Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, November 13, 2019

Duet Pdt Gomar Gultom - Pdt Jacky Manuputy Pimpin PGI Periode 2019-20124


Sumba, NTT- Duet Pendeta Gomar Gultom dan Pendeta Jacky Manuputy akan menahkodai Persekutuan Gereja Indonesia Periode 2019-2014, terlihat pasangan yang pas mewakili Indonesia Barat dan Indonesia Bagian Tmur. Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) menyambut baik terpilihnya Pendeta Gomar Gultom menjadi Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan juga Pendeta Jacky Manuputy yang terpilih sebagai Sekretaris Umum dalam Sidang Raya PGI XVI di Sumba, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono yang mengatakan bahwa pimpinan terbaru harus menjadi PGI sebagai rumah bersama dan harus mampu mempererat Oikumene, antar aras gereja maupun organisasi masyarakat Kristen.

“Selamat atas terpilihnya ketum dan sekum. Kiranya mampu membuat PGI sebagai rumah bersama dan selalu bersama dalam membangun, juga semakin mengeratkan oikumene baik sesama aras dan ormas Kristen. Sebagai lembaga kewartawanan, Pewarna berharap PGI bisa bekerjasama dengan baik, terutama dalam publikasi dan juga pelatihan bersama. Tambah lagi duet Gomar dan Jacky harus mampu saling mengisi dan bisa bekerjasama dalam tim yang solid. Jangan sampai ada matahari kembar dalam tubuh PGI,” ujar Ketua Umum dari organisasi wartawan Kristen terbesar di Indonesia, yang juga baru saja terpilih ini, Rabu (13/11).

Harapan senada juga disampaikan oleh Sekretaris Umum PEWARNA Indonesia Ronald Onibala, yang melihat dengan terpilihnya Gomar Gultom sebagai ketua akan membawa PGI menjadi lebih baik lagi di tahun mendatang. “Dengan terpilihnya Bapak Pendeta Gomar Gultom yang sudah berpengalaman sebagai sekum dua periode, tentunya memberi harapan perjalanan PGI lima tahun kedepan akan lebih baik dari apa yang sudah baik di lima tahun kebelakang. Ditambah lagi bersama Pendeta Jacky Manuputty, harapan kami, PGI mampu menjawab harapan warga gereja” ungkapnya yang dirilis pada jaringan berita PEWARNA Indonesia.

Dalam rangkaian acara pemilihan yang berlangsung di GKS Payeti, jalan Prof. Yohanes, Payeti, Prailiu, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur itu Gomar Gultom yang merupakan perwakilan dari Sinode HKBP menjadi Ketua Umum setelah meraih suara terbanyak dengan 79 suara, mengungguli dua calon lainnya, yaitu Albertus Patty (32 suara) dan Tuhoni Telaumbanua (12 Suara).

Sementara, Jacky Manuputy yang merupakan perwakilan dari Sinode GPM sendiri terpilih secara aklamasi dalam pemilihan Sekretaris Umum. Sementara itu Pendeta Krise A. Gosal dari Sinode GMIM kembali terpilih sebagai Wakil Sekretaris Umum

Berikut formatur Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (MPH PGI) Periode 2019 - 2024
 

Ketua umum : Pdt Gomar Gultom,MTh (HKBP)
Ketua 1 : Bpk. Olly Dondokambey, SE (GMIM)
Ketua 2 : Pdt. Dr. Bambang Wijayanto ( GKPB)
Ketua 3 : Pdt.Dr. Lintje Pellu, STh (GMIT)
Ketua 4 : Pdt. Alfret Samani, STh,M.Si  (GKS)
Sekum : Pdt. Jacky Manuputty MTh (GPM)
Wasekum : Pdt. Krise Gosal, STh (GMIM)
Bendahara : Pdt. Dr. Yakub Sutisna (GBIS)
Wabendum : Pdt. Ari Moningka, STh (GKII)


Penulis : Thony Ermando.

Sunday, November 10, 2019

Walikota Ajak Rawat Toleransi Salatiga

Kairospos.com - Walikota Salatiga Yuliyanto mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga terus menjaga toleransi di Salatiga. Demikian disampaikannya dalam Gelar Budaya Merawat Toleransi di Salatiga. Kegiatan yang dihadiri Ketua DPRD Dance Ishak Palit, Sekda, Forkopimda, kepala OPD, Ketua FKUB beserta pengurus, dan Perwakilan Setara Institut Jakarta tersebut diselenggarakan di Halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, JL Pemuda, Minggu, 10/11/2019.

