// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661"},"updated":{"$t":"2023-12-28T14:42:29.955-08:00"},"category":[{"term":"NEWS"},{"term":"Rohani Kristen"},{"term":"ROHANI"},{"term":"CERITA BIJAK"},{"term":"KESEHATAN"},{"term":"Opini"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"hukum"},{"term":"AGI  IDEOLOGI PANCASILA DIC OBA DIROBEK ROBEK"},{"term":"NEW"},{"term":"To Understand Wife (which having C Characters)"},{"term":"Video Youtube"}],"title":{"type":"text","$t":"Kairos Pos"},"subtitle":{"type":"html","$t":""},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/-\/CERITA+BIJAK?alt=json-in-script\u0026max-results=5"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/search\/label\/CERITA%20BIJAK"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/-\/CERITA+BIJAK\/-\/CERITA+BIJAK?alt=json-in-script\u0026start-index=6\u0026max-results=5"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"6"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"5"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-2359663684247982778"},"published":{"$t":"2017-03-22T04:57:00.001-07:00"},"updated":{"$t":"2017-03-22T04:57:17.109-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"CERITA BIJAK"}],"title":{"type":"text","$t":"MENYELAMATKAN"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ctable align=\"center\" cellpadding=\"0\" cellspacing=\"0\" class=\"tr-caption-container\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;\"\u003E\u003Ctbody\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd style=\"text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tUDKlgAB2DQ\/WNJmHFvJk_I\/AAAAAAAAEx0\/Qs4viX91f_8VzfbjPmRHR9STptMACjZsQCLcB\/s1600\/kakektua02.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: auto; margin-right: auto;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tUDKlgAB2DQ\/WNJmHFvJk_I\/AAAAAAAAEx0\/Qs4viX91f_8VzfbjPmRHR9STptMACjZsQCLcB\/s640\/kakektua02.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003Ctr\u003E\u003Ctd class=\"tr-caption\" style=\"text-align: center;\"\u003EIlustrasi Kakek Tua dan Pengusaha, Sumber : Google\u003C\/td\u003E\u003C\/tr\u003E\n\u003C\/tbody\u003E\u003C\/table\u003E\n\u003Cb\u003EKAIROSPOS.COM\u003C\/b\u003E, Jakarta - Kisah atau cerita kehidupan keteladanan bukan hanya diperoleh \ndari kitab kitab suci tapi dari cerita kehidupan sehari hari karena agaima apapun prilaku yang baik itu berasal dari kematangan seserang \ndalam memahami kitab sucinya dan bermanfaat bagi banyak orang. Artikel \ndari kiriman seorang rekan ini tidak tau kita sumber aslinya tapi magna \npencerahan bagi satu generasi kegenerasi lain sangat dibutuhkan dan menjadi \nteladan dalam kehidupan sehari hari. Terlebih keringnya magna keteladan saat ini di Indonesia. \u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeorang lelaki tua, pakaian lusuhnya menampakkan jelas kefaqiran yang ia alami.\u003Cbr \/\u003E\nIa memasuki sebuah toko untuk membeli selimut.\u003Cbr \/\u003E\nIa membutuhkan 5 buah selimut untuk keluarganya di musim hujan \u0026amp; dengan cuaca dingin.\u003Cbr \/\u003E\nTapi uang yang ia miliki hanya 100 ribu.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.\u003Cbr \/\u003E\nPutus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut.\u003Cbr \/\u003E\nDengan suara ragu lelaki tua bertanya:\u003Cbr \/\u003E\n\"Saya membutuhkan 5 selimut... tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?\"\u003Cbr \/\u003E\nPemilik toko berkata :\u003Cbr \/\u003E\n\"Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah,\n hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 \nbuah.\"liki hanya 100 ribu. \u003Cbr \/\u003E\nSudah berkeliling di pasar tapi tidak ada penjual toko yang menjual harga 100 ribu untuk 5 selimut.\u003Cbr \/\u003E\nPutus asa ia memasuki toko terakhir yang lebih megah di pasar tersebut.\u003Cbr \/\u003E\nDengan suara ragu lelaki tua bertanya:\u003Cbr \/\u003E\n\"Saya membutuhkan 5 selimut... tapi saya hanya punya uang 100 ribu .. apakah bapak menjualnya ?\"\u003Cbr \/\u003E\nPemilik toko berkata :\u003Cbr \/\u003E\n\"Oh ada pak, saya punya selimut bagus buatan Turki, harganya juga murah,\n hanya 25 ribu per buah. Kalau bapak beli 4 buah akan mendapat bonus 1 \nbuah.\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLega...\u003Cbr \/\u003E\nTerpancar diwajah lelaki tua itu.\u003Cbr \/\u003E\nSegera ia mengulurkan lembaran uang 100 ribu miliknya.