Unordered List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Saturday, December 15, 2018

Jeritan Hati Istri Labora Sitorus Surati Presiden





KAIROSPOS.COM, Jakarta - Ada Tujuh Kejanggalan Atas Perkara Suaminya Hati siapa yang tak pilu jika salah seorang keluarganya dikriminalisasi dan menjadi korban atas ketidakadilan Peradilan Sesat. Maka benarlah slogan yang menyebut bahwa keadilan harus diperjuangkan, dan itulah yang dirasakan Sandritje Panauhe, merasakan perihnya perlakuan Kriminalisasi dan proses peradialan sesat yang dirasakan suaminya Labora Sitorus. Oleh karena itu, dia memberanikan diri mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Surat tertanggal 15 Oktober 2018, memohon perlidungan HAM, perlidungan hukum dan keadilan serta pengaduan dugaan pelanggaran proses penahanan (perampasan kebebasan dengan cara melawan hukum. Walau sampai saat ini belum ada jawaban.

Dalam surat itu, Sandritje Panauhe turut juga melampirkan foto copy laporan Eksaminasi Proses Hukum dan Putusan Hukum Labora Sitorus, oleh Komnas HAM RI. Foto copy Surat Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Jakarta, Tentang administrasi registrasi terkait Surat Perintah Penahanan atau Penahanan, Standar Registrasi dan Klasifikasi Narapidana dan Tahanan, Kemenkumham Penal Nomor: PAS-170.PK.01.01.02 Tahun 2015, halaman 10-11. Dalam isi surat Sandritje Panauhe, menyampaikan kepada Presiden memohon dengan sangat perhatian Presiden atas Peradilan Sesat yang menimpa suaminya.

“Musibah yang memvonis hukuman 15 tahun penjara sampai hari ini tidak tahu pelanggaran hukum apa yang suami saya lakukan, sejak semula suami saya ditahan tanpa Surat Perintah Penahanan dari penyidik Polda Papua, tanpa ada Laporan Polisi (LP), tanpa ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kesempatan suami saya melakukan Praperadilan saat itupun dihalangi dengan cara membantarkan suami saya ke RS Polri Jayapura dan masih banyak lagi kesalahan fatal dan serius dalam menetapkan suami saya sebagai tersangka yang dilakukan oknum aparatur hukum.” Lucunya, walau demikian perkara ini bisa ada Putusan Pengadilan Negeri. Bahkan, bisa ada Putusan Pengadilan Tinggi dan bisa ada Putusan Mahkamah Agung dengan alasan sudah inkrach. Padahal, sejak awal, Labora ditahan mulai dari Polda Papua sampai sekarang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta, pihak keluarga tak pernah menerima Surat Penetapan Penahanan. “Bahkan registrasi suami saya selaku warga tahanan pun sampai hari ini di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Kelas I Jakarta terkait Surat Penetapan Penahanan tidak ada,” jelasnya lagi dalam suratnya.

Merujuk pada Prinsip standar Minimum Rules for the Treatment Prinsons (SMR) Resolusi PBB Nomor 663 C (XXIV) tanggal 31 Juli 1957 dan Nomor 2076 (LXII) tanggal 31 Mei 1977, di mana setiap orang yang ditahan harus jelas dicatat mengenai identitas, alasan pertanggung-jawaban otoritas, bahkan tanggal masuk dan tanggal bebas, serta tak seorangpun boleh diterima dalam Lapas/ Rutan kecuali dengan surat yang syah dan telah dicatat di dalam buku register.
Hal tersebut di atas dipertegas dalam Pasal 555 KUHP, PerMenkeh RI No.M.04-UM.01.06 Tahun 1983 bahwa Surat Perintah Penahanan atau Penetapan Penahanan (SP2) yang paling mendasar sejak di Tingkat Penyidikan oleh Polri harus ada (SP2 Labora Sitorus tidak pernah ada) dikutip dari buku Standar Registrasi dan Klasifikasi Narapidana dan Tahanan, Kemenkumham RI, Nomor: PAS-170.PK.01.01.02 Tahun 2015, halaman 10 - 11 yang harus dipatuhi.
“Terkait dengan semua kejadian yang menimpa suami saya, saya sangat yakin di luar sepengetahuan Bapak Presiden, di mana sedang gencar-gencarnya melakukan Reformasi dan Supremasi Hukum. Oleh karena itu, saya dan suami saya Labora Sitorus selaku Warga Negara sangat menghormati,” jelasnya lagi dalam surat tersebut.