Agung Nugroho Kepala Badan Kesbangpol yang juga selaku ketua panitia, dalam sambutannya menyampaiakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya mengantisipasi konflik intoleran yang bisa terjadi. “Selain itu maksud dari gelar budaya kali ini juga sebagai sara mewujudkan kerukunan dan pererat persatuan. Dan yang tidak kalah penting adalah sarana hiburan bagi masyarakat,” Agung Nugroho melaporkan.

Beberapa pertunjukan yang disajikan antara lain; Pentas Angklung, ceremoni pembukaan, pentas barongsai, Pentas Topeng Ireng, dan Pentas Jathilan. Usai membuka acara Walikota bersama tamu undangan dan masyarakat melepas sepasang burung merpati dan dilanjutkan pembacaan Ikrar Toleransi Masyarakat Salatiga di bawah Patung Jenderal Sudirman Bundaran Tamansari.

“Kemajemukan adalah modal sosial penting bagi pembentukan bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa ini telah bersepakat menghormati keanekaragaman itu dengan memilih Pancasila sebagai dasar negara. Namun demikian, kita sadari praktek kemajemukan juga acapkali mengalami tantangan, senantiasa diuji dan akan mendapat tantangan ke depan, yang bisa mengancam keutuhan bangsa ini. Sehingga toleransi merupakan fondasi sosial bagi bangunan harmoni dalam kebinekaan, yang memungkinkan terwujudnya inklusi dan kohesi sosial serta integrasi nasional kita,” Walikota mengutarakan.
“Kita bersyukur masyarakat Kota Salatiga telah menjadi contoh praktek baik toleransi dalam kemajemukan yang telah berjalan baik selama kurun panjang dan diakui oleh banyak pihak. Pada tahun 2015, tahun 2017 dan tahun 2018, misalnya Kota Salatiga senantiasa mendapat penghargaan sebagai kota toleran dari Setara Institute Jakarta.(Lasma)

Saturday, November 9, 2019

Maramis dan Muzakkar, Refleksi Kebhinnekaan dari Pengukuhan Pahlawan Nasional Perumus Ideologi Negara

Kairospos.com - Mr. (Meester in de Rechten/Magister dalam Ilmu Hukum) Alexander Andries Maramis dan Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir adalah dua dari sembilan founding fathers yang merumuskan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara dalam BPUPKI.

A.A. Maramis merupakan tokoh dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan menjadi satu-satunya anggota Panitia Sembilan yang memeluk agama Kristen. Maramis juga mewakili aspirasi dari masyarakat Indonesia Timur. Beliau berlatar belakang studi ilmu hukum di Eropa, tepatnya di Universitas Leiden, Belanda.

Sementara itu Abdul Kahar Muzakkir adalah seorang tokoh Muhammadiyah. Muzakkir kemudian menjadi rektor pertama Universitas Islam Indonesia dan menjabat selama dua periode. Beliau sempat menimba ilmu di pesantren-pesantren, dan studi hukum Islam di Kairo, Mesir.

Dikukuhkannya kedua tokoh perumus ideologi bangsa ini yang notabenenya berbeda latar belakang menjadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi (8/11) kembali mengingatkan kita, bahwa Indonesia diperjuangkan bukan hanya oleh suatu kelompok tertentu, melainkan oleh para founding fathers dari beragam suku, agama/kepercayaan, kedaerahan, dan latar belakang.

Pancasila adalah hasil dari dialektika para founding fathers untuk menemukan formula yang paling tepat, bersifat inklusif dan mempersatukan, serta tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan universal yang ada pada tiap-tiap agama dan aliran kepercayaan.

Pancasila bukan ideologi sekuler, namun ia juga bukan ideologi yang mengacu kepada suatu paham religi yang sepihak.

Dalam praktek berbangsa, setiap orang berhak untuk mengekspresikan beragam nilai-nilai religius yang ia anut ke dalam atribut-atribut kesehariannya. Misalnya dalam berpakaian, selama itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila dan sesuai dengan ranah, fungsi, dan tempatnya.

