Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sunday, January 20, 2019

Membangun Indonesia Damai


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Apresiasi di berikan kepada Komisi Germasa GPIB Sumber Kasih Jakarta Selatan atas terselenggaranya kegiatan Diskusi Nasional dengan topik “Membangun Indonesia Damai” Sabtu (19/01/2019) Ruang Serbaguna GPIB Sumber Kasih, Lebak Bulus Jakarta Selatan. Adapun Seminar ini dinilai sangat baik oleh Jemaat maupun para hadirin yang terdiri dari berbagai gereja. Tujuan Diskusi ini adalah sebagai bahan Penyegaran Pengetahuan Sosial Demokrasi menjelang pemilu sekaligus sosialisasi tentang rencana kegiatan gereja dan pemerintah dalam menghadapi pemilu legislatif dan Pilpres. Masukan dan Informasi yang disampaikan para pembicara sangat berguna bagi Jemaat dan peserta diskusi karena informasi dan pengetahuan yang disampaikan sesuai dengan kapasitas dan bidangnya masing-masing narasumber mengimplementasikannya dengan tepat sasaran dan waktu.

Menurut Andi Widjajanto Pengamat Sosial Politik (Pendekatan secara Politik) :
Di dalam bangsa ini kita sebagai masyarakat minoritas diharapkan dapat berpikir mayoritas agar secara bersama-sama dapat memperjuangkan kepentingan pluralisme yang bertujuan untuk kemanusiaan dan kepentingan bangsa dan negara. Gereja diharapkan tidak ikut masuk di dalam politik seperti membentuk partai. Gereja sebaiknya menempatkan posisinya sebagai lembaga keagamaan yang dapat mengayomi dan menjadi panutan bagi semua unsur Jemaat agama dan masyarakat.

Narasumber kedua Pdt. Manuel E. Raintung Ketum PGIW DKI Jakarta, menyampaikan pendapatnya “Dalam suasana politik saat ini Gereja mempunyai tanggung jawab untuk mengedukasi jemaatnya agar mendapatkan pengetahuan tentang peta suasana kebangsaan negara kita saat ini hal ini agar kita sebagai umat Allah dapat tetap selalu menjadi garam dan terang bagi kehidupan bangsa dan bernegara. PGI sedang menyiapkan program terdekat yaitu sosialisasi pelaksanaan pemilu yang akan mengundang gereja-gereja atau perwakilannya untuk dapat mengikuti dan selanjutnya menterjemahkan kepada jemaatnya mengenai proses pemilu legislatif dan pemilihan Presiden tahun 2019. Sebagai umat Allah hak pilih kita wajib digunakan tidak harus memilih sesama umat namun yang paling penting kita mendapatkan informasi terkini mengenai Calon Legislatif yang akan menjalankan tugas legislatif nya ke depan Apakah dapat mengakomodasi kepentingan kita dan secara bersama Sesuai dengan amanat undang-undang Dasar 45 dan Pancasila”.

Paparan selanjutnya disampaikan Merpin Panjaitan Akademisi dan Penulis Buku (Pendekatan secara sosial) 
Pada dasarnya asas demokrasi itu mempunyai cacat bawaan yaitu skala ukurnya menggunakan jumlah terbanyak. Hal ini dalam implementasinya dalam kacamata sosial dapat menimbulkan perdebatan karena teori dan kebutuhan belum tentu dapat terakomodasi dengan baik. Ketika kita berbicara tentang pluralisme maka dengan menggunakan asas demokrasi kita akan berbenturan kepada peraturan dan hukum maka dengan ini untuk menciptakan suatu kerukunan sosial dalam menciptakan Indonesia sebagai rumah bersama membutuhkan teori teori penyesuaian baru.