Sandritje Panauhe sebagai istri Labora, dia kembali memempertanyakan, ke mana lagi mereka harus meminta perlindungan Hukum kalau bukan kepada Bapak Presiden sebagai otoritas tertinggi pemengang kekuasaan di negeri ini. “Bapak Presiden, suami saya selaku anggota Polisi Aktif, apabila ada kesalahan atau disiplin suami saya dalam menjalankan tugas maka pihak pihak Propam Polri terlebih dahulu menangani. Namun demikian sampai saat ini suami saya belum pernah menjalani pemeriksaan di institusi suami saya bernaung,” jelasnya lagi.

Lucunya, walau demikian langsung diadili di peradilan, sehingga terkait statusnya suaminya sebagai anggota Polisi sampai saat ini tak ada kejelasan. Karenanya, dari hati yang paling dalam, melihat kondisi suaminya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Kelas I Jakarta, sebagai istri, Sandritje Panauhe memohon keadilan untuk pribadi suaminya, Labora Sitorus.
“Demi masa depan saya selaku istri dan anak-anak kami. Dan sebagai bahan informasi terkait dengan kasus hukum yang suami saya alami ini pada tahun 2015 telah dilakukan telaah berupa Eksaminasi Proses Hukum dan Putusan Hukum Labora Sitorus oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), di mana hasil Eksaminasi Komnas HAM RI ditemukan banyak sekali kejanggalan dalam proses hukum terhadap suami saya Labora Sitorus, dan disimpulkan beberapa hal diantaranya yaitu:
Pertama, telah terjadi apa yang disebut dalam hukum pidana sebagai kesalahan fatal dan serius dalam menetapkan subyek hukum yang dapat diminta pertanggungjawaban pidana (Error in Persona). Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan menetapkan Labora Sitorus sebagai terdakwa, dan kemudian memutuskannya sebagai terpidana oleh Hakim Pengadilan Negeri, Hakim Pengadilan Tinggi, sampai terakhir dalam Putusan Mahkamah Agung No. 1081 K/PID.SUS/2014.

Kedua, kesalahan menetapkan Subyek Hukum (Error in Persona) dimaksud, mengakibatkan tahapan-tahapan selanjutnya sejak penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dakwaan, pemeriksaan di sidang pengadilan, penjatuhan Putusan Pengadilan Negeri, Putusan Pengadilan Tinggi dan Putusan Mahkamah Agung, hingga pelaksanaan putusan (eksekusi) yang direkayasa dan dipaksakan (error in procedure), sehingga menunjukan adanya penyalahgunaan wewenang (a buse of power) dan pengabaian terhadap perlindungan hak asasi manusia.

Ketiga, Tindak Pidana yang didakwakan terhadap Labora Sitorus sebagai terdakwa merupakan tindak pidana khusus, dan berlaku asas Lex Specialist Derogate Legi Generalis, namun walaupun merupakan, tindak pidana khusus, dalam penyelesaiannya tetap harus memberikan jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia. Sementara dalam penanganan perkara ini justru banyak dilakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia, terutama hak-hak tersangka/ terdakwa/ terpidana dalam hal ini Labora Sitorus dan hak-hak warga masyarakat Sorong.