\u003Cbr \/\u003E\nDengan wajah berseri sambil membawa selimut ia berlalu pergi.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAnak si pedagang yang sedari tadi duduk memperhatikan ini berkata :\u003Cbr \/\u003E\n\"Ayah .... Koq bisa ??\u0026nbsp; bukankah kemarin Ayah mengatakan selimut itu \njenis selimut termahal di toko ini, kalau tidak salah kemarin Ayah \nmengatakannya seharga 250 ribu per helainya..!?\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSi Ayah dari anak itu tersenyum dan menjawab :\u003Cbr \/\u003E\n\"Benar sekali, kemarin kita menjualnya 250 ribu kepada pembeli yang lain tidak kurang sedikitpun.\u003Cbr \/\u003E\nKemarin kita berdagang dengan manusia.\u003Cbr \/\u003E\nHari ini kita berdagang dengan Tuhan.\u003Cbr \/\u003E\nAyah ingin keluarga laki2 tua tadi dapat terhindar dari dingin di musim dingin ini\u003Cbr \/\u003E\nAyah berharap Tuhan _menyelamatkan_ keluarga kita dari panasnya api neraka di akhirat nanti.\u003Cbr \/\u003E\nSesungguhnya.. kalaulah tidak karena menjaga harga diri laki2 tua tadi, Ayah tidak ingin menerima darinya uang sedikitpun.\u003Cbr \/\u003E\nAyah tidak ingin ia merasa menerima sedekah sehingga merasa malu dihadapan kita disini.\"\u003Cbr \/\u003E\nSi Anak tersenyum mengambil hikmah atas pelajaran berharga yang diperoleh hari ini dari Ayahanda nya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSampai di rumah, Sang lelaki tua disambut istrinya dengan gembira, kemudian membuka bungkusan selimut, dan terkejut.\u003Cbr \/\u003E\n\"Darimana ayah dapat uang beli selimut mahal ini ?\"\u003Cbr \/\u003E\n\"Dari uang yg ibu kasih tadi\" jawabnya sambil merebahkan diri di lantai, kelelahan.\u003Cbr \/\u003E\n\"Tidak mungkin dg 100rb, dapatkan selimut ini, jangankan 5, satu buah aja gak dapat.\"\u003Cbr \/\u003E\nPercakapan ini didengar sang anak, dan menghampiri. Kemudian dia memeriksa selimut tsb.\u003Cbr \/\u003E\n\"Ini harganya 250rb, ayaahh\"\u003Cbr \/\u003E\nSi ayah bangkit melihat label harga yg dilihatkan anaknya.\u003Cbr \/\u003E\n\"Sepertinya si pemilik toko salah, tadi dia bilang harganya 25rb, karena ayah beli 4, dapat bonus 1\".\u003Cbr \/\u003E\nCerita sang ayah.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSemua terpaku diam...\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Besok ayah hantarkan lagi ke toko itu, jangan dipakai dulu ya\" sang ibu memecah kesunyian.\u003Cbr \/\u003E\n\"Ayah kelihatan capek, aku saja yang hantarkan sekarang. Di toko mana ayah beli selimut ini ?\" Sahut anaknya.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Kenapa harus sekarang nak ? tadi ibu lihat kamu lagi menjahit pesanan bu Kino untuk besok\" tanya ibunya\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Ibu, kasihan si pedagang itu bu, kalau nanti dia jual lagi ke orang \nlain dg harga segitu, soal jahitan itu, bisa saya selesaikan nanti \nmalam\" jawab si anak.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSang ayah tersenyum bahagia dan bangga, kemudian menjelaskan toko tempat dia membeli selimut.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSang anak mengayuh sepeda menuju pasar.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Silahkan masuk nona\" sapa ramah seorang pemuda saat melihat gadis muda celingak-celinguk di depan tokonya.\u003Cbr \/\u003E\n\"Maaf bang, tadi adakah Abang menjual selimut ini kepada seorang tua ? Saya anaknya mau mengembalikan selimut ini\" tanyanya.\u003Cbr \/\u003E\nDari bungkusannya si pemuda sudah tahu bahwa itu memang selimut yg dijual ayahnya tadi.\u003Cbr \/\u003E\n\"Maaf nona, apakah ada barang yg rusak ? Saya akan ganti dg yg lain\"\u003Cbr \/\u003E\n\"Oh, tidak, saya mau kembalikan bukan karena rusak, tapi Abang salah lihat harga, di label ini 250rb, bukan 25rb.\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSi pemuda berpikir sejenak, sambil pura2 memeriksa selimut tsb.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Terimakasih.. nona telah _menyelamatkan_ saya dari kerugian besar, coba\n bayangkan jika semua itu (sambil menunjuk tumpukan selimut) saya jual \n25rb, berapa besar kerugian saya. Untuk itu saya hadiahkan selimut ini \nuntuk ayah nona.\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Benar yg dibilang anak saya, harap diterima kembali uang ini.\" Sang \nayah yg dari tadi hanya menonton, menimpali sambil menyodorkan uang \n100rb ke anak tsb.