Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, September 16, 2018

Menyiapkan Manusia Indonesia 2040, Pemerintah Kampanyekan Cegah Stunting



KAIROSPOS.COM, Jakarta - Pemerintah resmi memulai Kampanye Nasional Pencegahan Stunting, Minggu (16/9). Kepala Staf Kepresidenan didampingi oleh Menteri Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Banten, dan Wakil Gubernur DIY memimpin langsung deklarasi Kampanye Nasional Pencegahan Stunting di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta. “Cegah Stunting untuk Generasi Cerdas Indonesia” menjadi tema gerakan nasional ini.
“Terima kasih kepada Ibu-ibu di seluruh Indonesia yang sudah merawat anak-anaknya dengan upaya memprioritaskan nutrisi dan gizi. Sehingga anak-anak kita tidak menderita stunting,” ucap Moeldoko.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia bawah lima tahun akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya. Stunting menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan, dan ketika dewasa lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Kampanye Nasional Pencegahan Stunting mendesak dilakukan saat ini karena BPS mencatat satu dari tiga anak bawah lima tahun (balita) Indonesia masih mengalami stunting (2013). Jumlahnya mencapai sembilan juta balita.
“Stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin. Stunting juga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa,” kata Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, investasi apapun yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM menjadi tidak optimal. “Karena apapun yang kita beri, guru, laboratorium, kurikulum, atau pelatihan menjadi kurang optimal karena kemampuan otak anak-anak kita dalam menyerap ilmu pengetahuan terbatas,” jelasnya.

Pada usia produktifnya, anak stunting berpenghasilan 20% lebih rendah daripada anak yang tumbuh optimal. Stunting bisa menurunkan Produk Domestik Bruto negara sebesar 3%. Bagi Indonesia, kerugian akibat stunting mencapai sebesar Rp 300 triliun per tahun. Kampanye Nasional Pencegahan Stunting ini sekaligus implementasi dari Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo 16 Agustus 2018 lalu yang menegaskan bahwa pembangunan SDM diawali sejak dari kandungan. “Kalau kita cegah stunting dari sekarang, pada tahun 2040 nanti, ketika anak-anak ini berusia 22 tahun, mereka akan jauh lebih hebat daripada generasi sebelumnya. Ini investasi jangka panjang kita sebagai bangsa,” tegas Moeldoko. 

Menekan prevalensi stunting jadi 28%

Stunting disebabkan oleh perilaku pola asuh dan pola makan yang tidak baik, serta sanitasi yang tidak bersih dan tidak sehat. Oleh karena itu, stunting hanya bisa dicegah dengan memperbaiki pola asuh, pola makan, dan menciptakan sanitasi yang bersih dan sehat. Agar kondisi itu terwujud, keluarga perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak. Pemerintah menyiapkan berbagai program dan aktivitas untuk mencegah stunting, antara lain merevitalisasi pos pelayanan terpadu (Posyandu) bagi sarana pendidikan gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita, serta melatih para petugas kesehatan dan kader agar mampu mendidik masyarakat. Juga, pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil serta vitamin A, obat cacing, dan imunisasi untuk balita.

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah menargetkan, prevalensi stunting bisa ditekan dari angka 37,2% pada 2013 menjadi 28% pada 2019. 

Melibatkan 5.000 peserta

Deklarasi di Monas menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan pencegahannya. Acara ini melibatkan 5.000 peserta dari berbagai kalangan, di antaranya TPP-PKK DKI Jakarta, Kader Posyandu DKI Jakarta, tutor PAUD DKI Jakarta, Persit Kartika Chandra Kirana, Pia Ardhya Garini, Jalasenastri, dan pegawai Kementerian Kesehatan. Dukungan juga mengalir dari Bhayangkari, mahasiswa program gizi di sekitar DKI Jakarta, dan komunitas pesepeda Bike to Work (B2W).

Seratus pesepeda anggota B2W memulai rangkaian acara dengan bersepeda dari FX Senayan menuju Bundaran Hotel Indonesia, mulai pukul 06.30 WIB. Mengenakan kaos kampanye cegah stunting, mereka diharapkan mampu menarik perhatian peserta Car Free Day. Di sekitar Bundaran HI, telah menunggu 300 mahasiswa dan 400 pegawai Kementerian Kesehatan yang  berjalan bersama menuju area Monas. Jalan sehat ini diikuti oleh Kepala Staf Kepresidenan dan keempat menteri. Sementara itu, di area Monas, ribuan peserta melakukan senam aerobik bersama yang dipimpin oleh instruktur senam dari komunitas Mufit.