Keempat, kesalahan penegak hukum mulai dari Polisi sebagai penyidik, Jaksa sebagai penuntut umum, dan kemudian hakim yang memeriksa, mengadili dan membuat Putusan yang mempidana Labora Sitorus, karena “Error in Persona” adalah tindak pidana yang dalam kriminologi disebut sebagai bentuk kejahatan yang dilakukan oleh Negara (State Crime), yang melanggar Hak Asasi seseorang sebagai warga negara Indonesia.

Kelima, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum dan juga pertimbangan hukum sebagai alasan-alasan Hakim menolak permohonan Kasasi II/ Terdakwa dalam putusan MA No. 1081 K/PID.SUS/2014 secara eksplisit menggunakan kias atau perumpamaan dengan menganalogikan Labora Sitorus sebagai pengurus korporasi/ pengurus perusahaan, sebagai subyek hukum yang dapat diminta pertanggungjawaban pidana. Dalam Hukum Pidana Nasional tak diperbolehkan atau sangat dilarang menggunakan analogi atau kiasan karena bertentangan asas legalitas, tidak memberikan kepastian hukum, dan melanggar Hak Asasi Labora Sitorus sebagai warga negara, perbuatan ini sebagai bentuk State Crime.
Keenam, konsekwensi hukum (legal consequence) dari Error in Persona dan menggunakan analogi atau kias dalam perkara Labora Sitorus adalah secara tegas telah melanggar asas legalitas dan kepastian hukum.

Ketujuh, di dalam pertimbangan hukum yang termuat dalam amar putusan MA No. 1081 K/PID.SUS/2014 sekedar mencocokkan dengan ketentuan Pasal 197 KUHAP, maka putusan tersebut dapat dinyatakan batal demi hukum.  Oleh karena itu, Sandritje Panauhe selaku istri dari Labora Sitorus, dan sebagai Warga Negara, memohon kiranya ada keadilan dan perlindungan hukum dari Negara.

Sebagai istri, dia sangat berharap, Surat Permohonan kepada Presiden sebagai permohonan perlidungan HAM, perlindungan hukum dan keadilan serta pengaduan adanya dugaan pelanggaran proses penahanan, perampasan kebebasan dengan cara  melawan hukum, berharap mendapat perhatian dari Bapak Presiden untuk terwujudnya Reformasi dan Supremasi hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Surat tersebut ditembuskan 23 lembaga negara diantaranya. Termasuk tembusan disampaikan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs Jusuf Kalla. Temusan ke Jenderal TNI (Purn.) Wiranto sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia. Kepada Prof. Dr. M. Hatta Ali., SH., MH sebagai Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dan, kepada Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Kepada Prasetyo Jaksa Agung Republik Indonesia, dan kepada Jenderal Polisi Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dan kepada Dr. Yasonna Hamonangan Laoly. S.H., M.Sc. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Friday, December 14, 2018

Politik Serigala dan Domba Dalam Suasana Natal


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Memasuki bulan Desember diseluruh dunia umat Kristiani memasuki masa Adven.  Penantian kedatangan Kristus pada tanggal 25 Desember 2018.  Bulan yang penuh kedamaian ini dihentakkan dengan pembantaian 19 orang pekerja PT. Istaka Karya di tanah Papua. Tanah yang sudah diploklamirkan menjadi tanah perdamaian dan tanah penginjilan ramai dibicarakan masyarakat melalui media elektronik dan cetak menjadi tanah konflik dan pertumpahan darah.  Lantas masyarakat mulai bertanya apakah upaya jerih payah misionaris selama puluhan tahun tahun di tanah papua tidak menghasilkan anak domba. Apakah jejak penginjilan Ottow dan Geissler di tanah Papua sudah dilupakan Masyarakat Papua?. Jawabannya tidak, dari pengakuan sandera Jemmy Aritonang yang sudah di eksekusi melalui tembakan senjata dan berpura pura mati, lalu melarikan diri oleh seorang Ibu Jemmy Aritonang dibawa pada seorang Pendeta, dan Pendeta tersebut membawa mereka ketempat pos pengamanan TNI.

