Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, December 10, 2019

Gereja Menyikapi Darurat Kekerasan Seksual


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Seminar "Gereja-gereja Menyikapi Darurat Kekerasan Seksual" Senin, 9 Desember 2019, Di GPIB Jemaat Immanuel Gambir-Jakarta.

Yuniyanti Chuzaifah PhD.Cand., Wakil Ketua Komnas Perempuan,  menjelaskan apa dan mengapa ada Kekerasan Seksual. Yuniyanti menjelaskan salah satu mandat Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) adalah meningkatkan kesadaran publik bahwa hak perempuan adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia.

Dalam melaksanakan mandat tersebut, Komnas Perempuan setiap tahun melakukan kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP) setiap tanggal 25 November sampai 10 Desember.

Sejarah Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) pada awalnya merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Aktivitas ini sendiri pertamakali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute pada tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.

Setiap tahunnya, kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Hal senada  dijelaskan juga oleh Pdt. Sylvana Apituley, Germasa GPIB/Ketua Peruati Jabotabek (Persatuan Wanita Berpendidikan Teologi di Indonesia).

Pdt Sylvana Apituley mengatakan " Siapa bilang tidak ada Kekerasan Seksual di lingkungan gereja atau keluarga/komunis Kristen? Banyak kasus dilaporkan, diam-diam, maupun terbuka, baik oleh korban atau oleh keluarga dan pendamping korban. Bentuk kekerasan yang pernah dilaporkan antara lain : vikaris atau mahasiswi praktek dilecehkan oleh mentor, mahasiswi teologi dilecehkan dosen, remaja/pemuda gereja ditinggal pacar yang ingkar janji walau sudah intim secara seksual, atau hamil lalu dikawinkan paksa atas nama "tanggungjawab pacar", istri yang tidak mampu/tidak berani menolak ajakan berhubungan seksual oleh suami walaupun enggan karena beragam alasan; anak yang diperkosa oleh ayah/opa/oom/kakak sendiri hingga hamil dan melahirkan berulang kali; ini terjadi beberapa waktu yang lalu sebelum acara seminar ini diadakan, demikian juga kasus perkosaan yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya terjadi di suatu desa terpincil di Papua" ungkapnya.

Sylvana melanjutkan "Ada perempuan warga jemaat yang dijadikan "istri simpanan" oleh pendeta/penginjil. Dan bentuk kekerasan seksual seksual lainnya. Siapapun bisa jadi korban, anak-anak,penyandandang disabilitas hingga lansia. Pelaku juga dari berbagai kalangan. Mengapa Kekerasan Seksual terus saja terjadi, bahkan Indonesia darurat Kekerasan Seksual 5 tahun terakhir ini? Mengapa banyak orang, termasuk bungkam? Kepada siapa korban Kekerasan Seksual melaporkan kasusnya dan mencari pertolongan? Apakah gereja-geraja peduli? Bagaimana gereja-gereja harus menolong korban dan menangani pelaku kekerasan seksual? Mengapa gereja harus bersikap? budaya permisif merupakan salah satu penyebabnya, ada juga faktor  yaitu relasi kuasa gender pada laki laki yang lebih kuat pada perempuan menyebabkan hal ini terjadi" kata Sylvana.

Kondisi saat ini sudah darurat, kata Sylvana kedarutan itu menyangkut angka,  dalam satu  hari ada 3-4 orang, perkosaan, kekerasan, verbal, kawin paksa, darurat, kompleks masalah dari 10 kasus misalnya ada orang tua yg memerkosa anaknya berkali-kali seperti kasus di papua barat, hari gini msh ada kasus seperti itu. Percepatan masalah lebih cepat dibanding penanganannya,  kemampuan kita mencegah lebih lambat dengan terjadinya kasus itu yg begitu sangat cepat, jangan menunggu itu terjadi pada diri kita, orang baru menyadari setelah keluarganya menjadi sensitifitas harus dilakukan terhadap kasus ini, terang Sylvana. "Saat ini beberapa gereja sudah mulai peduli dan bergerak nyata dalam menanggulangi kasus ini, gereja-gereja di Indonesia cukup mampu menolong korban dan menangani pelaku karena memiliki infrastur dan SDM yang cukup" terang Sylvana.

Dalam seminar sehari ini Pdt. Sylvana Apivana Apituley membawakan materi "Kemajuan Dan Tantangan Gereja-Gereja Secara Nasional".  