Acara kemudian dilanjutkan dengan deklarasi pencegahan stunting yang dipimpin oleh Kepala Staf Kepresidenan didampingi para menteri dan gubernur kepala daerah. Selain rangkaian acara tersebut, masyarakat luas juga menikmati musik dan mengikuti talkshow seputar stunting. Acara dipandu oleh Sarah Sechan dan Cindy Sistyarani.

Masyarakat juga mendapatkan edukasi dan konsultasi tentang gizi di booth Nutrition Center. Bagi penggemar swapotret, panitia penyelenggara juga menyediakan spot yang menarik dan lomba. Pemerintah mengajak semua elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam gerakan pencegahan stunting ini. Jika angka stunting bisa diturunkan, pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan.

Dalam penyelenggaraan Kampanye Nasional Pencegahan Stunting, Pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Nutrisionis Olahraga dan Kebugaran Indonesia (ANOKI) dan Bike to Work (B2W), serta beberapa mitra perusahaan swasta, yakni PT Tirta Investama, PT Indofood Sukses  Makmur, PT Nutrifood Indonesia, Bank Mayapada, PT Kraft Heinz ABC Indonesia, GO-JEK, dan SUN Business Network. Pemerintah mengapresiasi keterlibatan swasta dan organisasi masyarakat dalam pencegahan stunting sesuai pilar ke-17 dari SDGs.

At last, cegah stunting, itu penting! Ayo, pastikan anak-anak kita tumbuh tinggi dan berprestasi. (Thony E).


Saturday, September 15, 2018

WORLD GENERATION GATHERING, KEBANGKITAN NKRI MELALUI DOA


KAIROSPOS.COM, Jakarta - World Generation Gathering atau biasa dikenal dengan nama Uprising (United Prayer Rising) secara international, adalah sebuah kegerakan kesatuan dari anak-anak muda Kristen lintas gereja dan komunitas yang dilahirkan oleh gerakan Youth World Prayer Assembly di tahun 2016 lalu. Pertama kali dilakukan di Korea, dan sejauh ini sudah dilakukan di beberapa negara juga, seperti Philippine, Mongolia, Malaysia, dan Afrika Selatan. Kegerakan ini dikenal dengan nama World Generation Gathering khusus di Indonesia dan merupakan tindak lanjut dari kegerakan World Prayer Assembly tahun 2012 lalu yang dipelopori oleh IPC (International Prayer Connect).

Jumat 14 September 2018, bertempat di Gandaria City lantai 2, panitia pelaksana antara lain Pdt. Andy Tjokro, Elizah Daniel Poluakan, Ibob Dauid, dan rekan penitya menyelenggarakan konferensi pers untuk memaparkan pada masyarakat Kristiani tentang misi dan misi gerakan doa ini.

Gerakan ini menggunakan momentum atau spirit 90 tahun Sumpah Pemuda di tahun 2018, momentum itu dipercaya dan diyakini menjadi momentum(Kairos) kebangkitan kembali gerakan doa generasi muda serta gerakan kesatuan dan cinta akan generasi dan bangsa mewakili  persatuan anak-anak muda Kristen di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan ini bergerak dikuatkan atas keprihatinan kondisi Indonesia saat ini dan hasil survey berikut : 1. Tingkat perceraian di Indonesia yang terus meningkat 3% setiap tahunnya, menyebabkan banyaknya keadaan keluarga yang hancur dan berakibat pada generasi muda yang mentalnya tidak berkembang secara sehat, serta meningkatnya berbagai kasus kenakalan remaja di Indonesia, seperti, narkoba, perkelahian pelajar, begal motor, gaya hidup sex bebas, pornografi, dan LGBT.

2. Banyaknya kasus ketidak-adilan dalam hukum, tingkat kriminalitas dan kasus korupsi berjamaah semakin marak, serta penyebaran paham idiologi yang salah berakibat mengancam kesatuan bangsa, menunjukkan bahwa masalah moral dan martabat bangsa Indonesia yang disebabkan dari luka di jaman penjajahan dahulu masih belum terlepas dari bangsa ini, dan itu melekat menjadi identitas bangsa yang terlihat di mata dunia.

Tempat pelaksanaan The Dawn diadakan di tugu Monas Jakarta Pusat, sebagai simbol gerakan doa yang dimulai dari titik nol demikian penjelasan dari Pdt. Andy Tjokro sebagai General Koordinator pada acara ini. Sedangkan World Generation Gathering Global United Prayer Raising yang diikuti perwakilan dari negara-negara di Asia dan Amerika, bertempat di Area GBK (ICC-MGK), Prayer Gathering (Area GBK) diselenggarakan pada 23-26 Januari 2019. Acara ini didukung oleh 7 Aras Gereja yang ada di Indonesia; PGI, PGLII, PGPI, My Home, Jaringan Doa Nasional.