Jemmy Aritonang dalam kesaksiannya selalu memceritakan bahwa tangan Tuhan yang menyelamatkan nyawanya melalui seorang Mama dan Pendeta. Bagi diri Jemmy Aritonang sang Mama dan Pendeta adalah orang Majus pada dirinya karena dia bisa hidup dan mendapatkan sukacita bagi dirinya dan keluarganya di Balige Sumatra Utara. Kisah inilah makna Natal yang terbesar bagi dirinya pada masa Adven menanti hari Natal kelahiran Kristus.


Jika kita kaji lebih dalam dalam ilmu kriminologi Jemmy Aritonang adalah Korban bisa diasumsikan sebagai anak Domba dan Gembalanya adalah Pendeta yang menyelamatkan hidup Jemmy,  Pelakunya adalah KKB(Kelompok Kriminal Bersenjata) kita asumsikan sebagai Serigala. Hewan srigala yang memiliki naluri membunuh secara kejam mencabik mangsanya hingga tidak berdaya dan memamerkannya pada orang banyak bahkan direkam dalam video seperti yang dilakukan ISIS pada sandera yang mereka dapat dan dampaknya adalah ketakutan pada musuhnya.


Politik kekuasaan yang menghalalkan segala cara dan matinya naluri kemanusian. Kembali ke homo homonilupus bahwa manusia adalah srigala bagi sesamanya demi mendapatkan kekuasaan dan Uang. Apakah dengan melakukan pembantaian secara kejam KKB(Kelompok Kriminal Bersenjata) dan OPM(Organisasi Papua Merdeka) makin cepat mendapatkan tujuannya? Menurut pendapat saya tidak karena tujuan memerdekan diri dari Indonesia tentunya harus mendapatkan dukungan dan simpati dari dunia luar. Dunia internasional sudah jauh berbeda pandangan politiknya terutama dalam bidang kemanusian dan keadilan. Dengan perbuatan pembantaian masyarakat sipil tentu akan mendapat kecaman pada dunia Internasional dan jangan lupa dunia Internasional sudah mengakui bahwa tanah papua menjadi tanah penginjilan umat Kristiani dan ini harus dicatat siapapun yang mempunyai kepentingan di tanah Papua. Jika ada maksud lain ingin membelokkan arah politik dan kebijakan di tanah Papua sebaiknya berhentilah. 


Bersambung………………………….

Penulis : Thony Ermando.

Ketum PGLII Ronny Mandang : Terus Pelihara Spirit Pewartaan Injil



KAIROSPOS.COM, Jakarta - Di minggu penantian hari kelahiran Juruselamat manusia ke dunia, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili di Indonesia (PGLII) kembali diingatkan tentang sebuah pesan natal untuk terus memelihara spirit pewartaan Injil. Pesan itu disampaikan oleh Ketua Umum PGLII Pdt. Dr. Ronny Mandang saat berkhotbah di Ibadah dan Perayaan Natal PGLII, di MDC hall, Slipi, Jakarta Barat, Jumat malam (14/12/2018).

Sebelumnya, Pdt. Ronny berkisah tentang kedatangan Orang Majus dari Timur untuk menyambut kelahiran Kristus. Mereka bersedia menghadapi bahaya dengan melakukan sebuah perjalanan jauh menyambut kedatangan Mesias, serta mempersembahkan apa yang mereka bawa untuk sang Juruselamat.

“Saya kira pada saat ini kita memerlukan suatu kontemplasi (perenungan) spiritual Kristen untuk memahami persitiwa dari para Majus yang datang berjumpa dengan Yesus. Hal yang pertama adalah bagaimana para Majus memiliki sebuah kegigihan, semangat, daya juang, di dalam sikap untuk menyembah kepada Yesus,” ucap Pendeta Ronny Mandang. Yang menjadi kegelisahan dari Gembala Sidang GKRI Karmel ini berkaca dari kisah Orang Majus adalah mulai pudarnya spirit dan kegigihan yang dimiliki gereja dalam konteks perjumpaannya dengan Tuhan, saat ini. Menurutnya daya juang adalah salah satu modal dasar yang harus dimiliki gereja di dalam menyembah Kristus.



