Pancasila dan Bhinneka Tunggal 
Ika serta kepada Densus 88 yang bekerja tanpa lelah mengamankan negeri ini dari kelompok 
teroris.

Related Posts:

Secara Aklamasi Pdt Selvy Supangkat Terpilih sebagai Ketua API Kota Bekasi di KONPERCAB API Kota Bekasi




Bekasi - Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Bekasi pada tanggal 31 Maret 2021 melaksanakan Konpercab yang di gedung Mega Bekasi Hypermall lt 2 Bekasi. Acara tersebut di hadiri oleh para sesepuh dan pendiri serta pengurus Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Bekasi
Alasan diadakannya Konfercab Api kota Bekasi ini dilaksanakan  dikarena ketua Lama Pdt Andy Markus, MTh telah terpilih dalam konferda API Propinsi Jawa Barat Sebagai Ketua DPD API propinsi Jawa Barat Berpasangan dengan Pdt Dr Jootje Tambayong Sebagai Sekertaris API Propinsi Jawa Barat, Sesuai dengan Mekanisme dan Aturan Organisasi serta AD ART API maka DPC API kota Bekasi menggelar Konfercab untuk mengisi kekosongan kepemimpinan yang telah di tinggalkan Oleh Pdt Andy Markus, MTh. 

Acara yang di selenggarakan dengan tetap mengedepankan prokes di pimpin langsung oleh Ketua DPD API Propinsi Jawa Barat dengan di dampingi oleh Sekretaris DPD API Propinsi Jawa Barat, Prosesi Konfercab API Kota Bekasi yang sebelumnya dengan Ibadah Singkat ini dapat berjalan dengan tertib aman dan terkendali. 
Berdasarkan hasil musyawarah menuju Mufakat Peserta Konferda sepakat secara aklamasi memilih Pdt Selvy Supangkat Sebagai Ketua DPC Api Kota Bekasi periode 2022 - 2027 dan hasil konfercab API kota Bekasi mengamanatkan ketua terpilih untuk melengkapi susunan kepengurusan API Kota Bekasi ( Herry Rondunuwu) 

Related Posts:

Kompak, Bupati Jepara Bersama Pimpinan Parpol dan Warga Gelar Padusan


KAIROSPOS.COM, Jepara - Bupati Jepara Dian Kristiandi menggelar padusan di sungai Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jumat (1/4/2022). Salah satu desa wisata yang ada di Jepara

Padusan yang digelar bupati dalam menyambut puasa ini menarik perhatian warga. Pasalnya, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Jepara itu gelar tradisi bersama warga dan anak-anak Desa Tempur. 

Tidak hanya itu, gelaran tersebut juga diikuti pimpinan partai politik (parpol) yang ada di Jepara. Di antaranya KH. Nuruddin Amin, Ketua DPC PKB Jepara, H. Masykuri, Ketua DPC PPP Jepara. Juga hadir H. Bambang Harsono, Ketua DPC PAN, H. Ahmad Fauzi, Ketua DPD Golkar Jepara, H. dan H. M. Latifun, Ketua DPC Demokrat Jepara. 
Bupati bersama para petinggi parpol dan warga terlihat kompak berjalan menuju sungai lokasi padusan diiringi dengan pembacaan salawat. Setibanya di sungai, padusan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua DPC PKB Jepara KH. Nuruddin Amin atau Gus Nung. 

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, padusan merupakan tradisi Jawa muslim yang digelar menjelang ramadan. Tujuannya untuk membersihkan jiwa dan raga agar siap menghadapi bulan Ramadhan. 

Selain mandi bareng atau padusan, bupati juga bersih-bersih sungai bersama warga sekitar dan anak-anak. "Kami ajak warga dan anak-anak untuk mengedukasi anak supaya tertanam dalam pikirannya masuk dalam hatinya bahwa kebersihan itu sebagian dari imam," kata Mas Andi. 

