// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661"},"updated":{"$t":"2023-12-28T14:42:29.955-08:00"},"category":[{"term":"NEWS"},{"term":"Rohani Kristen"},{"term":"ROHANI"},{"term":"CERITA BIJAK"},{"term":"KESEHATAN"},{"term":"Opini"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"hukum"},{"term":"AGI  IDEOLOGI PANCASILA DIC OBA DIROBEK ROBEK"},{"term":"NEW"},{"term":"To Understand Wife (which having C Characters)"},{"term":"Video Youtube"}],"title":{"type":"text","$t":"Kairos Pos"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/-\/AGI++IDEOLOGI+PANCASILA+DIC+OBA+DIROBEK+ROBEK?alt=json-in-script\u0026max-results=5"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/search\/label\/AGI%20%20IDEOLOGI%20PANCASILA%20DIC%20OBA%20DIROBEK%20ROBEK"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"2"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"5"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-5782197848956425948"},"published":{"$t":"2019-10-30T20:38:00.001-07:00"},"updated":{"$t":"2019-10-30T20:53:30.991-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"AGI  IDEOLOGI PANCASILA DIC OBA DIROBEK ROBEK"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"NEWS"}],"title":{"type":"text","$t":"Buku \"Duka dari Nduga\" Ungkap Tabir Gelap Papua"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HarPjx0uflY\/XbpXk7Y9tlI\/AAAAAAAAJvg\/2ESrObqbvCA2hf72118bwVP7urSoHJW5gCLcBGAsYHQ\/s1600\/buku%2Bnduga.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" data-original-height=\"864\" data-original-width=\"1152\" height=\"300\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HarPjx0uflY\/XbpXk7Y9tlI\/AAAAAAAAJvg\/2ESrObqbvCA2hf72118bwVP7urSoHJW5gCLcBGAsYHQ\/s400\/buku%2Bnduga.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKAIROSPOS.COM\u003C\/b\u003E, \u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003EJakarta – Persoalan kemanusian di Papua seperti tidak akan pernah habis untuk diperbincangkan dan diperdebatkan. Buku \"Duka dari Nduga\" menceritakan kisah nyata yang dialami penulis Kristin Samah penulis buku ini. Kisah pilu, kemiskinan, kekerasan dirangkai dengan apik oleh mantan wartawati Suara Pembaruan ini. Banyak pertanyaan yang diberikan narsum pada hadirin berubah jadi curhat masyarakat Papua yang hadir atau para aktifis yang bertugas di Papua.\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003EBuku ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dan resmi meluncurkan buku “Duka dari Nduga” pada hari Rabu (30\/10), bertempat di Grha Ouikumene-PGI, Salemba, Jakarta Pusat. Tampil sebagai narasumber dan pembedah yakni Direktur Eksekutif Amnesti Usman Hamid, Anggota MRP Perwakilan Nduga Louis Maday, Aritonang dan Kristin Samah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUsman Hamid dalam pandangannya memaparkan bahwa persoalan kemanusian di Nduga belum menjadi perhatian serius\u0026nbsp; pemerintah. “Harapan\u0026nbsp; untuk pemerintahan Jokowi bagi orang Papua tinggi, tetapi secara esensi tidak terjadi. Bahkan kunjungan\u0026nbsp; terakhir diharapkan ketemu pengungsi tetapi tidak terjadi,” katanya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003EFaktanya memang ada 5000 orang pengungsi di kampung halamannya sendiri. Dan menurut berbagai laporan sudah 180 orang meninggal.\u003Cbr \/\u003EBuku ini sangat bagus menggambarkan sisi kemanusian yang terjadi di Papua. Ini tidak hanya menarik dibaca tetapi buku ini bisa jadi rujukan untuk kenyataan Papua.\u003Cbr \/\u003ESedangkan Louis Maday menyoroti bahwa perintah presiden tentang penerikan pasukan bisa dibatalkan bawahan. “Kita ingin membangun solidaritas kemanusian itu penting. Dengan demikian kita harapkan presiden bisa lebih memberikan perhatian,” ujarnya.\u003Cbr \/\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003EBuku karya Kristin Samah ini berkisah tentang seorang perempuan penyintas kekerasan seksual, yang secara tidak langsung berkaitan dengan peristiwa kekerasan dan pembunuhan di Kabupaten Nduga, Papua, pada periode berbeda-beda.