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Eee\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\"Jangan menolak nona, ini sekedar ucapan terimakasih saja, nona telah \n_menyelamatkan_ kami jauh lebih besar dari ini, bawalah selimut tsb \npulang, dan tolong kembalikan uang ini kepada ayahmu.\"\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSaudaraku...\u003Cbr \/\u003E\nhendaknya kita dapat memetik cerita tadi bahwa kasih dan melayani TUHAN \nbukan harus di ucapakan dengan kalimat indah atau uraian yang panjang \nakan tetapi KETELADAN itu adalah TINDAKAN\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSumber : Kiriman Kevas Hervin\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/2359663684247982778\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/menyelamatkan.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/2359663684247982778"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/2359663684247982778"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/menyelamatkan.html","title":"MENYELAMATKAN"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-tUDKlgAB2DQ\/WNJmHFvJk_I\/AAAAAAAAEx0\/Qs4viX91f_8VzfbjPmRHR9STptMACjZsQCLcB\/s72-c\/kakektua02.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-3881625612806777530"},"published":{"$t":"2017-03-09T01:50:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2017-03-09T01:51:47.917-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"CERITA BIJAK"}],"title":{"type":"text","$t":"Spirit, Moral Pohon Bambu"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nuv6XwaZ1JE\/WMElXJrOJMI\/AAAAAAAAElo\/mFOBYVJ1W2MOlHojdak9r0kWgTg5QIUvQCLcB\/s1600\/bambu2.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"479\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nuv6XwaZ1JE\/WMElXJrOJMI\/AAAAAAAAElo\/mFOBYVJ1W2MOlHojdak9r0kWgTg5QIUvQCLcB\/s640\/bambu2.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cb\u003EKairospos.com,\u003C\/b\u003E Jakarta - Tahukah Anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama..?\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nWalaupun setiap hari disiram dan dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nNamun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu \nsangat dahsyat \u0026amp; ukurannya tidak lagi dalam hitungan centimeter \nmelainkan meter.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nLantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ?\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nTernyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan \ndahsyat pada akar, BUKAN pada batang, yang mana daripada itu, pohon \nbambu sedang *mempersiapkan pondasi* yang sangat kuat, agar ia bisa \nmenopang ketinggiannya yang berpuluh puluh meter kelak di kemudian \nhari\u003Cb\u003E.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; \u003Cbr \/\u003E\nInspirasi, Moral dan Spirit dari Cerita\u003C\/b\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cb\u003E\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E \u003Cbr \/\u003E\nJika kita mengalami suatu hambatan \u0026amp; kegagalan, bukan berarti kita \ntidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami \npertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nKetika\n kita lelah \u0026amp; hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, \njangan pernah terbersit pupus harapan. Ada pameo yang mengatakan “the \nhardest part of a rocket to \nreach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat \nagar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nJika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar \nyang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati \natmosphere \u0026amp; gravitasi bumi.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nSetelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan \ndilepas \u0026amp; roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang \nangkasa tanpa bobot, melayang ringan, \u0026amp; tanpa usaha keras.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nDemikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah \nKESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah \nperjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT \u0026amp; PENUH \nTEKANAN. Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya \nseseorang dapat merasakan segala kemudahan dan kebebasan dari tekanan \n\u0026amp; beban.