Pakaian adalah benda mati yang bebas nilai, sikap dan perilaku dari si penggunanya lah yang kemudian memberikan nilai-nilai kepada benda tersebut. Perihal berpakaian, maka jangan kemudian dijadikan stereotip dan generalisasi.

Stereotip, generalisasi, dan kebiasaan "mengkotak-kotakkan" dapat memicu berkembangnya intoleransi. Intoleransi dapat berkembang menjadi radikalisme, atau pemahaman yang memaksakan perubahan sosial dan politik secara cepat dan menyeluruh yang cenderung dilakukan dengan cara-cara kekerasan.

Tidak melakukan stereotip, generalisasi, dan kebiasaan "mengkotak-kotakan", juga merupakan salah satu bentuk pengamalan Pancasila, sekaligus penghormatan kepada para Pahlawan Nasional.

Semoga melalui momen pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh perumus Pancasila yang mencerminkan kebhinnekaan ini, dapat kembali mengingatkan kita pentingnya untuk menjunjung toleransi dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai anak-anak bangsa penerus para founding fathers kita.

Selamat Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019.

Penulis : Arbie Haman, S.I.P.
IG: @arbiehaman
Pendiri dan Ketua Angkatan Muda Protestan Pluralistik (AMPP).
Kepala Departemen Wawasan Nusantara & Bela Negara DPP GAMKI 2019-2022.

Friday, November 8, 2019

DUET YUSUF MUDJIONO-RONALD ONIBALA PIMPIN PEWARNA INDONESIA 2019-2024


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Pelaksanaan Kongres II Pewarna Indonesia Tahun 2019 di gelar di hotel pelangi Sentul,Bogor Jawa Barat selama tiga hari 01-03 November 2019. Acara didahului Ibadah dan dilanjutkan dengan diskusi Ormas ormas Kristen. Hari kedua mendengarkan  laporan kerja dan  laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus DPP Masa Bakti sebelumnya juga menggelar pemilihan Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Umum (Sekum) Pewarna Indonesia Masa Bakti 2019-2024.
 

Sebelum acara puncak Pemilihan Ketum dan Sekum anggota Pewarna Indonesia yang tergabung DPD Pewarna daerah melakukan pemilihan Pimpinan sidang sementara. Adapun terpilih sebagai pimpinan sidang sementara yaitu Efrain Limbong (Pewarna Sulteng),Raya Deswanto (Pewarna Riau) dan Luther Kembaren (DPP Pewarna Indonesia).

Pada acara puncak Pemilihan Ketum dan Sekum Pewarna Indonesia,terpilih sebagai Ketum yakni Jusuf Mudjiono (Petahana) menyisihkan Raya deswanto (Pewarna Riau). Jumlah yang memilih yaitu 13 suara DPD Pewarna Daerah dan 1 suara DPP Pewarna Indonesia. Adapun perolehan suara Jusuf Mudjiono (Petahana) memperoleh 11 suara dan Raya Deswanto (Pewarna Riau) memperoleh 3 suara.

Sementara, untuk pemilihan Sekum sebanyak 8 Calon yakni Thony  Ermando, Raya Deswanto,Ronald Onibala, Sisco Manossoh,Thomas,Efrain Limbong,Robert Muntu,Argo Pandoyo yang akan bertarung. Namun setelah masuk pada season kesiapan 7 Calon mengatakan mundur dan satu calon menyatakan maju bertarung. Setelah diambil keputusan sidang,akhirnya menetapkan Ronald Onibala sebagai Sekum Pewarna Indonesia secara aklamasi.

Untuk tim formatur ada 3 Pewarna daerah yang akan mendampingi Kepengurusan baru, dari 13 Pewarna daeah yang terpilih yakni Pewarna DKI Jakarta, (9 suara), Pewarna Sulawesi Utara/Sulut (7 suara) dan Pewarna Riau (8 suara).

Usai pemilihan, Ketua Umum Pewarna Indonesia yang terpilih Jusuf Mudjiono mengatakan bahwa Kongres ini di laksanakan penuh dengan kebersamaan dan kegembiraan . ” Kongres ini merupakan satu Persaudaraan dalam Pewarna Indonesia. "Saya Mengucapkan terimakasih banyak atas kepeecayaan dari semua pihak termasuk dari Pewarna daearah. Juga kepada saudara Raya Deswanto yang sudah maju, kedepan pasti Menjadi pemimpin yang hebat,”  kata  Ketum Yusuf  Mudjiono.