Sylvana melanjutkan "Acarara rutin tahuhunan dan kampanye rutin diseluruh dunia dan di Indonesia sejak tahun  2000. Lembaga gereja sudah aktif khususnya PGI PERUATI mempunyai  agenda rutin, gerakan berbasis rutin. Tiap tahun membuat seminar, dialog publik, pamplet thema ikut dengan themas nasional sudah 5 tahun pengahapusan kekerasan seksual, darurat kekerasan seksual ada d gereja, kedalaman seksual, gereja belum terbuka. Kekekasan  seksual rentan terjadidi gereja, cukup banyak terjadi di jemaat gereja beberapa hari lalu ada kasus di Sumba .  Kekerasan seksual, merupakan hutang keadaban kita, hutang keberadaban, kemanusian yang setara yang adil, semua orang berhak diperlakukan secara utuh baik pelaku maupun korban, adapun sejumlah pelaku diperbolehkan untuk ditolong, korban harus segera ditolong pelaku merasa lebih berkuasa.

Ada banyak faktor antara lain akar budaya yangg lebih permisif dengan situasi yangg ada kita digempur oleh nilai nilai, oleh mereka yang punya kuasa untuk menentukan misalnya media yang mengiklankan perempuan.  Media membentuk citra misalnya promosi wanita sexy, membentuk citra tertentu dalam pikiran laki-laki,  iklan tertentu pada tubuh perempuan. Tidak sensitif pada aspek-aspek perempuan misalnya perempuan kulit putuh, persepsi terhadap diri sendiri contoh modus, perempuan digebukin pacarnya kenapa demikian, persepsi tubuh cantik oleh pikiran yang tidak adil gw gagah jika melakukan agresi terhadap perempuam. Di sumba ada kawin tangkap, bisa juga istri orang karena lelaki yang bisa membawa istri orang pria gagah. Meghancurkan imaj kita yg diciptakan Tuhan. Kunci penanganannya antara lain RUU Penghapusan kekerasan terhadap perempuan harus segera disahkan" Ungkap Sylvana.

Ilmda Purba mengungkapkan kesaksiannya secara berani dan gambalang perlakuan sang suami yang melakukan KDRT.


Pdt. Jacky Manuputty, Sekretaris Umum PGI, akan menegaskan mengapa gereja harus bersikap. Jacky Manuputty mengungkap secara gamblang dan mengambil istilah gereja harus membuka mata telanjang banyak kasus-kasus kekerasan seksual di dalam gereja banyak oknum yang terlibat. Banyak mengutip ayat ayat alkitab tentang kesetaraan, perlindungan kaum lemah, dan memperjuangkan keadilan. Jacky yang baru terpilih sebagai Sekretaris Umum PGI mengatakan "Kita harus berselancar bersama sama untuk dapat menyelesaikan kasus kekerasan seksual" tegas Jacky.

Pdt. Dr. Donna Sampaleng, M.Pd., D.Th (Peruati BPD Jabotabek). Yang menjadi moderator seminar ini ketika diminta pendapatnya tentang kasus di Sumba mengatakan "Menanggapi kasus di Sumba saya sangat prihatin. Saya sebagai sesama perempuanprihatin karena itu dilakukan atas nama adat, tradisi yang seharusnya adat sebagai rumah besar, citra diri dari perempuan dan semua masyarakat harus merasa nyaman. Akan tetapi seringkali terjadi menjadi tidak nyaman karena tersandera budaya itu, nah stigma ini harus diperbaiki sehingga gambaran kultur lokal yang baik dan baradab. Saya bersama PERUATI Nasional dan Jabotabek memberokan perhatian khusus terhadap peristiwa ini. Untuk era saat ini seharusnya tidak terjadi dan langkah nyata yang kami lakukan memberikan edukasi, mendukung giat edukasi dan advokasi dan dilakukan juga oleh kawan kawan kami di Sumba melalui PERUATI Sumba dan LSM lain yang sudah melakukannya.Kita perlu bijaksana karena bersentuhan dengan adat istiadat yang sudah hidup secara turun menurun. Jadi mungkin ada langkah solutif terhadap kondisi itu sehingga adat tidak menjadi jurang yang menjebak  kondisi perempuan dan anak sebagai oknum yang tidak berdaya" terang Donna panggilan akrabnya.