Sebelumnya, politisi PDIP yang akrab disapa Mas Andi bersama pimpinan parpol juga menanam pohon di pinggir sungai untuk melestarikan alam. 

"Kita menanam pohon di bibir sungai untuk menjaga alam ini. Agar tebing tidak longsor. Alhamdulillah, masyarakat Desa Tempur sangat sadar lingkungan. Kita lihat sungai ini sangat bersih," ungkapnya.

"Kalau semuanya bersih, menjaga kelestarian alam, lingkungan dan membersihkan diri, insya Allah iman kita kuat dan akan dalam menjalankan ibadah puasa

Related Posts:

PP PEWARNA INDONESIA LANTIK PD PEWARNA JAWA TIMUR DI LOKASI KAMPUNG KRISTEN MOJOWARNO - JOMBANG

JOMBANG - Bertempat di aula Gereja Kristen Jawa Wetan dusun Mojowarno kota Jombang, Pengurus Pusat (PP) Pewarna Indonesia hari ini melantik Pengurus Daerah (PD) Jawa timur.

Tepat pukul 13.00 wib, kamis 31 Maret 2022 pelantikan PD Jawa Timur dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris Jendral PP pewarna, Ronald.

Pelantikan PD pewarna Indonesia Jawa Timur dipimpin langsung oleh ketua umum Yusuf Mujiono. 

Ketua Umum Yusuf Mujiono

Adapun tersusun kepengurusan sebagai berikut ; ketua PD Jawa timur yaitu ; Meilamsen Simamora, sekretaris ; Halomoan Mangasi Siadari dan bendaharanya dipercayakan ; Gedein Soerja Ardi.

Ketua Pewarna Propinsi Jawa Timur M Simamora
Acara pelantikan tersebut di hadiri oleh pihak pemerintah dalam hal ini dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) wilayah Jawa Timur, Anwar dan beliau juga mewakili Bupati Jombang Hj.Mudjidah Wahab yang berhalangan hadir siang ini, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia Brigjend (Purn) Harsanto Adi, Ketua PD Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Barat Kefas Hervin Devananda, SH. STh. MPdK yang biasa di sapa Romo Kefas dan jajaran Pengurus PP Pewarna Indonesia serta acara dipandu oleh Ana Kezia dari Pelitanusantara.com

Kesbangpoliinmas Kabupaten Jombang bapak Anwar

Disela - sela Acara pelantikan tersebut Ketua Pewarna Indonesia Propinsi Jabar Romo Kefas yang berhasil diwawancara oleh awak media mengatakan "Puji Syukur atas segala Anugrah Kebaikan dari Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Pewarta Bahwa di momen ini PD Pewarna Indonesia Propinsi Jawa Timur sudah dilantik dan harapan saya kepada seluruh pengurus Jawa Timur yang hari ini sudah di lantik bisa semakin mengkokohkan peran peran jurnalis yang di pewarna menjadi berkat di propinsi Jawa Timur dengan bermitra dengan semua stakeholder yang ada di Jawa Timur, Ucapnya kepada Awak Media
Pelantikan berjalan dengan lancar, dan kiranya pewarna Indonesia di PD Jawa Timur semakin mewarnai tugas-tugas jurnalis didaerahnya.

Jurnalis Christy.

Related Posts:

PULUHAN PEMIMPIN KRISTEN DEKLARASI KESATUAN & BERDOA BAGI BANGSA DI ACARA PPM II DPW MUKI SUMUT

KAIROSPOS.COM, Medan  – GSB Miracle Morning mengadakan acara Pastor Prayer Meeting II di Hotel Danau Toba International, Jalan Imam Bonjol Medan. Dihadiri oleh 160 pemimpin organisasi Aras Gereja Nasional Wilayah Sumut, Ormas Kristen dan Lembaga-lembaga gereja, termasuk DPD MUKI (Kabupaten/Kota) Se Sumut. Acara ini berlangsung pada Selasa/ 22 Maret 2022 dengan Tema : “Doa bersama untuk kesejahteraan gereja, Kota dan bangsa (2 Tawarikh 7:14)”.