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Selama dua tahun terakhir, kekerasan dan konflik di Kabupaten Nduga bisa dikatakan menjadi letupan yang kemungkinan akan muncul lagi di daerah lain di provinsi itu. Bertemunya kepentingan politik lokal, politik nasional, bahkan seperti dikatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, masuk juga politik internasional. Kelindan persoalan ini tidak akan bisa mudah diselesaikan bila akar persoalan tidak disentuh sama sekali,” tutur Kristin, pada Prolog buku Duka dari Nduga.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang bekerja demi memuliakan kemanusiaan. Penghormatan pada para pekerja kemanusiaan yang oleh sebab konflik, terpaksa menjadi korban kekerasan brutal. Benar bahwa mengangkat senjata untuk merampas hak hidup orang lain adalah kejahatan sadis. Namun, penjahat sesungguhnya adalah orang-orang yang menjual ketidakmampuan orang lain untuk meraih keuntungan diri sendiri atau kelompok,” lanjutnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDuka dari Nduga adalah upaya Kristin untuk bisa menyampaikan potret terkini di Papua kepada masyarakat. Berbagai hal ia tuliskan apa adanya, dengan harapan dapat menciptakan keterbukaan untuk penyelesaian pemasalahan yang terjadi di sana. Tetepi, walaupun ditulis berdasarkan kisah nyata, beberapa nama sengaja disamarkan atas permintaan narasumber dengan pertimbangan keamanan. Beberapa nama daerah juga tidak disebut secara langsung untuk menghindari kemungkinan sentimen suku. “Ada kisah pilu tentang kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang hanya bisa diselesaikan dengan duduk bersama, saling mendengar, saling mengakui, dan saling memaafkan sebagai sesama anak bangsa. Sudah pasti keras di awal, namun bila dilakukan terus-menerus, tidak ada hati yang tak luruh bila bahasa yang digunakan adalah cinta kasih,” tambah Kristin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBuku Duka dari Nduga saat ini sudah tersedia di berbagai toko buku dan toko buku online di seluruh Indonesia. Pada acara hari ini, selain peluncuran buku, juga diadakan bincang buku untuk mengulas isi buku lebih dalam bersama Asisten Operasi Kapolri, Irjen Martuani Sormin Siregar, Eksekutif Amnesty Internasional, Usman Hamid, Anggota MRP Perwakilan Nduga,Louis Maday, serta Komisioner Komnas Perempuan, Magdalena Sitorus, dengan dipandu moderator Ronald Rischardt, Biro Papua dari PGI.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cspan style=\"font-family: \u0026quot;verdana\u0026quot; , sans-serif;\"\u003E\u003Cbr \/\u003EWisnu\/GPU mengomentari buku \"DUKA DARI NDUGA\" karya Kristin Samah \"Berbeda pendapat dengan pemerintah tidak diturunkan secara genetik. Seorang penyandera tidak otomatis menurunkan anak-anak yang akan menyandera orang lain. Cerita kekerasan yang dikisahkan dari mulut ke mulut, turun-temurun, itulah yang membuat trauma dan dendam terpelihara. Duka dari Nduga berkisah tentang seorang perempuan penyintas kekerasan seksual. Apa yang dia alami secara tidak langsung berkaitan dengan peristiwa kekerasan dan pembunuhan di Kabupaten Nduga, Papua, pada periode berbeda-beda. Selama tiga tahun terakhir, jumlah korban meninggal dunia mencapai 28 orang\" kata dia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EUsman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International berpendapat “Buku ini mengisahkan sebuah tragedi kemanusiaan di Nduga, Papua, dengan cara yang penuh empati. Kekerasan itu dilakukan oleh Instrumen negara bukan oknumnya. Usman mencontohkan ketika menginvestigasi kasus memilukan G30S PKI. Ketika saya menayakan pada pelaku mengapa melakukan tindakan keji, pelaku mengatakan PKI itu kejam jadi saya gorok lehernya, jadi kekerasan melahirkan kekerasan yang tidak ada habisnya” Kata dia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelanjutnya Magdalena Sitorus, Komisioner Komnas Perempuan 2015-2019 berpendapat “Sebagian besar penyintas kekerasan seksual enggan melaporkan kasus yang dialami karena minim dan bahkan tidak memiliki perspektif korban yang dampaknya justru akan mengalami kekerasan berlapis. Penulis mampu membawa korban ke wilayah rasa percaya dan nyaman. Ia terlibat dalam upaya pemulihan bagi korban dalam makna luas dan hanya dapat dilakukan karena punya keberpihakan pada korban dan rasa cinta yang dilandasi oleh iman.”