“Saya kira hari-hari ini gereja kehilangan spirit seperti itu. Tidak lagi di dalam bentuk kekuatan untuk menyembah Tuhan. Ada banyak sekarang orang datang ke gereja tapi bersikap santai. Spiritual Kristus mengajak saya dan saudara, ketika berjumpa dengan Yesus Kristus kita dituntut untuk memahami ada daya juang, ada kegigihan untuk berjumpa dengan Dia,” katanya. Pendeta Ronny Mandang tak ketinggalan mengingatkan bahwa persembahan terbaik yang diinginkan Tuhan bukanlah kekayaan, melainkan hati yang mau mewartakan keselamatan bagi semua umat manusia.



“Gereja-gereja di PGLII, lembaga-lembaga di PGLII, dia mengutus dirinya untuk menjadi misionaris di dunia ini. Kita dipanggil untuk bersekutu, tetapi kita juga dipanggil untuk pergi memberitakan injil,” tegasnya.



Lebih jauh Pendeta Ronny berujar, di Indonesia sendiri telah banyak misionaris yang mau memberikan diri mereka bagi sebuah tugas mulia yang dimaksud. Jejak mereka masih dapat terlihat jelas hingga hari ini, sehingga dapat menjadi teladan bagi PGLII untuk terus memelihara semangat pewartaan kabar baik yang dimaksud.



Saya membuat peta dari Papua sampai sampai Sumatera Utara. Papua merah karena ada jejak Ottow dan Geissler. Maluku merah karena ada Joseph Kam, baik menyebar ke Selatan sampai ke Utara. Saudara pergi juga ke Minahasa, saudara akan bertemu dengan Schwarz dan Reidel, dan mereka dikuburkan di tanah Langowan. Jejaknya adalah jejak perkabaran injil. Lalu saudara pergi ke Kalimantan ada Barnstein. Saudara pergi ke Sumatera Utara ada Nommensen. Di tanah Jawa ada Ki Sadrakh,” ungkapnya lebih lanjut.



Di ibadah dan Perayaan Natalnya sendiri, PGLII membawa tema “Kami Datang untuk Menyembah Dia”, seperti dikutip dari Kitab Matius 2, ayat kedua. Secara khusus Ketua Panitia Ibadah dan Perayaan Natal PGLII DR. Inge Handoko M.Th menjelaskan mengapa tema tersebut dipilih dalam perayaan Natal PGLII kali ini.



“Tema ‘Kami Datang untuk Menyembah Dia’ untuk menunjukan komitmen setiap pengurus PGLII baik di tingkat pusat maupun wilayah dan daerah, bahwa tujuan akhir dari setiap upaya, perjuangan, pengorbanan dan kerja keras kita adalah untuk memuliakan Dia, Raja segala Raja, yakni Tuhan kita Yesus Kristus,” ujar Inge. Pada sesi ibadah, PGLII ikut mengundang Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th, Ketua PGPI Jakarta Pdt. Mulyadi Soleman, Sekretaris Umum PGLII Pdt. Dr. Freddy Soenyoto dan Ketua Majelis Pertimbangan PGLII Pdt. DR. Solfianus Reimas untuk ikut serta dalam penyalaan lilin Natal. Salah satu momen yang ditunggu di perayaan itu adalah dinyanyikannya sebuah lagu yang dirasa mampu memelihara spirit pewartaan injil, yakni lagu berjudul “La Biar Api Injil Tarus Manyala”. Lagu tersebut kemudian dinyanyikan bersama-sama oleh semua hadirin.