Penulis Thony E.

Tuesday, September 11, 2018

d'BESTO CHICKEN BURGER PETUKANGAN SELATAN DILALAP API


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Ruko sebanyak 2 bangunan  ( de bisto chicken dan burger ) dan rumah kontrakan 
Puro ( H. Iyen ) Alamat : jln inpres RT 007/02 kelurahan Petukangan selatan kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan kebakaran dilalap si jago merah, musibah ini terjadi pada Rabu (12/09/2018) pukul 09.35, laporan diterima Damkar Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Bapak Mungin, Jumlah KK : 2 KK  dan 6 jiwa, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, Luas area terbakar kurang lebih 8 x 10 : 80 meter, penyebab kebakaran dugaan sementara kebocoran gas. Taksiran kerugian kurang lebih 200 juta rupiah. Pengerahan unit kebakaran 15 unit, 12 unit dari wilayah Jakarta Selatan dan 3 unit dari wilayah Jakarta Barat.

Dari informasi yang diperoleh dilapangan dari warga saksi mata diperoleh informasi kejadian berawal ketika karyawan de Bistro Chicken hendak mengganti gas Elpiji kompor dalam keadaan hidup sementara ada bau gas dan langsung menyambar tabung gas Elpiji. Untungnya pemadam kebakaran segera datang hingga kebakaran tidak dapat meluas kepemukiman rapat disekitar lokasi kejadian.








Thursday, August 30, 2018

WEDAKARNA TOKOH MUDA BALI MENERIMA AWI 2018


KAIROSPOS.COM, Seminyak- Kuta- Anggota DPD-RI asal Bali, Doktor Sri I Gusti Arya Wedakarna menerima  Apresiasi Warna Indonesia (AWI) 2018 dari Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA). Kegiatan pemberian pada tokoh masyarakat ini diselenggarakan untuk yang kedua kalinya  bertempat di Hotel  Puri Sharon Seminyak, Kuta- Bali, Sabtu (25/08/2018). Dalam pidato sambutannya Wedakarna menyampaikan perlunya persatuan antara masyarakat Kristiani dan Hindu Bali untuk mempertahankan nilai nilai Pancasila, dengan megesampingkan perbedaan dogma untuk menghadapi musuh yang sama yaitu kelompok radikal.


Pemberian Plakat untuk Kategorial AWI 2018 diberikan pada tokoh antara lain; Pdt. Gomar Gultom, Pdt. Dr. Ronny Mandang, Perwakilan YPPI. Pemberian pada katagori media dan aktifis kemasyarakan diberikan pada Hari Tanoesudibyo, Sugeng Teguh Santoso, Prof. Samuel Tirta Mihardja.


Untuk katagori khusus diberikan pada Doktor Sri I Gusti Arya Wedakarna, Christianty Eugenia Paruntu, Josep Theodorus Wulinadi (Jogger), Perwakilan Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas, Lidya Sartono.


Katagori sahabat PEWARNA diberikan pada ; Pdt. Dr. Jimmy M.R. Lumintang, MBA., M.Th, Pdt. Dr. Moelyadi Sulaiman, Pdt. Antonius Natan, Dr. Bernard Nainggolan, Diah Werdhi Srikandi Suyasa, Handoko Budhi Sejati, Robinson Tobing seorang pengusaha yang menerapkan nilai nilai Pancasila di PT. Vulkanin Jaya, Universitas Mahendradata (Dr. Putri Anggreni,SE,MBA,M.Pd) dan Universitas Dhyana Pura (Dr. dr. Made Nyndra, Sp.KJ.,M.Repro.,FIAS).


Acara pembukan dibuka oleh Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, sebagai Ketua Dewan juri Jahmada Girsang, MH, CLA, diawali dengan sambutan pembukaan oleh Ketua Panitia Roy Agusta dan Sambutan dari Ketum PEWARNA Yusuf Mujiono.


Acara hiburan tarian Bali dibawakan sangat menarik oleh para Mahasiswi Universitas Mahendradata.