Sebelumnya, panitia mengadakan audiensi ke berbagai pihak, diantaranya Kementrian Agama Provinsi Sumatera Utara yang diterima oleh Kabid Bimas Kristen Kemenag Dr.Arnot Napitupulu, yang mendukung penuh terselenggaranya acara ini.


Acara dimulai dengan ibadah bersama, khotbah disampaikan oleh Pdt. Samuel Ghozali (Ketua PGPI Sumut/Penasehat DPW MUKI Sumut). Dalam paparan nya, Pdt. Samuel mengingatkan kembali tentang pentingnya doa sebagai wujud bahwa kita membutuhkan Tuhan. Doa adalah pemersatu tubuh Kristus dalam keberagaman denominasi.


Setelah itu penasehat MUKI Sumut menyampaikan sambutannya, diantaranya Pdt. Jhony Lontoh dan Ps. Rajamin Sirait, SE, yang dilanjutkan dengan penyerahan plakat.

Sesi berikutnya Pdt. Berkat Laoli anggota DPRD Sumut memaparkan sosialisasi peraturan tentang ketertiban umum dan menyerap aspirasi para pemimpin Kristen yang di respon dengan antusias melalui sesi tanya jawab.

Dalam ceramah kebangsaan , Waketum V DPP MUKI Pdt. Philipus Setyanto M.Th menyampaikan kontribusi MUKI untuk bangsa dan negara. Dia antaranya edukasi hukum dan politik melalui IPKRC guna mempersiapkan kader-kader yang tangguh, yang memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Selain itu Pdt. Philipus juga memaparkan berbagai upaya memperjuangkan keadilan dan kebenaran berlandasakan kasih yang dikerjakan oleh departemen- departemen di MUKI.


Pdt. Marlin Hutajulu, Ketua GSB Miracle Morning dalam sambutannya menyampaikan sejarah dimulainya Pastor’s Prayer Meeting. Satu gerakan doa yang di lakukan oleh puluhan pendeta yang berdoa bagi gereja, kota dan bangsa.
Dedy Mauritz W. Simanjuntak, MACE, M.Th, Ketua DPW MUKI Sumut menyampaikan Kilas Balik DPW MUKI Sumut, satu perjuangan dari berbagai dinamika organisasi hingga akhirnya DPW MUKI Sumut bisa solid dan melakukan beberapa kontribusi diantaranya penyelesaian permasalahan gereja di beberapa daerah.


Di sela sambutan Ketua DPW MUKI Sumut, turut menyampaikan kesaksian Pdt. Peterson Pasaribu gembala GPdI Siloam Simalungun yang mengalami pelarangan beribadah dan telah selesai melalui advokasi MUKI dan bantuan berbagai pihak.


Dalam sesi Rembug Tokoh, Sekum PGI Wilayah Sumut sekaligus Penasehat DPW MUKi Sumut Pdt. Dr. Eben Siagian menyampaikan tentang peran gereja yang tidak terlibat dalam politik praktis namun seharusnya membantu Negara dengan cara mempersiapkan pemimpin berkualitas yang dilahirkan dari warga gereja.


Ketua Umum DPP MUKI, Djasarmen Purba, SH melalui Rekaman Video turut menyampaikan dukungan atas terselenggaranya acara ini. Dan mengharapkan agar acara ini menjadi contoh bagi propinsi lain untuk berdoa bagi kesejahteraan gereja, kota dan bangsa.