SUDAH MENANG


KAIROSPOS.COM, Jakarta - Seorang juara dunia, namanya akan tercatat  dalam sejarah, tanggal, bulan dan tahun dia memenangkan pertandingan dan tidak bisa diubah nama itu dalam sejarah. Itulah gambaran sang juara, karena dia meraihnya karena prestasi dan perjuangannya. 

Kemenangannya diliput, diberitakan dan di sambut para supporternya, bahkan oleh seluruh warga negara di mana sang atlit membawa nama bangsa dan negaranya, seolah olah itu adalah kemenangan negara sehingga tidak jarang negara memberikan bonus hadiah yg sangat besar bahkan banyak yg nilainya lebih besar dr nilai yg di dapat atlit dr pertandingan itu. Belum dari sponsor ada yg mendapat uang tunai, rumah mewah bahkan mobil mèwah.
Sungguh sangat bahagia menjadi seorang pemenamg, namanya menjadi masyur dan di puji puji.

Status juara dunia, misalnya juara tinju kelas dunia  kelas ringan WBC, WBA dan IBF. Sang pemenang memiliki kewajiban melawan penantang penantamgnya untuk mempertahankan gelarnya. Kalau sang juara menyadari status barunya, dia akan terus berlatih dengan keras untuk dia bisa menjadi juara bertahan, karena hadiah hadiah yg didapatkan akan semakin besar dan banyak, dia akan berusaha mempertahankan gelarnya selama mungkin dia bisa bertahan. Sang pemenang akan berhasil apabila terus ber latih dengan keras dan berusaha  terus meningkatkan prestasinya, tetapi kalau sang pemenang mabok kemenangan dan lalai berlatih keras, gelar juara yg dimiliki akan  cepat beralih dari tangannya. Sang juara akan berusaha agar jangan sampai tinggal status, pernah juara tapi sekarang sudah tidak lagu. Harus dijaga, dipertahankan gelarnya dan ditingkatkan kemampuan dan staminanya karena deretan penantang yg mengingini sabuk juara dunianya berlatih siang malam dg sangat keras dg tujuan menaklukkan sang juara.

Apakah atlit juara ini harus selamanya berlatih untuk mempertahanlan gelarnya? Tidak juga, sang juara dunia memiliki destenìly yg lebih jauh lagi, dia harus berhasil menjadi pelatih. Karena dg menjadi pelatih, dia juga akan bisa melahirkan juara juara dunia baru yg bisa melanjutkankejayaan namanya. Dialah pelatih juara yg akan diincar dunia dan berbayar mahal. Dia tidak perlu lagi babak belur di atas ring untuk mendapatkan hadiah.

Setiap hari sebenarnya adalah pertandingan. Setiap hari kita memasuki arena kompetisi kita. Adakah kita punya champion spirit? Bagaimana kita bersikap sebagai sang juara? Semua itu akan mempengaruhi kehidupan kita. Setiap hari kita harus memenangkan pertandingan kita dan lawan terberat adalah diri sendiri yg enggan untuk maju.
Jadi taklukkanlah dirimu sendiri dulu sehingga kita bisa menjadi lebih dari pemenang. 

Dalam melayani Tuhan, harusnya kita berlomba lomba melakukan kebaikan dalam pertandingan yg diwajibkan. Tidak ada kata mundur, harus giat. Pelayanan gak ada hasilnya? Siapa bilang?  Tuhan selalu mengupah setiap pelayanan yg telah kita lakukan. 

Pekerja berhak atas upahnya. Dan upah  itu tidak bisa diambil dari kita, akan menjadi milik kita , berbuah lah dan buah itu tetap (baca kekal). Hasilkah buah sesuai pertobatan. 