Tanggapan dari peserta diskusi Bapak Dandy Capryanto Hermawan (ketua Komisi Germasa GPIB Pasar Minggu) ; Menyoroti incident pemasangan banner intoleransi pada daerah Kelurahan Jagakarsa pertengahan Januari 2019 dengan kalimat “Pokoknya dilarang membangun Gereja bagi umat Kristiani karena mayoritas penduduknya Islam”. Bapak Dandy berpendapat bahwa semua warga Kristiani ataupun non muslim punya tanggung jawab untuk melaporkan dan bertindak mengamankan tulisan-tulisan seperti demikian karena sudah dianggap melanggar hukum dan bersifat intoleransi yang lebih parah daripada ini kalimat seperti ini akan menjadi provokasi / kawan-kawan muslim yang pada dasarnya mempunyai hubungan baik dengan masyarakat dengan agama yang berbeda di tempat itu kebetulan pada malam harinya memang direncanakan ada pengajian di tempat pemasangan banner tersebut dikawatirkan dan terindikasi ada upaya provokasi untuk membangkitkan semangat keislaman yang kurang sehat / Jemaat pengajian terutama yang masih labil atau muda ketika melihat tulisan tulisan tersebut paling tidak dapat merusak wacana berpikir Jemaat pengajian atau memancing mereka untuk tidak dapat berpikir secara sempurna dari keimanannya. Apabila kita menemukan hal yang seperti ini maka kita harus berani mengambil tindakan yang bersifat spontanitas untuk kepentingan semua golongan yang merupakan representative kebhinekaan dan pluralism.

Berita terkait :Spanduk Intoleran

Vidio terkait : 


Penulis ; Dandy CH kontributor Kairospos dan wajahnusantaraku.com.  

Tuesday, January 15, 2019

PERNYATAAN SIKAP PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA WILAYAH SUMATERA UTARA TERKAIT PENGHADANGAN AKTIFITAS BERIBADAH JEMAAT GEREJA BETHEL INDONESIA (GBI) PHILADELPIA MARTUBUNG, MEDAN


KAIROSPOS.COM, Medan -Minggu, 13 Januari 2018 menjadi hari kelam bagi kebebasan beragama sekaligus menambah daftar aksi intoleransi di negara kita, Indonesia. Jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Philadelpia yang beralamat di Jl. Permai 4 blok 8 Griya Martubung, No. 31, Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan Sumatera Utara, mengalami penghadangan beribadah oleh sekelompok masyarakat, dengan dalil rumah yang dijadikan tempat beribadah belum memiliki izin sebagaimana yang diaturkan dalam PBM No. 9/8 tahun 2006. 

Menanggapi hal tersebut Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara (MPH PGI-WSU) menyatakan :
Turut prihatin dengan adanya aksi penghadangan beribadah oleh sekelompok orang terhadap Jemaat GBI Philadelpia Martubung, Medan. Untuk itu kami mendesak agar pihak kepolisian mengusut tuntas dalang dibalik penghadangan tersebut demi tegaknya keadilan di negeri ini, serta mengamankan dugaan tindakan dan cara kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok masa saat ibadah berlangsung. 

Negara kita adalah negara hukum, dimana UUD 1945 sebagai landasan hukum di negeri ini, dengan tegas memberi kebebasan bagi setiap orang untuk memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dan negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama, sebab beragama adalah Hak Asasi Manusia. Penghadangan beribadah Jemaat GBI Philadelpia mengindikasikan bahwa masih banyak warga negara yang melanggar UUD 1945 dan juga melanggar hak konstitusional warga negara.

Dari berbagai kasus bahwa penghadangan beribadah di negeri ini berkutat pada alasan klasik soal izin sebagaimana termaktub dalam PBM No. 9/8 tahun 2006, pada hal sesungguhnya PBM tersebut bukan untuk mempersulit umat beribadah, tapi dengan tujuan, terjalinnya keteraturan dan kerukunan umat beragama. Dengan demikian kami mengharapkan semua lapisan untuk memahami PBM No. 9/8 tahun 2006 secara utuh dan tidak sepenggal-penggal.