Buka Sidang Raya XVII PGI, Yasonna Laoly Singgung Era 4.0

Prof Yasonna Laoly memukul gong
KAIROSPOS.COM, Waingapu, Sumba Timur, NTT - Era 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi, telah merambah ke berbagai belahan dunia, termasuk indonesia. Hal ini tentunya menambah semakin kerasnya persaingan. Persaingan bukan lagi siapa yang terbesar atau terkecil, tetapi siapa yang tercepat. Oleh sebab itu, gereja juga diminta ikut mempersiapkan diri, dengan menyiapkan generasi muda yang dapat memanfaatkan berbagai peluang di tengah persaingan tersebut.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly, saat membuka Sidang Raya XVII PGI, di Pantai Puru Kambera, Waingapu, Sumba Timur, NTT, Jumat (8/11).
“Sekarang segala sesuatu bisa dijangkau dengan hand phone, dan tinggal pencet. Nah, perubahan ini harus kita respon. Perlu ketrampilan yang mumpuni untuk menangkap peluang, dan semuanya itu harus dimulai dengan pendidikan. Pendidikan semakin penting. Pertanyaannya, sejauhmana gereja telah mempersiapkan jemaat, secara khusus generasi muda, yang unggul di masa depan,” katanya.

Dalam sambutannya, juga disinggung mengenai tantangan radikalisme yang kini terjadi di bangsa Indonesia. Sebab itu, dia mengajak gereja dan tokoh adat, terus menggelorakan semangat kebersamaan dan gotongroyong. Selain itu, pentingnya menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Sementara itu, Dalam sambutannya, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyambut dengan rasa syukur atas kehadiran jemaat GKS yang datang dari berbagai tempat, dan penuh semangat menghadiri acara ini. “Kehadiran kalian semua dari tempat yang jauh menandakan adanya kesatuan hati kita untuk merayakan pesta iman ini,” tandas Pdt. Ery, panggilan akrabnya.

Lanjut Ketua Umum PGI, tema Sidang Raya XVII PGI adalah pengakuan iman dari gereja mula-mula yang tidak akan dilupakan, dan ini juga menjadi pengakuan iman gereja-gereja di abad 21 ini. “Banyak pergumulan yang melilit kita, namun harus yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita. Itu pula yang kita rayakan pada Sidang Raya ini. Kita akan membicarakan karunia yang sudah diberikan Allah, begitu juga karunia yang sudah diberikan kepada Sumba dengan keindahan alamnya,” ujarnya.

Pembukaan SR XVII PGI berlangsung semarak. Tidak hanya peserta sidang, jemaat dari 4 kabupaten di Sumba serta masyarakat, beribadah bersama-sama, dan menyaksikan acara pembukan yang luar biasa. Sekitar 7000 orang tumpah ruah di pinggir pantai nan indah dan mempesona itu.

Antusiasme jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) dan masyarakat perlu diacungi jempol. Menurut informasi yang dihimpun tim media PGI, sebelum pembukaan mereka telah berdatangan ke lokasi dengan menggunakan kendaraan roda dua, bis, mobil pribadi, hingga truk. Teriknya matahari sama sekali tak mematahkan niat mereka untuk hadir.

Prosesi pembukaan yang diawali ibadah ini, diisi tarian, atraksi seribu kuda, dan fragmen perjuangan masyarakat Sumba mula-mula yang dikolaborasi dengan masuknya Injil ke Tana Humba. Kesemuanya itu membuat decak kagum, dan rasa haru yang luar biasa dari mereka yang hadir.

Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI  Yasonna H. Laoly tiba di Pantai Puru Kambera didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat serta Wakil Gubernur NTT Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Kedatangan mereka diterima MPH-PGI dan Pimpinan Sinode GKS dengan adat budaya Sumba.

Hadiah kuda putih dari GKS kepada Presiden Joko Widodo

Pembukaan Sidang Raya XVII PGI ditandai dengan pemukulan gong oleh Yasona Laoly , didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah, Ketua Sinode GKS serta MPH-PGI. Usai pemukulan gong Yasonna menerima kuda putih yang diberikan oleh panitia.

Berita ini kami terima dari  Humas PGI Irma Simanjuntak.

Penulis : Thony Ermando.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net