Berita terkait : https://balitv.tv/2018/08/29/wedakarna-terima-penghargaan-apresiasi-warna-indonesia/

Tuesday, August 21, 2018

Welly Massie : Hidup Rukun Agar Berdampak Ke Semua Orang


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Suasana kekeluargaan nampak sekali dalam pertemuan malam itu, pendeta Welly Massie sebagai tuan rumah.  “Shalom selamat datang dalam kebersamaan kita, ini bukan ada acara khusus atau kebaktian ini semata hanya kebersamaan dan makan malam bersama”, ungkap Welly menyapa para tamu yang hadir baik dari teman-teman Core di gereja lokal, beberapa group tour, Persekutuan Doa Narwastu, teman-teman penginjil, Group senam AW3 serta beberapa jurnalis Kristen dan juga keluraga dan kolega Welly.

PDP Welly Massie yang nampak ceria dan selalu tersenyum menyapa  para anggota tamu yang datang malam itu. Suasana apartemen yang megah dengan beberapa tower yang mengelilinginya dilengkapi sebuah kolam renang ditengahnya, membuat suasana pertemuan malam itu semakin akrab dan cair. Bertempat disisi kolam renang dengan diterangi lampu taman pertemuan itu dilaksanakan. Dimulai dengan beberapa pujian kemudian doa dilanjutkan dengan jamuan makan malam. Sementara pendeta Welly terus menebar senyum menyapa dan saling memperkenalkan siapa tamu-tamunya malam itu, termasuk di dalamnya rombongan jurnalis nasrani.

Menurut Welly bahwa pertemuan ini pure atas inisiatifnya sendiri dan tak membawa-bawa nama gereja di mana dia bernaung. “Saya pas selesai rapat bulanan dengan para core leader GBI NDC dari ibadah di NCH II APL Tower lantai 8, selesai rapat itulah saya ajak makan malam bersamaan sambil reunian”, terang Welly mencoba menjelaskan maksud adan tujuan makam malam ini.

Setelah menikmati jamuan makan malam, dilanjutan perbincangan dengan ketua-ketua Core serta para pelayan lainnya termasuk PD Narrwastu bagaimana kisah mereka sehingga tergabung dalam komsel dan akhirnya menjadi ketua-ketua Core demikian juga kiprah pelayanan yang lainnya. Beberapa tamu yang coba dimintai kiprah kesaksiannya antaranya Indrianto, Fifi Wendy Boen, Laurensius HS, Steve Lim dan Darvis Karsyon. Indrianto yang mendapat kesempatan pertama saat dimintai awal mula terjun pelayanan hingga menjadi ketua Core mengatakan  masuk melayani tahun 2012 sekitar lima tahunan, awalnya hanya anggota biasa namun akhirnya Tuhan terus mempercayakannya dengan menjadi ketua Core tak sekalipun menyangkanya.

Kalau tadinya saat diberikan kepercayaan menjadi ketua core diakui sempat bimbang alasannya tak menguasai alkitab. Makanya kalau kemudian aktif terjun pelayanan semata karena kehendak Tuhan. Belum lagi saat dipercaya menjadi ketua core, “Saya bingung bagaimana caranya membina anggota”, saksinya tersenyum. Namun seiring perjalanan waktu lama kelamaan Tuhan memampukan karena tuntunan Tuhan, sehingga bisa membina anggota.

Bicara kesulitannya suka kecewa, contohnya kalau share tak ada yang merespon, sebetulnya respon itu penting untuk core, karena disini ada pembagian tugas, seperti sharing firman, pembawa doa, pembukaan dan sebagainya. Sekarang kalau tak ada respon jadi sulit dalam pembagian tugasnya. Kadang-kadang seperi itulah yang dirasakan, akibatnya seringkali merasa tak enak.

Mengenai keanggotaan Core sendiri tak boleh terlalu banyak juga, karena tujuannya lebih mengefektifkan komunikasi serta kedalaman dalam mengenal satu dengan yang lainnya. Kalau banyak justru tak terkontrol. 