Kita memang telah jadi pemenang karena Kristus, status kita adalah orang benar. Tapi ada 1 masalah, banyak orang telah dibenarkan oleh Kristus tp hidupnya tidak benar, bahkan jd batu sandungan untuk sesamanya. Ini juga cara hidup yg tidak benar yg tetap bisa membawa orang benar itu binasa karena imannya telah gugur. Ada orang berkata tidak bisa begitu.Bagaimana dg ucapan Yesus kepada Yudas Iskariot yg telah menjual Yesus?
Matius 26:24-25 (TB)  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Akhir zaman banyak hamba hamba Tuhan yg menjual Yesus kembali dan dia juga berkata sama persis seperti Yudas Iskariot katakan : "Bukan aku, ya Rabi?" Dan Yesus akan menjawab yg sama juga : "Engkau telah mengatakannya." Jangan sampai kita kena ragi orang Farisi. Jaga status kita sebagai pemenang, dan hidupilah hidup kita sebagai orang benar.
Ada perbedaan cara memperoleh hadiah. Karena prestasi dan karena diberi cuma cuma. Karena kita tidak bisa menebus dosa kita sendiri, Tuhan Yesus telah memberikan secara cuma cuma kepada kita yg percaya pada Yesus, oleh darahNya kita telah ditebus dan diampuni, itu kemenangan Yesus yg diberikan pd kita. Setelah itu ada pertandingan iman yg diwajibkan, itulah perjuangan kita. Bangkit dan jadilah pemenang.

Pengirim : Paul Ang.

Thursday, December 13, 2018

RICOH GR III Kamera Saku Digital High End Kualitas Gambar Luar Biasa

Kairospos.com, Jakarta - Kamis (13/12/2018) bertempat di Hiverwork co-work cafe, kawasan City Walk Jakarta Pusat. Mr. Genichiro Takawa Regional Sales Departement Ricoh Imaging Company. Ltd. Menjelaskan berbagai keuanggulan Kamera Saku GR III secara detail, rinci. Kamera ini sangat tepat digunakan oleh para fotographer, Jurnalis, dan para penggemar fotographer.

Genichiro Takaoka memaparkan. Sebagaimana telah ditampilkan pada event terbesar photography dan imaging produk, Photokina 2018, RICOH COMPSNY, Ltd dan RICOH IMAGING COMPANY, Ltd.melalui pengembangan model terbaru dari seri RICOH GR III. RICOH GR III menampulkan serangkaian kamera saku digital high-end yang menggabungkan kualitas gambar luar biasa dengan design yang ringkas dan ringan.

Selama sejarah lebih dari 20 tahun, seri RICOH GR selalu mempertahankan konsep dasar untuk mengoptimalkan nilai-nilai penting dari kamera - kualitas gambar yang tinggi, kemampuan snapshot dan portabilitas  - sementara pada saat yang sama membuat perubahan dan penyempurnaan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang muncul. Karena itu, model GR-series lebih disukai oleh banyak fotographer, terutama profesional dan amatir yang sangat berpengalaman dalam penggunaan snapsot photo.

RICOH GR III mewarisi konsep GR-series, tetapi menggabungkan perangkat yang sama sekali baru dalam komponen utamanya, termasuk lensa yang baru, image sensor, dan image engine. Ini dirancang untuk lebih meningkatkan kualitas gambar, memperkuat nanyak fungsi dan mebingkatkan kulitas unsur user interface.

Design untuk menjadi kamera snapshot terbaik, RICOH GR III adalah generasi baru kamera GR, yang akan memberikan pengguna sesuatu yang baru dan berbeda. Kami berharap pengunjung Media Gathering with Ricoh GR III akan menikmati tampilan pertama model seri GR generasi terbaru.

Noprita Herari Marketing and e-Commerce Manager(Consumer) menjelaskan bahwa Kamera Saku Ricoh GR III sangat pas untuk kaum milenial yang gemar travelling tanpa kehilangan moment berharga dengan fitur snapshot nya, karena ukuranya yang kecil mudah dikatongi tapi kemampuannya luar biasa. Dengan cepat dapat mengambil gambar dengan baik tanpa blur terangnya.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net