Donna melanjutkan "Dari paparan Pak Jacky saya meyakini data yang ditunjukkan cukup valid beliau sebagai mantan aktifis LSM  dan sekarang menjadi pengurus gereja secara nasional. Saya pikir fakta fakta itu harus dibuka harus punya data telanjang terhadap fenomena yang ada. Hal hal yang terjadi diruang yang dianggap holy atau kudus kalau dari sisi data kuantitatif menjadi menurun dan harapannya menjadi tidak ada" terang Donna.

Sebagai seorang akademisi yang kesehariannya mengajar di STT IKAT, Donna berpendapat salah satu solusinya adalah merancang sebuah metode, baik itu metode penelitian maupun pengembangan. Hal itu dapat dimasukkan dalam mata kuliah, memberikan pembekalanbagi mahasiswa/i terhadap kondisi kondisi riel sehingga tidak lagi terfokus terhadap tafsiran tafsiran perspektif lama sehingga mengabaikan realitas yang sekarang, terang Donna (Thony Ermando).



 

Sunday, December 8, 2019

STT IKAT Rayakan Natal Dengan Sukacita Bertemakan Cinta


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Sekolah Tinggi Theologi "IKAT" (STT IKAT) Jakarta yang berlokasi di Rempoa Jakarta Rayakan Natal dengan suasana sukacita dan tampat para panitia memakai kostum Eropa. Perayaan Natal di kampus STT IKATpada Jumat malam (6/12/2019) mengambil tema "Iman yang Bekerja Oleh Kasih / Faith Working Through Love".

Saat diwawancara, Pdt. Dr. Donna Sampaleng, M.Pd., D.Th. Ketua II dan Kepala LPPM STT IKAT  menjelaskan bahwa Tema Natal kali ini sudah dicetuskan saat perayaan ulang tahun STT IKAT ke XXXIII, dan menjadi tema dalam durasi waktu 1 tahun, tema itu menjadi dasar kerja, berlaku mulai dari February sampai february 2020.

Pdt. Dr. Donna Sampaleng, M.Pd., D.Th. akrab disapa dengan Donna juga mengatakan bahwa tema Natal STT IKAT tidak jauh berbeda atau hampir sama dengan tema Natal Nasional yang digaungkan oleh PGI (Hiduplah Sebagai Sahabat Semua Orang) karena hidup sebagai sahabat bagi orang juga harus tetap menggunakan kasih, karena kasih kita bersahabat dengan semua orang.

Natal sebelumnya dirayakan bernuansa nusantara, kali ini perayaannya bernuansa Eropa.

Donna dosen muda yang ramah, cerdas dan cantik  ini juga menjelaskan alasan pemilhan nuansa Eropa adalah sesuai era millenial saat ini, dimana teknologi semakin maju, dan informasi yang semakin terbuka, dan saat ini kita bisa melihat apa-apa saja yang ada di luar negeri.

"Tapi yang paling penting, di belahan nusantara manapun, di negara-negara manapun perayaan-perayaannya, bagaimanapun model perayaan natalnya tapi tidak akan kehilangan pesan Kasih itu", terang Dona.

Disamping itu, Dosen muda ini juga menjelaskan bahwa makna Eropa juga akan mendorong mahasiswa agar semakin berani, menemukan pengalaman yang baru. Seperti saat acara tadi, para mahasiswa menyanyikan lagu berbahasa inggris meskipun sepebenarnya mereka pasif bahasa inggris, tapi mereka akan semakin terbiasa dan punya keberanian.


 Dr. Dona Sampaleng M.Th. Ketua II dan Kepala LPPM STT IKAT
Dalam penjelasannya, Dona mengatakan bahwa peran alumni juga sangat terasa dan kuat, terbukti dalam mendistribusikan para lulusan STT IKAT. Para alumni tidak hanya berperan dalam membantu prasarana namun juga membuka komunikasi ke berbagai pihak dan lembaga untuk mempersiapkan lapangan kerja bagi para lulusan STT IKAT.

Hal senada disampaikan oleh Pdt. Dr. Jefri Lilomboba yang merupakan Ketua Badan Persekutuan Alumni STT IKAT, bahwa sudah menjadi tanggung jawab moral bagi para alumni untuk tetap memperhatikan dan membantu STT IKAT agar semakin baik lagi.

Dalam penjelasannya, ketua alumni berencana akan menggelar reuni akbar pertama kalinya di STT IKAT. reuni akbar rencanya akan di gelar berbarengan dengan Hari Paskah. Alasan pemilihan hari paskah adalah karena kalau di buat dihari natal para alumni banyak yang sibuk di moment-moment itu.