Sementara Fifi dari core Sentral Park tadinya bareng dengan bapak Andrianto  karena prinsip core tak boleh banyak anggotanya maka memecahkan diri agar lebih efektif dalam pelayanannya. Dalam core memang diakui bahwa memiliki background dari keluarga yang berbeda-beda, pendidikan, ekonomi dan lain-lain. Namun demikian dengan keperbedaan itu ternyata saling melengkapi. Di mana kelebihan dan kekurangan saling bisa melengkapi. Sesuai firman Tuhan bahwa kita satu tubuh Kristus jadi kepalanya, dengan demikian para anggota core bisa saling mengisi ibarat tubuh ada yang jadi mata, kuping, kaki dan lain sebagainya. Steve mengajak agar banyak lagi yang tergabung dalam pelayanan mumpung masih diberi kesempatan, memang tak mudah tetapi upaya mengajak untuk bergabung dalam pelayanan itu terus dilakukan, menurut Steve kesulitan dan masalah itu akan selalu ada namun bagaiamana masalah itu akan terselesaikan yang terpenting sikap hati. Ibu Murni dari persekutuan doa Narwastu, PD Narwastu sendiri anggotanya ada lima kepala keluarga dalam kiprahnya PD Narwastu mengadakan kegiatan setiap hari  Rabu, Murni menegaskan bahwa dalam PD Narwastu ini sifatnya oikumene jadi anggotanya berasal dari banyak gereja moto Roma 12: 11, janganlah hendaknya kerajinanmu kendor dan rohmu menyala-nyala.Jadi dalam PD tersebut semua anggota hendaknya bertumbuh dalam pengenalan Kristus dan menghasilkan buah dan membawa jiwa-jiwa.

PD ini membina pengajaran dalam firman Tuhan sehingga jangan kegiatan yang sifatnya rutin saja tetapi benar-benar memperlengkapi dan untuk pergi untuk membawa jiwa baru. Murni sangat bersykur kalau mala mini bisa bersama membangun jejaring sehingga nama Tuhan dipuji dan dimuliakan.

Mengenai suka duka ibaratnya juga dikeluarga kadang juga terjadi ribut-ribut demikian pula dalam core ini tetapi sudah ya sudah, karena semata untuk kemulian Tuhan. Kemudian kenapa melayani di core karena bagian terimakasihnya kita kepada Tuhan karena sudah diselamatkan bukan hanya berhenti untuk kita tetapi mau merangkul sebisanya kita.

Dengan keterbatasan itu maka kita membutuhkan satu dengan yang lain. Ujar Fifi yang sudah terlibat selama tujuh tahun. Namun demikian Fifi masih ingin dipakai Tuhan karena hidup ini adalah kesempatan sepanjang masih ada waktu akan digunakan untuk kemulianNya.

Harapannya agar semua orang terserap dalam komunitas core ini tentu menyesuiakan saja sesuai usia, sehingga bisa saling melayani dengan lahirnya komitmen baru. Karena kalau hanya hari minggu dating berubadah saja tentu masih tak cukup untuk memperoleh pertumbuhan rohani yang baik. Untk itu kita butuh keluarga rohani.

Lauren Silalahi tergabung dalam core sudah dari tahun 2014, sekitar lima tahun sedangkan bergabung di Komsel sendiri sudah cukup lama sekitar Sembilan tahun.  Awalmya mulai core di kota Wisata Cibubur karena pindah rumah masuk ke GBI Kemayoran Pdt Yanto setelah pindah ke apartemen CP barulah bergabung dengan Pdt Yosia di NDC, Lauren mengatakan bahwa antara core dan Komsel ada perbedaan sekalipun memang tak banyak, kesatuan hati kesatuan jiwa itu sama artinya ada kesatuan antara yang satu dengan yang lain.

Dengan adanyan core terang Lauren jemaat semakin bertambah pengetahuannya, makin kuat imannya. Karena mereka ada dalam perkumpulan yang baik, seperti kata Tuhan agar tidak meninggalkan perkumpulan-perkumpulan, berarti dengan core itu kita sudah melakukan apa yang difirmankan Tuhan. Dengan core ini kita terberkati karena berada dalam perkumpulan yang baik, apa yang kita lakukan itu anggota bertumbuh dan menyiapkan menjadi leader dan mempersiapkan jiwa-jiwa yang benar.


Sedangkan anggota bisa berasal dari gereja setempat tetapi juga orang luar gereja. Untuk mencari jiwa tiap minggu ke lima di akan campaign dan bulan September ini juga akan diadakan campaign.  
       
Karsyon saat dijumpai mengapresiasi adanya pertemuan-pertemuan yang sifatnya menjalin kebersamaan yang diinisiasi Pdt Welly, karena sadar bahwa acara semacam ini sangat baik untuk menjalin dan saling sharing pengalaman kehidupan. Ketika ditanya bagaimana dengan hamba-hamba Tuhan saat ini Karsyon meliat banyak pendeta-pendeta besar justru sibuk dalam pelayanan sendiri semnetara melupakan keberadaan jemaat jematnya yang acapkali juga banyak masalah. “Seperti misalnya pendeta lebih focus pelayanan yang jauh sementara bagaimana dengan jemaatnya sendiri tak dipikirkan”, ungkapnya kristis. 
      
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net