\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nNamun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan \n\u0026amp; beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal \nmenembus atmosphere.\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nBuya\n Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup \n\u0026amp;\u0026nbsp; kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”. Ketika pohon bambu\n ditiup angin kencang, ia akan merunduk, \ntetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan\n hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan dan \nrintangan. Maka jadilah seperti pohon bambu !!!\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nFleksibilitas\n pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang\n berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai dan \ntopan dunia menerpa. Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak \nada \nalasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun \npertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk \nmempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.\n\u003C\/div\u003E\n\u003Cdiv dir=\"ltr\"\u003E\nPastikan dalam hari hari kedepan, hidup kita akan\u0026nbsp; \u003Ci\u003E\u003Cb\u003EMENJULANG TINGGI dan menjadi PEMBAWA BERKAT\u003C\/b\u003E\u003C\/i\u003E bagi sesama, seperti \nhalnya pohon bambu.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; .\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003Cb\u003E Have Nice Day .....God bless you.\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u003C\/b\u003E\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp;\u0026nbsp; Kumpulan cerita Inspirasi dan Rohani. \u003Ca data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?hl=id\u0026amp;q=Http:\/\/www.wajahnusantaraku.com\u0026amp;source=gmail\u0026amp;ust=1489134176708000\u0026amp;usg=AFQjCNFd9yXbmUrwSL84q1QvXETAyfPQ4g\" href=\"http:\/\/www.wajahnusantaraku.com\/\" target=\"_blank\"\u003EHttp:\/\/www.wajahnusantaraku.\u003Cwbr\u003E\u003C\/wbr\u003Ecom\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/3881625612806777530\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/spirit-moral-pohon-bambu.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/3881625612806777530"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/3881625612806777530"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/spirit-moral-pohon-bambu.html","title":"Spirit, Moral Pohon Bambu"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-Nuv6XwaZ1JE\/WMElXJrOJMI\/AAAAAAAAElo\/mFOBYVJ1W2MOlHojdak9r0kWgTg5QIUvQCLcB\/s72-c\/bambu2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-2446889077197291013"},"published":{"$t":"2017-03-03T20:40:00.001-08:00"},"updated":{"$t":"2017-03-09T01:51:29.209-08:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"CERITA BIJAK"}],"title":{"type":"text","$t":"Namaku: UANG, MONEY, FULUS "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MYfAC1xQQrw\/WLpFGohtclI\/AAAAAAAAEh4\/SAxhntkmSEIoU0e1HdcdxJgh8mLDsGiYgCLcB\/s1600\/namakuduit.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"368\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MYfAC1xQQrw\/WLpFGohtclI\/AAAAAAAAEh4\/SAxhntkmSEIoU0e1HdcdxJgh8mLDsGiYgCLcB\/s640\/namakuduit.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cb\u003EKairospos.com\u003C\/b\u003E, Jakarta -Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu \nmerombak tatanan dunia. Aku juga \"bisa\" merubah Perilaku, bahkan sifat \nManusia' karena manusia mengidolakan aku.\u003Cbr \/\u003E\nBanyak orang merubah \nkepribadiannya,­­­­ mengkhianati saudara kandung, juga teman. Menjual \ntubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAku\n tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai \naku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin , terhormat atau \nterhina.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku.\u003Cbr \/\u003E\nAnak dan orangtua berselisih gara2 aku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSangat\n jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia menyembah aku seperti Tuhan, \nbahkan kerap kali hamba hamba Tuhan lebih menghormati aku, padahal Tuhan\n sudah pesan jangan jadi hamba uang..\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSeharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nBaru baru ini lagi lagi hamba Tuhan yang sudah bersumpah Melayani umat Tuhan ditangkap KPK berhianat demi Aku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-pw6sOjA50Ig\/WLpFryC5OiI\/AAAAAAAAEh8\/RqGUTIkLSmweXGUqDrh9jp7lzaRhJynoQCLcB\/s1600\/dollar.