Perayaan Paskah  ini dihadiri oleh Gereja-Gereja mitra, STT-STT mitra, mitra pelayanan, para dosen dan keluarga, mahasiswa, donator, para alumni, undangan lainnya, serta panitia pembangunan. "Tujuan reuni akbar ini adalah ingin  membawa kembali para alumni melihat kampus dan melalui moment itu kita akan menghimpun semua alumni untuk mengambil kembali bagian dalam kampus sebagai upaya membangun STT IKAT yang lebih baik" tutup Pdt. Dr. Jefry.

Acara berjalan hikmat dan kondusif, penuh sukacita dimulai dari kebaktian, sambutan, Bertukar cindera mata  dan ditutup dengan ramah tamah makan malam bersama. (Thony Ermando)



 

Ratusan Ribu Orang Penuhi GBK Rayakan Natal 2019 Gereja Tiberias Indonesia


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Gereja Tiberias Indonesisa Rayakan Natal 2019 dengan Besar-besaran. Tak tanggung-tanggung semarak Natal ini berlangsung di Gelora Bung Karno Jakarta dihadiri ratusan ribu orang dan semakin semarak menggema dengan letusan kembang api selama 10 menit  membuat suasana menjadi gegap gempita penuh gemuruh teriak  sorak sorai sukacita jemaat Gereja Tiberias Indonesia.

Dalam catatan sejarah Tiberias, Natal kali ini akan menjadi perayaan Natal terbesar sepanjang sejarah Gereja Tiberias.

Perayaan Natal Tiberias mengambil Tema yang tertulis di Yohannes 1:12 "Semua yang menerimanya diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah".

Natal besar-besaran ini bermula dari perintah Tuhan kepada Pdt. DR. Yesaya Pariadji yang merupakan ketua sinode Gereja Tiberias Indonesia.

"Atas perintah Tuhan Yesus saya diperintahkan untuk merayakan Natal secara besar-besaran di Stadion Utama Gelora Bung Karno" Itulah perintah Tuhan kepada Pdt. DR. Yesaya Pariadji.

Perintah itu sesuai dengan firman Tuhan yang tertulis di Mikha 5: 1-3 demikian bunyinya: Aku perintahkan kamu dengan kuasa minyak dan anggur untuk menyambut Mesias Juru Selamat Dunia yang lahir di Betlehem, Raja segala Raja yang permulaannya sejak purbakala, sejak dahulu kala, yang menyatakan diri kepada kita: "Akulah Yesus Kristus Tuhan Allahmu yang Empunya Kerajaan Surga".

Pesan Tuhan itu diberikan langsung kepada Pdt. DR. Yesaya Pariadji pada saat dalam perjalanan pulang dari Solo Selatan.

Dalam kesaksian Pdt Pariadji, dia sempat berfikir: untuk apa merayakan Natal besar-besaran, lebih baik biaya tersebut digunakan untuk membangun gereja-gereja di daerah-daerah dan merayakannya di desa-desa.

Namun saat Pdt. pariadji memikirkan hal tersebut, Tuhan langsung menegornya dan memerintahkannya untuk melakukan perayaan Natal secara besar-besaran.

Teguran Tuhan itu mengantar Perayaan Natal Tiberias hari ini berlangsung. Dalam perayaan Natal ini diperkirakan sekitar 200 ribu lebih akan hadir.

Jemaat Gereja Tiberias Seluruh Indonesia akan hadir, Transportasi dari berbagai daerah disediakan, mulai dari makan dan lilin disediakan untuk 200 orang lebih.


Melalui Kepala Humas acara Perayaan Natal Tiberias, Pdt. Gideon Simanjuntak, SH,. MTH menyampaikan acara ini menampilkan 7017 lebih choir yang siap mengisi acara perayaan.

Seluruh hadirin akan bersama-sama diberkati dengan Pujian dan penyembahan dilanjutkan perjamuan kudus untuk seluruh hadirin.

Kembang api besar selama 10 menit akan memeriahkan perayaan natal kali ini, ucap Pdt. Gideon.

Ibu gembala, Pdt. Darniaty Pariadji akan secara langsung memimpin syahduhnya penyalaan lilin Natal serta malam kudus.