\u003C\/span\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/5782197848956425948\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2019\/10\/buku-duka-dari-nduga-ungkap-tabir-gelap.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/5782197848956425948"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/5782197848956425948"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2019\/10\/buku-duka-dari-nduga-ungkap-tabir-gelap.html","title":"Buku \"Duka dari Nduga\" Ungkap Tabir Gelap Papua"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-HarPjx0uflY\/XbpXk7Y9tlI\/AAAAAAAAJvg\/2ESrObqbvCA2hf72118bwVP7urSoHJW5gCLcBGAsYHQ\/s72-c\/buku%2Bnduga.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-781886233951984432"},"published":{"$t":"2014-06-02T03:10:00.002-07:00"},"updated":{"$t":"2014-06-02T03:10:32.540-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"AGI  IDEOLOGI PANCASILA DIC OBA DIROBEK ROBEK"}],"title":{"type":"text","$t":"LAGI  IDEOLOGI PANCASILA  COBA DIROBEK ROBEK"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cb\u003EMereka Menyerang Umat Katolik yang sedang Ibadah\u003C\/b\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NCgaE-B8r38\/U4gWrx5EJ8I\/AAAAAAAACqk\/QCB1H3363dw\/s1600\/Bo19sB2IgAAwgb1.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;\"\u003E\u003Cimg alt=\"\" border=\"0\" class=\"alignright\" height=\"230\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NCgaE-B8r38\/U4gWrx5EJ8I\/AAAAAAAACqk\/QCB1H3363dw\/s1600\/Bo19sB2IgAAwgb1.jpg\" width=\"173\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"userContent\" style=\"color: blue;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003EDitengah hiruk pikut Pilpres Masyarakat terhentak pemberitaan berbagai Media online. Kompasonline, Okezone, Vivanews dll\u0026nbsp; Satu\n lagi kejadian yang tak bermoral dari para bajingan bersorban, \nterbungkus jubah putih, dan berikon Islam mengotori negeri ini dengan \nkelakuan brutal. Perbuatan yang sangat layak disebut sebagai ukah kaum \nyang tak beragama dan sama persis tindakan Setan tersebut, terjadi \nJogyakarta.\u003Cbr \/\u003E\n\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003EKepala\n Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Kombes.Pol. Agus Rianto di Mabes \nPolri, hasil investigasi sementara, pelaku penyerangan disuruh seseorang\n tokoh agama atau Ustadz di tempat tersebut atas nama JUT.\u003Cbr \/\u003E\n\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan id=\"more-620\"\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003ERumah Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus diserang dan dirusak oleh sekelompok orang \u003C\/span\u003E\u003Cspan class=\"userContent\"\u003Eyang diduga Front Pembela Islam (FPI), Kamis (29\/5\/2014) malam. Penyerangan terjadi ketika \u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003Edoa rosario.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nUmat atau umat Katolik sementara melakukan ibadah peringatan Hari Kenaikan Isa Almasih, di rumah Julianus Felicianus (54 thn), \u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003Ekompleks\n perumahan STIE YKPN Nomor 07 Desa Tanjungsari, Kelurahan Sukoharjo, \nKecamatan Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E Sekitar pukul 20.30, segerombolan orang bergamis dengan mengendarai motor mendatangi rumah tersebut. \u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003EMereka\n langsung melempari rumah dengan batu, merusak motor milik jemaat yang \nterparkir di depan rumah, dan memaksa untuk masuk ke dalam rumah dan \nbermaksud untuk membubarkan kegiatan doa.