Agar pemerintah Kota Medan bersama-sama dengan FKUB Kota Medan segera mencari solusi penyelesaian masalah dan menjamin kebebasan beribadah bagi Jemaat GBI Philadelpia Martubung, Medan, atas dasar kekeluargaan dan mengedepankan suasana sejuk dan damai.
Meminta kepada negara untuk memberikan jaminan dan perlindungan hukum bagi warga negara yang akan melakukan ibadahnya melalui perangkat kebijakan hukum atau perundangan-undangan yang tegas. 

Agar setiap jemaat gereja proaktif menjalin komunikasi yang baik dengan lingkungan sekitar, dan melakukan pendekatan-pendekatan kekeluargaan. Agar kehadiran gereja dapat diterima dan membawa berkat bagi warga sekitar.
Mengajak seluruh warga gereja untuk tidak terprovokasi dengan adanya tindakan penghadangan beribadah terhadap Jemaat GBI Philadelpia, dan tetap mendoakan agar Pemerintah beserta FKUB Kota Medan diberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Jemaat GBI Philadelpia Martubung, Medan, sehingga saudara-saudari kita dapat kembali malakukan kebaktian ibadah sebagaimana yang sudah dilakukan selama ini.

Medan, 15 Januari 2018
A.n. Majelis Pekerja Harian
Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah Sumatera Utara (PGI-WSU)
Ketua Umum : Bishop Darwis Manurung, S.Th, M.Psi
Sekretaris Umum: Pdt. Hotman Hutasoit, M.Th
CP. Pdt. Bima Gustav Saragih (0813-6236-9345)

Vidio Terkait : 

Monday, January 14, 2019

FORKOP TOMAS Sukses Menggelar Natal Bersama


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Setelah sukses menggelar Natal bersama pengurus dan anggota Forum Komunikasi Pendeta Tompaso Baru Maesaan ( FORKOP TOMAS ) dibawah pimpinan Pdt Dantje Wulur MA sebagai KETUM ,Natal yang diselenggarakan pada tgl 26 Desember 2018 ,sekaligus HUT ke-  52 tahun dari Ketum FORKOP TOMAS ,bertempat  diGPdI Ekklesia Kayumas Jakarta Timur dengan Tema : Dalam Tuhan kita satu yang dilayani oleh Ev Prayitno.

Perayaan natal yang dihadiri oleh  kurang lebih 250 orang berlangsung dengan penuh keakraban dan kemeriahan .Diahir acara ada pembagian diakonia untuk seluruh hamba Tuhan.
Ketum Forkop tomas dalam wawancara menjelaskan FORUM KOMUNIKASI PENDETA
Kecamatan TOMAPSOBARU dan Kecamatan  MAESAAN  Di Jakarta dan sekitarnya disingkat FORKOP TOMAS.

FORKOP Tomas atau FKP TM adalah kumpulan hamba-hamba Tuhan, baik itu sebagai Gembala Jemaat,Pendeta, Penginjil, Dosen Theologia,atau pun  Penatua, dari berbagai Denominasi Gereja yang berasal dari 2 Kecamatan di Minahasa Selatan ( Provinsi Sulawesi Utara), yaitu Kec Tompaso baru dan Kec Maesaan  yang berdomensili di Jakarta dan sekitar nya.

Adapun kegiatan yang menjadi Fokus FKP TM adalah lebih kepada hal2 Kemanusiaan dan lebih khusus  bagi Hamba Tuhan anggota FKP TM itu sendiri, sebagai contoh :
- Bila suami atau Istri atau anak sakit maka wajib di Doakan dan di bantu secara Finansial
- Bila ada orang tua dari anggota FKP TM meninggal dunia di Manado maka anggota tersebut mendapat bantuan tiket pesawat.
- Karena anggota FKP TM banyak yang Gembala Jemaat, maka kami menyepakati adanya pelayanan pertukaran mimbar.
Adapun kegiatan lain yang kami lakukan seperti :
Memberi bantuan Korban Bencana alam ,Mengadakan Seminar
,Mengadakan KKR
,Kegiatan rutin Fellowship sesama anggota dan pengurus Forkop.
,Merayakan Natal bersama
,Merayakan Paskah bersama yang berkaitan dengan semangat kebersamaan sesama anggota dan pengurus FKP TM.