Pdt. Dr. Yesaya Pariadji mengajak seluruh umat untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali (Second Coming) dengan perjamuan kudus dan minyak urapan dan terus hidup dalam pertobatan dengan menyucikan pikiran, perkataan, perbuatan. Hidup ini harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.

Friday, December 6, 2019

Half Time, Paruh Waktu Dari Sukses ke Signifikansi

  Ketum Yayasan Hafltime Inge Halim dan
Mr. Lee Han Kiat

KAIROSPOS.COM, Jakarta - Ujian sejati seseorang bukan ketika ia memainkan peran yang ia sendiri inginkan, tetapi ketika ia memainkan peran yang dimaksudkan menjadi destiny-nya (Vaclav Havel) ini adalah cuplikan dari buku buku Half Time Psruh Pertama. Buku ini penuh dengan motivasi inspiratif dengan akar kekristenan yang dalam untuk membangun semangat hidup, iman kristiani yang teguh. Seminar dan Perkenalan Buku Halftime" edisi bahasa Indonesia paruh waktu dari Sukses ke Signifikansi. 

Jelang akhir tahun merupakan momen yang tepat untuk melakukan sebuah evaluasi atas kehidupan yang sudah berjalan. Buku Halftime bisa merupakan pilihan buku yang tepat untuk melakukan evaluasi, perenungan hidup, resolusi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Yayasan Haltime Indonesia meluncurkan buku Halftime edisi bahasa Indonesia pada Jumat (6/12/2019) di APL Tower lantai 15 central park Jakarta Barat.

Bertepatan dengan acara peluncuran Halftime edisi bahasa Indonesia ini, sebuah seminar bertemakan From The Persuit of Success to Signifiance dibawakan oleh Mr. Lee Han Kiat - Halftime Certified Coach, pembicara dan coach sangat berpengalaman dari Halftime Asia dibantu penerjemah Indra Kurnia. Lee Han khusus  datang dari Singapura untuk memaparkan dan membuka rahasia perjalanan dari Sukses ke Signifikansi. Para peserta yang akan mengikuti seminar ini akan menyingkapkan bagaimana memfokuskan hidup dari Sukses ke Signifikansi, supaya sisa kehidupan Anda menjadi yang terbaik bagi Anda, berdampak luas dan bernilai kekal.

Buku dan Gerakan Halftime ditulis dan dirintis Alm. Bob Buford. Sesudah di Paruh Pertamanya sangat sukses mengembangkan perusahaan televisi kabel, bangkit hasrat kuat dalam hatinya untuk memiliki Paruh Kedua yang signifikan; sampai akhir hidupnya, Bob telah melipatgandakan  sumber-sumber yang Tuhan karuniakan kepadanya sehingga memberikan dampak yang luas dan menetap.

Buku Halftime memaparkan bagaimana ia beralih dari sukses di paruh pertama kehidupannya ke signifikansi di paruh keduanya. Buku itu sendiri telah dibaca oleh sekitar sejuta orang selama dua puluh tahun. Kemudian buku Half Time bersama Half Time Institute dan Leadership Network yang dibentuknya, melalui pengajaran, pelatihan, identifikasi talenta, networking, telah menghasilkan gerakan pemberdayaan banyak sekali pebisnis, eksekutif, profesional menyambut panggilan Allah dalam hidup mereka. 

Yayasan Halftime Indonesia dengan Ketum Inge Halim  didirikan pada Nopember 2015, bermaksud meneruskan gerakan serupa untuk konteks Indonesia. Buku Halftime ini diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia, agar dapat menjangkau lebih luas, memotivasi dan memberdaya lebih banyak orang memiliki kehidupan yang signifikan, melipatgandakan berbagai karunia Allah memberkati sangat banyak orang. (Thony Ermando)


Thursday, December 5, 2019

Stabilitas Politik Dan Keamanan Membangun Indonesia Maju



 Oleh : Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia)

KAIROSPOS.COM, Siantar Sumut - Penyelenggaraan Seminar Nasional dalam rangka perayaan Dies Universitas Nommensen, Siantar, Sumut, di Kampus Universitas Nommensen, Kamis, 28 November 2019. Ada sejumlah Pembicara dari berbagai profesi dan atribusi yang diundang dalam beberapa Sesi Seminar Nasional. Salah satu Tema Strategis yang dibahas dalam sebuah Sesi Seminar Nasional adalah : "Stabilitas Politik Dan Keamanan Membangun Indonesia Maju". Pimpinan Universitas Nommensen bersama Penyelenggara Acara Dies dan Acara Seminar Nasional mengundang Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) sebagai Pembicara untuk menyampaikan pemikiran inti dan strategis mengenai Tema Seminar Nasional ini di hadapan peserta Seminar Nasional yang berjumlah lebih dari dua ribu orang. Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, pimpinan dan pejabat struktural Universitas Nommensen, tamu undangan dari berbagai profesi dan latarbelakang. Acara Seminar Nasional dibuka oleh Rektor Universitas Nommensen, Siantar, Sumut Prof. Dr. Sanggam Siahaan, M.Hum.