\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"padding-left: 30px; text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003EMenurut Julius, anak saya telepon kalau rumah diserang. Lalu saya bersama tiga teman langsung meluncur ke rumah; \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003Esaat\n penyerangan terjadi, masih berada di kantor Galang Press. Sesampai di \nrumah, Julius mendapai suasana sudah sepi. Namun, beberapa sepeda motor \nyang diparkir di halaman rumahnya terlihat berjatuhan dan rusak. Selain \nitu, kaca rumahnya pecah, dan ada batu berserakan. Namun, beberapa saat \nkemudian, belasan orang mengendarai sepeda motor kembali datang. \nSebagian dari orang-orang itu mengenakan jubah.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003EMereka\n mengobrak-abrik motor-motor jemaat sehingga membuat motor-motor \ntersebut rusak. Pemukulan juga terjadi terhadap para peserta kegiatan \ndoa di rumahnya. Ibu-ibu juga ada yang dipukuli. Total ada 7 korban, \nsalah satunya wartawan. \u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBegitu tahu ada Julius di situ, \nsekelompok orang tersebut langsung memukuli dia, bahkan menjatuhkan pot \nbunga ke kepalanya, dan memukul bahu saya dengan besi, bahkan ada pula \nyang disetrum.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003E\u003Cimg alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NCgaE-B8r38\/U4gWrx5EJ8I\/AAAAAAAACqk\/QCB1H3363dw\/s1600\/Bo19sB2IgAAwgb1.jpg\" \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg alt=\"\" class=\"spotlight\" src=\"https:\/\/fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net\/hphotos-ak-xpf1\/t1.0-9\/10430378_679993608704952_8968049891219613699_n.jpg\" style=\"height: 150px; width: 200px;\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: center;\"\u003E\n\u003Cimg alt=\"\" height=\"200\" src=\"http:\/\/assets.kompas.com\/data\/photo\/2014\/05\/29\/2324389dirusak780x390.jpg\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cspan class=\"userContent\"\u003E\u003Cspan class=\"text_exposed_show\"\u003EAkibat\n penyerangan tersebut, Julius dan beberapa warga jemaat mengalami luka \nserius karena dipukuli dengan besi dan dilempar pot. Saat ini, mereka \nsedang dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih.\u003Cbr \/\u003E\n\u003C\/span\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSoal alasan penyerangan, Julius mengaku \ntak bisa memperkirakannya. Dia merasa tak punya masalah dengan siapa \npun. Menurut dia, selama ini warga di sekitar rumahnya juga tak \nmempermasalahkan kegiatan doa bersama di rumahnya. “Tidak tahu apa \nalasannya, tetapi saya mengenali beberapa pelaku penyerangan,” kata \nJulius. Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani kepolisian. Para saksi \nsudah dimintai keterangan.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cimg alt=\"Polisi Tangkap Penyerang Umat Katolik Sleman  \" class=\"aligncenter\" height=\"209\" src=\"http:\/\/statik.tempo.co\/data\/2013\/12\/02\/id_242746\/242746_620.jpg\" title=\"Polisi Tangkap Penyerang Umat Katolik Sleman  \" width=\"363\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cimg alt=\"Umat Katolik di Sleman Diserang Kelompok Bergamis\" class=\"aligncenter\" height=\"246\" src=\"http:\/\/statik.tempo.co\/data\/2012\/05\/11\/id_119496\/119496_620.jpg\" title=\"Umat Katolik di Sleman Diserang Kelompok Bergamis\" width=\"431\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKeterangan Polisi:\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPolisi dari Polda DIY berhasil menangkap\n salah satu pelaku penyerangan dan masih mengejar yang lain. Menurut \njuru bicara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, Ajun Komisaris Anny \nPudjiastuti, “Ada beberapa pelaku yang sudah teridentifikasi, tersangka \nyang ditangkap berinisial Q (yang juga tetangga korban). Adapun dua \npelaku yang masih buron yakni B dan A. Pelaku juga mengaku bahwa ia (dan\n para penyerang) diperintah oleh Ustad JU. Polisi belum mau menduga-duga\n motif penyerangan itu dengan alasan pemeriksaan sedang dilakukan. Ini \nnegara hukum, akan kami proses sesuai undang-undang.”