Pdt Hanny Sinaulan sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa tgl 2 Januari 2019
Kami membawa sejumlah bantuan seperti Uang tunai ,bahan makanan dan minuman ,susu sampai kebutuhan wanita dan lansia ,semua bantuan  merupakan sumbangan dari pengurus dan anggota FORKOP TOMAS ujar Pdt Joice Ester Raranta ,M.Th selaku Ketua Departemen Perempuan & Anak.
Saya berharap FORKOP TOMAS kedepannya akan melakukan terobosan yang lebih lagi ,berguna dlm membangun kebersamaan sesama anggota yang berdampak bagi bangsa dan gereja ujar  ketua Dewan pembina Ibu Dra Nontje Masengi M.Hum ,M.Th
Ferry Febry Mewengkang SH,MH ketua Departemen Hukum  mengatakan bahwa wadah ini hampir semuanya adalah pelayan Tuhan sehingga kami berusaha untuk selalu membangun persaudaraan satu dengan yang lain sebagai warga yang tinggal diperantauan.
Ketua pelaksana Pdt Hanny Sinaulan  menyampaikan harapannya agar FORKOP TOMAS mampu menjadi contoh dan menjadi berkat.

SEKUM FIRKOP TOMAS Pdt Tommy Lantang ,M.Th ,M.Pdk memberikan
SUSUNAN PENGURUS FORKOP TOMAS TAHUN 2018 - 2021

PEMBINA:
Dra. Nontje Masengi, M.Hum, M.Th
Pdt. Dr. Alma Shephard Supit
Drs. Winarno, SH, MM
Pdt. Dr. Zaharias Manambe, SH, MH
Pdt. Danny Tompunu, S.Th
Pdt. Dr. Ronald E. Mussu, M.Th
Ibu. Pdt. Henny Kontu
Pdt. Hanny Johan Ratu

PENGURUS HARIAN :
Ketua Umum : Pdt. Dantje Wulur, MA
Wakil Ketua Umum : Pdt. Joppy E. Sembung, S.Th
Ketua Pelaksana : Pdt. Hanny Sinaulan, S.Th
Ketua 1 : Pdt. Melky Eman, S.Th
Ketua 2 : Pdt. Melky Victor Ratu
Sekretaris Umum : Pdt. Tommy Lantang, M.Th, M.Pd.K
Sekretaris 1 : Pdt. Lexi Tambuwun, S.Th
Sekretaris 2 : Pdt. Lucky Kaware
Bendahara Umum : Pdt. John Rauan, M.Th, M.Pd.K
Bendahara 1 : Pdt. Tommy Mapaliey, S.Th
Bendahara 2 : Pdt. Denny Raranta, S.Th

DEPARTEMEN ATAU LEMBAGA

LEMBAGA BANTUAN HUKUM
Ferry Febry Mewengkang, SH, MH
Dr. Zakharias Manambe, SH, MH, CIL, M.Mis, M.Th, M.Pd.K
Tommy Turangan, SH
Pdt. Jeffry Manopo, SH

PENGINJILAN:
Pdt. Djanne Tando, M.Th
Pdt. David Walalangi

KEROHANIAN
Konny Kontu, S.Th
Ibu. Pdt. Syane Sepang
Ibu. Pdt. Djelty Momongan, S.Pd.K

PERANAN WANITA
Ibu. Pdt. Joice Ester Raranta, M.Th
Ibu. Pdt. Norma Sumangkut, M.Th