Membangun Indonesia Maju, menjadi semakin tumbuh bermakna ketika memenuhi dan berbasis pada setidaknya dua hal persyaratan standar. Persyaratan tersebut adalah Stabilitas Politik dan Stabilitas Keamanan. Kedua hal stabilitas ini harus memastikan posisi dan menunjukkan orientasi untuk mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ; membumikan ideologi Pancasila ; menegakkan konstitusi UUD 1945 ; dan menumbuhkan Bhinneka Tunggal Ika. 


Indonesia Maju berbeda dengan Indonesia Menang karena Indonesia Maju tidak bermotivasi sempit dan tidak bertujuan pragmatis menang semata hanya untuk berkuasa saja. Indonesia Maju justru bermakna karena meletakkan diri dan memposisikan status secara luhur, mulia, dan beradab untuk memastikan tumbuhnya hakekat pernyataan kemerdekaan Indonesia ; mewujudkan tujuan nasional Indonesia ; dan membumikan ideologi, dasar, dan falsafah Pancasila.



Stabiltas politik berbasis pada agenda dan kebijakan pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan politik. Kemudian stabilitas keamanan bertumpu pada agenda dan kebijakan pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan keamanan. Terminologi dan prinsip dasar stabilitas politik dan stabilitas keamanan dalam konteks ini pada dasarnya berbeda dan bukan sebagaimana dalam sistem dan kultur politik dan keamanan orde baru.

Terminologi dan prinsip dasar stabilitas politik dan stabilitas keamanan dalam sistem dan kelembagaan orde reformasi dan khususnya Indonesia Maju justru dibangun sebagai prasyarat standar untuk menguati dan menafasi Indonesia Raya. Keseluruhan konstruksi dan substansi pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan politik dan keamanan harus senantiasa dan dalam kerangka Membangun Indonesia Maju.


Sistem dan kelembagaan politik pada hakekatnya bermuatan pada regulasi politik, kelembagaan politik kepemiluan, pemilu politik, kelembagaan politik kenegaraan, dan lain-lain. Setiap dan semua subsistem dalam sistem dan kelembagaan politik mesti selalu dibangun, dibaharui, dan ditata agar tetap tumbuh sehat dan dinamis dalam keadaan stabil, fungsional, efektif, dan kuat. Pembangunan, pembaharuan, dan penataan ini juga bertumbuh dalam semangat stabilitas politik yang mendorong dan mendukung stabilitas keamanan.


Perihal sistem dan kelembagaan keamanan pada dasarnya bermuatan pada regulasi keamanan, kelembagaan keamanan, reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusi keamanan terkait, kelembagaan kenegaraan, dan lain-lain. Rata-rata subsistem dalam sistem dan kelembagaan keamanan harus senantiasa dibangun, dibaharui, dan ditata supaya terus menerus tumbuh dalam situasi dan kondisi stabil, fungsional, efektif, dan kuat. Pembangunan, pembaharuan, dan penataan ini harus ditumbuhkan dalam semangat stabilitas keamanan yang menguatkan dan memberdayakan stabilitas politik.


Relasi strategis, fungsional, dan efektif antara stabilitas politik dan stabilitas keamanan dengan Indonesia Maju terletak pada penjabaran muatan agenda dan kebijakan yang saling melengkapi, menguati, dan memaknai. Agenda dan kebijakan Membangun Indonesia Maju sangat membutuhkan kualitas stabilitas politik dan stabilitas keamanan ; sekaligus juga Indonesia Maju harus berposisi dan berorientasi pada peningkatan dan penguatan stabilitas politik dan stabilitas keamanan. Kualitas pembangunan, pembaharuan, dan penataan stabilitas politik dan stabilitas keamanan mesti ditandai dan dimaknai sebagai sistem dan kultur berpengaruh untuk mempercepat dan memperkuat Pembangunan Indonesia Maju.
 
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net