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"420\" src=\"https:\/\/4.bp.blogspot.com\/-pw6sOjA50Ig\/WLpFryC5OiI\/AAAAAAAAEh8\/RqGUTIkLSmweXGUqDrh9jp7lzaRhJynoQCLcB\/s640\/dollar.jpg\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nLagi lagi Pilar keadilan umat Tuhan yang berjanji menjaga marwah nama Hakim dengan sebutan Yang Mulia berhianat demi Aku.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nAku\n tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang \nrela mati demi aku. Sering kali namaku dipakai atas nama Agama.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nPerlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nKalau\n suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tdk akan bisa menemani anda, \napalagi menjadi penebus dosa-dosa anda, anda harus menghadap sendiri \nkepada sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSaat\n itu, Tuhan pasti akan hitung-hitungan dgn anda, APAKAH SELAMA HIDUP \nANDA MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai\n TUHAN?\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nIni informasi terakhirku:\u003Cbr \/\u003E\nAku TIDAK ADA DI SURGA,\u003Cbr \/\u003E\nJadi jangan cari aku disana.\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nSalam sayang,\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTtd\u003Cbr \/\u003E\n.̷̸ ̷̷̸̸̷̸̐̐ ̸̷̸̐ ̸̷ ̷̸\u003Cbr \/\u003E\nUANG."},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/2446889077197291013\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/namaku-uang-money-fulus.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/2446889077197291013"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/2446889077197291013"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2017\/03\/namaku-uang-money-fulus.html","title":"Namaku: UANG, MONEY, FULUS "}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-MYfAC1xQQrw\/WLpFGohtclI\/AAAAAAAAEh4\/SAxhntkmSEIoU0e1HdcdxJgh8mLDsGiYgCLcB\/s72-c\/namakuduit.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-7572074356011930272"},"published":{"$t":"2014-05-04T03:25:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2014-05-04T03:25:12.599-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"CERITA BIJAK"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"NEWS"}],"title":{"type":"text","$t":"SIKAP BIJAKSANA TERHADAP KRITIK"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv id=\"yui_3_13_0_1_1399197393870_3159\" style=\"background-color: white; color: #333333; font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif; font-size: 14.44444465637207px; line-height: 20px; padding: 0px;\"\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KLSTS5kZ1es\/U2YVN6uI8pI\/AAAAAAAACLs\/OvmyAuuQfxI\/s1600\/aku+rapopo2.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KLSTS5kZ1es\/U2YVN6uI8pI\/AAAAAAAACLs\/OvmyAuuQfxI\/s1600\/aku+rapopo2.jpg\" height=\"213\" width=\"320\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cb\u003EBatuPenjuru\u003C\/b\u003E\u0026nbsp; Suatu kali seorang pemain musik muda mengadakan konser perdana. Setelah konser itu selesai ia dicela habis-habisan oleh para kritikus. Pemain musik itu merasa sedih dan depresi. Melihat hal itu Jean Sibelius, komposer Finisia yang terkenal, menghibur dia. Sambil menepuk-nepuk pundak pemain musik itu, ia berkata, “Ingat, nak, tidak ada satu pun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus.”\u003Cspan class=\"yiv5820665778Apple-converted-space\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOrang yang baru pertama kali tampil biasanya melakukan banyak kesalahan dan sering kali mendapat banyak kritikan dan ditolak. Tahun 1954 Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry memecat Elvis Presley setelah pertunjukan dan berkata, “Kamu tidak akan terkenal, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi sopir truk saja.”\u003Cspan class=\"yiv5820665778Apple-converted-space\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTahun 1959 pejabat tinggi Universal Pictures memecat Clint Eastwood karena giginya cuwil, jakunnya menonjol dan bicaranya terlalu pelan.\u003Cspan class=\"yiv5820665778Apple-converted-space\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nTahun 1962 perusahaan rekaman Deka menolak 4 pemuda yang gugup bermain untuk rekaman mereka yang pertama. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak begitu popular.” Keempat pemuda itu adalah “The Beatles.”\u003Cspan class=\"yiv5820665778Apple-converted-space\"\u003E\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\n\u003Cbr \/\u003E\nOrang-orang itu tidak patah semangat. Mereka maju terus dan mencari peluang lain. Akhirnya sejarah membuktikan mereka semua menjadi orang yang sukses. Jika anda mendapat banyak kritikan dan ditolak pada penampilan perdana anda, jangan putus asa! Maju terus dan temukan peluang yang lain! Suatu kali sejarah akan membuktikan kesuksesan anda! (Kisah Inspirasional, Johny The, Penerbit Andi Yogya)\u003C\/div\u003E\n\u003Cpre class=\"yiv5820665778moz-signature\" id=\"yui_3_13_0_1_1399197393870_3162\" style=\"background-color: white; color: #333333; font-family: 'Courier New'; font-size: 14.44444465637207px; line-height: 20px; margin-bottom: 1em; margin-top: 1em; white-space: pre-wrap;\"\u003E-- \nSalam Karakter,\n\nSumber : William Wiguna, \u003Ca class=\"yiv5820665778moz-txt-link-abbreviated\" href=\"mailto:careplusindonesia@gmail.com\" rel=\"nofollow\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: #196ad4; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;\" target=\"_blank\" ymailto=\"mailto:careplusindonesia@gmail.com\"\u003Ecareplusindonesia@gmail.com\u003C\/a\u003E\n\u003Ca class=\"yiv5820665778moz-txt-link-abbreviated\" href=\"mailto:info@careplusindonesia.com\" rel=\"nofollow\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: #196ad4; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;\" target=\"_blank\" ymailto=\"mailto:info@careplusindonesia.com\"\u003Einfo@careplusindonesia.com\u003C\/a\u003E\n\u003C\/pre\u003E\n\u003Cdiv\u003E\n\u003Ca class=\"yiv5820665778moz-txt-link-abbreviated\" href=\"mailto:info@careplusindonesia.com\" rel=\"nofollow\" style=\"background-color: rgba(0, 0, 0, 0); color: #196ad4; margin: 0px; outline: none; padding: 0px;\" target=\"_blank\" ymailto=\"mailto:info@careplusindonesia.com\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/7572074356011930272\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/05\/sikap-bijaksana-terhadap-kritik.html#comment-form","title":"0 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/7572074356011930272"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/7572074356011930272"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/05\/sikap-bijaksana-terhadap-kritik.html","title":"SIKAP BIJAKSANA TERHADAP KRITIK"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-KLSTS5kZ1es\/U2YVN6uI8pI\/AAAAAAAACLs\/OvmyAuuQfxI\/s72-c\/aku+rapopo2.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-3824979882356294661.post-6734150062929203761"},"published":{"$t":"2014-04-02T03:06:00.000-07:00"},"updated":{"$t":"2014-04-02T03:06:30.944-07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"CERITA BIJAK"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"NEWS"}],"title":{"type":"text","$t":"IRA NOVITA CALEG GERINDRA DPR RI DAPIL BANTEN 1"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\n\u003Ca href=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-dtRlegnmsFE\/UzvgqC-CfuI\/AAAAAAAACCY\/7iiPl32g9vU\/s1600\/IRA+NOVITA-JPEG.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-dtRlegnmsFE\/UzvgqC-CfuI\/AAAAAAAACCY\/7iiPl32g9vU\/s1600\/IRA+NOVITA-JPEG.jpg\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\n\u003Cbr \/\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/feeds\/6734150062929203761\/comments\/default","title":"Post Comments"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/04\/ira-novita-caleg-gerindra-dpr-ri-dapil.html#comment-form","title":"1 Comments"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/6734150062929203761"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/3824979882356294661\/posts\/default\/6734150062929203761"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.kairospos.com\/2014\/04\/ira-novita-caleg-gerindra-dpr-ri-dapil.html","title":"IRA NOVITA CALEG GERINDRA DPR RI DAPIL BANTEN 1"}],"author":[{"name":{"$t":"Sang Jurnalis Ermandos"},"uri":{"$t":"http:\/\/www.blogger.com\/profile\/08425677100008346574"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/2.bp.blogspot.com\/-dtRlegnmsFE\/UzvgqC-CfuI\/AAAAAAAACCY\/7iiPl32g9vU\/s72-c\/IRA+NOVITA-JPEG.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}}]}});