Selanjutnya puluhan pemimpin organisasi Kristen tersebut melakukan Deklarasi Kesatuan yang di pandu oleh Ketua DPW MUKI Sumut, Dedy Mauritz


Setelah deklarasi, maka diadakan penandatangan Deklarasi Kesatuan oleh puluhan organisasi diantaranya Aras Gereja Nasional Wilayah Sumut, Ormas Kristen dan Lembaga Gereja diantaranya : PGI,PGPI,PGPIP, MUKI, API, BKAG,IUKI, PWKI, GAMKI, GMKI,GKPA, GPIB, GBKP, GMPI, GGBI,IPWL BUKIT DOA, GKPS,GIA, GSRI, GEKISIA, GKMI, GKPB, GPdi, GPT, GTDI, Gereja Pentakosta, GESBA, GPSDI, GPDI, GTP, GBI .


Butir-butir Kesepakatan yaitu :

Sepakat untukmembangun kerjasama dan sinergitas diantara pemimpin umat Kristen untuk memperjuangkan kepentingan umat, bangsa dan Negara.
Bersepakat mendorong pemerintah untuk menuntaskan permasalahan intoleransi., diskriminasi dan kebebasan beribadah
Sepakat mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan permasalahan dan kesalahpahaman diantara sesame umat dan antar umat beragama.

Acara dilanjutkan dengan doa syafaat untuk kota, bangsa dan Negara. Dan diakhiri dengan penyerahan puluhan hadiah Lucky Draw. (DM) 

Related Posts:

Diskusi Kebangkitan Spiritualitas Nusantara


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Diskusi Lintas Agama di Masjid Istiqlal Jakarta Tentang Nilai-nilai Spiritual Kebangsaan Nusantara, berlangsung lancar, meski jadual pelaksanaannya terpaksa diajukan pada pukul 13.00 sampai hingga berakhir pada pukul 16.00, karena Imam Besar Masjid Istqlal Jakarta Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar pada saat yang bersamaan diminta menghadiri acara penting yang diselenggarakan pemerintah. Meski begitu, Imam Besar Masjid Istiqlal tetap berkenan kembali untuk melanjutkan acara diskusi setelah memenuhi undangan pemerintah tersebut.
Sikap yang sangat positif itu diapresiasi dengan baik oleh para peserta baik yang berada langsung di Aula Masjid Istiqlal Jakarta maupun yang mengikutinya secara online m elalui zoom meeting. Sikap yang sangat simpatik dari Imam Besar Mesjid Istiqlal Jakarta ini diterima sebagai bentuk dukungan yang sangat membahagiakan tentang topik gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bagi warga bangsa Nusantara – yang telah bersepakat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia – guna memperbaiki tatanan berbangsa dan bernegara di negeri ini. Demikian ungkap Bunda Wati Imhar Burhanudin yang hadir besama anggota Aspirasi Emak-emak yang berada dibawah binaannya.
Pelaksanaan acara diskusi langsung dilaksanakan seusai sholat Jum’at, 11 Maret 2022 tepat pukul 13.00, hingga berakhir pada pukul 16.00, di Aula Masjid Agung Istiqlal Jakarta, yang dihadiri tidak kurang dari 75 orang peserta yang beragam mulai dari beragam tokoh agama yang ada di Indonesia. Sedangkan peserta aktif melalui zoom metting, juga diinformasikan cukup melimpah dari berbagai daerah dan pelosok tanah air.
Sambutan singkat dari Ketua Penyelenggara yang juga Ketua Pewarna Indonesia (Persatuan wartawan Nasrani Indonesia), Yusuf Mujiono sekaligus menghantar acara diskusi dengan nara sumber dan paparan pandangan tentang Spiritual Kebangsaan Nusantara dengan pengatar singkat oleh Ketua Pengarah, Eko Sriyanto Galgendu yang dipandu Thomas Gunawan, selaku Moderator, tampil diantaranya Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Eko Sriyanto Galgendu, Ketua Forum Lintas Agama dan GMRI, Kardinal Prof. Ignatius Suhayo karena sedang menerima Kedutaan Besar Jerman hingga diwakili oleh Romo Antonius Suyadi. Menyusul kemudian Banthe Dammasubbho Mahathera, Ida Rsi Wisesanatha, tokoh masyarakat adat dan sesepuh Spiritual Hindu Bali, di Bali.
Dari pihak penanggap, Yohanes H. Budhisejati, Ketua Vok Point Indonesia, Louis Mario Pakaila, Ketua PMKIT, Djasarmen Purba SH, Ketua MUKI, Brigjen TNI Harsanto Adi MM., M.Th., Fredrik J. Pinakunary SE., SH., Ketua Umum MUKI. Hingga diakhir dengan acara pembacaan Pesan Moral Kebijakan dan Harapamn oleh Prof.Dr. KH. Nasaruddin Umar MA., bahwa Pesan Moral Kebijakan dan Harapan menyerukan yang pertama untuk melakukan intropeksi serrta mawas diri terhadap berbagai tanda-tanda alam yang terus terjadi, mulai dari pandemic Copid-19 dan berbagai bencana alam, peperangan dan lain sebagainya. Kedua, dalam tatanan berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat agar senantiasa mengedepankan etika, sopan santun dalam bertutur kata, sebagai ciri khas dari bangsa yang berbudaya.
Ketiga adalah, untuk para pemimpin bangsa supaya berprilaku bijak dan dapat selalu menggunakan hati Nurani dalam menyelesaikan berbagai masalah. Dan yang terakhir, bahwa semua pihak hendaknya dapat selalu mengedepankan semangat untuk membangun secara bersama-sama guna memajukan segenap warga masyarakat di berbagai bidang kehidupan.
Pesan moral kebijakan serta harapan yang ditanda tangani oleh Pro. Dr.KH. Nasaruddin Umar MA., selaku Imam Besar Masjid Istiqlal, Romo Antonius Suryadi Pr, selaku Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan Keuskuoan Agung, Jakarta., Bhikhu Dammasubbho Mahathera, Sesepuh Sangha Theravada Indonesia., dan Ida Rsi Wisesanatha, sesepuh Spiritual Hindu Bali., sera Eko Sriyanto Galgendu, Wali Spiritual Nusantara, yang juga mengharapkan agara pesan dan harapan ini tercapai dengan berpedoman pada ajaran keafrifan dari Ki. Hajar Dewantoro yang mengatakan bahwa Ing Ngarso Sung Tulodo (bahwa jika berada di depan sebagai pemimpin) hendaknya dapat memberikan contoh serta perilaku yang baik dan bijaksana.
Pesan dan ajaran moral dari Ki. Hajar Dewantoro itu mengingatkan pada ungkapannya tentang Ing Madyo Mbangun Karso, yang artinya bila berada di tengah hendaknya dapat ikut membangun atau memperkuat serta ikut mengembangkan kebijakan yang sudah dicontohkan para pemimpin yang berada di depan. Demikian pula dengan kandungan makna dari Tut Wuri Handayani, artinya bila berada di bagian belakang harus mampu dan ikut meneruskan kebijakan yang telah digariskan guna saling memperkuat dengan cara memberikan dukungan.
Pesan moral kebijakan dan harapan pada masa depan ini akan menjadi dokumen penting sejak ditetapkan dan dikeluarkan di Jakarta, sejak tanggal 11 Maret 2022 yang akan menjadi bagia dari tonggak sejarah gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bagi bangsa dan negara Indonesia dalam menyongsong perdabadan baru manusia di bumi memasuki siklus perubahan setiap tujuh abad babak keempat seperti yang sedang berlangsung sekarang, yaitu perlihan memasuki abad ke-21.
Siklus perubahan setiap tujuh abad babak keempat sekarang ini, sedang terus berproses di dunia bagian Timur, karena memang gerakan kesadaran kebangkitan dan pemahaman spiritual dapat dipastikan tidak akan muncul dari dunia bagian Barat. Sebab semua potensi sefrta segenap warisan leluhur pada masa lalu itu telah menjadi energi penggerak dari gerkan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bangsa Indonesia itu sungguh ada – dan hanya dimiliki oleh bangsa-bangsa Timur – bukan bangsa Barat. Khususnya dari bumi Nusantara yang telah menjadi Indonesia seperti yang ada sekarang.
Begitulah, potensi spiritual bangsa-bangsa Nusantara yang memiliki keberagaman suku bangsa, adat istiadat serta agama hingga kekayaan dan potensi alamnya dengan segenap kearifan lokal yang sungguh menakjubkan. Terutama untuk potensi dan nilai-nilai spiritual yang sungguh berlimpahan seperti termuat dalam adat istiadat, budaya serta filsafat maupun keberagamanan agama yang berasal dari langit. Karena kedekatan dari orientasi keagamaan itu relative lebih dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana yang tercantum dalam falsafat bangsa dan negara Indonesia, yaitu Pancasila.
Karenanya, tidaklah berlebih bahwa gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang sedang berproses sekarang ini akan segera mucul dari dunia belahan Timur, seperti yang diyakini GMRI yang dipimpin dengan segenap optimismenhya Eko Sriyanto Galgendu, yang sangat yakin dan percaya bahwa wali-wali spiritual sudah mulai menunjukkan putik-putik bunganya yang terus berkembang di negeri kita, Indonesia.Jacob Ereste
Jakarta, 11 Maret 2022