\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKepala Satuan Reserse Kriminal \nKepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Alaal Prasetyo juga tak mau \nmenjelaskan dengan detail ihwal pelaku yang sudah ditangkap. Masih \npenyelidikan. Memang sudah ada yang ditangkap.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKepala Bagian Penerangan Umum (Kabag \nPenum) Kombes.Pol. Agus Rianto di Mabes Polri, hasil investigasi \nsementara, pelaku penyerangan disuruh seseorang tokoh agama atau Ustadz \ndi tempat tersebut atas nama JUT. Walaupun pelaku menyebut bahwa \nseseorang telah memerintahkan (tindakan pengrusakan dan penganiayaan), \ntapi itu perlu pembuktian.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nInsiden itu terjadi ketika para jemaat \ntengah berdo’a bersama di kediaman Julius. Pada saat para jemaat sedang \nmelakukan koor atau paduan suara, tiba-tiba sekelompok orang yang \nberjumlah sekitar delapan orang datang dan melakukan pengeruasakan \nterjadap sejumlah kendaraan yang terparkir di kediaman Julius itu.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nKemudan setelah merusak dan menganiaya \nsejumlah peserta ibadah itu, para pelaku sempat meninggalkan lokasi. \nTapi kembali lagi dengan jumlah lebih besar, semula delapan orang, kedua\n menjadi 15 orang.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nDalam insiden ini, para pelaku telah \nmerusak sejumlah kendaraan yang parkir di sekitar lokasi kediaman \nJulius, selain itu para pelaku juga telah melempari kaca rumah Julius \ndengan baru, merusak pot-pot bunga, bahkan sempat menganiaya beberapa \norang peserta ibadah. Beberapa korban yang mengalami luka, Wagimin, \nNurwahid dirawat di Rumah Sakit, tiga orang lainnya mengalami luka \nterkena lemparan batu dan benda lain yang ada di Tempat Kejadian Perkara\n (TKP).\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nBerkaitan insiden tesebut, seluruh pihak\n agar dapat memonitor serta menjaga emosi satu sama lain agar tidak \nterpancing dengan isu-isu yang tengah beredar di lokasi kejadian; \nkejadian ini tidak berhubungan dengan persoalan agama manapun, melainkan\n masalah pribadi yang saat ini tengah ditangani Poda DIY dan Polres \nSleman.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7E-4sOYZgSo\/U4xJ_zzTX_I\/AAAAAAAACP4\/OgQqFsj9T1I\/s1600\/Alwi+Shihab.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-7E-4sOYZgSo\/U4xJ_zzTX_I\/AAAAAAAACP4\/OgQqFsj9T1I\/s1600\/Alwi+Shihab.jpg\" height=\"292\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u0026nbsp;Tim Sukses Jokowi-JK Jendral(Purn) Luhut Panjaitan dan Mantan Menteri Agama Alwi Shihab di era Gus Dur ketika ditanyakan salah seorang peserta pemimpin salah satu aras gereja mengatakan bahwa kelompok puritan di Indonesia memang ada kelompok ini di jelaskan oleh Alwi Shihab menganut paham Ibnu Tainia yang terkenal pada abad 12, paham ini berkaitan dengan kondisi timur tengah pada waktu itu jelas berbeda dengan situasi di abad moderen dewasa ini ujarnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nPaham ini menurut Alwi Shihab menganut paham pemurnian agama, agama yang tidak sealiran harus diperangi, puritan bisa jadi puritanisme, fanatisme dan terakhir radikalisme kita harus menolak aliran ini karena negara ini berideologikan pancasila pluralisme harus dijaga, hubungan antar umat beragama secara damai dan hormonis harus dipertahankan pungkasnya.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv style=\"text-align: justify;\"\u003E\nSumber : Dari Berbagai Sumber \u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/781886233951984432\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/06\/lagi-ideologi-pancasila-coba-dirobek.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/781886233951984432"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/781886233951984432"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/06\/lagi-ideologi-pancasila-coba-dirobek.html","title":"LAGI  IDEOLOGI PANCASILA  COBA DIROBEK ROBEK"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-NCgaE-B8r38\/U4gWrx5EJ8I\/AAAAAAAACqk\/QCB1H3363dw\/s72-c\/Bo19sB2IgAAwgb1.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});