HUMAS
Pdt. Benyamin Emor, S.Th

PEMUDA
Pdt. Yoke Sinaulan

DIAKONIA / SOSIAL:
Ibu. Pdt. Vivi Wulur Tendean, SH
Ibu. Pdt. Deisye Lintong
Ibu. Pdt. Meity Lintong
Ibu. Pdt. Fiane Dien

MULTIMEDIA / PUBLIKASI
Sdr. Bobby
Pdt. Melany Monginsidi, S.Th

KESEHATAN:
drg. Gracia Rista Kumala
Dr. Bena Mapaliey
Dr. Hartman

PANGLIMA FKP-TM
Pdt. Joe Lampus
Pdm. Robert Rompas
Sdr. Hezky


KOORDINATOR WILAYAH
- BOGOR, CILEUNGSI, DEPOK : Pdt. Oral Lolowang, M.Pd.K
- SERANG, BANTEN : Pdt. Audy Sanger
- BEKASI : Pdt. Frangky Tambuwun, M.Th

10 Januari 2019 FORKOP TOMAS kembali menggelar rapat  membahas program kerja thn 2019 sekaligus merayakan Wedding Silver salah satu pengurus FORKOP TOMAS yaitu Pdt Djanne Tando M.Th & Pdt Joice Ester Raranta ,M.Th ujar Pdt Vivi Tendean Ketua Departemen sosial mengahiri pembicaraan ini.

Sumber :  Pdt Joice Ester Raranta ,M.Th.
Editor : Thony Ermando.


Sunday, January 13, 2019

Spanduk Intoleran Muncul di Jagakarsa, Jakarta Selatan



KAIROSPOS.COM, Jakarta - Hasil survey Setara Institute yang memasukkan kota Jakarta sebagai kota Intoleran seakan mendapat pembuktian, spanduk bernuansa intoleran kembali terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (12/01/2019) pukul 11.00, spanduk  bertuliskan “ Pokoknya Tidak Boleh Ada Gereja di Tempat Perkampungan Yang Masih Mayoritas Islam”, spanduk ini ditemukan dan diunggah pada komunitas Kristiani oleh anggota  anggota Forum Komunikasi antar Gereja se Kecamatan Pasar Minggu (FKG), Dandy Capriyanto SH, MH.  Persoalan pendirian GKI Jagakarsa di Wilayah Jakarta Selatan sudah lama diajukan perijinannya informasi disampaikan pengurus GKI Ampera Jakarta Selatan saat team FORMAG Jakarta Selatan yang diketuai Drs. Bambang Utoyo M.Th. pada tahun 2016 berkunjung dan membahas kasus GKI Jagakarsa. Dan saat ini sedang berproses, semua persyaratan IMB sedang dalam proses kelengkapan.
  
Posisi spanduk di Jl. Durian rt 08/05 Jagakarsa dekat station radio swasta, jadi masuk di di Kelurahan dan Kecamatan Jagakarsa DKI Jakarta Selatan dan sudah pasti merupakan  daerah Negara Kesatuan Republik  Indonesia.


Berikut petikan kalimat dari Presiden RI : “Selain Islam, Indonesia rumah bagi umat Kristiani, Katholik, Budhha, Hindu, dan Konghucu”.  Demikian penegasan Presiden Joko WIdodo yang mengangkat isu kemajekan ketika membuka Bali Democracy FORUM (BDF), Media Indonesia (9/12/2018). Dandy menambahkan “Mohon maaf saya cukup kaget melihat poster tersebut saat ini yang masyarakatnya sudah moderen, masih ada sekelompok orang yang berpikir demikian. Keharmonisan masalah agama adalah tanggung jawab Pemerintah, saya berharap MUSPIDA setempat segera berkoordinasi  dengan FKUB  agar persoalan tidak menjadi bias. Dan teman-teman umat Kristiani untuk tetap tenang tidak terpancing bentuk bentuk intimidasi sepeti ini dan kita tetap komitmen ikut menjaga stabilitas nasional Indonesia karena Indonesia adalah Rumah Bersama.