Related Posts:

GPIA - INDONESIA FILADELFIA BOGOR GELAR REATREAT YOUTH FOR CHRIST

KAIROSPOS.COM, Kota Bogor - Gereja Pantekosta Isa Almasih Indonesia (GPIA - Indonesia) Jemaat Filadelfia Kota Bogor,untuk memperlengkapi para jemaat melenialnya menggelar acara Retreat Youth for Christ yang di selenggarakan di wilayah Puncak Bogor tepatnya di Villa Ronella 1, acara yang di selenggarakan dari tanggal 27 Februari - 1 Maret 2022.
Menurut Gembala Sidang GPIA -Indonesia Pdt Leo Fransisco bahwa pembekalan ini adalah kaderisasi ke pemimpinan yang di persiapkan oleh Gereja untuk anak - anak muda untuk mengembangkan kreavitas dan bakat nya agar dapat dikembangkan dalam pelayanan gereja Dan mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin dimasa depan sebagai generasi - generasi yang tangguh Pada panggilan pelayanan yang Tuhan Siapkan,katanya kepada awak media
Lebih lanjut Pdt Leo mengatakan dalam kegiatan ini sudah di agendakan serangkai materi -materi dari mulai hal - hal yang terkait siraman rohani sampai dengan hal - hal terkait manajemen administrasi yang di sampaikan oleh mentor - mentor yang memang paham terhadap kegerakan anak muda dan peserta reatreat ini adalah Remaja dan Pemuda Jemat dari Gereja - gereja cabang GPIA - Indonesia Filadelfia Bogor

Ketika berita ini di publish kegiatan tersebut masih berlangsung sampai beberapa hari kedepan. (Atma Nurjati)

Related Posts:

Sahat Sinaga: Pewarna Indonesia Perkumpulan Wartawan Berbadan Hukum


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Dalam sebuah perkumpulan atau organisasi seperti halnya Pewarna Indonesia membutuhkan ketertiban hukum yang mengatur tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).  Yang selanjutnya dibuat berbadan Hukum. "Apa yang dilakukan Pewarna Indonesia  berbadan  hukum adalah hal yang positip" ungkap Sahat Sinaga. 

Lebih lanjut Sahat  menjelaskan dengan berbadan hukum maka sebuah perkumpulan dapat bertindak secara hukum baik dalam pengurusan ataupun nanti kepemilikan aset bergerak dan tidak bergerak oleh perkumpulan. Selain itu bisa bekerjasama dengan berbagai pihak dalam menjawab tantangan kebutuhan perkumpulan ke depan. 