Tidak lama setelah wawancara dengan awak media selesai dan aparat keamanan mendapat laporan masyarakat. Kapolres Kapolres Jakarta Selatan, Kapolsek Jagakarsa, Camat dan Lurah Jagakarsa, Dandim Jaksel, Danramil Jagakarsa turun kelokasi beserta anggota Koramil  sekitar pukul 14.00 melakukan indetifikasi masalah dan sekitar pukul 18.00 spanduk sudah selesai diturunkan aparat keamanan. Bravo aparat keamanan Jakarta Selatan. Demikian dilaporkan Dandy  Capriyanto. Sampai berita ini diturunkan belum diketahui siapa pelakunya.

Saturday, January 12, 2019

Jokowi dihadapan Lautan Kaos Kuning


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Meski diterpa badai hoax terhadap Jokowi ternyata dukungan pada Jokowi untuk menjadi Presiden yang kedua kalinya  datang dari ILUNI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia) diperkirakan diatas 100.000 orang berkumpul di Stadion Senayan GBK Sabtu (12/01/2019).

Terlihat ribuan berkaos kuning bertuliskan We Are Alumni Jokowi (inspirasi tagline We are the Yellow Jacket) telah berbondong-bondong memadati Plasa Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan. Area luar Stadion Senayan GBK ini didominasi kuning yang mayoritas Alumni UI. Meski demikian, terlihat juga alumni berbagai PTN dan PTS yang disebut sahabat. Antara lain, Alumni ITB, IPB, ITS, UGM, USU, Trisakti, Atmajaya, UKI dan kampus lainnya. Ada juga terlihat Alumni Jerman.

Menariknyya banyak pamflet yang bertuliskan lucu-lucu dan kreatif yang menyinggung politisi tertentu. Disediakan panggung cukup luas dengan didominasi warna kuning dan dan di spot tertentu diadakan tempat foto dengan berbagai macam foto Jokowi.
Andi MS yang juga alumni UI pada kesempatan memimpin semua audens untuk menyanyikan lagu nasional dan perjuangan. Komposer tersebut sebelum tampil di hadapan Jokowi, hanya berlatih dadakan saja.
Sekitar pukul 16.00, Jokowi hadir dengan menggunakan sepeda dari bambu karya anak ITB. Kedatangannya disambut meriah ribuan alumni, apalagi Jokowi naik sepeda hingga atas panggung. Seperti biasa Jokowi langsung ngevlog dillanjutkan nyanyi lagu nasional secara bersama dan diikuti deklarasi dukungan.
Pada kesempatan itu, pada pidatonya Joko Widodo menjelaskan hasil kerjanya selama empat tahun memimpin Indonesia. “Infrastruktur yang telah kita bangun ini bukan hanya urusan pelabuhan, misalnya pelabuhan Makassar New Port dan pelabuhan sedang dan kecil. Yang lainnya tetap juga airport baru banyak yang telah kita bangun, baik di Jawa maupun di luar Jawa juga jalan tol di luar Jawa,” ujar Jokowi.

Hal lain yang disinggung terkait dana desa yang disebut berkontribusi dalam infrastruktur mikro. Ratusan triliun rupiah sudah digelontorkan pemerintah untuk dana desa.
“Tahun ini Rp 73 triliun kita gelontorkan untuk dana desa di seluruh Tanah Air, dikurangi Rp 3 triliun untuk kelurahan-kelurahan yang ada di kota-kota. Artinya, ada Rp 257 triliun yang telah kita gelontorkan ke desa sebanyak 74 ribu desa yang ada di seluruh Tanah Air,” paparnya.
Hasilnya, ada 108 ribu kilometer jalan hingga 6.900 pasar desa terbangun. Tidak lupa, Jokowi menyinggung jalan tol Jakarta-Surabaya yang sudah tersambung.
Selain itu, dipaparkan  juga pembangunan manusia. Pemerintah sudah mengeluarkan sejumlah program seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, sampai Program Keluarga Harapan

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net