Sebagai salah seorang Penasehat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia sejak Pewarna berdiri Sahat mengingatkan agar Pewarna Indonesia yang sudah berbadan hukum, harus mematuhi Anggaran Dasar yang menjadi ketentuan hukum. Misalnya mencatat keanggotaan dengan baik, supaya hak anggota dan yang bukan anggota nyata. Dan untuk pengaturan pengurusan mulai dari tingkat. pusat, propinsi dan cabang dapat diatur dengan baik di Anggaran Dasar yang sudah di sahkan oleh negara.  
Selasa, 22 Pebruari 2022, Pengurus Pusat Ketua Umum Yusuf Mujiono, Sekretaris Pewarna Indonesia Ronal S. Onibala dan , Bendahara Umum Albert Muntu di saksikan Sekretaris Daerah Jawa Barat Pewarna Indonesia Djajang Buntoro, M.Th dan Endharmoko, Pengurus Pusat Departemen OKK penandatanganan perubahan AD/ART Pewarna Indonesia di kantor Notaris Sahat M.H.T Sinaga, SH, M.Kn. jalan raya Pekayon, kota Bekasi.

Related Posts:

Sosialisasi Napak Tilas "Rasul Jawa", Pewarna Indonesia temui Plt Walikota Bekasi.

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Pada pemberitaan yang lalu menginformasikan bahwa Persatuan Wartawan Indonesia (PEWARNA INDONESIA), temui wakil ketua MPR RI Dr.H Ahmad Basarah, M.H dalam rangka menyampaikan program kebangsaan Napak Tilas "Rasul Jawa"(NTRJ) 

Sebuah program mengungkap sejarah pekabaran injil di tanah Jawa yang berakulturasi dengan budaya. Moderasi beragama dan pengajaran agama di praktekkan oleh tokoh pekabaran injil pribumi seperti kiai Ibrahim Tunggul Wulung, Paulus Tosari, Kiai Sadrach Supra Pranoto dan tokoh-tokoh lainnya di era 1800-1924.
Senin, 21 Pebruari 2022, bertempat di kantor walikota Bekasi, Pewarna Indonesia menemui Plt. Walikota Bekasi Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, SE, MM. Hadir dalam pertemuan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pewarna Indonesia Ronald S. Onibala, Sekretaris daerah Jawa Barat Pewarna Indonesia yang didapuk sebagai ketua Panitia Pelaksana Napak Tilas "Rasul Jawa" (NTRJ), Djajang Buntoro, M.Th., Pengurus Pusat (PP) Departemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) yang juga Sekretaris Panitia Pelaksana NTRJ Endharmoko, S.Sos, PP. Departemen Antar Lembaga, Dony Leonardo, anggota PC Bekasi Lina, dan Bendahara Panitia NTRJ Nancy, yang juga sekretaris 1(satu) PD.Banten Pewarna Indonesia dan Rika sebagai sie Dokumentasi dan Publikasi NTRJ. 

Dalam pertemuan Sekjen Pewarna Onibala menyampaikan terima kasih dan salam hangat dari Ketua Umum Pewarna Indonesia yang berhalangan hadir. "Hingga hari ini pemkot Bekasi tetap bangun hubungan baik dengan Pewarna Indonesia"ungkap Onibala. 

Selanjutnya ketua panitia Djajang Buntoro menjelaskan kegiatan NTRJ yang akan dilaksanakan pada 28 Maret - 6 April 2022. "Jika tidak berkeberatan Pak Tri bisa menerima rombongan peserta NTRJ, di lingkungan Pemkot Bekasi"jelas Djajang. 
Pertemuan berlangsung hangat dan Plt. Walikota Bekasi, Mas Tri demikian akrab disapa mengatakan bila waktunya tepat siap menerima rombongan NTRJ sepulang dari Perjalanan NTRJ. 
Untuk pertemuan dengan Plt.Walikota Bekasi, ada proses pemeriksaan Antigen dan prokes lainnya dan Pewarna Indonesia mengikuti prokes teesebut. 
(Moko)

Related Posts: